Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Penolakan keluarga Andra


__ADS_3

Andra sudah sampai di rumah , dan ketika membuka pintu orang tuanya sudah berpakaian rapih.


"mah pah mau kemana?" tanya Andra.


"Ayuk Dra cepat ganti baju papah tunggu" ajak pak Wira.


"Andra kan belum mandi pah lama kalau harus nunggu Andra, papah sama mamah aja yg pergi" jawab Andra.


"pokoknya papah tunggu cepat ganti baju" suruh papah tegas.


"iya pah iya" jawab Andra.


Sebenernya Andra sangat kesal dan tidak mau ikut ke rumah Ria , rasanya Andra sudah muak banget sama Ria, tapi karena papah nya maksa Andra bisa apa, Andra pun turun dari kamar nya dengan langkah yang sangat berat.


"cepet dong Dra , anak laki ko jalannya lama gitu" ucap pak wira.


"sabar dong pah Andra kan capek baru pulang kantor langsung kita ajak pergi" jawab Bu dinda.


"tau nih papah, kenapa si semangat banget kayaknya" ucap andra.


"sudah sudah yuk kita jalan" ajak pak Wira.


Pak Wira dan keluarga pun memasuki mobil Andra yang menyetir ,tak lama kemudian sampai di depan rumah ria, langsung di sambut oleh pak beni ayah ria, ibu raya dan juga tentu saja Ria, mereka menyambut kedatangan keluarga pak Wira dengan wajah sangat senang namun ketika ria melihat wajah ibunya Andra ria syok dan muka ria berubah menjadi pucat.


"selamat datang" ucap pak beni.


"ayuk Ayuk silahkan masuk" ucap Bu raya.


Ria ,Bu raya, Bu Ida, pak beni ,pak Wira, Andra langsung masuk ke dalam rumah ria dan mereka langsung duduk di kursi makan.


"saya sangat senang sekali atas kehadiran pak Wira sekeluarga ke rumah saya ini" ucap pak beni.


"bisa aja pak beni ini" jawab pak Wira.


"ini masakan enak banget , Bu raya bikin sendiri?" tanya Bu dinda.


"iya Bu ini tadi di bantu sama ria" jawab Bu raya.


Bu dinda pun melirik ke arah Ria namun ria semakin takut dengan tatapan Bu dinda sehingga ria hanya membalas dengan wajah tertunduk, Karena ria sadar jika yang waktu itu ibu ibu yg dia maki maki di parkiran itu adalah ibu bos.


"nak Andra silahkan nambah , gimana enak gak masakannya itu Tante masaknya sama ria loh" ucap Bu raya.


"biasa aja Tante" celetuk Andra .


"maaf pak beni Andra memang suka bercanda gitu" ucap pak Wira.

__ADS_1


"iya gak apa apa pak Wira" jawab pak beni.


"nak Andra sudah berumur mapan apa belum mau nyari calon istri" ucap Bu raya.


"Mau Tante, tapi mamah punya kriteria tersendiri untuk calon istri Andra, mangkanya Andra ikut aja kata mamah jadi mamah yang nentuin" jawab Andra.


Ria semakin pucat dengan jawaban Andra.


"oh anak yang sangat berbakti ya kamu" ucap pak beni.


"iya om" jawab Andra.


"om denger dari ria apa memang benar jika kalian ini punya hubungan spesial?" tanya pak beni.


"nggak om andra hanya ria hanya sebatas rekan kerja gak lebih ko om" jawab Andra.


"nggak usah malu malu nak Andra, lagi pula kalian sudah sama sama dewasa ko" ucap Bu raya"


"iya memang saya juga sudah sangat menginginkan cucu" jawab pak Wira.


"nah itu pas banget , jika kalian memang sama saka cocok kenapa harus di tunda tunda" ucap pak beni.


"gimana nak Andra" tanya Bu raya.


Andra berani menjawab seperti itu karena Andra tau jika mamahnya tidak menyukai Ria.


"jeng Dinda memang type calon menantu jeng gimana" tanya Bu raya.


"kalau saya gak muluk muluk ya jeng, Andra ini anak satu satu nya saya dan yang pasti saya harus banyak penilaian karena saya ingin yang terbaik untuk Andra" jawab Bu dinda.


"ya Bu dinda kalau sama Ria kan enak sudah jelas bibit bobotnya" ucap pak beni.


"kalau menurut saya yang utama bukan masalah bibit bobot ya, karena biarpun wanita kriteria saya bukan dari kalangan orang mampu saya akan terima dengan senang hati tapi dengan tanda kutip kriteria saya ya" jawab Bu dinda tegas.


"Ria kan cantik, pintar , bibit bobotnya jelas jeng" ucap Bu raya.


"iya ria memang cantik" jawab Bu dinda.


"terus jeng berarti ria sudah masuk kriteria dong jeng? tanya Bu raya.


"belum" jawab Bu dinda.


Andra di dalam hati sangat senang dengan jawaban mamahnya.


"ko belum, kurang apa lagi jeng" tanya Bu raya.

__ADS_1


"kurang Etika" jawab Bu dinda.


"loh kan ria anak nya sangat baik penurut juga Bu" ucap pa beni.


"mohon maaf ya pak beni Bu raya , saya gak bisa jelasin soal kurang Etikanya bagaimana kalau mau lebih jelasnya bisa tanya langsung ke ria" ucap Bu dinda.


"apakah ria hanya kurang kriteria 1 hal kurang Etika itu jeng" tanya Bu raya.


" iya betul, karena memang kriteria saya itu cuma 1 etika, percuma cantik,pinter, berpendidikan tinggi jika dia memiliki etika yang buruk" jawab Bu dinda.


"iya betul Bu" jawab pak beni.


"Ria memang nya ada apa ko bisa Bu dinda bilang kamu kurang Etika?" tanya pak beni.


"Ayok jawab aja ria soal yang kita ketemu di parkiran gak usah Takut" ucap Bu dinda.


"oke ria akan cerita, sebelum nya tante Ria minta maaf ria gak tau jika Tante itu adalah mamahnya Andra" ucap ria.


"ya jelaskan apa yg terjadi" ucap Bu dinda.


"waktu itu ria dan Bu dinda di parkiran sempat tabrakan saling senggol , terus ria maki maki Bu dinda , bairpun Bu dinda sudah meminta maaf dan mencoba menjelaskan tapi tetap aja ria marah marah" ucap ria.


" ya ampun ria papah sudah didik kamu dari kecil ternyata kamu seperti itu" ucap pa beni kecewa.


"tapi kan ria gak tau pah jika Tante Dinda ini mamahnya Andra" ucap ria.


"kamu gak boleh gitu ria maupun itu kita kenal atau tidak ,, orang kaya atau tidak Perlakuan kita itu harus sama" ucap pak beni.


"ya sudah pak beni saya pamit dulu" ucap pak Wira.


"ko buru buru aja " jawab pak beni.


"iya masih ada keperluan lain nih" ucap pak Wira.


" ya sudah hati hati di jalan ya, Bu dinda saya sangat meminta maaf atas sikap ria ya Bu" ucap pak beni.


" iya pak beni gak apa apa, soal itu sudah saya maafkan ko" jawab Bu dinda.


Pak Wira pun langsung memasuki mobil , di ikuti Bu dinda dan Andra, Andra pun langsung menancap gas mobil dan meninggalkan rumah ria,, ..hati andra seenggaknya agak lebih lega karena mamah menolak ria.


'mah Terimakasih ya" ucap Andra.


"iya Dra sama sama, mamah pun ingin calon istri yg tebaik untuk kamu" ucap Bu dinda.


"ma

__ADS_1


__ADS_2