Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Masalah Kantor Cabang


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Jeana dan Andra pulang ke apartemen .


"mas" panggil jea.


"iya kenapa yank?" tanya Andra.


"mas aku gak suka ah di panggil yank" ucap jea.


"terus mau nya di panggil apa dong" tanya Andra.


"panggil nama aku aja" jawab jeana.


"ya sudah kalau kamu mau nya seperti itu je"ucap Andra.


"nah gitu kan lebih enak di dengar nya" jawab jea sambil tersenyum.


"oh iya je Ferdi kan kemarin pas di acara pernikahan kita bilang kalau band "ToneBlue" semenjak kamu gak jadi vokalis nya jadi jarang ada yang manggil , acara konser pun banyak yang gagal gara gara kemarin kamu sempat menghilang dan menghindar" ucap Andra.


"Kesian juga ya Ferdi gara gara ke egoisan aku pasti keuangan Ferdi jadi gak stabil" jawab jeana.


"iya mangkannya itu, kamu juga kan pasti tau jika dia itu tulang punggung keluarga semenjak kepergian papah nya adik nya juga masih pada sekolah, mangkanya dia kemarin minta izin ke aku jika kamu ingin di jadikan vokalis "toneblue" lagi


"terus kamu jawab apa mas?" tanya jeana.


"aku jawab itu terserah jeana nya itu hak istri gue jadi gue gak bisa menyuruh atau melarang nya" jawab Andra.


"coba nanti aku telpon Ferdi deh" ucap Jeana.


"tapi je kalau aku seperti nya udah gak bisa gabung , aku kan sekarang mulai fokus sama perusahaan karena sekarang aku sudah punya istri yang harus aku nafkahi dan harus aku bahagiakan, belum lagi aku juga harus mengurus perusahaan cabang milik kamu" ucap Andra.


"perusahaan milik aku?" tanya jeana.


"iya kamu gak dengerin emang kemarin mas kawin yang aku sebutin waktu kita ijab Kabul" tanya Andra.


"nggak mas" jawab jeana ketawa.


"astaga , bener bener ya kamu je" ucap Andra kesal.


"emang apa aja mas" tanya jeana.


"ya kamu liat aja di kamar ada semua ko" jawab Andra.


Jeana pun setelah mendengar ucapan suaminya langsung berlari menuju kamar karena penasaran apa aja mas kawin yang di berikan oleh Andra, karena waktu ijab Kabul jeana memang sedang gak fokus karena kondisi badan nya yang gak stabil.


Jeana langsung membuka pintu apartemen nya dan di ikuti oleh Andra, jeana langsung mencari keberadaan mas kawinnya.


"Mana si mas?" tanya jea.


"itu sayang" Andra sambil menunjuk ke arah box besar.


Jeana langsung menghampiri kotak box itu .


"mas ini serius untuk aku" tanya jeana.


"iya lah je" Jawab Andra.


"serius ini mas" ucap Jeana sangat terkejut.


"iya jeana ku sayang" jawab Andra.


"kayak nya aku ga bisa Nerima nya mas" ucap jea.


"kenapa memang je, itu sudah milik kamu?" tanya Andra.


"Ini gak sebanding dengan sikap aku memperlakukan kamu mas" jawab Andra.


"mangkanya kamu hapus perjanjian itu ya sayang"pinta Andra.


"belum waktunya mas, nanti kalau sudah waktunya aku akan memberikan nya mas" ucap Jeana.


"sampai kapan je" tanya Andra.


"sampai aku benar benar yakin mas" ucap Jeana.


"iya jadi sekarang aku lebih sibuk je, harus mengurus kantor pusat dan kantor cabang" ucap Andra .

__ADS_1


"kantor cabang yang di mana mas" tanya jeana.


"yang di Bali waktu itu, kerjasama sama Rangga je" ucap Andra.


"oh yang itu serius untuk aku mas" tanya jeana.


"iya sayangku , tapi gak mungkin kan kamu yang mengurus nya sendiri " ucap Andra .


"kalau itu untuk aku kenapa ga aku yang mengelola nya mas" tanya jeana .


"kalau kamu yang mengelola nya berarti kamu harus tinggal di Bali lagi dong sayang, udah biar anak buah aku aja yg pegang" ucap Andra.


"gak apa apa mas biarpun aku harus tinggal di Bali juga" rengek jeana.


"gak mau sayang, kamu kan tau aku megang kantor pusat, udah biar ria aja yang megang" ucap Andra.


"siapa mas yang megang?" tanya jeana mempertegas.


"Ria yang aku percaya untuk memegang perusahaan kamu sayang ku" jawab Andra mempertegas.


"gak mas aku gak suka gak rela kalau ria yang megang kan kata kamu itu milik aku jadi aku yang ingin megang sendiri dan mengelola nya sendiri" jawab jeana.


"nggak aku gak mau LDR sama kamu sayang" ucap Andra .


"ya sudah kalau gitu aku serahkan lagi nih, aku tau ko Ria memang lebih berharga di mata kamu dari pada aku bahkan kamu aja gak percaya jika aku yang mengelola nya " ucap Jeana sambil menyerahkan berkas ke Andra.


"bukan gitu sayang maksud aku " ucap Andra.


Jeana tidak mendengar kan Andra dan langsung meninggalkan Andra jeana langsung pergi ke kamar untuk berganti pakaian , setelah rapih jeana keluar dari kamar nya dan ada Andra yang sedang duduk di sofa , melihat jeana sudah rapih Andra langsung terbangun dari duduk nya dan langsung menghampiri jeana .


"kamu mau kemana je" tanya Andra.


"mau pulang" jawab jeana .


"pulang kemana? ya sudah tunggu aku ikut" ucap Andra, tanpa berganti baju langsung mengambil kunci mobil dan mengikuti jeana , ketika sampai di parkiran Andra langsung membuka kan pintu untuk jeana.


"silahkan masuk sayang" ucap Andra.


Jeana masih dengan wajah cemberut nya dan masih menghiraukan Andra.


"ya tapi kenapa harus ria? memang nya ga ada yang lain" tanya jeana.


"coba kamu pikir je kalau ria megang kantor cabang itu Otomatis dia gak bisa ganggu hubungan kita je" ucap Andra.


"ya kalau kamu beranggapan kayak gitu , Kenapa gak di pecat aja Ria nya" Pinta Jeana.


"gak bisa je kinerja ria itu berpengaruh di perusahaan" jawab Andra.


"ya sudah terserah kamu , kalau gitu kamu nikah aja sana sama ria yg sempurna di depan mata kamu , yang bisa menghendel perusahaan, yang kinerja nya bagus pokoknya tersegalanya deh" ucap jeana kesal.


"aku bingung je harus jelasin gimana sama kamu" tanya Andra.


"kalau bingung ya sudah gak usah di jelasin, aku juga gak mau tuh denger penjelasan kamu" jawab jeana.


"terus kita mau kemana sekarang?" tanya Andra .


"ya gak tau kan kamu yang nyuruh aku masuk ke mobil" ucap Jeana.


"ya sudah" jawab Andra , dan langsung menancap gas mobilnya untuk membelikan tempat tidur untuk jeana.


"mau yang mana je" tanya Andra.


"gak jadi ah mas beli tempat tidurnya" jawab Andra .


"loh memangnya kenapa?" tanya Andra .


"gak apa apa" jawab jeana singkat.


Andra dan jeana pun kembali ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.


"terus sekarang kita mau kemana dong je" tanya Andra.


"pulang lah" jawab jeana.


"pulang ke apartemen kan?" tanya Andra.

__ADS_1


"iya lah mas masa kemana, kalau aku pulang ke rumahku kan gak mungkin pasti ibu sangat marah sama aku baru sehari nikah sudah berantem sama kamu" ucap Jeana.


Andra pun mengendarai mobil nya menuju apartemen, tidak lama kemudian pun mobil Andra sudah sampai di apartemen nya.


"Silahkan turun sayangku" ucap Andra sambil membuka kan pintu untuk jeana.


Jeana pun turun dari mobil Andra , sedangkan andra sedanga ada telepon jadi jeana jalan duluan, jeana langsung menuju resepsionis dan memboking kamar , akhir nya jeana di kasih kunci oleh resepsionis nya jeana langsung menuju kamar yang sudah di sewa nya untuk 1 tahun ke depan , memang jeana hanya memesan kamar biasa gak seperti andra kamar VIP yang terbaik , Andra sudah selesai menelpon dan langsung mengejar jeana Andra langsung menghampiri jeana.


"ngapain lari lari gitu si udah kayak anak kecil mas" ucap Jeana.


"iya abisnya si kamu aku di tinggalin" ucap Andra.


"ya kamu kan lagi ada yg telpon pasti soal kerjaan kan?" tanya jeana.


"iya bener sayang" jawab Andra.


"mangkanya itu kamu aku tinggalin, ngapain juga aku nungguin kamu, kamu kan tau aku ini bodoh gak ngerti apa apa soal perusahaan" sindir jeana.


"siapa yang bilang kamu bodoh je? , kamu itu cantik , pinter special pokok nya" jawab Andra.


"ya kamu lah, buktinya kalau kamu gak nganggap aku bodoh pasti kamu udah percayain aku pegang perusahaan , padahal itu si kata nya perusahaan aku tapi aku aja gak boleh ikut andil di perusahaan itu" sindir jeana.


"kamu ini sekarang sudah jadi nyonya bos besar jadi gak usah pusing pusing turun ke lapangan sayang, tinggal duduk manis di rumah nunggu suami pulang dan juga cukup melayani suami dengan baik , kalau soal uang perusahaan ya tenang semua akan mengalir ke rekening kamu semua" jawab Andra.


"terserah, aku mau istirahat dulu semalam tidur di sofa jadi badan aku sakit" ucap Jeana , sambil membuka pintu kamar yang ada di hadapan nya.


"loh ini kamar siapa sayang" tanya Andra.


"aku lah, aku sengaja menyewa nya dari pada tidur di kamar kamu tidurnya di sofa, lagian aku juga berpikir jika ibu dan mamah berkunjung melihat di kamar kamu ada 2 ranjang nanti mereka curiga , jadi aku menyewa kamar ini deh, oh iya 1 lagi tenang aku gak pakai uang kamu ko , dan untuk kebutuhan sehari-hari pun aku akan cari uang sendiri, dan sedangkan mas kawin gak ada 1 pun yang aku terima aku kembalikan lagi ke kamu semua" ucap Jeana langsung masuk ke kamar nya dan menutup nya.


Namun Andra masih terus mengetuk pintu kamar jeana, akhirnya Jeana pun membuka kan pintunya, Andra tanpa basa basi langsung masuk ke kamar jeana.


"mau ngapain si mas , kan aku udah bilang aku mau istirahat dulu" ucap Jeana.


"iya aku mau temenin kamu je" ucap andra.


"nggak ah risih , udah sana urusin aja perusahaan kamu gih dan tenang nanti kalau aku sudah bangun aku akan naik ke kamar kamu" ucap Jeana.


" ya sudah kalau kamu mau istirahat biar aku yang kunci dari luar dan nanti kalau kamu mau keluar telpon aku aja " ucap Andra .


"ya sudah gih sana sana keluar" ucap Jeana.


Andra langsung keluar dan mengunci jeana dari luar.


"terserah Lo mau ngunci dari luar juga yang penting gue bisa tidur bebas tanpa harus ketakutan lagi " ucap Jeana dan langsung rebahan sambil memainkan hp nya dan jeana berinisiatif menelepon afi.


"drutt... drut...drut" jeana menelpon afi,


Percakapan jeana dan Afi:


"hallo je ada apaan siang siang gini telpon gue, ganggu tidur siang gue aja Lo" ucap afi.


"fi gue mau tanya, nanti Lo lanjut kerja di kafe pak Rudi lagi gak setelah renovasi?" tanya jea.


"nggak seperti nya je, memangnya kenapa" ucap Afi.


"gak apa apa si nanya aja, kenapa emang nya fi gak lanjut Kerja kan Jessy juga di sana" ucap jeana.


"ya gue mau bikin kafe di basecamp aja, ya Lo pasti tau je alasan gue , karena Lo udah gak di sana je" ucap afi.


"memangnya kenapa kalau gak ada gue?,


ya uda kita kerjasama bangun kafe itu gimana mau gak?" tanya jeana.


"ya kan kalau sama lo, Lo yang tanggung biaya apartemen, makan sehari hari juga, mangkanya kalau gak ada Lo pengeluaran gue pasti bisa lebih besar dari pada pendapatan gue, ya udah modalin kemarin kan gue dengerin mas kawin nya fantastis banget" ledek afi.


"ya gue jua mobil dulu, gue gak terima fi gue kasih semua ke Andra mangkanya gue juga butuh uang samping untuk kebutuhan sehari-hari" ucap Jeana.


"memangnya kenapa je, lagian juga suami lo kan bos besar masa Lo masih mikirin biaya sehari hari, emangnya Lo kenapa makan pakai uang suami Lo je" tanya afi.


"gak usah gue jelasin pasti lo paham" ucap Jeana.


"oke gue paham , nanti kalau mobil lu udah ke jual lo kabarin gue aja, kita bahas nanti soal modal awal" ucap afi ..


"oke siap fi" Jawab jeana.

__ADS_1


Telepon pun berakhir.


__ADS_2