
Jam istirahat Ivan dan resi pun sudah berakhir mereka menuju meja kerja masing masing , tiba tiba Ivan di hampiri oleh sekertaris pak Andra.
"pak Ivan di panggil ke ruang pak Andra sekarang" ucap sekertaris.
"iya Bu" jawab Ivan.
Resi hanya memperhatikan Ivan dan belum sempat bertanya ke Ivan ada apa kira kira pak Andra memanggil Ivan , namun Ivan sudah melangkah kaki ke ruang pak Andra dengan perasaan gemetar dan pikiran yang macem-macem.
"apa tadi pak Andra tau kalau gue lagi ngegosip dia, jangan jangan sekarang gue mau di pecat, tapi kenapa resi gak di panggil juga kalau gitu" ucap Ivan di dalam hati.
"Tok..tok.tok" Ivan mengetuk pintu ruang pak Andra.
"iya masuk" terdengar suara Andra"
"silahkan duduk Van" ucap Andra.
"iya pak, kira kira bapak ada apa ya memanggil saya ke sini?" tanya Ivan.
"saya mau tanya soal jea Van , saya baru ingat kalau kamu itu kan sahabatan sama jea" tanya Andra.
"oh iya pak kami memang sahabatan dari kecil" jawab Ivan.
"ya sekarang kamu tau gak kalau jeana kemana? saya telponin gak bisa seperti nya nomor saya di blokir dan saya cari cari dia kemana pun gak ada Van" ucap andra.
"maaf pak saya juga kebetulan akhir akhir ini jarang contacan sama temen temen soalnya kan saya akhir akhir ini sibuk banyak kerjaan pak, pacar saya aja sampai kurang saya perhatikan pak, apa lagi jea saya gak tau pak" jawab Ivan berbohong.
"ya sudah kalau gitu, kamu kembali kerja ke meja kamu" ucap Andra.
" baik pak" jawab ivan.
Andra pun akhirnya menghubungi salah satu bodyguard nya untuk menyelidiki keberadaan jeana, jam kerja pun sudah berakhir tiba Andra pun buru buru keluar dari ruangannya karena takut ria ingin nebeng dengan nya. Jangankan satu mobil bareng, melihat ria aja sudah tidak mau, karena Andra menganggap semua kejadian ini, jea menghilang dari dirinya karena ke egoisan ria.
Ivan dan resi berjalan bareng menuju parkiran.
"Van Lo tadi kenapa di panggil ke ruang pak Andra" tanya resi.
"ya gue di tanya tentang keberadaan jea" jawab Ivan.
"terus Lo jawab apa Van" tanya resi.
"gue jawab gak tau Res, soalnya gue gak mau jea terlibat terlalu dalam dengan hubungan mereka gue takut jea di apa apain Lo tau sendiri Bu ria itu orang nya nekat kan" ucap Ivan.
__ADS_1
"oh iya bener Van, mungkin alasan jeana menetap di Bali untuk mengindari pk Rangga mungkin gak Van?" tanya resi.
"iya lah pasti Res itu alasan jeana" jawab Ivan.
"itu Van Lo liat pak Andra buru buru banget ya, nah itu Bu ria ngejar nya dari belakang" ucap resi.
"seperti nya Res pak Andra tuh emang udah gak mencintai Bu ria, tapi Bu rianya aja yang ngejar ngejar terus pak Andra" ucap Ivan.
"iya ya Van padahal baru pacaran tapi cuma di putusin sampai ngelakuin hal nekat" jawab resi.
"ya lah Res coba aja Lo pikir siapa yang mau ngelepas CEO besar seperti Andra apa lagi gue udah tebak cewek cewek kayak Bu ria itu matre segala cara dia bisa lakuin untuk mendapatkan apa yang dia mau" ucap Ivan .
"ya gue juga gak yakin kalau Bu ria tadi akan loncat beneran" ucap resi .
"iya lah Bu ria itu cuma cari cara agar mendapatkan simpatik pak Andra Res" ucap Ivan.
"ya udah yuk Van cabut" jawab resi.
"oke lo hati hati di jalan ya , gue mau ketemu ayank gua dulu" ucap ivan.
"oke Van bye" ucap resi.
"bep sini" ucap deanda.
"kamu udah lama?" tanya Ivan.
"belum ko bep, aku juga baru sampai tapi aku sudah pesenin makan dan minuman juga untuk kamu" ucap deanda.
"kamu emang paling pengertian bep, tau aja kalau aku pulang dari kantor udah lapar banget" ucap Ivan.
"bep orang tua kita jadi ketemu nanti malam" tanya deanda.
"jadi dong bep, nanti aku dan orang tua ku akan datang kerumah kamu jam 7 malam ya" jawab Ivan.
"tapi aku deg degan deh bep, aku pakai baju apa ya?" tanya deanda.
"pakai baju apa pun kamu tetap cantik ko, yang penting pakaian nya yg sopan bep" jawab Ivan.
"oke kalau gitu aku telpon jeana deh minta di temenin beli baju" ucap deanda.
"gak usah di telpon bep, percuma jeana gak akan bisa" jawab Ivan.
__ADS_1
"loh ko kamu bisa tau emang kamu tadi ketemu jeana" tanya deanda.
"nggak si bep, aku kan tadi kerja terus langsung kesini gimana mau ketemu si jea" jawab Ivan.
"terus kamu tau dari mana kalau jea gak bisa temenin aku" tanya deanda.
"kamu belum liat di grup ya, itu kan jeana kirim foto lagi di pantai sama afi" jawab Ivan.
"sebentar aku liat dulu bep,.,,oh iya bener tapi ko ini kayaknya di Bali ya bep?" tanya jea.
"iya bener bep afi sama Jeana lagi pada di Bali" jawab Ivan.
"aku juga mau bep liburan kesana, masa kita yg pacaran kalah sama dia si jomblo jomblo pada libura ke Bali" pinta Jeana.
"iya iya setelah acara nanti kita liburan kesana, sekalian nemuin jeana dan Afi, nanti aku ambil cuti bep" ucap Ivan.
"nemuin mereka memangnya mereka liburan nya lama di sana bep?" tanya deanda.
"iya mereka itu emang menetap di sana bep" jawab Ivan.
"hah mereka menetap di sana, mereka ngapain di sana bep? kerja?" ucap deanda.
"mungkin bep" jawab Ivan.
"kalau gak kerja gak mungkin afi sama Jeana tinggal Disana juga si" ucap deanda.
"ya nanti kalau mau lebih jelas kita tanya langsung aja ke afi dan jea kalau kita liburan kesana bep" ucap Ivan.
"oke bep, sekarang kita fokus sama acara kita dulu aja ya bep" ucap deanda.
"iya betul banget bep"jawab Ivan.
"tapi bep kira kira orang tua kita gimana ya setelah ketemu nanti malam" ucap deanda.
"ya mudah mudahan lampu hijau bep" jawab Ivan.
"ya sudah aku mau ketoko baju dulu" ucap Deanda.
"yuk aku temenin" jawab Ivan.
Ivan dan deanda pun menuju toko baju, setelah deanda membeli baju yang cocok Ivan dan Denada langsung pulang untuk mempersiapkan acara pertemuan keluarga nanti malam , karena deanda belum tau jika kehadiran keluarga Ivan adalah untuk membicarakan pertunangan Ivan dan deanda.
__ADS_1