
ke esokkan hari nya jeana seperti biasa nya datang ke kantor namun kali ini Sherly tersenyum tersipu malu kepada jeana.
"kenapa Sher senyum senyum gitu" ucap Jeana.
"nanti kita ke kafe lagi yu Bu" ajak Sherly.
"kamu ingin ketemu Rudi lagi ya" ledek jeana.
"itu ibu tau saya tuh ngefans banget Bu sama Rudi, semalam aja saya sampai gak bisa tidur gara gara kemarin berjabat tangan dengan Rudi Bu" ucap Sherly mengungkapkan kan isi hati nya.
"ya nanti biar saya bilang deh ke Rudi jika ada yang menyukai nya" ucap Jeana sambil ketawa.
"jangan Bu saya malu" ucap sherly dengan wajah memerah.
"biarin aja Sher siapa tau dia juga mau membuka hati nya untuk kamu" ucap Jeana.
"jangan Bu jangan" ucap sherly ketakutan.
"ya sudah sana gih kerja yg bener awas aja ya kalau hasil kerja kamu menurun gara gara mikirin Rudi" ucap Jeana.
"ya nggak lh Bu saya kan profesional" jawab Sherly membanggakan diri nya.
Sherly pun langsung kembali kerja ke ruang kerjanya dan tersenyum senyum sendiri membayang kan diri nya bisa bersama Rudi.
akhirnya jam pulang kerja pun sudah tiba, jeana ingin menuju parkiran dan tiba tiba Sherly sudah menunggu di loby kantor.
"Bu Ayuk bu kita makan di kafe lagi" ucap Sherly.
"ya sudah yuk" jawab jeana.
karena Andra pun masih ada di Jakarta.
ketika Jeana dan Sherly sudah sampai di kafe dan sudah menikmati makanan.
"Bu ko Rudi belum juga keliatan ya" ucap sherly dengan wajah kecewa.
" sebentar sebentar" ucap Jeana sambil memegang hp nya.
jeana pun menelpon Rudi.
"hallo Rud Lo dimana? gue di kafe Lo nih" ucap Jeana.
"gue lagi di luar je, oh maaf ya je aku lagi gak ke kafe hari ini" ucap Rudi.
"oke Rud" jawab jeana.
__ADS_1
Jeana pun langsung mengakhiri panggilan.
"Rudi lagi gak ke kafe Sher hari ini" ucap Jeana.
"yah deh padahal saya berharap banget bisa bertemu dengan Rudi" ucap sherly dengan wajah cemberut.
"kan masih ada lain waktu Sher" ucap Jeana.
"iya si bener bu, ya sudah kita pulang yuk Bu" ucap sherly tetap dengan wajah kekecewaan nya.
Sherly pun langsung menuju kasir dan ternyata kata kasih tidak boleh membayar, akhir nya Sherly pun menghampiri jeana.
"Bu masa saya mau bayar tapi gak boleh bayar lagi" ucap sherly dengan wajah heran.
"ya sudah lah Sher mungkin memang rejeki kita" ucap Jeana dengan wajah santai nya.
akhirnya Jeana dan sherly melangkah kaki menuju parkiran , kali ini jeana membawa mobil sendiri jadi jeana pun langsung menancap gas mobil nya menuju rumah .
...****************...
jeana pun Sedang bersantai di ruang tamu, tiba tiba jeana berpikir ada apa dengan suami nya, dari kepergian nya kemarin tapi Andra tidak memberikan kabar ke diri nya.
tiba tiba jea pun berinisiatif untuk menelpon suami nya namun tidak di angkat , jeana pun panik takut terjadi apa apa dengan Andra, akhirnya jea menelpon mertua nya Bu Dinda.
"hallo mah, ada mas Andra gak?" tanya jea.
"oh ya sudah mah kalau gitu terimakasih ya mah" ucap Jeana.
"iya sayang" jawab mamah.
"siapa yang menelepon andra ya, padahal aku semalam tidak menghubungi mas Andra sama sekali" ucap Jeana.
akhirnya Jeana pun asyik menonton tv, tiba tiba hp jeana berbunyi , jeana berharap jika itu adalah telepon dari suami nya Andra tapi setelah jeana melihat nya ternyata itu adalah telepon dari afi .
"iya fi kenapa" tanya jea
"je Lo di mana?" tanya afi.
"gue di Bali fi , gue sekarang menetap di bali soal nya gue megang perusahaan cabang di sini" ucap Jeana.
"oh Lo dari kapan di Bali?" tanya afi.
"ya sudah 2 hari yang lalu kenapa memang fi" tanya jea.
"semalam gue liat mobil Andra di hotel , gue kan nganterin Jessy kebetulan Jessy menginap di hotel itu" ucap afi.
__ADS_1
"ah Lo salah liat kali fi" ucap jea menutupi rasa curiga nya.
"bener je , kalau Lo gak percaya kebetulan gue foto je nanti langsung gue kirim deh fotonya" ucap afi.
"oh ya sudah fi " Jawab jeana langsung mematikan telepon afi, dan Afi pun langsung mengirimi gambar mobil Andra ada di parkiran hotel, jeana pun langsung membuka nya dan ternyata benar jika itu adalah mobil suami nya andra.
"apa yang sebenar nya terjadi dengan Andra pantas saja semalam perasaan aku gak enak" ucap jea.
jeana pun memilih untuk istirahat karena besok jea harus mulai bekerja lagi , dari pada harus berpikir negatif thinking ke suami nya.
...****************...
jam 23.25 telepon jea terus berbunyi sehingga membuat jeana terbangun dari tidur nya.
"hallo afi ada apa telepon malam malam" ucap Jeana kesal.
"Andra je Andra" ucap afi.
"iya kenapa Andra fi?" tanya jeana dengan nada santai.
Afi langsung mengalihkan ke panggilan Vidio , kamera hp afi menunjukan ke sosok laki laki dan perempuan yang sedang berjalan bergandengan dengan mesra, walaupun tidak begitu jelas tapi jea tau jika itu adalah badan suami nya, air mata jea pun pecah dan jea langsung mematikan telepon nya dengan afi.
afi pun langsung menelpon Kembali ke nomor jea hingga beberapa kali karena afi merasa khawatir dengan jeana, akhir nya jea pun mengangkat nya dengan nada menangis.
"ada apa lagi fi" tanya jea.
"Lo gak apa apa kan je, please je jawab Lo baik baik aja kan" tanya afi dengan nada sangat khawatir.
" iya gue gak apa apa ko fi" ucap jea sambil menarik nafas.
"je Lo sharelokasi tempat Lo tinggal ya besok gue ke sana" ucap afi.
"oke fi" jawab jeana langsung mematikan telepon dengan Afi.
kebetulan besok Jessy pulang ke Bali jadi afi berniat juga ingin ke Bali untuk menemui sahabat nya.
"bep gimana jea, pasti sedih banget ya" ucap Jessy.
"ya gitu bep, tapi aku yakin jea itu perempuan yang kuat" ucap afi.
"padahal mereka baru saja menikah, kenapa suami nya tega melakukan itu ke jea ya bep" ucap Jessy.
"ya nama nya juga bos merasa dirinya punya uang jadi menganggap jika semua nya bisa di beli dengan uang" ucap afi dengan wajah kesal.
"seperti nya jea sangat membutuhkan orang terdekat nya bep" ucap Jessy.
__ADS_1
"iya mangkannya besok aku mau ke Bali juga" ucap afi.
afi pun langsung berpamitan dengan Jessy untuk pulang .