Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Kelicikan Ria


__ADS_3

Hari pun sudah pagi Jeana Segera membangunkan Andra.


"mas bangun sudah pagi" ucap Jeana.


"iya sayang, good morning" ucap Andra.


"ya sana langsung mandi" ucap Jeana.


"iya sayang" jawab Andra, langsung melangkah kan kaki menuju kamar mandi, selama Andra mandi jeana menyiapkan baju yang akan di pakai oleh Andra , jeana langsung menunggu Andra di ruang tamu.


Andra sudah selesai mandi dan sudah memakai pakaian kerja yang sudah di siapkan istrinya.


"mas sini" panggil jeana.


"iya sayang" jawab Andra, langsung menghampiri jeana.


"sini sarapan dulu" ucap jeana.


"kamu beli dimana sayang" tanya andra.


"di tempat kemarin yang kita makan itu mas" ucap Jeana.


"itu kan jauh je, kamu naik apa kesana" tanya Andra.


"jalan kaki mas" jawab Jeana.


"kamu jalan kaki sendirian kesana cuma untuk beliin ini untuk aku" ucap andra.


"iya betul mas, tapi gak cuma buat kamu si untuk aku juga" jawab jeana sambil tersenyum.


"kamu kenapa gak bangunin aku, aku kan bisa antar" ucap Andra.


"iya gak apa apa lah mas, udah gak usah di permasalahkan, aku kan sudah bilang kalau aku sudah biasa kemana mana sendiri, yang penting sekarang kita sarapan" jawab jeana.


"aku sangat bangga je punya istri sangat mandiri seperti kamu" ucap Andra memuji.


"pagi pagi udah gombal" jawab jeana.


"ya gak apa apa emang kenyataan nya ko" ucap Andra.


Setelah selesai sarapan Andra pamit kepada jeana untuk pergi ke kantor Cabang yang ada di Bali.


Setelah kepergian Andra jeana mulai merapihkan kamar, mencuci baju hingga sudah jam 9 , jeana sudah rapih dan langsung keluar apartemen memesan taksi online untuk pulang ke rumah nya .


"Tok..tok.tok." jeana mengetuk pintu rumah nya.


"Assalamualaikum Bu" ucap Jeana.


"waalaikusalam je, Andra mana?" tanya ibu.


"Andra sudah berangkat kerja Bu" jawab jeana.

__ADS_1


Jeana langsung masuk ke kamarnya ,mengmasi sebagaian perlengkapan nya sperti baju, sepatu dan tidak lama kemudian jeana Langsung menuju lantai bawah.


"Bu jea pamit ya" ucap ibu.


"gak nanti aja pulangnya" tanya ibu.


"gak Bu jea cuma sebentar nih Ambil perlengkapan jea kemarin aja jea mau olahraga gak ada Sepatu" jawab jeana sambil tersenyum.


"ya sudah hati hati di jalan je" ucap ibu.


Jeana masuk ke dalam mobilnya dan mulai menancap gas mobil nya menuju basecamp, ternyata afi memang sudah di sana , jeana dan Afi sudah janjian untuk bertemu di basecamp.


"fi, gimana" tanya jeana.


"ya jadi je , besok sudah mulai ada pengerjaan perombakan bangunannya" ucap afi.


"ya sudah nih gue kasih cek 3 Lo kelola yang bener ya nanti kalau kurang kabarin gue" ucap Jeana.


"okey siap je" ucap afi.


"ya sudah gue cabut dulu, inget uang nya lo kelola yang bener jangan Lo pakai main game" ledek jeana.


"iya jeana nanti setiap pembelian barang gue foto rinciannya" jawab afi.


"oke siap" ucap Jeana.


Jeana pamit meninggalkan afi dan langsung menuju bandara untuk ke Bali, jeana diam diam menyusul Andra dan mengawasi Andra karena jeana mendengar Andra di sana bersama ria jadi jeana harus mengawasi nya.


Jeana pun sampai di Bali , jeana seperti nya sudah kangen sekali tempat ini karena dia dulu setiap hari berada di daerah ini mencari pundi pundi uang.


Jeana langsung menyewa kamar hotel yang tempat Andra juga menginap di situ.


Kemudian setelah jeana menaruh barang barang nya jeana langsung menunju kantor cabang dan masuk dengan style pakaian seperti karyawan sana hanya jeana memakai wig rambut pendek berkacamata agar Andra dan ria tidak mengenalinya, Dengan begitu jeana bisa dengan leluasa mengawasi suami nya.


Jeana duduk di tempat kerja karyawan karena jeana sudah menyusun itu semua jeana memang sudah melamar kan diri di Perusahaan tersebut dengan identitas palsu.


Jeana mulai bekerja dan sambil memperhatikan gerak gerik Ria dan Andra, ketika Jeana sedang bekerja Jeana melihat Andra memasuki ruangannya dan di ikuti oleh Ria , ketika ob mengantar kopi untuk Andra ria lah yang keluar dan ob tersebut di suruh pergi oleh ria, ria sengaja memberikan nya ke Andra karena jeana tau jika ria memang sedang mencari simpatik Andra.


Jeana mengintip dari kaca yang ada di pintu melihat Ria sedang mencoba memegang tangan Andra namun jeana langsung membuka pintu tanpa permisi dan berpura pura mengantar kan berkas, Ria pun kaget dan sangat kesal dengan sikap karyawan nya itu, Ria langsung memarahi karyawan tersebut dan dangen sangaja jea menyenggol gelas cofe mengeani rok ria, akhir nya ria pun keluar dari ruangan Andra sambil mengancam karyawan nya tersebut.


"rasain tuh buat cewek kegatelan kayak Lo emang enak kena kopi panas" ucap Jeana dalam hati.


Jeana pun langsung memandang ke arah Andra, yg bener kata resi dan Ivan jika Andra itu sangat galak, jutek dan tegas .


"mana laporan yang kamu mau serahkan" tanya Andra.


"oh ini pak , tapi ini ruangan ketua divisi kan" tanya jeana yang berpura pura.


"bukan, ini ruangan direktur utama" jawab Andra dengan tegas.


"oh kalau gitu saya minta maaf pak , ini berkas untuk ketua divisi pak , permisi ya pak" ucap Jeana.

__ADS_1


Namun Andra melihat karyawan tersebut seperti ada yang aneh karena mengapa karyawan itu memiliki postur tubuh seperti istrinya, namun setelah Andra perhatian rambut nya berbeda.


Setelah seharian sibuk mengurus kantor cabang Andra langsung menuju hotel , langsung mandi dan berganti baju karena nanti jam 8 malam akan ada pertemuan dengan clien besar di salah satu restoran, namun Andra ingat jika dia belum mengubungi istrinya jeana selama seharian jadi Andra memutuskan untuk menelpon jeana.


"Drutt drutt..drutt" Andra menghubungi nomor jeana.


Percakapan Andra dan jeana :


"hallo sayang, maaf ya mas baru ngabarin" ucap Andra.


"iya mas gak apa apa ko, aku tau kamu sibuk" ucap Jeana.


"oh iya kamu jangan lupa makan ya sayang, terus jangan keluar sendirian malam malam jangan membuat aku khawatir" ucap Andra .


"iya mas, kamu juga jangan lupa makan" ucap Jeana.


"ya sudah, mas mau pergi nemuin clien dulu ya" ucap Andra.


"ko malam malam gini mas" tanya jea.


"iya sayang clien nya minta ketemu jam 8 malam di salah satu restoran di dekat sini" ucap Andra.


"oh ya sudah mas, hati hati" ucap Jeana.


"iya sayangku" jawab Andra .


Andra langsung keluar dari kamar hotel nya dan menuju restoran untuk bertemu clien, namun jeana langsung mengikuti Andra ke resetoran tersebut juga.


Akhirnya Andra sampai di restoran ternyata sudah ada ria yang menunggu nya di depan restoran tersebut, ria langsung menggandeng tangan Andra dan masuk ke restoran tersebut .


Jeana melihat jika ria menggandeng Andra, serta jeana pun mencari tempat duduk yang bisa memantau suami nya.


Namun setelah lama pembicaraan jea melihat Ria ke arah pelayan dan memberikan sesuatu ke pelayan tersebut, jeana mengintip apa yang di lakukan pelayan ternyata memasukan sesuatu yang di berikan ria ke salah satu gelas, setelah jea perhatian gelas itu yang di berikan kepada Andra.


Tapi jeana dari tadi ria mengasih sesuatu kepada pelayan, hingga pelayan memasukinya ke gelas, jeana dengan pintar nya memfoto itu semua tanpa ada yang terlewat.


Tidak lama kemudian clien pun pergi meninggalkan Andra dan ria, jeana terus mengamati gerak gerik Andra yang seperti memegang kepala alangkah terkejutnya jea melihat Andra menarik muka ria dan langsung mencium ria di tempat umum, jeana langsung memfoto nya , tidak lama kemudian akhir nya jeana melihat ria pergi ke toilet.


Hingga akhirnya kesempatan itu di ambil oleh Jeana langsung berlari menghampiri Andra dan merangkul Andra, mengambil kunci mobil andra dan memasuki ke dalam mobil yang Andra kendarai dan jeana lansung menancap gas dan menyetir ke arah hotel tempat Andra menginap, Andra sudah setengah sadar jadi jea harus merangkul nya sampai ke kamar Andra, jeana langsung membaringkan Andra , jeana pulang langsung lari keluar meninggal kan Andra karena jeana berpikir jika obat itu adalah obat perangsang bisa bisa Andra juga melakukan hal yang tidak tidak kepada jeana walaupun jeana adalah istrinya tapi jeana belum siap.


Jeana pun langsung menghampiri petugas hotel untuk mengunci kamar Andra dan memastikan agar tidak ada yang masuk ke kamar Andra tersebut sampai besok pagi.


Setelah itu jeana masuk ke dalam kamar nya.


"sungguh licik nya ria, jika jeana tidak mengawasi suami nya itu kemungkinan Andra dan ria sudah melakukan hal yang tidak tidak, tapi salah Andra juga udah gue bilang ria pecat aja malah di jadikan orang kepercayaan" ucap Jeana dalam hati.


Jeana langsung mengirim foto Andra yang sedang berciuman dengan ria ke Bu Dinda mertuanya,, "maafkan jea mah harus mengakhiri secara sepihak" tulis jeana.


setelah itu jeana langsung memblokir nomor mertuanya dan juga Andra.


Ibu Dinda melihat chat jeana langsung menghubungi jeana Namun tidak bisa,

__ADS_1


Bu Dinda memberi tahu kepada pak Wira foto itu mereka berdua sangat marah kepada anak nya atas sikap nya, jadi Bu Dinda besok pagi memutuskan langsung menemui Andra dan terbang ke Bali.


__ADS_2