
Akhir nya setelah 1 Minggu di Korsel Andra dan jeana sampai juga di Indonesia, mereka langsung menuju apartemen.
"mas kita langsung ke rumah mamah yuk" ajak jeana dengan wajah bersemangat.
"sebentar ya sayang, aku ngecek laporan dulu" Jawab Andra sambil menatap layar laptop nya.
"oke mas" jawab jeana sambil memberikan Andra secangkir kopi.
Jea pun sibuk menyiapkan oleh oleh untuk mertua, ibu, adik, deanda, afi, dan Tara,, jeana pun sangat bersemangat memasuki nya ke dalam tas tentengan.
Andra pun sudah selesai mengecek pekerjaan nya.
"Ayuk je kita ke rumah mamah" ucap Andra sambil bangun dari duduk nya.
"tolong bawain ya mas" ucap Jeana sambil menunjuk ke arah tentengan yang sudah di siapkan oleh jeana.
Andra dan jeana pun menaiki mobil dan menuju rumah ibu Dinda.
"assalamualaikum mah" ucap Andra dan jeana.
"waalaikusalam" jawab bu Dinda sambil membukakan pintu dengan wajah tersenyum melihat anak dan menantunya datang.
"mah ini untuk mamah" ucap jea sambil memberikan tentengan yg ada di tangan nya.
"Ayuk masuk, oh terimakasih sayang sudah repot repot beliin mamah" ucap mamah dengan wajah bahagia.
"nggak ko mah jea juga seneng jika mamah mau menerima nya apa lagi jika mamah suka" ucap Jeana.
"oh tentu dong mamah suka karena ini kan special di beli kan oleh menantu kesayangan" jawab mamah dengan wajah tersenyum.
"oh iya mah papah mana?" tanya Andra.
"papah lagi di kantor pusat Dra" jawab mamah.
"oh iya mah apakah papah sudah mencari orang untuk di kantor cabang menggantikan ria?" tanya Andra.
"sudah Dra tapi belum ada yg cocok kan mecari orang yang cocok gak segampang itu juga" jawab mamah.
"tapi mah kantor cabang gak bisa di biarain lama lama seperti ini gak ada pimpinan bisa bisa kacau mah" ucap Andra dengan wajah serius.
"gimana kalau aku aja mas" ucap jea menawarkan diri.
"boleh tuh Dra kenapa gak jea aja yang mimpin perusahaan cabang" ucap mamah.
"tapi kan mah otomatis Andra sama jea jadi LDR dong, Andra juga gak bisa meninggal kan kantor pusat" ucap Andra.
"gak apa apa ko mas kan kamu 1 Minggu 2 kali bisa ketemu aku" ucap Jeana.
"memang nya kamu gak apa apa je jauh jauh dari Andra" tanya mamah.
"nggak ko mah jea juga kan waktu sebelum nikah dengan mas Andra sudah biasa tinggal di Bali" ucap Jeana meyakinkan mertua dan suaminya.
"ya sudah lah dra dari pada nanti kantor cabang gak ada yang mimpin serahin aja ke istri kamu" ucap mamah.
"oke lah , kalau mamah dan jea mau, aku bisa apa" jawab Andra pasrah.
__ADS_1
Karena Andra sangat patuh kepada orang tua nya apa lagi ini mamah dan istri nya yg meminta jadi Andra mengalah untuk setuju.
"oke jadi nya mulai kapan nih aku Kerja nya mas" tanya jea dengan wajah bersemangat.
"terserah kamu sayang mau nya kapan" jawab Andra.
"mulai besok bagaimana mas" tanya jeana.
"gak kecepatan aku kan masih kangen sama kamu je" ucap Andra dengan wajah manja.
"cie ilang anak mamah bisa manja juga di depan istri nya" ledek Bu Dinda.
"aduh andra keceplosan" jawab Andra sambil ketawa.
"ya kamu temenin dulu jea di sana Dra, nanti setelah jea sudah terbiasa baru deh kamu PP Jakarta Bali" ucap mamah.
"bener juga ya mah, ya sudah mah kalau gitu Andra pamit dulu ya" ucap Andra.
"iya mah jea juga pamit ya" ucap Jeana sambil cepika cepiki dengan Bu Dinda.
setelah seharian membagikan oleh oleh ke keluarga serta ke temennya jea akhirnya jeana dan Andra pun sampai di rumah afi tujuan akhir jeana sekalian melihat pembangunan kafe sudah sampai dimana .
"assalamualaikum fi" ucap jea
"waalaikusalam salam Bu bos pak bos" jawab afi tersenyum.
"oh iya nih fi untuk Lo" ucap jea sambil memberikan ke afi.
"wih apa ini je , terimakasih ya je " ucap afi dengan wajah tersenyum.
"iya mas bener aku dan Afi Kerja sama untuk membangun usaha ini" ucap Jeana.
"oh , fi ini kira kira kapan beres nya?" tanya Andra.
"ya 1 bulanan lagi bos, target nya si 1,5 bulan kita udah opening" ucap afi.
"oke lah " jawab Andra wajah arogan nya.
"oh iya fi jika butuh apa apa kabari aja ya gue pamit dulu" ucap Jeana sambil meninggalkan afi.
"oke je, terimakasih ya bingkisan nya" jawab afi.
Andra dan jea pun pulang ke apartemen dan setiba nya di apartemen jea tanpa rasa Lelah langsung menyiapkan barang untuk besok di bawa ke bali.
"mas besok bararti kita terbang ke Bali, terus nanti kita tinggal di hotel lagi mas" tanya jea.
"nggak lah je nanti kita beli rumah aja di sana karena kan kita akan menetap di sana" ucap Andra.
"oh oke deh mas kalau gitu cari yang jarak nya gak jauh dari kantor aja mas" ucap Jeana.
"iya sayang biar aku suruh orang untuk mencarikan nya" jawab Andra.
jea pun langsung menuju dapur dan menyiapkan makanan untuk Andra.
"ternyata kamu itu orang nya aktiv banget ya je masih sempet sempetnya masak untuk aku" ucap Andra dengan wajah bangga.
__ADS_1
"iya lah mas sudah kewajiban aku untuk melayani kamu" ucap Jeana dengan wajah tersenyum.
...****************...
Hari pun mulai gelap Andra masih sibuk dengan laptop nya akhir nya jeana memilih untuk keluar dan berjalan kaki menikmati kerlap kerlip lampu .
telepon jea pun berbunyi itu panggilan video Jea langsung mengangkat nya dan duduk di salah satu tempat makan.
"hallo jea apa kabar? kamu sekarang berhijab ya cantik banget" ucap Rudi memuji jea
"baik pak Rudi, gimana kalau kabar bapak? iya pak" ucap jeana.
"baik juga ko je, jangan panggil bapak panggil Rudi aja je" ucap Rudi dengan wajah tersenyum.
"oh iya rud gimana kafe sudah buka lagi" tanya jea.
"sudah ko ini aku lagi di kafe" ucap Rudi sambil mengarahkan kamera hp nya mengelilingi ke kafe nya.
"wah rame ya rud, dan lebih luas sekarang ya" ucap jea bangga.
"iya je tapi banyak pengunjung yang nanyain kamu" ucap Rudi.
"iya kapan kapan aku main deh kesitu dan nanti aku menyanyi beberapa lagu" ucap Jeana.
"kapan je kamu mau kesini nya" ucap Rudi dengan wajah bahagia.
"ya nanti deh aku kabarin kalau aku mau ke kafe kamu rud" ucap Jeana.
"baik kalau gitu , aku tunggu ya je" ucap Rudi.
"oke rud bye" ucap Jeana.
panggilan video pun terputus.
Ternyata Andra dari tadi mencoba menelpon jeana namun tidak bisa, Akhirnya Andra memutuskan untuk mencari jeana ke luar, di perjalanan Andra bertemu jea.
"mas kamu mau kemana" tanya jea.
"mau cari kamu lah" ucap Andra dengan wajah kesal.
"aku cuma cari angin aja mas, abis nya aku bt liat kamu sibuk sama Kerjaan terus" ucap jea.
"kan aku udah berapa kali bilang sama kamu kalau keluar itu bilang sama aku, dan mana handphone kamu" ucap Andra sambil mengambil handphone jea .
Andra langsung membuka handphone jea, dan Andra melihat jea habis melakukan panggilan video Dengan Rudi.
"kamu abis teleponan sama Rudi" tanya Andra dengan wajah cemburu.
"iya mas, kenapa emang?" ucap jea dengan wajah santai.
"aku gak suka kamu berkabar dengan Rudi" ucap Andra kesal.
"iya mas maaf" ucap jea kesal dan meninggalkan Andra.
Jea pun sampai di kamar nya dan langsung tidur tidak menghiraukan Andra, karena jea kesal dengan Andra masa hanya berkabar dengan rekan nya aja gak boleh menurut jea andra telalu egois , disaat jea tertidur Andra langsung mengechat Rudi "jangan ganggu gue lagi" tulis Andra.
__ADS_1