
Setelah kejadian semalam di hati jeana merasakan kesedihan karena sudah bersikap seperti itu ke Andra, di lubuk hati Jeana yang paling dalam jeana mencintai Andra, jeana hanya melamun mengingat kejadian semalam.
Hp jeana berbunyi itu telpon dari ibu Jeana.
Percakapan ibu dan jeana:
"assalamualaikum Bu, kenapa" ucap Jeana.
"waalaikusalam je, ibu mau kasih tau kamu jika kamu besok harus pulang kita akan ada Acara penting" ucap ibu.
"acara penting apa Bu" jawab jea.
"ya pokoknya kamu pulang ke Jakarta Dulu nanti ibu jelas kan" ucap ibu.
"Bu jea kan baru cuti gak enak kalau jea harus izin lagi" jawab jea.
"pokokonya kamu harus pulang besok ke Jakarta" ucap ibu.
"kayaknya gak bisa Bu jea pulang ke Jakarta besok , memangnya acara penting apa si Bu"tanya jea.
"ya penting banget je, ini semua demi masa depan kamu" ucap ibu.
"maksud nya apa si Bu, masa depan aku?" tanya jea.
"iya ibu mau jodohin kamu" ucap ibu.
"hah yg bener aja Bu" jawab jea kaget.
"iya bener ini semua demi kebahagiaan kamu je kamu jika nikah sama temen ibu gak usah kerja sampai keluar kota gitu" ucap ibu.
"nggak Bu jea gak mau, emang ini zaman apaan di jodoh jodohin, biarin aja jea kerja banting tulang gini jea bahagia ko jea menikmati ko" jawab jea.
"pokoknya kalau kamu gak pulang ke Jakarta besok jangan pernah anggap ibu ini adalah orang tua kamu lagi" ancam ibu.
"ibu jahat banget sama jea" ucap jea kesal.
"ibu hanya ingin yang terbaik untuk kamu je, kamu ngerti dong, ibu gak pernah nuntut apa apa dari kamu ibu gak pernah larang larang kamu walaupun kamu sering keluar kota tapi ibu ngertiin kamu dan sekarang ibu hanya ingin kamu nurut sama ibu untuk pulang besok ke Jakarta" ucap ibu.
"iya Bu" jawab jea.
telpon pun di akhiri oleh jea.
Sudah suasana hati Jeana sedang sakit di tambah lagi dengan perjodohan.
"Rasanya kepalaku ingin pecah" teriak jeana.
Jeana pun melangkah kan kaki menuju ke kamar afi.
"tok..tok.tok." jeana mengetuk pintu kamar afi.
"kenapa je" tanya afi.
"gue mau masuk" ucap jea.
"ya ada apaan Lo tumben ke kamar gue" tanya afi.
"gue ingin curhat sama Lo fi" ucap jeana sambil meneteskan air mata.
Ini pertama kalinya afi liat Jeana menangis.
"Lo kenapa je" tanya afi panik.
__ADS_1
"gue pusing fi" jawab jea.
"ya sudah nih minum obat, gue ambil airnya dulu" ucap afi.
"afi gue bukan nya pusing sakit kepala tapi pusing karena banyak masalah afi" jawab jea kesal.
"iya maaf je kenapa ada apa emang? tentang semalam si Andra? kenapa Lo baru nangisnya sekarang? " ucap afi.
"bukan itu fi" jawab jea.
"terus apa" tanya afi.
"ya tapi betul juga si fi tentang Andra juga yg semalam tapi kalau gue ceritain Lo jangan ketawain gue ya" ucap Jeana.
"Ahh Lo je bimbang banget mau cerita juga tapi bukan tapi iya gimana si" jawab afi kesal.
"iya fi gue pusing masalah yg Andra juga belum lagi ibu gue nyuruh gue pulang ke Jakarta gue kan gak enak bilangnya sama pak Rudi fi" ucap jea.
"ngapain Lo ke Jakarta lagi je ada apa?" tanya afi.
"gue mau di jodohin fi" ucap jea.
"sama siapa je" Tanya afi.
"gak tau gue juga" jawab jea.
"kalau Lo dijodohin sama kakek kakek tua gimana je" ucap afi.
"ah Lo fi , tapi kayanya gak mungkin fi kalau sama kakek kakek soalnya kata ibu gue sama anak temen nya" Jawab jea.
"oh iya gue tau je jangan jangan yg seperti idiot itu je, waktu itu gue pernah anterin bunda gue arisan bareng ibu lu, terus ada si anak dari temen arisan ibu ibu kita kayak seumuran kita tapi sikap nya gitu lah je kayak anak anak" ucap afi meledek.
"bener je, ya tapi itu kan baru tebakan kita aja ya lu berdoa dan berharap semoga bukan di jodohin sama yg waktu itu gue lihat" ucap afi.
"gue bingung fi, kata ibu gue kalau gue gak ke Jakarta untuk menyetujui perjodohan itu gue gak di anggap anak lagi fi" jawab jea sambil meneteskan air mata.
"ya ampun tega banget ya ibu Lo, emang ini zaman apaan ya di jodoh jodohin segala, Lo yg sabar ya je" ucap afi.
"gue juga memang belum siap fi untuk menikah gue masih nyaman kayak gini fi" jawab jea .
"terus gimana dong je" tanya afi.
"ya nggak tau gue juga fi, kalau menurut Lo gimanan fi?" tanya jea.
"aduhh je gue gak bisa kasih jawaban kalau soal kayak gini, ikuti kata hati Lo aja je apapun yang Lo pilih itu pasti ada risiko nya , saran gue Lo pilih yg membuat Lo bahagia aja" jawab afi.
"kalau yang mebuat gue bahagia ya gue gak mau datang di perjodohan itu lah fi tapi nanti gue jadi anak durhaka kalau gak mau gimana ya fi" ucap jea.
"Tapi je kalau menurut gue orang tua itu gak akan benar benar membenci anaknya mungkin itu hanya untuk beberapa tahun aja je nanti juga ibu lo akan sadar dengan ke egoisan nya" jawab afi.
"iya bener juga ya fi" ucap jea.
"ya tapi terserah lo je semua keputusan ada di tangan Lo" jawab afi.
"ya sudah , keluar yuk cari makan" ajak jea.
"Ayuk je" jawab afi.
Jeana dan afi pun melangkah kaki keluar dari apartemen untuk mencari makan.
"fi kita naik motor aja yuk kita jalan jalan menghilangkan stres gue nih" ucap jea .
__ADS_1
"oke je " jawab afi.
Tidak lama kemudian afi dan jeana sampai di tempat makan dan langsung berkeliling untuk mecari angin segar , namun tiba tiba afi melihat bulenya sedang berdiri di salah satu salon, afi pun langsung menghampiri bule nya namanya Jessy biarpun jessy dari London tapi Jessy sudah bisa berbahasa Indonesia".
"hallo" ucap afi.
"hallo fi" jawab Jessy.
"kamu ngapain disini?" tanya afi.
"ini kan salon milik aku" jawab Jessy.
"oh ini salon kamu" ucap afi.
"kamu dari mana sama Jeana?" tanya Jessy.
"kita habis makan , dan jalan jalan aja bosen di apartemen terus" ucap afi.
"oh gitu , kalian mau ikut aku gak" ajak Jessy.
"kemana Jes" tanya afi
"aku mau mall sekalian belanja untuk keperluan salon" ucap Jessy.
"yuk aku temenin" jawab afi.
"ya kita pakai mobil aku aja ya" ucap Jessy.
"jessy afi gue gak ikut ya, kalian berdua aja" ucap jea.
"loh memang kenapa jea" tanya Jessy.
"gak apa apa kalian berdua aja ya" jawab jea.
"ya sudah jea kalau gitu, nanti afi biar aku antar ke apartemen" ucap Jessy.
"ya sudah gue cabut dulu ya , fi Jes sory ya bye" ucap jea sambil menancap gas motor .
"oke jea hati hati di jalan" ucap Jessy dan Afi.
Akhirnya afi dan Jessy menaiki mobil Jessy dan menuju salah satu mall, selama di perjalanan afi dan Jessy asik bercerita , seperti nya afi dan Jessy saling memiliki rasa,. sampai akhirnya mobil nya sudah sampai di mall afi menemani Jessy berbelanja dan juga mereka nonton film horor ternyata afi dan Jessy memiliki hoby yang sama Suka menonton film horor, waktu pun tidak kerasa sudah jam 18.15 afi langsung menelpon jeana.
"je gue langsung ke kafe gak pulang ke apartemen dulu takut telat" ucap afi.
"oke siap fi" jawab jeana.
Dan akhirnya afi dan Jessy keluar dari mall , afi langsung menancap gas mobil menuju kafe , Jessy pun langsung berpamitan dengan afi untuk pulang, sedangkan jeana masih di jalan, jeana jalan kaki sendirian dari apartemen ke kafe jeana tetap menikmati perjalanan itu walaupun berjalan sendirian .
"hidup gue gini banget ya, orang orang pada punya pasangan gue mau sampai kapan ya seperti ini, apa gue terima aja tawaran ibu , tapi nggak kalau cowok yg di maksud itu seperti yang afi bilang gimana, masa gue nikah sama cowok idiot" ucap jeana di dalam hati.
Tidak lama kemudian pun jeana sampai ke kafe, jeana melihat afi sudah ada Disana dan sudah berganti baju , jeana menghampiri afi.
"Cie ilah ada yang lagi jatuh cinta nih" ledek jeana.
"hahhha , oh iya je maaf ya gue duluan kesini nya" ucap afi.
"iya gak apa apa santai aja , gue ngerti ko kalau orang lagi jatuh cinta itu sampai lupa waktu" jawab jeana.
"ya mangkanya je cari pasangan dong jangan sendirian terus" ucap afi .
"udah ah gue mau ke panggung dulu" jawab jea.
__ADS_1