Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Kebersamaan 2


__ADS_3

Hari pun sudah pagi Jeana afi Ivan dan deanda sudah siap siap untuk ke pantai karena mereka hari ini ada acara ke pantai bareng.


"je kita gak mungkin jalan kaki kan" tanya deanda.


"ya nggak lah naik taksi online " jawab jeana.


"de si Afi bawa kaca mata hitam gak" tanya afi.


"kenapa emang fi, Lo mau minjem ya" ucap deanda.


"bukan gitu de , nanti gue takut Ivan matanya jelalatan kemana aja gitu" ledek afi.


"ah sial Lo fi ya nggak gitu lah tenang cinta gue itu hanya untuk deanda seorang jadi perempuan lain mau secantik atau sesexy apa pun tetap deanda yang nomor satu di mata gue" ucap Ivan.


"tuh kan de Lo gak denger ucapan laki Lo, masa kalau cewek lain di pandang nya cantik sexy lah kalau Lo de cuma di pandang angka 1" ledek afi sambil ketawa.


"udah fi ih jangan jadi kompor, nanti akhirnya nggak jadi dah perginya" ucap Jeana.


Taksi online pun sudah datang afi, jeana, deanda dan Ivan pun langsung masuk ke mobil menuju pantai, ketika sudah sampai di pantai ternyata afi sudah janjian sama Jessy,


deanda sama Ivan , afi sama Jessy akhirnya Jeana memilih untuk duduk sendiri di pinggir pantai menyaksikan sahabat nya saling berpasangan.


Di saat deanda dan Ivan afi dan Jessy sibuk ber mesraan, jeana Akhirnya memilih pulang duluan ke apartemen ya karena matahari juga semakin panas.


Jeana langsung masuk ke kamar nya berganti baju dan ingin tidur siang mumpung gak ada afi soalnya kalau ada afi itu berisik banget jeana sampai gak pulas tidurnya , tiba tiba telpon jeana berbunyi ternyata itu pesan dari ibu nya.


" je jangan lupa ya datang di acara ulang tahun adik mu kalau kamu gak datang pasti adik mu sangat sedih" isi pesan ibu.


"baik Bu, jeana Pastika akan datang" balas ibu.


"ya nanti acara nya di "Restoran Star" ruang VIP ya je" isi pesan ibu.


"oh ko tumben Bu segala nyewa restoran biasa nya juga di rumah, kenapa gak di rumah aja" balas jeana.


"iya si adik ingin suasana baru kata nya, pokok nya jangan sampai telat jam ,7 malam di "restoran star" ya" isi pesan ibu.


"oke Bu siap" balas Jeana.


Jeana pun setelah chatan dengan ibunya langsung Tertidur lupa mengabari sahabatnya jika jeana sudah pulang duluan, Ivan deanda afi Jessy semua panik mencari jeana di pinggir pantai tapi gak ada.


"jeana ke mana si" ucap deanda.


"mungkin gak si kalau dia di culik" ucap afi.


"ya nggak mungkin ada ada aja Lo fi jeana kan udah besar udah tua juga siapa yang mau nyulik" jawab Ivan.

__ADS_1


"oh bisa jadi jeana sudah pulang duluan,karena dia boring duduk sendirian soal nya kan kita sibuk bermain main " ucap jessy.


"bener juga tuh kata Jessy" ucap Ivan.


"bagaimana jika kita beliin jeana makanan sebagai permintaan maaf kita karena sudah cuekin dia" ucap deanda.


"wah ide yang bagus tuh" ucap Ivan.


"iya sekalian kita juga makan , laper nih" ucap afi.


"ya sudah yuk kita cari restoran terdekat , naik mobil aku aja" tawar jessy.


Deanda , Ivan, afi, dan Jessy naik ke mobil Jessy menuju restoran dan tidak lupa memesan untuk jeana.


...****************...


Mobil jessy pun sudah sampai di depan apartemen, Ivan afi dan deanda turun dari mobil Jessy.


"Jes terimakasih ya" ucap deanda.


"iya sama sama" jawab Jessy.


"kamu gak mau turun dulu bep" tanya afi.


"nggak bep kapan kapan aja aku ada urusan" ucap Jessy.


Jessy pun menancap gas mobilnya meninggalkan apartemen afi dan langsung menuju salon nya.


"tok tok tok" denda mengetuk pintu kamar jeana .


"gak di buka gimana dong, jangan jangan jeana betulan marah nih" ucap deanda.


"masa si jeana marah" ucap Ivan.


"oh iya fi Lo kan 1 kamar pasti Lo punya kunci serep nya kan" tanya deanda.


"oh iya de nih" ucap afi.


"yeh bukan nya dari tadi" ucap Ivan.


"ya maaf Van gue lupa" jawab afi.


Deanda pun membuka pintu kamar ternyata setelah mereka masuk melihat jeana lagi Tertidur pulas.


"pantas aja gak di buka buka dari tadi" ucap deanda.

__ADS_1


"bentar bentar" ucap afi.


"prank.. prank..prankk... prankk" suara afi membanting kan panci mie yang ada di kamar jeana., jeana pun langsung bangun kaget.


"astaghfirullah ada apa itu" ucap Jeana kaget.


"haa haaa haaa" afi deanda Ivan ketawa.


"ih gak lucu tau , kalau gue jantungan gimana" ucap Jeana kesal.


"Lucu banget je Lo gak liat ekspresi muka Lo si tadi" ucap afi sambil ketawa.


"jahat Lo fi" ucap Jeana.


"Lo juga jahat je masa pulang duluan gak ngabarin ke kita , kita sampai panik cari cari Lo" ucap deanda.


"astaga maaf ya gue lupa tadi gue niat nya mau ngechat kalian tapi gue malah ke tiduran, sekali lagi maaf ya" ucap Jeana.


"iya jeana gak apa apa ko, nih buat Lo" ucap deanda.


"apaan ini de?" tanya jeana.


"Lo buka aja" ucap Jeana.


"wih tau aja Lo kalau bangun tidur itu emang lapar , paling pengertian dah pokoknya deanda" ucap Jeana .


"ya udah je , fi gue mau ke kamar dulu istirahat dulu" ucap deanda.


"iya terimakasih ya atas makanan nya" ucap Jeana.


Deanda dan Ivan langsung meninggalkan kamar jeana, tinggal afi dan jeana di dalam kamar.


"fi Lo mau gak" tanya jeana sambil makan.


"nggak ah gue udah makan tadi" jawab afi.


"bagus lah kalau Lo gak mau" ucap Jeana.


"je ko Lo tadi pulang duluan" tanya afi sambil tiduran di sofa sambil chatan dengan Jessy.


"iya gue bt abis nya Lo gue liatain pada asik asik banget jadi gue pulang duluan lagi juga tadi udah panas banget cuaca nya udah lagi gue ngantuk fi, semalam kan gue gak bisa tidur gara gara Lo tidurnya berisik banget" ucap Jeana.


"haa haaa gue ngorok ya" tanya afi.


"iya bukan ngorok lagi udah kayak konser dah pokoknya berisik banget Lo fi ampun kalau gue harus tidur setiap malam sama Lo, kesian juga Jessy kalau sampai nikah sama Lo fi" ledek jeana.

__ADS_1


"ya kalau cinta mah beda lah je , pasti Jessy mau nerima gue apa adanya walaupun ngorok gue berisik tapi pasti bagi Jessy itu sangat merdu" ucap afi.


"yeh PD banget Lo fi, rasa mau muntah ni" ucap Jeana.


__ADS_2