
Andra pun pulang ke Jakarta dengan perasaan yang sangat kecewa karena jeana tidak mau mendengar kan penjelasan nya dan jeana benar benar sudah tidak ingin bertemu nya lagi di dalam hidupnya, Andra pun bertekad untuk menuruti semua keinginan jeana walaupun berat dia harus meninggalkan jeana , dan andra sangat sadar atas perlakuan nya yang tanpa sengaja sudah mempermainkan hati Jeana sehingga meninggalkan luka di hati jeana .
Andra pun terdiam di taman balkon, mamahnya menghampiri nya sambil membawakan Kopi dan cemilan.
"Dra di minum kopinya, mamah perhatikan dari pagi kamu belum makan apa apa" ucap mamah.
"iya mah Andra lagi gak nafsu aja" jawab Andra.
"kamu gak nafsu gara gara kepikiran tentang tuntutan mamah agar kamu cepat menikah ya" ucap mamah.
"nggak ko mah , Andra lagi stres banyak kerjaan aja" jawab Andra.
"Dra mamah tuh ngelakuin semua ini bukan karena mamah gak sayang sama kamu , mamah cuma ingin kamu punya pendamping hidup jika mamah tidak Melakukan hal ini mau sampai kapan kamu terus sendiri, sedangkan kamu tau anak mamah cuma satu satunya hanya kamu , rumah sebesar ini pun menjadi sepi mamah sangat mengharapkan cucu dari kamu dra" ucap mamah.
"iya mah maafin Andra yang belum bisa membahagiakan mamah" jawab Andra lirih.
"ya sudah kamu jadi nya mau gimana" tanya mamah.
"ya seterah mamah aja , yang pasti Andra gak mau kalau di nikahi sama Ria, biarpun di dunia ini hanya sisa perempuan itu Ria andra lebih baik tidak menikah mah" jawab Andra.
Karena Andara sangat membenci Ria , karena ria jeana jadi terluka hatinya semua gara gara kelicikan ria.
"baik kalau gitu mamah akan bicarakan dengan papah dan mamah akan mengatur pertemuan dengan anak sahabat mamah" ucap mamah.
"iya mah jika itu dapat membuat mamah dan papah bahagia Andra akan terima dengan senang hati, biarpun Andra tidak mengenalnya bahkan andra belum pernah melihat perempuan itu demi mamah dan papah Andra akan menerima nya sepenuh hati dan andra akan mencoba menyayanginya dan tidak akan menyakiti nya biarpun cinta Andra hanya untuk seseorang" jawab Andra.
"itu baru anaknya mamah dan papah, ya sudah di minum kopinya dan di makan cemilan nya, mamah mau kebawah dulu" ucap mamah.
"iya mah" jawab Andra.
"Demi kebahagiaan orang orang yang gue sayang, gue akan mengalahkan perasaan gue sediri demi Lo jeana dan juga demi mamah papah" ucap Andra di dalam hati.
...****************...
Ibu Dinda dengan perasaan Senang turun dari balkon langsung mencari hp nya, gak sabar mau mengabari jeng wita , (wita itu Adalah namanya ibu Jeana).
"Drut ..drutt ..drutt"
ibu Dinda menghubungi nomer jeng wita:
"hallo jeng wita, apa kabar" tanya Bu dinda.
__ADS_1
"baik jeng, oh iya maaf ya waktu itu saya gak datang arisan di rumah jeng Dinda karena waktu itu anak saya sakit" jawab Bu wita.
"iya gak apa apa jeng wita, siapa yang sakit jeng putri?" tanya Bu dinda.
"bukan jeng adenya putri, maklum lah namanya juga anak anak di sekolah suka jajan sembarangan" jawab Bu wita.
"oh terus sekarang bagaimana keadaan nya jeng" tanya Bu dinda.
"Alhamdulillah sudah sehat lagi jeng" jawab Bu wita.
"oh Alhamdulillah jeng, hari ini jeng ada kesibukan gak" tanya Bu dinda.
"nggak ada jeng, memangnya kenapa?" tanya Bu wita.
"gak apa apa si , ya sudah kalau gitu saya kerumah jeng sekarang ya" ucap Bu dinda.
"iya jeng" jawab Bu dinda.
Telpon Bu dinda dan Bu wita pun berakhir.
...****************...
"kira kira ada apa ya jeng dinda mau ke rumah, apakah karena mungkin dia mengetahui anak ku sakit jadi dia ingin menjenguk nya, tapi gak mungkin, karena tadi kan aku sudah bilang kalau udah sehat, terus apa ya?"ucap Bu Wita di dalam hati.
...****************...
Suara mobil pun terdengar di depan rumah Bu wita, Bu wita langsung membuka kan pintu untuk Bu Dinda.
"hey selamat datang jeng dinda, Ayuk masuk" ajak Bu wita.
"iya jeng" jawab Bu dinda dengan wajah tersenyum.
"silahkan di makan jeng, ini kue buatan aku" ucap Bu Wita.
"enak banget jeng , gak kalah sama buatan toko kue terkenal" jawab Bu dinda.
"iya ini kue kesukaan putri jeng biasanya kita bikin bareng , karena saya lagi rindu sama dia jadi saya buat aja kue ini" ucap Bu Wita.
"loh memang putri kemana Bu" tanya Bu dinda.
"putri kan kerja di luar kota jeng" ucap Bu Wita.
__ADS_1
"oh kerja apa jeng" tanya Bu dinda.
"cuma jadi penyanyi kafe aja jeng " jawab Bu wita.
"oh penyanyi kafe, anak perempuan apa gak khawatir jeng kalau kerja di luar kota gitu" tanya Bu dinda.
"khawatir lah jeng, tapi dia kerja nya bareng sama afi yang anak nya jeng tiyas itu jadi saya merasa aman" ucap Bu Wita.
"oh jea kerja sama afi, apakah mereka ada hubungan pacaran gitu jeng" tanya Bu dinda.
"nggak ada mereka itu kayak saudara kembar, kayak nya juga gak mungkin kalau mereka saling suka" jawab Bu wita.
"oh iya iya memang kelihatan si mereka berdua seperti kakak adik, ngomong ngomong jeng wita gak ke pingin punya cucu gitu" ucap Bu dinda.
"ya ingin si jeng , tapi gimana putrinya belum ada pasangan nya, sebenarnya jika putri sudah menikah hati saya tenang karena putri itu seneng banget pergi pergi keluar kota jika dia sudah menikah kan dia pasti betah di rumah ngurusin suami anak" jawab Bu wita.
"iya bener jeng , gimana jeng kalau putri kita jodoh kan dengan anak saya" tawar Bu dinda.
"yg betul aja jeng , memang jeng Dinda mau besanan sama saya , lagi kan keluarga jeng dinda kaya raya sedangkan saya biasa biasa aja" jawab Bu wita.
"ya gak apa apa jeng lagian saya perhatikan putri jeng itu baik ko anakanya" ucap Bu dinda.
"putri si memang baik anaknya , tapi kan jeng dinda tau jika putri hanya seorang penyanyi kafe sedangkan jeng Dinda dari kalangan konglomerat apa jeng Dinda benar sudah yakin mau Menikah kan putra ibu satu satunya dengan penyanyi kafe , gak mau mencari yang sama sama konglomerat aja" jawab Bu wita.
"nggak jeng saya sudah yakin jika putri itu cocok untuk anak saya, putri itu punya karakter apa adanya tidak seperti perempuan diluar sana yang mengejar anak saya, mereka hanya mencintai harta keluarga kita saja" ucap Bu dinda.
"baik lah kalau gitu" ucap Bu Wita
"ya sudah kita atur ketemu aja dulu"jawab Bu dinda.
"kapan jeng" ucap Bu Wita.
"besok malam bagaimana?" tanya Bu dinda.
"oke saya akan paksa putri untuk pulang ke Jakarta " ucap Bu wita.
"ya jeng karena lebih cepat lebih baik" ucap Bu dinda.
"iya , semoga anak kita memang berjodoh ya" jawab Bu wita.
"iya jeng, kalau gitu saya pamit pulang dulu ya" ucap Bu dinda.
__ADS_1
"oke hati hati di jalan jeng"jawab Bu wita .
Bu dinda pun menaiki mobilnya dan meninggalkan rumah Bu wita dengan hati sangat senang .