
Hari pun sudah pagi Bu Dinda sudah tiba di Bali dan menuju hotel tempat anak nya menginap.
Jeana keluar kamar ingin membeli sarapan, jeana melihat Bu Dinda sedang turun dari mobil, jeana pun langsung bersembunyi tapi sebenarnya Bu Dinda juga tidak akan mengenali jeana karena jeana masih mengenakan wig pendek dan kacamata.
Jeana mengikuti Bu Dinda diam diam, ternyata Bu Dinda menuju kamar Andra dan mengetuk kamar Andra , setelah beberapa lama Bu Dinda mengetuk akhir nya di bukakan oleh Andra.
"mamah ko ada disini" tanya Andra bingung.
Bu Dinda langsung masuk ke kamar Andra, dan jeana menguping dari luar pintu.
"coba jelaskan ke mamah tentang foto ini" ucap Bu dinda sambil memperlihat kan hp nya yg berisi foto Andra dan ria.
"apaan ini mah, sumpah Andra gak sadar ngelakuin itu" ucap Andra panik.
"jangan bohong kamu jelasin sekarang" tegas mamah.
"Andra juga gak tau mah Kenapa bisa begitu, mamah dapat dari mana foto itu" tanya andra.
"nih kamu liat chatan mamah dan jeana" ucap mamah sambil memberikan hp nya.
Andra pun melihat chatan jeana yang berisi mengakhiri hubungan nya secara sepihak, Andra langsung panik membaca itu dan langsung mencari hp nya untuk menghubungi Jeana namun tidak bisa.
"mah gimana dong Andra harus cari jeana mah" ucap Andra.
"gak usah di cari Dra, kesian jeana sudah sering kamu sakiti biarin dia pergi agar mendapatkan lelaki yang bisa membahagiakan nya" ucap Bu dinda.
"gak mah Andra gak terima kalau Jeana bersama lelaki lain" ucap andra.
"kamu gak boleh egois Dra kamu juga bersama wanita lain pikir dong kamu sudah punya istri masih bisa melakukan hal seperti itu wajar jeana meninggalkan kamu" ucap mamah kesal.
Akhirnya mamah dan Andra terus berdebat kemudian Bu Dinda meninggal pergi Andra.
Jeana langsung berlari ke kamarnya untuk menghindari Bu Dinda, setelah melihat kepergian Bu Dinda jeana kembali mencari sarapan karena perutnya yang merasa lapar.
...****************...
Andra terduduk diam di kamar nya merasa kalau ini semua seperti mimpi, baru saja semalam diri nya menghubungi istrinya dan di beri perhatian sekarang istrinya sudah menghilang lagi dari dirinya karena hal yang gak tau sebenarnya apa yang di lakukan nya tanpa kesadaran.
__ADS_1
Andra berpikir jika Ria lah dalang dari semuanya, andra harus segera menemui ria untuk menanya kan apa yang sebenarnya terjadi.
...****************...
Jeana setelah sarapan , bersiap siap untuk pergi ke kantor dan melanjut kan penyamaran nya masih mengenakan wig pendek nya dan kaca mata kuda nya.
Tidak lama kemudian jeana pun sampai di kantor, jeana melihat di sana ada Ria yang baru turun dari mobil kemudian berjalan dengan ke angkuhan dan kesombongan nya.
Jeana melihat Ria memasuki ruang ketua divisi, Jeana berpikir pasti ria sedang mempersalah kan diri nya karena kemarin telah menumpahkan kopi pasti dia ingin memecatnya.
tidak lama Ria masuk ruang divisi itu , Andra juga datang ke ruang tersebut untuk mencari ria, Andra tanpa basa-basi langsung masuk dan memarahi ria.
"Ria Lo jelaskan ke gue apa yang sebenar terjadi semalam?" tanya andra.
"gak tau kan setelah kepergian clien kamu malah maksa cium aku" jelas Ria.
"terus apa lagi yang terjadi" tanya Andra.
Ria langsung menangis seolah-olah Andra melakukan sesuatu Ria memulai sandiwara nya.
"Lo Kenapa nangis ria, jawab apa lagi yang terjadi" bentak Andra.
" apa yang gue lakuin emang" tanya Andra.
Ria malah berlari meninggalkan andra sambil menangis, Andra pun mengejar ria hingga di perhatikan oleh seluruh karyawan , hingga banyak karyawan yang bergosip tetang ria dan Andra ada hubungan.
Hati jeana sakit melihat sikap Andra yang mengejar ria dan juga mendengar para karyawan bergosip tentang diri nya tapi jeana terus mengawasi Ria dan Andra dan tetap melakukan penyamaran nya.
"Dra Lo harus tanggung jawab ke gue Dra" ucap ria.
"tanggung jawab apa gue makin gak ngerti" ucap Andra.
akhirnya ria dan Andra masuk ke ruangan Andra , ria menjelaskan jika Andra sudah melakukan hal yang tidak tidak kepada ria hingga akhirnya ria minta pertanggung jawaban Andra.
Jeana mendengar ria menjelaskan kebohongan tapi jeana masih bersikap santai.
"Gue ikutin permainan Lo sampai mana" ucap Jeana dalam hati.
__ADS_1
...****************...
"drutt.drutt...drutt Telpon Andra berbunyi ternyata itu panggilan dari mamah nya.
Percakapan Bu Dinda dan Andra:
"hallo Dra, kamu dimana?" tanya mamah.
"iya mah, Andra di kantor nih" jawab Andra.
"mamah mau kasih tau jika papah nya ria minta pertanggung jawaban kamu, dan keluarga ria meminta pernikahan kalian di lakukan Segera mungkin, tapi mamah sama papah bilang jika kita gak bisa mengadakan resepsi karena belum lama kan kamu baru menikah dengan jeana , dan demi nama baik keluarga jadi pernikahan kamu dan ria di lakukan secara kekeluargaan" ucap Bu dinda.
"apa mah andra menikah dengan ria?" tanya Andra.
"iya kan kamu sendiri yang bersalah, kamu yang harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu" ucap mamah.
"nggak mau mah andra mau mencari jeana dan Andra gak akan pernah mau menikah dengan siapa pun kecuali dengan jeana dan sampai kapan pun istri Andra itu hanya jeana mah" jawab Andra.
"demi nama baik keluarga kita Dra, kalau tidak Ria dan keluarga nya bisa membuka masalah ini ke depan publik, kamu pikir dong ini semua kan salah kamu" ucap mamah.
Andra pun terdiam hingga akhirnya menjawab
"ya sudah terserah mamah " ucap Andra.
Telepon pun berakhir.
Andra pun merasa frustasi dengan hidup nya hingga Andra memutus kan ke salah satu bar, jeana terus mengikuti Andra, disaat Andra mabuk berat jeana langsung menompang nya dan mengantar kan Andra pulang ke kamar nya seperti kemarin malam yang di lakukan jeana, tetapi kali ini Andra sadar dan agak mengingat kejadian ini sama seperti malam kemarin yang menompang diri nya andra langsung memperhatikan sosok perempuan yang menompang nya dan di lihat jika yang menompang diri nya ternyata karyawan nya bukan ria.
...****************...
Seperti biasa nya jeana keluar kamar nya untuk membeli sarapan, tapi kali ini jalan jeana sudah di jaga oleh Andra.
"hey kamu" ucap Andra.
"saya pak" tanya Susi nama samaran jeana.
" iya kamu kan yang semalam menolong saya di bar dan mengantar saya ke kamar saya" tanya Andra.
__ADS_1
"nggak pak, permisi ya pak saya buru buru mau beli sarapan" jawab Susi sambil meninggalkan Andra.
Akhirnya Andra pun membiarkan perempuan itu pergi dan nanti Andra akan memastikan nya di kantor , karena menurut Andra susi bisa menyelamat Kan nya dari pernikahan nya dengan ria , dan Andra yakin jika Susi yang menolong nya juga kemarin malam dan Andra juga berpikir jika susi pasti tau kejadian yang sebenarnya di malam itu.