Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Mata mata part2


__ADS_3

seperti biasa jika matahari mulai terbenam jeana dan Afi mulai mempersiapkan diri , dan melakukan aktivitas seperti biasa berjalan menuju kafe.


"je nggak kerasa ya kita disini sudah 1 bulan aja gak sabar nunggu gajian" ucap afi.


"iya ya fi hidup gue gini gini aja bareng Lo terus" jawab jea.


"je kita jadi ngajuin cuti kan" tanya afi.


"jadi lah , kalau kita gak datang di Acra nikahan deanda dan Ivan bisa ngamuk si deanda sama gue" jawab jea.


"tapi je kalau gak di konfirmasi gimana cuti kita" tanya afi.


" ya kita resign aja " jawab jea.


"Lo yakin je?" tanya afi.


"yakin lah fi, kan tadi gue udah bilang deanda bisa marah besar Sama kita kalau kita gak datang" jawab jea.


"bener juga si je" jawab afi.


Gak terasa berjalan jeana dan Afi pun sudah sampai di kafe tempat mereka bekerja.


" Ayuk fi kita temuin pak Rudi dulu" ajak jea.


"yuk je" jawab afi.


"malam pak" ucap jea dan afi.


"malam juga, ini gaji kalian" ucap pak Rudi sambil memberi amplop kepada jea dan afi.


"iya pak terimakasih " jawab afi dan jea.


"pak Rudi ?" ucap jea.


"iya kenapa je?" jawab pak Rudi.


"jea sama Afi ingin cuti soalnya sahabat kita yg di Jakarta ada yang ingin nikahan, kalau kita tidak datang gak enak pak" ucap jea.


"kalian mau cuti berapa hari" tanya pak Rudi.


"ya kalau boleh 5 hari pak" jawab jea.


"kapan mau cutinya" tanya pak Rudi.


"mulai besok pak, karena acaranya 2 hari lagi" ucap jea.


"tetapi kalian pasti kembali lagi kerja disini kan?" tanya pak Rudi.


"ya pasti pak kita akan kembali lagi Kerja disini" jawab jea dan afi.


" ya sudah kalau gitu saya izinkan" ucap pak Rudi .


"terimakasih banyak ya pak" jawab jea dan afi.


Setelah Jea dan afi meminta cuti, Jea langsung naik ke atas panggung sedangkan afi langsung bersiap ganti baju dan mulai membawa menu resep dan mengantar makan dan minuman, tak lama pun waktu sudah menunjukkan jam 23.00 jeana dan Afi pun berpamitan dengan pak Rudi.


"pak jea dan afi pamit pulang dulu ya" ucap jea.


"iya hati hati di jalan dan ingat ya saya menunggu kalian kembali lagi kerja di sini" ucap pak Rudi.


"iya pak pasti itu" jawab jea dan afi.


jeana dan Afi pun melangkah kan kaki keluar dari kafe pak Rudi .


"je kita buka yuk amplopnya kenapa tipis banget ya je" ucap afi.


"iya ya fi" jawab jea.


"kaya nya ini tuh cuma selembar dah je" ucap afi.


"iya fi kayaknya, kita salah juga ya kerja tapi gak nanya gaji dari awal" ucap jea.

__ADS_1


"iya je , coba gue pegang sini amplop Lo" pinta afi.


"tebak dah fi berapa?" tanya jea.


"selembar juga sama kayak gue" jawab afi.


"yuk fi kita duduk di situ dulu, menikmati suasana malam Bali, besok kan kita pulang ke Jakarta" ucap jea.


"yuk je" jawab afi.


Jeana dan Afi pun duduk di pinggir jalan sambil mengamati dan memperdebatkan soal amplop mereka.


"fi kita jangan buka dulu, kita tebak tebakan yu isinya berapa?" ajak jea.


"Menurut gue Lo 100k gue 50k" jawab afi.


"yah tekor dong gue gaji Lo aja 8.000k fi" jawab jea sambil ketawa.


"oh iya ya je, terus Lo gaji gue pakai apa je" tanya afi.


"ya Lo gue bayarnya nyicil berarti jika ini isi amplop gue 100k berarti berapa tuh 8.000 dibagi 100k? tanya jea.


"80 je" jawab afi.


"ya berarti gue cicil 80 bulan fi" jawab jea sambil ketawa.


"ah sial Lo je, keburu Kita tua baru lunas" jawab afi.


"ya udah yuk kita buka" ucap jea.


"Lo yakin je mau buka sekarang, bentar deh gue beli air mineral dulu" ucap afi.


"ngapain fi Lo haus" tanya jea.


"nggak je gue takut kita syok kan jadi kalau kita beli air mineral kita tinggal minum" jawab afi.


"haahha niat banget Lo fi" ucap jea.


"tenang fi tabungan gue masih banyak, gak akan gue sock" jawab jea.


"ya udah yuk kita buka barengan" ucap afi.


"ayuk fi" jawab jea.


"tutup mata je" ucap afi.


"lebay banget Lo , gimana kita bisa tau kalau kita tutup mata fi" jawab jea .


Jeana dan afi pun membuka amplop nya dan ternyata itu adalah selembar cek.


"waw" ucap afi.


"berapa Lo fi" tanya jea.


"8.000 je, kalau lo" jawab afi.


"nih Lo liat sendiri" ucap jea.


"gila je 30.000" jawab afi.


"kita harus minta maaf nih fi sama pak Rudi" ucap jea.


"loh emang kenapa je" tanya afi.


"iya itu tadi kita kan udah berpikir jelek ke pak Rudi fi" ucap jea.


" ya nggak usah lah je kalau kita maaf nanti pak Rudi malah tau, kita minta maaf nya di dalam hati aja" ucap afi.


Jeana dan afi sibuk membicarakan uang, mereka tidak menyadari jika ada yang mengawasi mereka.


...****************...

__ADS_1


"Bos kita sudah menemukan keberadaan jeana dia bersama laki laki" ucap mata mata.


"laki laki" jawab andra kesal.


mata mata memfoto jeana dan Afi yang sedang duduk di pinggir jalan.


"itu bos fotonya sudah saya kirim" ucap mata mata.


"oke saya akan segera terbang ke sana" jawab Andra dan telpon pun berakhir.


Andra langsung melihat foto yang di kirimkan mata mata karena fotonya dari belakang, jadi gak jelas mukanya, hati Andra panas mendengar dan melihat foto jeana bersama laki laki lain rasa Andra ingin memukul pria yang bersama jeana, karena ini tengah malam Andra pun sudah kehabisan tiket, Andra baru bisa berangkat besok pagi.


...****************...


"fi pulang yu , kita kan harus rapih rapih" ajak jea.


"Ayuk je, Lo udah pesan tiket ke Jakarta belum?" tanya afi.


"oh iya hampir lupa" jawab jea.


"pesan lah je gimana si Lo" ucap afi.


"fi besok kita penerbangan pagi ya" ucap jea.


"oke je gak masalah" jawab afi.


Sesampainya di apartemen afi dan jeana langsung berkemas ,namun jea masuk ke kamar afi dulu untuk membantu afi mengemas barang afi.


...****************...


mereka tetap tidak menyadari jika afi dan jeana di ikuti mata mata sampai mereka ke apartemen, dan mata mata pun memfoto lagi ketika jeana masuk ke kamar afi dan mengirimnya ke Andra.


"pak bos mereka satu kamar apartemen" ucap mata mata.


Andra langsung membuka nya semakin panas hatinya dan memukul tembok kamarnya.


"besok saya sampai sekitar jam 6.00 kalian jemput saya di bandara dan langsung antarkan saya ke apartemen yg mereka tinggal" jawab andra.


"oke bos" jawab mata mata dan langsung meninggalkan apartemen jeana.


jam 6.10


afi dan jeana pun sudah siap siap untuk pulang ke Jakarta dengan wajah ceria mereka dapat menemui keluarga mereka.


"fi Lo udah pesen taksi online kan" tanya jea.


"udah lah je , nih dia udah di bawah" jawab afi.


Jeana dan afi pun turun kebawah dan menemui resepsionis untuk menitipkan kunci, kemudian jeana dan Afi menaiki taksi online menuju bandara.


...****************...


Anda pun sudah sampai di Bali dan langsung di sambut oleh mata matanya Andra langsung naik ke mobil yang sudah di siapkan oleh mata mata menuju apartemen jeana.


Sesampainya Andra di apartemen langsung di antar oleh para mata mata ke kamar 302 yang semalam di foto oleh mata mata, langsung di ketuknya namun tidak ada jawaban, dan akhirnya Andra pun dan bodyguard nya turun ke lantai bawah menemui resepsionis.


"permisi mba, mau tanya kamar 302 apa ada orangnya dan kalau saya boleh tau itu pemilik nya laki laki dan perempuan ya" tanya andra.


"sebentar pak saya cek dulu" jawab resepsionis.


"baik mba" jawab Andra.


"oh iya pak kebetulan kamar 301 dan 302 tadi menitipkan kunci pak, dan 302 itu pemilik nya laki laki.


"kalau kamar 301 pemilik nya perempuan atau laki laki mba" tanya Andra.


"kalau kamar 301 nya perempuan pak, setau saya mereka memang selalu bersama pak kemana pun" Jawab resepsionis.


"baik mba terimakasih atas informasinya" ucap Andra.


Andra pun terdiam bingung harus bagaimana agar dapat bisa bertemu jeana, Andra berpikir mungkin jeana pemilik 301 dan laki laki itu pemilik kamar 302 tetapi kalau mereka menitipkan kunci kemungkinan mereka perginya lama, Andra pun memutuskan untuk kembali ke Jakarta biar mata matanya tetap mengawasi jeana jika jeana sudah kembali ke apartemen Andra langsung terbang ke Bali lagi.

__ADS_1


__ADS_2