Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Kebersamaan 1


__ADS_3

"Tok..Tok.Tok" jeana mengetuk pintu kamar deanda.


"iya je kenapa" tanya deanda.


"gue mau berangkat kerja, lu sama Ivan mau ikut gak sekalian nongkrong" tanya jeana.


"boleh je, tunggu ya gue ganti baju dulu" ucap deanda.


"oke siap gue tunggu di sini ya" jawab jeana.


Deanda pun langsung mengajak Ivan untuk ikut ke kafe tempat jeana kerja ,deanda dan Ivan pun keluar dari kamar.


"yuk je" ajak jeana.


"tapi jalan kaki gak apa apa kan" ucap Jeana.


"iya gak apa apa je jarang jarang kan kita kemana mana jalan kaki" ucap Ivan


"oh iya afi mana je" tanya deanda.


"paling seperti biasa nanti afi langsung di antar Jessy ke kafe" jawab jeana.


"loh terus kalau gak ada kita Lo pergi sendiri je" tanya Ivan.


"iya lah Van, mau Sama siapa lagi" jawab jeana.


"Lo sendirian jalan kaki je? Lo gak takut gitu je sendirian jalan kaki malah jarak nya agak lumayan jauh" tanya deanda.


"iya deanda, nggak ko de gue udah biasa" jawab jeana.


"mangkan nya je cari pasangan dong, masa kalah Lo sama si Afi" ledek Ivan.


"iya kenap Lo ga cari pacar si je kan lumayan bisa temenin Lo kemana mana jadi gak sendirian terus ngeri tau cewek malam malam jalan sendirian " ucap deanda.


"gak mau nyari , nanti juga kalau jodoh datang sendiri, ya mau gimana di nikmatin aja lah biar pun kemana mana sendiri" jawab jeana dengan Santai.


"gue doain de semoga Lo biar cepat dapat jodoh" ucap Ivan.


"amin" ucap deanda.


"aminin gak ya" ledek jeana.


"ih Lo mah gitu je, udah di doain juga" ucap Jeana.


"iya iya terimakasih ya sudah doain gue" jawab jeana.


"nah gitu dong" ucap deanda.


"oh iya yuk kita nyebrang itu kafenya" ajak jeana.


"oke je" ucap deanda.


"tuh kan bener afi pasti udah di kafe" ucap Jeana.

__ADS_1


"oh iya bener" jawab deanda.


"de, Van gue mulai kerja dulu ya" ucap Jeana.


"oke je gue tunggu di sini" jawab deanda.


Akhirnya deanda dan Ivan memesan minuman dan cemilan dan ternyata afi yang mengantar buku menu nya.


"hallo nona deanda dan tuan Ivan ini buku menu nya, mau pesen apa?" ledek afi.


"hahaha jadi lucu gue di layani Sama afi" ucap Ivan.


"oke tunggu sebentar ya" ucap afi.


Lalu afi datang membawa kan pesanan Ivan dan deanda.


"silahkan di nikmati nyonya dan tuan" ucap afi.


"iya baik terimakasih " ucan Ivan dan deanda


Afi pun pergi meninggalkan deanda dan Ivan langsung menuju pengunjung kafe lainnya.


Deanda dan Ivan memperhatikan Afi dan jeana yang sedang bekerja.


"jeana kerja mnghibur orang dengan suaranya, namu diri nya malah tidak ada yang menghibur" ucap deanda Kepada Ivan.


"mungkin memang jeana nya belum buka hati untuk laki laki lain" jawab Ivan.


"ko kamu bisa berpendapat gitu bep"tanya Ivan.


"iya lah aku tau, jeana kan sahabat dari kecil aku jadi aku mengenal banget jeana, keliatan dari raut wajah jeana seperti memendam luka dan kekecewaan yang mendalam" ucap deanda.


"ya biar lah dia menghibur dirinya dengan cara menghibur orang lain" jawab Ivan.


Denda dan Ivan pun setia menunggu afi dana jeana bekerja sampai selesai,akhir sudah jam 11 malam afi dan jeana langsung menghampiri deanda dan Ivan , mereka ber empat pun keluar dari kafe berjalan bersama sambil bercanda bercanda.


"fi ternyata Lo rajin juga ya kalau gue perhatiin" ucap Ivan.


"iya lah Van kan harus gitu kalau kerja harus rajin selalu semangat mencari pundi pundi uang untuk bebep" jawab afi.


"udah lah fi nikahin aja langsung ngapain segala pacaran si kan lumayan untuk memperbaiki keturunan" ucap deanda.


"ya gue si pengen nya gitu de tapi gue belum ada tabungan belum lagi gue harus temuin orang tua nya Jessy di London berat de" ucap afi.


"apa nya yg berat fi? toh cuma tinggal di temuin aja dan bilang ingin minta izin mempersunting anak nya" jawab deanda.


"Lo gak ngerti de yang di maksud afi, berat nya itu afi gak lancar bahasa Inggris nya gimana mau ngomong izin sama orang tua nya Jessy" ucap Jeana meledek afi.


"lah itu Jeana paham" jawab afi.


"yeh dasar afi gak bisa bahasa Inggris segala pengen pacaran sama bule, untung aja bule nya bisa bahasa Indonesia kalau nggak kacau gak kebayang jadi nya gimana" ledek Ivan.


"iya kan Van gue cuma nyoba nyoba keberuntungan aja eh ternyata jadi nempel dah tuh si Jessy sama gue" ucap afi.

__ADS_1


"jeana tuh fi cariin jodoh dong" ucap deanda.


"banyak yang pengen deketin jea , cuma jea nya aja gak respon de" ucap afi.


"banyak apaan si orang gak ada juga" ucap Jeana.


"nih asal Lo tau ya de, van setiap malam itu ada aja pengunjung yang minta nomor jeana" ucap afi.


"terus Lo kasih fi" tanya deanda.


"ya nggak lah kan gak boleh sama Jeana bisa abis gua sama si jea kalau tetep gue kasih" ucap afi.


"apaan de si Afi pernah kasih nomor gue ke laki laki yang gue gak kenal akhir nya gue blokir aja" ucap jea .


"tuh kan jeana ngaku de, emang bener banyak yang ngejar cuma jeana nya aja gak respon, ya maaf je habisnya sogokan itu cowok gede si" ucap afi.


"ah sial Lo fi jadi nomor gue Lo jual" ucap Jeana kesal.


"ya kan nggak nggak lagi je " ucap afi.


"jeana Lo kalau bersikap menutup diri terus dengan orang baru kapan punya pasangan nya je" ucap deanda .


"ya sampai jeana keriput tua dia pingin sendiri terus" ledek afi.


"ya nggak sampai tua juga lah fi" ucap Jeana.


"gue rasa sampai ngeliat pak Andra di pelaminan baru jeana bisa membuka hati lagi" celetuk Ivan.


"iya bener tuh Van jeana kan sebentulnya masih ngarep sama Andra" ledek afi.


"apaan si kalian rese banget emang nya gak ada topik pembicaraan yang lain apa gak penting bahas kayak gini" ucap Jeana kesal.


"tuh kan menghindar terus kalau lagi ngebahas soal Andra" ucap afi.


"tau Lo je ngaku aja kalau emang Lo cinta , perjuangin je selama janur kuning belum melengkung Pepet terus" ucap deanda .


"Lo pada ngomong terus gak haus Pandaan , kita makan sate di situ yuk" ajak jeana.


"yeh ngehindar lagi tuh" ucap afi.


"udah fi diem gue sogok deh mulut Lo pakai sate biar diem" ucap Jeana sambil ketawa.


"oke je siap seperti biasa satenya buat gue 4porsi" ucap afi.


"iya 10 porsi juga gue beliin asal Lo diem" jawab jeana.


"gila Lo fi makan sebanyak itu" ucap Ivan.


"iya maklum kan kalau main sama pacarnya nggak jajan jadi nya laper" ucap Jeana.


"sial Lo je, tapi emang bener si" jawab afi.


Akhirnya afi, jeana,deanda dan Ivan menuju warung sate langganan jeana dan Afi .

__ADS_1


__ADS_2