Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Belum Percaya


__ADS_3

Setelah dari rumah afi, Andra dan jeana langsung pulang ke apartemen, kemudian mereka asyik menyantap kue yang tadi di beli nya, bersama secangkir kopi.


"je kamu pernah satu kamar dengan afi" tanya Andra menyelidik.


"iya mas, waktu deanda dan Ivan bulan madu jadi nya terpaksa afi tidur di kamar aku" jawab jeana.


"tapi kalian gak macam macam kan" tanya Andra.


"ya nggak lh mas, afi kan tidur di sofa aku tidur di kamar , apa lagi kita kan kerja capek paling kita makan bareng kayak gini terus ya istirahat" jawab jeana.


"oh bagus deh" jawab Andra merasa lega.


"oh iya kamu kenapa si tadi di depan teman aku sikap nya kayak gitu arogan banget apa mentang mentang kamu itu bos jadi gak selevel gitu?" tanya jea.


"bukan gitu je kan kamu tau aku ini bos, jika aku bertemu karyawan aku di mana pun aku harus bersikap berwibawa jika tidak mereka akan seenaknya kerja di kantor" jelas Andra.


"oh ternyata gitu ya kalau jadi bos, terus Kenapa kamu juga bilang aku mual mual juga mas" tanya jeana.


"iya mereka kan pada ngomongin ngidam, ya aku juga kan sebentul nya juga ingin memiliki keturunan secepatnya" jawab Andra sambil tersenyum.


Jea langsung bangun dari duduk nya dan meninggalkan Andra, Andra langsung menarik tangan jeana agar jea jangan pergi dan akhirnya jea pun duduk kembali di hadapan Andra.


"je kamu jangan menghindar gitu dong, coba nih kamu denger ya aku ini hanya anak satu satu nya mamah dan papah ku sangat mengharapkan cucu dari aku" ungkap Andra dengan wajah sedih.


"ya kamu cari wanita lain aja yang bisa kasih kamu anak" jawab jea dengan wajah cemberut.


"ko kamu malah jawab nya seperti itu je, sebenar nya kamu cinta gak si sama kamu dan sebenar nya kamu anggap aku ini siapa kamu?" tegas Andra.


"udah kamu cari perempuan lain aja dan tinggal kan aku sekarang juga" bentak jea.


"bukan jawaban itu je yang aku ingin dengar dari mulut kamu" ucap Andra.


"udah lah mas tinggal kan aku kamu cari perempuan yang bisa ngasih kamu keturunan" ucap jea sambil meninggal kan Andra.


"ternyata kamu memang sama aja je dengan perempuan perempuan yang aku kenal, aku pikir kamu berbeda je, dan aku pikir kamu mencintai aku dengan tulus dan kenyataan nya sama aja, sikap kamu begitu bahagia di depan teman teman kamu sedangkan jika di hadapan Aku kamu begitu acuh dan dingin je" ucap Andra.


Jeana pun mendengar ucapan Andra langsung membalikan badan nya dan menghampiri Andra.


"maafin aku mas , maksud aku bukan seperti itu" ucap Jeana.


"sudah lah je, mulai sekarang seterah kamu aku gak akan mencari kamu jika kamu pergi dari hidup aku dan jika kamu ingin pernikahan kita berakhir aku akan menuruti, aku sadar jika aku tidak akan pernah mendapat kan cinta yang tulus dari perempuan mana pun termasuk kamu padahal aku mencintai kamu dengan tulus" ucap Andra sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


"jangan bilang gitu mas aku mencintai kamu dengan tulus ko hanya aku belum siap dan hanya karena..." ucap Jeana sambil mengusap air mata Andra.


"karena apa je" tanya Andra.


"karena aku belum begitu mempercayai kamu setelah kamu melukai hati aku, aku takut jika aku hamil kamu akan bermain gila dengan perempuan lain di luar sana aku juga gak mau jika kita sudah mempunyai anak lalu kita bercerai karena orang ketiga, kesian anak kita mas mangkanya aku belum siap mas" jelas jea.


"je coba tatap mata aku, aku gak akan mengkhianati kamu je gak akan ada perempuan mana pun yang bisa menggantikan diri kamu di hati aku je" ucap Andra sambil memegang tangan jea.


"oke tapi gak sekarang kasih aku waktu untuk berpikir" ucap jea.


"ya sudah kita berbaikan ya sayang" pinta Andra.


"iya mas, maafin aku juga ya" ucap jea.


"iya sayang" jawab Andra.


Tiba tiba hp Andra berbunyi ternyata itu telepon dari mamah nya.


"hallo mah ada apa" tanya Andra.


"Dra pak beni masuk rumah sakit dan masuk ICU"ucap mamah panik.


"mamah tau dari mana?" tanya Andra.


"terus gimana keadaan nya pak beni mah" tanya Andra.


"iya gitu Dra belum sadarkan diri" ucap mamah.


"ya sudah lah mah cabut aja laporan ria, seperti nya pak beni begitu tertekan atas kejadian yang menimpa anak nya" ucap Andra.


"ya sudah mamah akan mengutus orang untuk mencabut laporan ria" jawab mamah.


"oke mah, semoga pak beni cepat sadar ya mah" ucap Andra.


"iya Dra, oh iya kamu belum juga berangkat" tanya mamah.


"ini lagi rapih rapih mah" jawab Andra.


"oh ya sudah hati hati di jalan, nanti kalau sudah sampai kabarain mamah ya" ucap mamah.


"oke siap mah" ucap Andra.

__ADS_1


telepon pun berakhir.


...****************...


"siapa yang di ruang ICU mas?" tanya jea.


"oh itu pak beni papah nya ria, pak beni seperti nya sangat terpukul atas kejadian penangkapan ria je" ucap Andra.


"oh ria sudah di tahan mas, sejak kapan?" tanya jea.


"kemarin malam je dan juga tadi pagi waktu mas di kantor pak beni minta tolong ke aku agar mencabut laporan ria" ucap Andra.


"ya sudah lah mas cabut aja laporan nya gak tega juga denger nya jika papah ria sampai masuk ICU gitu ya walaupun kalau kita melihat kejahatan ria si memang bikin naik darah" ucap Jea.


"iya je mamah sudah mengutus orang untuk mengurus pencabutan kasus ria" jawab Andra.


"bagus deh mas , mangkanya mas orang seperti ria itu lebih baik kita jauhin" ucap jea.


"karena kamu cemburu ya je" ledek Andra.


"ah nggak tuh biasa aja , cuma kan sikap ria itu bisa merugikan orang orang di sekitar nya"jawab jea.


"jujur aja je kalau kamu cemburu kan, kalau di pikir pikir ria itu memang cantik juga si je, badan nya bagus lah dan selalu berpakaian sexy di hadapan aku" ledek Andra .


"pantas aja kamu kalau di deketin ria diem aja gak pernah nolak ternyata kamu menikmati nya ya" ucap Jeana dengan wajah kesal.


"kamu kata siapa aku kalau di deketin ria diam aja" ucap Andra.


"ya aku lihat dengan mata kepala aku sendiri lah yang waktu aku nyamar jadi Susi dan akhirnya aku sengaja tumpahin kopi ke rok ria" ucap jea


"hahhahaa" jawab Andra ketawa.


"malah ketawa lagi bukan nya mikir" ucap Jeana kesal.


"iya habis nya kamu gak mau mengakui jika kamu cemburu" ledek Andra.


"tau ah dasar laki laki tuh gitu gak boleh liat yang cantik cantik" ucap jea.


"ya sudah je jangan marah lagi dong, ayuk je kita ke bandara" ajak Andra.


"yuk mas itu koper nya" ucap Jeana sambil menunjuk ke arah koper.

__ADS_1


Jeana dan andra pun menuju bandara untuk melakukan penerbangan ke Korsel.


__ADS_2