Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Pasrah


__ADS_3

Jeana pun sudah di pindahkan ke kamar rawat inap di dalam ruangan ada Andra dan Rangga .


"Je sadar je gue gak mau kehilangan Lo" ucap andra.


"maafin gue je selama ini gue malu untuk ungkapkan perasaan gue kalau gue cinta Lo je" .


"sabar Dra, jea cewek yang kuat ko dia pasti kuat" ucap Rangga).


Rangga dan Andra pun sudah ber baikan setelah Andra menjelaskan semua nya ke Rangga jika Andra dan ria tidak ada hubungan apa apa ).


Jeana pun sadar dari pingsannya , dengan pipi lebam jeana susah bicara).


"je Lo udah sadar? ucap Andra sambil mencium tangan jea).


"je maafin gue ya tadi gue gak sengaja " ucap Rangga merasa bersalah).


Jeana pun hanya menjawab dengan mengedipkan matanya).


"Je denger gue ya gue cinta sama Lo sayang sama Lo gue gak mau kehilangan Lo je " ucap Andra memohon).


Jeana pun hanya bisa meneteskan air matanya mendengar ucapan Andra).


Andra pun mengelap air mata jeana, dan berkata "maaf atas kejadian yang tadi ya je gue udah tarik tarik pasksa lo" ucap Andra memohon sambil terus menciumi tangan jeana).


"dra apa yang harus kita katakan keada orang tuanya jeana Dra' tanya Rangga?


"udah men nanti itu urusan gue , Lo pulang aja lagi ke Jakarta biar jea di sini gue yang rawat" jawab Andra.


"nggak bisa gitu lah bro jeana kan karyawan gue, gue yang ajak dia kesini terus dia juga terluka karena kena pukul gue masa gue tinggalin dia begitu aja gak ada tanggung jawabnya banget dong gue sebagai bos nya" ucap Andra).


"ini bukan salah Lo ko Rangga ini semua salah gue karena ke egoisan gue " ucap Andra).


"ya sudah gue minta nomor orang tua nya jeana dulu, bagaimana pun orang tua jeana harus tau bagaimana ke adaan putrinya" ucap Rangga).


"je boleh minta nomor orang tua kamu gak? pinta Rangga).


Jeana memang belum bisa berbicara namun jeana sudah bisa mengetik , Jeana mengetik di layar handphone nya "nggak usah pak, saya takut orang tua saya khawatir sedikit lagi juga membaik kalau lebam nya sudah hilang saya bisa bicara lagi ko" tulis jeana).


"baik lah je kalau seperti itu, saya keruang dokter dulu" ucap Rangga).


Rangga pun mendatangai Ruang dokter dan meminta obat terbaik untuk lebam jeana, Akhirnya dokter dan perawat pun datang di ikuti dengan Rangga , dan perawat pun langsung menyuntikkan ke Jeana dan hasilnya 30 menit yang akan datang jeana sudah bisa bicara dengan normal).

__ADS_1


Andra dan Rangga sibuk di rumah sakit sejak kejadian jeana tertonjok mereka lupa akan ke adaan Ria).


Tiba tiba telpon Andra berbunyi dari salah satu pegawai proyek nya:


"hallo iya pak, serius pak yaudah pak tolong di tahan pak saya akan kesana" jawab Andra).


"ada apaan si Dra Lo kayaknya panik banget?" tanya Rangga).


"gue ke proyek dulu ya , si Ria nekat mau loncat dari gedung kata salah satu mandor proyek yang tadi telpon gue" ucap Andra panik).


"lah kenapa itu cewek, mungkin Ria sakit hati kali sama Lo dra secara dia udah berharap banget mau tunangan sama Lo dra" celetuk Rangga).


"ya mungkin bisa jadi mangkannya gue kesana dulu ya" ucap Andra).


"oke hati hati Dra" jawab Rangga).


" gue Titip jeana ya Rangga" perintah Andra).


Andra pun langsung menancap gas mobilnya untuk menuju proyek, belum lama Andra pergi jeana pun ingin kembali ke proyek ya karena jeana sudah tidak ada lebam jadi jeana sudah seperti normal kembali).


"pak Rangga Ayuk kita ke proyek lagi kalau kerjaan kita sudah selesai kita bisa cepat pulang ke Jakarta pak" ucap Jeana).


"tapi kan kamu masih sakit je, maaf banget ya je atas kejadian tadi sampai kamu pingsan gitu, kamu gak akan nuntut saya kan je" tanya Rangga).


"ya tapi kamu sampai pingsan gitu tadi de ngebuat saya panik" ucap Rangga).


"mungkin saya pingsan karena saya belum makan pak kita kan dari pagi di Jakarta sibuk sampai sampai sini gak sempet makan pak" jawab jeana).


"astaga jeana maafin saya ya , saya lupa kalau kita belum makan maaf je bener bener maaf sebagai gantinya nanti kamu saya teraktir ke restoran paling enak di sini" tawar Rangga).


"oke lah pak Rangga tapi sebaik nya kita kelarin dulu kerjanya kita pak ").


Jeana dan Rangga langsung masuk ke mobil dan menuju proyek lagi).


Andra sudah sampai proyek terlebih dahulu, Andra langsung kaget melihat Ria sudah diri di atas gedung tertinggi,


"Ria jangan lakuin itu" teriak Andra panik).


"saya nggak akan ngelakuin ini kalau bapak bilang cinta ke saya" ancam ria).


Andra pun terdiam bingung apa yg harus dia lakukan Karena dia tidak mencintai ria ,

__ADS_1


"sudah pak kata kan saja apa yg dia mau pak dari pada dia terjatuh pak" ucap sang mandor


Andra pun masih tetap diam,


"ayo Dra katakan kalau Lo ga bilang cinta gue akan loncat nih gue hitung sampai 5" ria semakin mengancam).


"oke ya Dra satu, dua, tiga, empat...." ucap ria).


"iya Ria gue mencintai Lo" teriak Andra terpaksa).


Jeana dan Rangga pun tepat sudah sampai di belakang Rangga mereka pun mendengar pernyataan Andra, namun Andra tidak menyadari jika Rangga dan jeana ada di situ juga , Andra masih diri terdiam dan akhirnya Ria pun lari memeluk Andra , Andra hanya diam saja).


Sebelum Angga mengetahui keberadaan Rangga dan jeana, Rangga langsung menarik lengan jeana untuk masuk ke lift dan menunggu di bawah).


"maaf ya Lo gue ajak paksa ke bawah karena gue takut ada keributan lagi je , gue takut pokoknya kita kan disini mau kerja je bukan jadi berantem kamu paham kan je" jelas Andra).


"iya pak gak apa apa ko" jawab jeana).


"mungkin Andra bilang cinta ke ria itu hanya terpaksa je" celeteuk pak Rangga).


"oh iya gak masalah soal itu pak, terkadang lelaki itu memang bisa menyatakan cinta dengan orang yang berbeda dalam waktu yang singkat pak" celetuk jeana).


"tapi Andra bukan type seperti itu je" bela Rangga).


"ih pak Rangga ada ada aja deh kan saya gak bilang kalau lelaki itu pak Andra" jea dengan tersenyum).


Rangga pun sangat bersimpati dengan sikap jeana yang bisa menghadapi masalah dengan tenang walau sejujurnya Rangga tau hati Jeana terluka, ya karena baru saja Andra bilang cinta kepada jeana lalu tak lama jeana mendengar Andra bilang cinta ke perempuan lain ya walau terpaksa tapi kan tetap saja pasti hati Jeana kacau).


Rangga dan jeana duduk di lantai bawah sambil bercanda tertawa tawa menunggu kejadian Di atas mereda, tiba tiba Andra turun ke lantai bawah dengan Ria, mereka turun dengan posisi tangan Andra di gandeng ria, namun Andra lupa melepaskan gandengan tangan itu walaupun di depan jeana, Andra bermaksud ingin mengantar Ria ke hotel untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya).


"Rangga jeana ko kalian ada disini" tanya Andra kaget).


"je Lo diem aja biar gua yang Jawab" perintah Rangga).


Jeana pun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya tidak mau melihat ke arah Andra yang terus bergandengan dengan Ria).


"iya kita baru datang ko Dra, niatnya kita mau kelarin kerjaan hari ini karena kalau sudah kelar kita kan bisa ke Jakarta dengan cepat banyak kerjaan yg sudah menunggu di Jakarta Dra" jawab Rangga).


"oke baik lah sini berkas berkas nya" ucap Andra.


akhirya Andra melepaskan gandengan tangan ria dan melirik ke jeana, Namaun jeana tetap terdiam menunduk seperti patung sebagai mana yang bos Rangga perintah kan).

__ADS_1


"oke dra kerja selesai, gue pamit dulu , Sampai berjumpa di Jakarta ya" ucap Rangga sambil menarik jeana).


dan di pandang sinis oleh Ria.


__ADS_2