Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Permintaan maaf keluarga Ria


__ADS_3

Matahari pun sudah hampir terbit Andra mengajak jeana pulang ke apartemen nya, tidak lama kemudian pun Andra dan jeana sampai di apartemen.


"mas hari ini pergi ke kantor dulu ya je, nanti setelah mas pulang baru kita pergi untuk berbulan madu, kamu siapin baju mas dan kamu juga ya" perintah Andra.


"baik mas, ya sudah mas hati hati di jalan" ucap Jeana.


Andra pun pergi meninggalkan jeana dan menuju kantor menaiki mobil jeana , karena mobil Andra berada di rumah Bu Dinda.


Tidak lama kemudian Andra pun sampai di kantor dan langsung masuk ke ruangan nya untuk mengecek dan memeriksa berkas berkas.


"tok tok tok" suara ketukan pintu dari sekertaris Andra.


"iya silahkan masuk" ucap Andra.


"pak di luar ada yang ingin bertemu" ucap Jihan.


"oh iya silahkan suruh masuk" jawab Andra.


kemudian pak beni pun masuk ke dalam ruangan Andra dan langsung duduk di hadapan Andra.


"tuan andra saya mohon cabut berkas laporan tuan, saya sebagai orang tua ria, saya sangat meminta maaf atas perlakuan ria" ucap pak beni sambil menangis di hadapan Andra.


"mohon maaf pak beni saya tidak bisa mentoleransi lagi, karena atas perbuatan ria pihak saya dan keluarga saya sangat di rugikan karena yang pertama ria menghancur kan rumah tangga Yang baru saja saya bina, kedua nama baik saya dan keluarga saya tercoreng dan ketiga Ria juga memfitnah saya jadi menurut saya sikap ria sudah tidak bisa di maaaf kan biar pihak yang berwajib yang memutuskan" jelas Andra.


"saya mohon tuan andra, ria pun sudah mengakui kesalahan nya dan sangat menyesali atas perbuatan nya dan ria berjanji tidak akan mengulangi nya lagi dan tidak akan mengusik kehidupan tuan Andra dan keluarga saya janji jika ria di bebas kan saya akan mengundurkan diri keluar dari perusahaan Wirandra grup dan akan menjauhi keluarga Wirandra grup" ucap pak beni.


"coba saya bicarakan ke keluarga saya dulu ya pak" jawab Andra.


"ya sudah saya izin pulang dulu" ucap pak beni.


"iya pak beni hati hati di jalan" ucap Andra, sambil memandang pak beni dengan tatapan tidak tega karena menjadi pusing seperti ini karena ulah anak nya.


Andra pun langsung menghubungi pak Wira.


Percakapan Andra dan pak Wira.


"hallo pah" ucap Andra.


"iya Dra , ada apa tumben kamu telepon papah" tanya pak Wira.


"papah di mana Andra mau ketemu" ucap Andra.


"papah di rumah hari ini lagi gak ada jadwal ke kantor" jawab pak Wira.


" ya sudah Andra langsung ke rumah ya pah" ucap Andra.


"baik Dra" jawab pak Wira.


Telepon berakhir.


Andra langsung membuka pintu ruangan nya dan langsung menghampiri sekertaris nya.

__ADS_1


"Jihan semua jadwal meeting untuk 3 hari ke depan di cancel dulu, dan Kerja yang belum selesai di meja saya coba nanti kamu cek dan kirim file nya aja ke saya ya"ucap Andra.


"baik pak Andra" jawab Jihan.


"ya sudah, satu lagi setiap 1 jam sebelum pulang kantor kirim semua file nya ya untuk 3 hari kedepan" ucap Andra


"siap pak, salam ya pak untuk Bu jeana" ucap Jihan.


"loh kamu mengenal istri saya" tanya Andra.


"iya kami kan waktu itu pernah kerja bareng di perusahaan pak Rangga" jelas Jihan.


"oke kalau gitu nanti saya sampai kan ya salam kamu" jawab Andra, langsung meninggalkan Jihan.


Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai Andra sampai di depan rumah orang tua Andra.


"assalamualaikum mah pah" ucap Andra, namun Andra melihat tidak ada orang tua nya.


Akhir nya Andra naik ke taman atas ternyata mamah dan papah Andra ada di sana mamah dan papah sedang berbincang.


"Andra, kapan kamu datang?" tanya mamah.


"baru saja Andra sampai, Andra lihat di ruang tamu sepi ya sudah coba Andra cari ke sini tau nya mamah dan papah sedang berada disini" jawab Andra.


"oh iya ada apa Dra kamu mau menemui papah" tanya pak Wira.


"itu Pah tadi pada saat Andra di kantor, pak beni datang dan meminta agar Andra mencabut laporan Andra kepada ria" ucap Andra.


"terus pak beni bilang apa lagi?" tanya mamah.


"ya papah terserah kamu dra" jawab papah.


"tapi menurut mamah gimana" tanya Andra, karena Andra sangat mempercayai keputusan apa pun kepada mamah nya.


"kalau menurut mamah biar kan saja dulu sampai ria jera nanti baru kita bebas kan dan untuk pak beni biar saja tetap bekerja" jawab mamah.


"oke kalau keputusan mamah seperti itu" jawab Andra .


"oh iya kamu kapan mau pergi bulan madu nya?" tanya mamah.


"sore nanti mah, jeana sudah Andra suruh menyiap kan barang yang akan kami bawa" jawab Andra.


"iya papah kan sudah gak sabar ingin cepat cepat menimang cucu" ucap papah.


"mamah juga sama mah udah gak sabar" ucap mamah.


Andra hanya terdiam mendengar pernyataan mamah dan papah nya , di dasar hati Andra sangat sedih melihat raut muka penantian orang tua nya kepada diri nya agar segera memberikan ke turunan, tapi Andra tidak bisa apa apa karena andra dan jeana telah melakukan perjanjian sebelum menikah, Andra jadi sangat bingung.


"loh kamu kenapa bengong Dra" tanya mamah.


"nggak ko mah, Andra juga sangat ingin segera memiliki buah hati , mangkanya mamah dan papah doa in ya Agar Andra segera di beri keturunan" ucap Andra.

__ADS_1


"sudah pasti itu Dra, orang tua itu selalu mendoakan yang terbaik untuk anaknya" jawab mamah.


"ya sudah mah pah Andra pamit dulu ya" ucap Andra sambil terbangun dari duduk nya.


"sebentar Dra ini tiket nya" ucap mamah sambil mengajak Andra turun ke lantai bawah.


Bu Dinda pun memberikan tiket nya kepada Andra sambil berucap "inget ya sayang Segera hadiah kan cucu untuk mamah" .


"iya mah iya" jawab Andra sambil tersenyum.


Andra langsung menuju apartemen nya dengan membawa tiket liburan ke Korea dan meninggalkan rumah orang tua nya.


Tidak lama kemudian Andra sampai di apartemen, dan membuka pintu melihat istri nya sedang asyik bermain handphone nya, Andra langsung menarik handphone jeana dan berkata " lagi liat apa si sampai sampai suami pulang gak tau".


"mas sini ih handphone aku" ucap Jeana sambil mengambil hp nya di tangan Andra namun jeana tidak bisa mengambil nya karena Andra lebih tinggi dari nya.


Akhirnya Andra pun duduk di sofa dan membuka handphone jeana ternyata Andra melihat jeana sedang chatan dengan teman teman nya , ini adalah pertama kali nya Andra membuka hp jeana .


Andra langsung meledek jeana " ternyata kamu kalau sama teman teman kamu lucu juga ya, gak seperti di hadapan suami kamu yang seperti jutek dingin gitu" ucap andra.


Muka jeana pun memerah karena malu.


"sini gak mas kasih ke aku, kalau nggak aku marah nih" ucap jeana mengancam Andra.


"gitu ya bisa nya ngancem ngancem" ucap Andra meledek istrinya.


Akhirnya Andra pun memberikan handphone nya sebelum jeana benar benar marah, Andra langsung meninggalkan jeana dan langsung mandi.


"je siapkan baju aku" ucap Andra dari dalam kamar mandi.


jeana pun langsung menyiapkan baju untuk Andra dan setelah itu jeana membuka hp nya, Betapa kaget nya jeana melihat Andra mengetik "aku hari ini mau pergi berbulan madu mohon doa nya agar cepat di berikan mongmongan ya" tulis Andra di grup hp jeana.


jea langsung menghapus nya namun percuma karena afi, Ivan, Deanda , resi sudah pada membaca nya, bahkan afi sudah membalas nya dengan ledekan.


Andra sudah keluar dari kamar mandi.


"mana baju nya sayang" ucap Andra.


"itu mas" Jawab jeana dengan wajah cemberut.


"kamu kenapa si sayang, sana mandi" suruh Andra.


"iya mas" jawab jeana langsung pergi ke kamar mandi.


Setelah Andra rapih memakai baju Andra kemudian bersantai duduk di sofa tiba tiba hp jeana berbunyi Andra langsung mengangkat nya.


"hallo je, bilang laki Lo si bos jutek itu kalau lagi ML muka nya jangan jutek jutek nanti anak Lo kocak haaahaha" ledek Ivan sambil ketawa.


"jeana nya lagi mandi" ucap Andra dengan nada tegas.


Ivan pun langsung panik ternyata itu Andra yg mengangkat nya.

__ADS_1


"oh bos Andra,, ya sudah bos maaf ganggu oh iya soal yg tadi itu saya cuma bercanda bos maaf ya bos" ucap Ivan panik.


"iya" jawab Andra jutek dan langsung mematikan telepon dari Ivan.


__ADS_2