Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Arogan


__ADS_3

Jeana sudah rapih dan langsung menghampiri Andra di sofa dan duduk di samping andra


"mas handphone aku mana" tanya jeana.


"ini je" ucap Andra sambil memberikan kepada jeana.


Andra pun sedang sibuk mengecek laporan dari jihan.


"oh iya je kamu dapat salam dari Jihan" ucap Andra sambil terus memperhatikan ke arah laptopnya.


"Jihan ,, oh Jihan iya mas , kamu ketemu di mana?" tanya jeana.


"Jihan kan sekarang jadi sekretaris aku je" ucap Andra.


"oh mereka sudah gak kerja di perusahaan Rangga, terus kalau Tia gimana apa masuk ke perusahaan kamu juga" tanya jeana.


"iya Tia itu jadi manager di perusahaan menggantikan ria je" ucap Andra.


"wah asyik dong mereka bekerja di perusahaan kamu, aku juga jadi ingin kerja lagi deh mas" ucap Jeana.


"iya kamu kan punya perusahaan sendiri ya kamu harus mengurus nya, jeana jeana aku kalau inget kamu menyamar sebagai Susi jadi lucu ada ada aja ya tingkah kamu, kerja di Perusahaan kamu sendiri" ucap anda.


"ya tapi kan kalau gak ada aku ,kamu pasti sudah sesuatu deh" ledek jeana.


"hhaha iya iya istri ku memang pokok nya yg tersegala nya" ucap Andra gemas.


"ya sudah itu kerja dulu yang bener" ucap Jeana.


Andra pun langsung memainkan laptop nya kembali, sedangkan jeana sibuk memainkan hp nya.


...****************...


handphone jeana berbunyi ternyata itu chatan di grup, afi, Ivan, resi bejanjian sore ini mengajak kumpul di rumah afi ya karena basecamp sedang di renovasi.


Jeana pun tiba tiba bangun dari duduk nya dan pergi ke kamar memakai pashmina hitam dan jaket jeans nya , jeana menghampiri Andra.


"mas aku pamit keluar sebentar" ucap Jeana sambil bersalaman ke Andra.


"kamu mau kemana, sore sore gini" tanya Andra.


"mau keluar sebentar, oh iya mana kunci mobil" ucap Jeana.


"nggak ah aku nggak kasih itu kan milik aku kan aku sudah beli dari kamu" ledek Andra.


"oh iya bener, ya sudah aku pamit ya mas" ucap jeana sambil melangkah kan kaki keluar kamar.


Andra pun langsung manaruh laptop nya dan langsung mengejar istri nya , padahal Andra hanya mengenakan kaos hitam polos dan celana pendek semakin terlihat kekar badan Andra memakai style seperti itu.


"je tunggu" ucap Andra.


"iya mas" jawab jeana menghentikan langkah kaki nya.


"kamu kenapa pergi aja padahal kan aku belum memberikan kamu izin" ucap Andra.


"oh iya ya mas, terus gimana dong" jawab jeana.


"ya sudah Ayuk aku antar kan kamu mau makan apa emang" tanya Andra.


"aku mau beli kue di toko depan itu loh mas" ucap Jeana.


"oke sayang, aku siap mengantar" ucap Andra.


Andra membuka kan pintu untuk jeana.

__ADS_1


"silahkan masuk istri ku" ucap Andra .


"terimakasih mas" jawab jeana langsung menaiki mobil.


Andra pun langsung menancap gas mobil menuju toko kue yang dimaksud jeana, tidak butuh waktu lama Andra dan jeana pun tiba di toko kue tersebut, jeana pun membeli 10 box kue bervariasi rasa.


"je kamu ko beli banyak banget, apa gak mubajir nanti" tanya Andra.


"nggak lah mas, kan sayang juga punya suami tajir tapi gak nikmati uang nya" ledek jea.


Andra tersenyum mendengar ucapan jeana, berarti sekarang jea sudah mau menerima nafkah dari diri nya.


"oke lah kalau gitu, kalau kamu mau borong semua kue yang ada di sini pun aku beliin ko" ucap Andra.


"kalau aku minta toko nya gimana" tanya jeana.


"ya aku belikan lah, oke yuk kita beli" ucap Andra.


"beli apa mas" ucap Jeana bingung.


"beli toko ini lah sayang" jawab Andra.


"nggak mas nggak aku cuma bercanda ko" ucap Jeana.


Andra dan jeana pun sudah selesai membeli kue dan sekarang Andra dan jea sudah masuk kembali ke mobilnya.


"sayang kita langsung ke apartemen?" tanya Andra.


"nggak mas aku mau ke rumah afi" ucap Jeana.


"oke sayang" jawab Andra, dan langsung menancap gas menuju rumah afi.


Tidak lama kemudian Andra dan jea sudah sampai di rumah afi , Disana sepertinya sudah ada resi dan Tara , jeana menggandeng tangan Andra untuk masuk ke rumah afi.


"waalaikusalam " jawab afi, resi dan Tara mereka pun terdiam kaget melihat jea datang mengenakan hijab.


"Lo pada kenapa dah" ucap jea sambil mengajak suami nya duduk di samping teman teman nya .


"je ini serius Lo je" ucap afi heran.


"iya afi kenapa si" jawab jeana.


"subhanallah jeana kamu ternyata memang benar benar cantik ya" ucap resi.


Tara pun mendengar resi memuji jea hati nya seperti agak risih.


"udah stop gue datang kesini bukan butuh komentar kalian tentang hijab gue ya" ucap Jeana.


"iya je iya" ucap afi.


"pak Andra" ucap resi sambil menundukkan kepalanya.


"hai Dra , kayak gini dong ikut gabung sama kita kita kan seru walau pun kasta kita beda ya" celetuk Afi.


"nggak ko sama aja" ucap Andra dengan muka jutek nya.


ketika mereka sedang asyik berbincang tiba tiba terdengar suara Ivan dan deanda dari luar.


"assalamualaikum" ucap Ivan dengan nada lantang.


"waalaikusalam" jawab afi.


Ivan langsung kaget setelah melihat di sana ada pak Andra.

__ADS_1


"waduh gawat nih ada pak Andra bisa bisa di pecat dah gue gara gara ngeledek dia tadi" ucap Ivan dalam hati, Ivan dari muka ceria nya menjadi pucat dan duduk di samping resi bersama deanda dan berhadapan dengan pak Andra dan jea.


"Lo bawa apa itu Van" tanya afi.


"ini binih gue lagi ngidam kepingin rujak, mangkanya gue baru datang" ucap Ivan.


"yeh gue kira makanan apa kek gitu" ucap afi.


"oh iya fi di mobil gue ada kue ambil gih" suruh jeana.


"baik Bu bos mana kunci nya" ledek afi.


Andra Langsung memberikan nya kepada afi, tidak lama pun afi masuk dengan membawa kue dan langsung di taruh di atas meja.


"terimakasih banyak ya Bu bos pak bos" ucap afi.


"ya ilah lebay banget si Lo fi" ucap jea.


"de Lo hamil"tanya afi.


"iya lah fi kan gue punya suami jadi gak heran kalau gue hamil" jawab deanda.


"Tara kenapa ya de setiap pagi dan malam tuh mual mual terus" tanya resi.


"jangan jangan Tara juga ngidam tuh Res, soal nya deanda juga gitu mual mual terus" ucap Ivan.


"iya bener Res memang seperti itu, nanti coba aja pulang dari sini kalian ke salah satu klinik untuk memastikan nya" ucap deanda.


"iya de nanti pulang dari sini gue langsung ajak Tara ke klinik deh" jawab resi.


"tuh je mereka sudah lagi pada ngidam Lo gak mau ikutan juga je" ledek afi.


"jea juga gitu lagi mual mual terus" ucap Andra dengan nada jutek dan menyenggol tangan jea.


"iya bener mual mual gara gara stres" jawab jeana ketawa.


"oh iya pak Andra saya minta maaf ya soal yang tadi di telepon" ucap Ivan.


"iya gak apa apa Van saya ngerti ko" jawab andra.


"ada apa si Van" tanya jea menyelidik.


"nggak ko je, oh iya je Lo Sekarang hijrah?" tanya Ivan mengalihkan.


"iya dong Van , deanda suruh hijrah juga dong" ucap Jeana.


"iya je gue belum siap nih" jawab deanda.


"oh iya semua nya saya pamit dulu" ucap Andra menarik jea untuk bangun dari duduk nya.


"loh mau kemana bos buru buru aja" ucap afi.


"kita mau bulan madu nanti ada penerbangan jam 9" ucap Andra.


"kemana bos bulan madu nya?" tanya afi.


"ke Korsel fi" jawab Andra.


"beda ya kalau bos bulan madu nya ke luar negeri, gak kayak Ivan dan deanda ke Bali udah gitu gue harus ngalah kamar tidur, gue jadi tidur bareng satu kamar sama si jea kesiksa banget gue" ungkap afi.


"sudah fi jangan di ceritakan" ucap Jeana.


"oke je" jawab afi .

__ADS_1


Akhirnya Jeana dan Andra pamit dan meninggalkan rumah afi.


__ADS_2