Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Over protektif I


__ADS_3

Setelah 2 hari Bu Dinda tidak melihat dimana keberadaan anak nya , Bu dinda langsung melakukan panggilan video.


Andra langsung mengangkat nya.


"hallo mah" ucap Andra .


"loh itu ko kamu kenapa di rawat di rumah sakit, sakit apa kamu dra?" tanya Bu dinda panik.


"ngga ko mah Andra hanya ke capean aja" jawab andra.


"ya sudah kamu Sekarang di Rumah sakit mana biar mamah langsung menuju kesana" ucap mamah.


"nggak usah mah andra di sini ada jea ko yang merawat" jawab Andra dengan wajah tersenyum.


"oh syukur lah kalau begitu mamah lega denger nya, terus jea nya mana Dra?" tanya mamah.


Andra langsung mengarah kan kamera ke arah jeana yang sedang memegang tempat makan yang habis andra makan.


"hallo mah" ucap jea.


"je itu Andra habis kamu beri makan" tanya mamah.


"iya bener mah Andra habis aku suapin sekarang baru mau jea suruh minum obat" jawab Jea.


"wah so sweet banget ya kalian, ya sudah andra kapan bisa pulang je kata dokter" tanya mamah.


"besok juga Andra sudah boleh pulang ko mah" jawab jeana.


"oh ya sudah kalian hati hati ya, harus jaga kesehatan kamu juga je soal nya acara kalian tinggal 4 hari lagi" ucap mamah.


"iya mah " Jawab jeana.


"ya sudah mamah gak mau ganggu kalian, assalamualaikum" ucap mamah.


"waalaikusalam mah" jawab Andra.


Telepon pun di akhiri Andra.


"Sebener nya apa yang terjadi dengan Andra mengapa dia bisa di rawat di rumah sakit, tapi ya sudah lah setidak nya saya tidak begitu khawatir karena ada calon istri nya yg merawat nya" ucap Bu dinda.


...****************...


"Sudah malam tidur gih, kalau mau cepat sembuh Lo harus banyak istirahat" ucap Jeana.


"nggak mau ah yank " jawab Andra.


"ya terserah, kalau Lo masih betah di rumah sakit ya terus aja bergadang" ucap jea dengan raut wajah kesal.


"terimakasih ya calon istri ku kamu sudah begitu perhatian" ucap Andra dengan wajah tersenyum.


"ya gue cuma gak mau aja nanti di pelaminan masa Lo duduk di kursi roda kan apa kata para tamu undangan" jawab jeana.


"tok tok tok" suara ketukan pintu terdengar, jeana pun langsung membukakan nya, dan ternyata itu adalah salah satu bodyguard Andra, bodyguard itu pun langsung masuk menghampiri Andra .


"bos ini pesanan nya" ucap bodyguard sambil memberikan ke Andra.

__ADS_1


"iya taro di meja sini, oh iya mengenai kerusakan yang ada di kafe tadi tolong temui owner nya dan ganti kerugian nya 3kali lipat, dan Terus jaga di depan rumah sakit ini " perintah Andra .


"baik bos" jawab bodyguard.


bodyguard pun langsung keluar dari ruangan Andra.


Jeana jadi teringat kerusuhan yang terjadi tadi di kafe, setelah mendengar pembicaraan Andra ke bodyguard nya, jeana jadi terus merasa kepikiran dengan pak Rudi, kesian kafe nya jadi rusak dan pasti image kafe pak Rudi pun jadi jelek , jeana merasa sangat bersalah ini semua terjadi karena jeana.


"sayang" panggil Andra.


jeana langsung menghampiri Andra dan duduk di samping Andra.


"Aku mau tidur dulu , kamu jangan kemana-mana ya" ucap Andra.


"iya" jawab jea dan langsung mengeluarkan hp nya jea ingin menelpon pak Rudi ingin meminta maaf atas kerusuhan yang terjadi di kafe pak Rudi, namun Andra menghempas hp jeana dan akhir nya hp jeana terbanting di lantai hingga layar hp jeana sedikit retak namun untung nya masih hidup, jeana hanya diam dan tidak marah kepada Andra karena sebenarnya jeana tau sikap Andra jika dia berdebat dengan Andra yang ada cuma bikin darah jeana naik.


"tidur udah malam jangan main handphone terus" bentak Andra, karena Andra tau jika jeana sudah menelepon orang kemungkinan di saat Andra tertidur pasti jea akan diam diam pergi menemui orang itu walau pun Andra tidak tau siapa yang akan di hubungi jeana.


Jeana hanya terdiam dan mengambil hp nya yang terjatuh di lantai, muka Jeana pun langsung cemberut melihat layar handphone nya yg agak retak, dan Andra memperhatikan nya .


"coba aku liat , rusak ya?" tanya Andra.


"nggak ko" jawab jeana tidak memberikan nya ke Andra dan malah langsung di taro ke saku celana nya.


"ya sudah ambilkan itu dah yank" suruh Andra mengambil barang pesanan yang tadi di bawakan oleh bodyguard.


"nih" ucap Jeana memberikan ke Andra.


"coba kamu Buka" suruh Andra.


"iya itu yg satu kamu pakai di tangan kamu yang satu lagi di tangan aku , terus kuncinya sini, jadi kamu gak akan bisa pergi kemana mana di saat aku tertidur" ucap Andra sambil menarik tangan jea.


"aaawwww" teriak jea.


Andra langsung melihat tangan jea yang barusan Andra tarik dan ternyata di tangan itu banyak memar biru biru akibat Andra terlalu sering menarik jeana dengan kencang.


" gue gak mau pakai itu apa apaan si gak jelas banget Lo" jawab jeana langsung terbangun dari duduk nya karena jea berpikir baru sebentar duduk di dekat Andra , handphone sudah rusak, tangan nya sudah semakin memar benar benar egois Andra itu.


"ya sudah aku mau tidur, ingat jangan kemana-mana" ucap Andra.


Andra pun langsung tertidur karena habis minum obat diri nya terasa begitu ngantuk, tapi tidak masalah jika jeana gak mau memakai borgol karena andra gak tega setelah melihat tangan jeana yang memar memar, Karena andra sudah memutuskan bodyguard nya untuk berjaga jaga di depan rumah sakit jadi menurut Andra itu juga sudah cukup aman.


Melihat andra tertudir jeana langsung berinisiatif untuk keluar dan ingin segera menemui pak Rudi jeana sangat ingin meminta maaf, jeana melangkah kan kaki sangat hati hati karena takut Andra bangun namun betapa kaget nya jea ternyata di depan pintu keluar ada banyak sekali bodyguard yang sedang berjaga, akhir nya karena sudah larut malam juga jeana pasrah dan kembali ke kamar Andra, Tertidur di bangku di dekat Andra.


...****************...


Hari pun sudah pagi Andra sudah terbangun dari tidur nya, melihat jeana tertidur di dekat nya membuat andra sangat senang ternyata jeana tidak pergi lagi dari dirinya dan mendengarkan apa kata Andra.


Andra pun sudah lebih baik, Andra memandangi wajah jeana dengan penuh cinta , Andra melihat bibir merah jeana yang mungil serasa tidak sabar ingin mencium nya namun pandangan Andra langsung teralihkan melihat pergelangan jeana yang semakin membiru, Andra sangat menyesali atas sikap kasar nya kepada jeana.


"pasti jeana sangat merasakan sakit ,dan juga sebenarnya aku tau jika hp jeana itu pasti layarnya pecah, kamu kenapa gak marah si je kenapa kamu selalu diam ketika aku sakitin je" ucap Andra di dalam hati.


Jeana pun terbangun, dan langsung beranjak dari tempat duduk nya menuju toilet untuk mencuci muka , namun setelah sampai di toilet jeana serasa pusing dan mual itu karena jeana belum makan dari semalam maag jeana kambuh belum lagi posisi tidur yang tidak sehat membuat badan nya sakit, wajah jeana pun berubah jadi sangat pucat setelah keluar dari toilet.


"sayang kamu kenapa, ko wajah kamu pucat banget" tanya Andra.

__ADS_1


"gak apa apa ko" Jawab jeana.


"tok tok tok" suara ketukan dari luar dan ternyata itu dokter dan perawat yang datang ingin memeriksa Andra , jeana pun keluar ruangan di saat dokter memeriksa Andra.


Jeana langsung keluar rumah sakit di lihat nya gak ada bodyguard Andra.


"oh mungkin sudah di suruh pergi sama Andra" ucap Jeana.


Jeana pun langsung menghampiri tukang bubur di pinggir jalan dan langsung memesan.


"pak satu ya" ucap Jeana.


"iya non di bungkus atau makan disini" tanya tukang bubur.


"makan di sini aja pak" jawab jea.


Jeana pun langsung menyantap bubur itu , dan di lihat oleh jeana dari sebrang jalan para bodyguard andra langsung datang lagi ke rumah sakit itu.


"mau ngapain lagi, gue rasa Andra langsung menghubungi para bodyguard nya setelah melihat gue gak ada di dekatnya , sumpah itu orang ko jadi profektif banget" ucap Jeana sambil menyantap bubur dan karena perut nya memang lapar banget akhirnya Jeana memesan satu porsi lagi.


Jeana langsung mengambil handphone nya dari saku nya , dan langsung membuka blokiran Andra , tiba tiba langsung aja ada panggilan masuk dari Andra yang tiada henti menelpon nya namun jeana menghiraukan nya karena jeana masih asyik menyantap bubur.


Setelah sekian kali panggilan itu , jeana mengangkat nya .


"sayang kamu dimana? aku sudah cari kamu gak ada bahkan para bodyguard pun mencari kamu juga gak ada di rumah sakit ini" ucap Andra.


namun jeana hanya terdiam dan sambil tersenyum melihat pernyataan Andra.


"sayang jawab dong" ucap Andra dan langsung mengalihkan ke panggilan Vidio.


"apa" jawab jea.


"kamu lagi di tukang bubur ayam" tanya andra.


"iya gue laper dari semalam cuma makan angin" jawab jea.


"kamu kenapa gak bilang aku , kan aku bisa suruh orang untuk beliin makan untuk kamu" ucap Andra.


"iya gimana gue mau bilang, Lo kan Dari semalam sibuk gak jelas sama cemburu buta Lo itu dan yang Lo pikirin itu negatif terus ke gue Lo selalu berasumsi jika gue akan kabur dari Lo tanpa Lo bertanya tentang keadaan gue" jawab jeana.


"iya sayang maafin aku ya" jawab Andra sangat menyesal karena benar semua yang di katakan jeana Andra telalu berpikir negatif ke jeana.


"Ya sudah kamu di tukang bubur mana? aku kesitu ya aku sudah lepas infus dan sudah boleh pulang" ucap Andra.


"oh ya udah gue di tukang bubur sebrang jalan di depan rumah sakit" jawab jeana.


Andra pun langsung menuju tukang bubur dan di kawal oleh bodyguard nya, tukang Bubur pun merasa kaget atas kedatangan Andra dan hanya memperhatikan ke arah Andra dan jeana.


"sayang yuk kita pulang" ajak Andra.


"please , jangan Lo tarik tangan gue ini udah memar banget" ucap Jeana.


"ya sudah Ayuk " ajak Andra meninggalkan tempat bubur dan mengajak jeana naik kemobil yang sudah terparkir di depan tukang bubur tersebut, bodyguard Andra pun memberikan segepok uang ke tukang bubur itu atas bayaran bubur yang jeana makan.


"wah ini si rejeki nomplok" ucap tukang bubur kesenangan.

__ADS_1


__ADS_2