Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Perjanjian


__ADS_3

Jeana dan adik nya sudah sampai di tempat wisata taman strawberry.


"wih seger banget ya ka cuaca nya" ucap adik.


"iya enak kan sejuk, yuk kita masuk" ajak jea.


"Ayuk ka , aku gak sabar ingin makan strawberry yang aku petik sendiri" ucap adik.


"tapi inget ya jangan banyak Banyak nanti sakit perut" pesan jea.


Jeana dan adik sudah sampai di dalam kebun strawberry dan mulai memetik strawberry nya.


"ka coba yang ini deh" ucap adik sambil menyuapi ke mulut jea.


"asem banget dik " jawab jea.


"iya sama kayak hidup Kaka ya" ledek adik.


"bisa aja kamu, dasar anak kecil " jawab jea kesal.


"enak aja aku udah besar tau ka" ucap Adik.


"iya deh iya" jawab jea.


Setelah dari kebun strawberry jea mengajak adik nya makan di restoran, setelah itu mengajak adik nya di pusat pembelanjaan di Bandung, tiba tiba hp jeana berbunyi itu telepon dari ibu .


"siapa ka yang telpon" tanya adik.


"ibu dik yang telpon gimana dong angkat gak ya" tanya jea.


"angkat aja ka , kalau kaka gak angkat nanti ibu jadi khawatir ka" ucap adik.


"oh iya bener juga , kadang kadang pinter juga dik" jawab jea


"iya lah siapa dulu nih "Adik putra" gitu" jawab adik.


"oke sebentar kakak angkat telepon ibu dulu" ucap jea.


Jeana mengangkat telpon dari ibu.


"iya Bu kenapa" tanya jea.


"kamu dimana sudah sore gini belum juga pada pulang" tanya ibu.


Belum jea menjawab ibu langsung mengalihkan jadi panggilan video.


"itu dimana kamu, adik mana" tanya ibu.


"ini Bu aku" ucap adik.


"dik kamu dimana itu" tanya ibu.


"kita lagi di Bandung Bu, lagi belanja belanja tadi seru deh Bu adik ke taman strawberry juga" ucap adik.


Jeana kaget mendengar pernyataan adik nya , pasti habis deh jeana di marahin ibu nya.


"kakak kamu mana dik, coba telepon nya kasih ka jea" ucap ibu.


"iya Bu" jawab jea.


"kamu serius lagi di Bandung? dari kapan? jangan jangan adik kamu ajak bolos ya?" tanya ibu.


"iya Bu maaf" jawab jeana singkat pada hal ibu nya memberikan banyak pertanyaan.


"ya sudah cepat pulang, gak enak kan keluarga Andra nanti datang kamu nya gak ada" ucap ibu.


" iya Bu iya jea dan adik langsung pulang nih" jawab jeana.


"oh iya satu lagi je" ucap ibu.


"apa lagi si Bu" jawab jea.


"beliin ibu moci" ucap ibu.


"oke Bu, jea juga bawa strawberry banyak banget nih tadi si adik metik nya banyak banget" ucap jea.


"oke je buat kita jus besok, kamu hati hati ya dijalan" ucap ibu.


"baik Bu" jawab jea.


telepon pun berakhir.


"gimana ka ibu pasti marah ya" tanya adik.


"nggak ko ibu minta di beliin moci , ibu gak akan marah dik selama kita baik baik aja " jawab jeana.

__ADS_1


"ya sudah yuk ka kita cari moci untuk ibu" ajak adik.


Setelah jeana dan adik membeli moci untuk ibu nya , jeana dan adik langsung masuk ke mobil dan langsung melakukan perjalanan menuju Jakarta.


...****************...


Jam 4 Andra sudah pulang kantor.


"Andra kamu tumben jam segini sudah pulang" tanya mamah.


"iya mah, Andra mau bersiap siap untuk nanti malam ketemu jea" jawab Andra.


"cie cie anak mamah udah gak sabar ya" ucap mamah.


"Ya sudah mah Andra ke kamar dulu" ucap Andra .


Andra langsung menuju kamar nya untuk merendam badan di bathtub nya sehingga bau badan nya akan wangi.


"Andra sangat semangat sekali sampai sampai dia pulang lebih awal dari kantor , aku gak kebayang jika jeana menolak Andra pasti hati Andra sangat kecewa" ucap Bu dinda di dalam hati.


Waktu pun sudah jam 16.30 mamah dan papah sudah rapih menunggu Andra untuk ke rumah jeana, Andra turun dari kamar nya menggunakan baju yang sangat rapih, rambut yang tersisir rapih dan sangat wangi, ibu dinda pun tanpa sadar menetes kan air mata melihat putra nya seperti itu, Bu Dinda bukan tanpa alasan menetes kan air mata ya itu air mata ketakutan seorang ibu jika Andra di tolak jeana.


"Andra" panggil mamah sambil mengusap air matanya.


"kenapa mah, ada yang salah dengan penampilan Andra" tanya Andra.


"nggak ko ,cuma mamah mau bilang ke kamu jika jeana menolak perjodohan ini mamah harap kamu jangan sedih ya berarti akan ada perempuan lain yang lebih baik dari jeana sebagai jodoh mu, kamu harus yakin itu Dra" ucap mamah.


Jantung Andra seakan berhenti mendengar ucapan mamah , ya jika jeana menolak nya hati nya akan hancur dan hilang semangat hidupnya.


"semoga Andra kuat ya mah" jawab Andra.


"harus kuat lah Dra, kamu gak boleh ngomong gitu" ucap mamah.


"Andra juga gak tau mah harus apa jika jeana menolak Andra" ucap andra lirih.


"ya sudah yuk kita pergi ke rumah jeana, biar papah aja yg menyetir mobil nya" ucap papah karena papah tau jika emosi Andra sedang tidak stabil.


...****************...


Ayah dan ibu Jeana sibuk menyiap kan hidangan untuk keluarga pak Wira.


"Bu jea nya mana?" tanya ayah.


"ko dari tadi jalan pulang gak sampai sampai bu" tanya ayah.


"iya kan jalan pulang dari Bandung yah" jawab ibu.


"ngapain itu anak segala ke Bandung udah tau hari ini keluarga Andra mau datang kan gak enak sama pak Wira" ucap ayah.


"iya gak tau lah kan ibu sudah bilang jea itu keras kepala nya seperti kamu"


Keluarga pak Wira pun sudah sampai di depan rumah jeana.


"itu ada suara mobil coba liat yah itu jea bukan" ucap ibu.


ayah pun mengintip dari jendela .


"Bu itu keluarga pak Wira bukan jea, gimana dong bu" tanya ayah.


"ya sudah biar nanti ibu yang beralasan di depan keluarga pak Wira, yang penting sekarang kita pasang wajah bahagia" ucap ibu.


"iya siap Bu" jawab ayah.


ibu dan ayah langsung keluar menyambut kedatangan keluarga pak Wira, hati Andra sudah dag Dig dug.


"ayuk silahkan masuk " ucap Bu wita.


"iya Bu terimakasih" jawab pak Wira.


"maklum rumah kami kecil dan hidangan nya seadanya" ucap Bu Wita.


"iya gak apa apa jeng, gak usah repot-repot" ucap Bu dinda.


"ngomong ngomong jeana nya mana Bu?" tanya pak Wira.


ibu wita diam sejenak mencari alasan apa yang enak didengar agar keluarga pak Wira tidak tersinggung, namun tiba tiba Jeana pulang dan adik membuka pintu untuk masuk ke dalam rumah di ikuti jeana sambil membawa banyak tentengan .


"Assalamualaikum Bu" ucap Jeana.


"waalaikusalam" jawab ibu, ayah dan keluarga pak Wira.


Jeana terkejut kaget melihat keluarga Andra sudah ada di dalam rumah nya, ibu langsung menghampiri jeana dan membawa oleh oleh yang di bawa jeana ke dapur serta ibu menyuruh adik untuk masuk ke kamarnya sedang kan jeana di suruh menghampiri keluarga pak Wira.


Perasaan Andra semakin deg deg degan melihat jeana, sedangkan jeana masih bingung mau menjawab apa, jeana pun duduk di hadapan keluarga nya dan juga di hadapan keluarga Andra.

__ADS_1


Pak Wira memulai pembicaraan.


"jeana kamu pasti sudah tau jika ke datangan keluarga kami untuk mendengar keputusan kamu" ucap pak Wira tegas.


"iya pak" jawab jeana.


"jadi apa keputusan nya, apakah kamu menerima menikah dengan Andra" tanya pak Wira.


Jeana menarik nafas dan melirik ke arah Andra, mata Andra dan mata jeana saling bertatapan namun jantung Andra seakan mau copot melihat jeana menatap nya begitu.


"oke aku akan menjawab, tapi sebelum menjawab aku ingin kita memiliki perjanjian" jawab jeana.


"perjanjian apa" tanya pak Wira .


"jika suatu saat Andra menyentuh wanita lain entah itu di peluk, memeluk, di cium, mencium terlihat di depan mata jea maka jangan salah kan jea Jika jea akan memutuskan mengakhiri hubungan sepihak saat itu juga" jawab jeana.


"gimana Dra itu hanya kamu yang bisa jawab" tanya pak Wira ke Andra.


"iya Andra sepakat dengan perjanjian itu" jawab Andra.


"oke aku terima perjodohan ini" jawab jeana tegas.


semua pun tersenyum bahagia mendengar Jawaban jeana.


"om Tante maaf jeana izin mau ke atas sebentar" ucap jeana sambil melangkah kan kaki namun langsung di kejar oleh Andra, dan Andra pun mengikut jeana ke kamar nya.


"Lo mau ngapain si Dra, jangan Lo pikir gue Nerima Lo jadi Lo bisa bersikap seenak nya ya ke gue" tegas jeana.


"je terimakasih ya , mulai sekarang kamu panggil aku yank dan jangan Lo gue lagi tapi kita aku kamu ya je" pinta anda dengan wajah tersenyum.


"terserah Lo deh, udah Lo sana gue mau mandi" ucap Jeana sambil membuka pintu untuk masuk ke kamar nya dan langsung buru buru menutup pintu kamarnya dan mengunci nya padahal Andara masih di depan pintu kamar nya.


...****************...


Andar langsung turun kembali menghapiri keluarga nya yang sedang berbincang tentang tanggal pernikahan nya.


"menurut saya pernikahan Andra dan jeana akan lebih baik jika kita laksanakan secepat mungkin" ucap pak Wira .


"iya boleh, kapan kira kira ya" jawab pak Rian ayah jeana.


"1 Minggu lagi gimana" ucap pak wira.


"apa itu nggak terlalu terburu-buru kita kan harus banyak persiapan" jawab pak Rian.


"kalau soal acara pesta biar saya semua ya urus , serahkan saja ke pihak saya inti nya saya sangat bahagia jeana mau menerima anak saya" ucap pak Wira.


"baik lah kalau gitu" jawab pak Rian.


"kamu setuju gak dra kalau 1 Minggu lagi " tanya pak Wira ke Andra.


" iya setuju aja Andra pah" jawab Andra dengan wajah bahagia.


Jeana turun dari kamar nya dan sudah berganti pakaian lebih baik dan lebih terlihat cantik.


"je sini duduk" panggil Bu dinda.


"iya Tante" jawab jea.


"mulai sekarang jangan panggil Tante tapi panggil mamah ya je" ucap Bu dinda.


"oke siap mah" jawab jeana.


"oh iya besok kamu mamah aja viting baju ya" ajak Bu Dinda.


"besok" tanya jea kaget.


"iya kan pernikahan kalian akan di laksanakan seminggu lagi" jelas Bu Dinda.


"hah kenapa gak besok aja sekalian mah" ucap Jeana kesal.


"wah sepertinya jeana udah gak sabar nih pingin cepet cepet nih" Jawab Bu dinda meledek.


jeana langsung pergi meninggalkan keluarga mereka yang begitu egois menentukan tanggal pernikahan tanpa bertanya dulu ke dirinya, jeana sangat kecewa.


"je mau kemana" tanya Bu dinda.


"ke teras bentar mah" ucap Jeana.


Jeana melangkah kaki keluar rumah dan keluar gerbang berlari menuju tempat dimana semua keluarga nya dan termasuk andra tidak bisa menemukan nya.


"Lo ini kenapa je seharus nya Lo seneng bisa nikah sama Andra kenapa Lo malah nangis, apakah hati gue udah mati setelah banyak kekecewaan yang Andra berikan ke gua" ucap Jeana di dalam hati.


Andra keluar untuk mencari Jeana namun di lihat tidak ada sosok jeana, Andra sampai mencari nya keluar gerbang tapi gak ada juga, andra pun panik akhir nya Andra masuk lagi ke dalam rumah jeana tanpa bicara ke keluarga nya jika jeana gak ada di luar, akhir nya tidak lama pun keluarga pak Wira izin pulang.


Setelah jeana melihat mobil Andra sudah keluar dari rumah nya , jeana langsung melangkah kan kaki menuju rumah nya dan langsung masuk ke kamar nya, jeana sangat benci semua nya gak ada yang mengerti diri nya akhirnya Jeana pun ketiduran.

__ADS_1


__ADS_2