
Setelah sampai di Jakarta Bu wita langsung menghubungi bu Dinda, untuk bertemu dengan Bu dinda dan membicarakan jika Bu wita ingin menggagalkan perjodohan untuk putri nya,karena bagi Bu wita Sekarang adalah kebahagiaan putrinya itu adalah yang terpenting.
Percakapan ibu wita dan ibu Dinda.
"hallo jeng" ucap Bu Wita.
"iya jeng" Jawab Bu dinda.
"saya ingin bertemu jeng Dinda , ada yang ingin saya bicarakan apakah jeng Dinda ada dirumah?" tanya Bu wita.
"oh iya saya ada di rumah ko, kapan kira kira jeng wita datang kesini" tanya Bu dinda.
"sekarang saya langsung berangkat ke rumah jeng Dinda" ucap Bu Wita.
"baik saya tunggu kedatangan nya ya jeng" ucap Bu dinda.
Telepon pun berakhir.
Ibu wita langsung memesan taksi online untuk menuju rumah ibu Dinda.
"apapun jawaban dari Bu dinda atas penggagalan perjodohan ini saya akan terima" ucap Bu dinda sambil menarik nafas panjang.
"tok.tok.tok" ibu wita mengetuk rumah Bu dinda, tidak lama kemudian pun Bu dinda membuka pintu.
"ehh... jeng wita Ayuk silahkan masuk" ucap Bu dinda.
ibu wita pun langsung masuk ke dalam rumah Bu dinda dan langsung duduk di ruang tamu.
"mbok tolong bawakan minum dan kue kue yang tadi ya" ucap Bu dinda menyuruh Asisten Rumah tangganya agar membawakan jamuan untuk Bu Wita.
"iya Bu" ucap si mbok Sambil membawakan aneka macam jus, ada jus jeruk, jus alpukat, jus strawberry, jus mangga, beraneka Cake serta buah-buahan yang kumplit.
Ibu wita hanya terdiam Melihat minuman makanan yang di bawakan oleh Asisten Rumah Tangga jeng Dinda karena banyak banget , padahal kan Bu wita datang hanya seorang diri kenapa jamuannya sebanyak itu.
"jeng Dinda ini gak salah" ucap Bu Wita.
"gak jeng saya sengaja sudah siapkan ini semua karena jeng wita mau berkunjung kesini, bagaimana pun kan jeng Dinda calon besan saya" ucap Bu dinda sambil tersenyum.
"bagaimana saya memutuskan nya jika perlakuan Bu dinda seperti ini" ucap Bu Wita di dalam hati.
"Ayuk silahkan di minum dan di makan kue nya jeng" ucap Bu dinda.
__ADS_1
"iya jeng" jawab Bu wita dengan wajah bingung karena harus dari mana dia memulai pembicaraan untuk menggagalkan perjodohan anaknya , sungguh terasa berat untuk Bu Wita.
"oh iya gimana jeng kabarnya putri? apakah putri sudah mau bertemu dengan keluarga saya" tanya Bu dinda dengan perasaan penuh harapan.
"putri kabarnya baik jeng, tapi saya mohon maaf sebesar besarnya jeng sepertinya saya tidak bisa menerima perjodohan ini jeng anak saya belum siap untuk menikah, dan juga setelah saya selidiki sebenarnya anak saya mengagumi seseorang pria jeng" ucap Bu Wita dengan perasaan deg degan seperti jantung mau copot.
"oh iya tidak apa apa jeng" jawab Bu dinda dengan perasaan kecewa tetapi Bu dinda masih tetap ingin memperjuangkan putri untuk di jadikan menantunya.
"jeng Dinda gak marah kan?" tanya Bu wita.
"nggak lah jeng , walaupun jujur sebenarnya saya agak kecewa karena saya sudah berharap sekali putri mau menjadi menantu saya" jawab Bu dinda.
"saya juga inginnya seperti itu jeng, tapi ya namanya anak anak terkadang memiliki pilihan yang lain" jelas Bu wita.
"iya bener jeng, Ayuk silahkan di santap hidangan nya walaupun hanya seadanya ya jeng" ucap Bu dinda dengan wajah tersenyum.
Akhirnya Bu Dinda dan Bu wita pun menyantap cake dan meminum jus, di dalam hati Bu wita sangat lega ternyata respon Bu dinda mengerti dengan penggagalan perjodohan ini, tiba tiba Bu dinda ingin ke buang air kecil.
"jeng Dinda saya ingin izin ke toilet dimana ya toiletnya" tanya Bu wita .
"oh di sebelah sana , dari ruang keluarga jeng lurus lagi aja" ucap Bu dinda Sambil menunjuk kan ke arah toilet.
"oh itu anaknya jeng Dinda yang ingin di jodohkan dengan jea" ucap Bu dinda sambil melanjutkan berjalan .
Namun tiba tiba ibu wita menyadari ada yang aneh dengan foto itu sehingga akhirnya Bu wita membalikan badannya dan melihat lagi foto itu.
"itu kan Andra" ucap Bu Wita dengan suara agak keras karena sangking kaget nya Bu wita.
Ibu Dinda pun menghampiri Bu wita karena mendengar teriak kan Bu wita.
"ada apa jeng" tanya Bu dinda.
"jadi anaknya jeng Dinda yang ingin di jodohkan dengan anak saya itu Andra" tanya Bu wita dengan perasaan senang.
"iya betul jeng, apakah jeng wita mengenal anak saya" tanya Bu dinda penasaran.
"saya kenal jeng bahkan Andra ini pernah main ke rumah saya" jawab Bu wita.
"Hah,, main jeng" ucap Bu dinda kaget.
"iya betul benget jeng, sini saya jelaskan" ucap Bu Wita sambil mengajak Bu dinda duduk di ruang tamu lagi.
__ADS_1
"coba jeng jelasin saya masih belum paham" tanya Bu dinda dengan perasaan penasaran.
"iya jadi yang tadi saya jelaskan kepada jeng Dinda jika anak saya mengagumi laki laki itu ya Andra jeng laki lakinya" ucap Bu wita.
"oh jadi nya anak kita sebetul nya sudah saling mengenal gitu jeng" tanya Bu dinda.
"iya betul sekali jeng" jawab Bu wita.
"tetapi kenapa ketika saya bilang ke Andra akan saya jodohkan dengan putri Andra seperti tidak mengenalnya" ucap Bu dinda.
"ya karena Andra mengenal putri itu adalah jeana jeng" jawab Bu wita .
"oh sebentar sebentar, seperti nya saya pernah mendengar Andra mengucap nama jeana deh" ucap Bu dinda.
"ya pasti lah jeng, karena memang mereka pernah dekat bahkan waktu itu jeana pernah di beri hadiah tas mahal oleh andra" jawab Bu wita.
"oh iya bener, Andra pernah bilang jika Andra menyukai seorang perempuan namanya jeana , tetapi perempuan itu menghilang dari dirinya" ucap Bu dinda.
"ya karena jeana kerja di luar kota jeng, tapi kenapa jeng Dinda ingin menjodohkan Andra dengan anak saya? bukannya Andra sudah mempunyai pacar yang nama nya Ria" tanya Bu wita.
"oh Ria, Ria itu bukan siapa siapa nya Andra dia hanya bekerja di kantor keluarga saya, tetapi Ria memang sangat mengagumi Andra dan mengejar Andra terus , hanya saya yang tidak memberikan restu kepada Ria dan Andra nya pun juga memang tidak menyukainya" jelas Bu dinda.
"oh seperti itu jeng, berarti anak saya selama ini salah paham , karena alasan anak saya bekerja di luar kota itu menghindari Andra jeng" ucap Bu wita.
"oh jadi seperti itu jeng, bagaimana jika kita menyusun rencana untuk menyatukan kembali mereka" tawar Bu Dinda dengan perasaan senang.
"boleh jeng ide yang bagus" jawab Bu wita.
"bararti kita gak jadi menggagalkan perjodohan ini kan?" ucap Bu dinda.
"ya nggak jeng, ternyata kalau memang jodoh itu gak kemana ya jeng pasti ada aja jalan untuk bersatu" jawab Bu wita.
"terus kita mulai dari mana nih jeng, untuk mempertemukan jeana dan Andra" tanya Bu dinda.
"sedikit lagi kan anak saya ulang tahun, dan pasti jeana akan datang bagaimana jika menyewa ruang VIP di salah satu restoran nanti kita pertemukan Andra dan jeana jeng" ucap Bu wita.
"boleh boleh ide yang bagus itu jeng, berarti kalau gitu saya gak usah bilang Andra ya jika putri yang ingin di jodohkan dengan nya adalah jeana" ucap Bu dinda.
"iya bener sekali jeng, surprise untuk mereka" jawab Bu wita.
Akhirnya setelah merencanakan pertemuan antara jeana dan Andra Bu wita berpamitan ingin pulang , karena waktu sudah sore takut suami dan anaknya mencarinya.
__ADS_1