Cinta Tak Se Frekuensi

Cinta Tak Se Frekuensi
Deanda Cemburu Buta


__ADS_3

Jeana pun sudah selesai mandi dan kemudian mencari deanda ke lantai bawah, akhir nya jeana menemukan deanda bersama Ivan dan afi.


"gue cari cari kalian ternyata ada di sini" ucap Jeana.


"iya abisnya gue nunggu Lo lama" ucap deanda.


"terus gimana de lu udah dapat kamar yang disewain?" tanya jeana .


"nggak ada je semua nya penuh dan gak ada yang di sewain , paling nanti gue cari hotel aja" ucap deanda.


"yah de maaf ya gara gara gue lupa jadi kayak gini" ucap jea .


"iya gak apa apa je santai aja" jawab deanda.


Tiba tiba jea menarik afi.


"fi gimana kalau kamar Lo kasih deanda sama Ivan dulu aja mereka cuma 2 Minggu ko disini" ucap Jeana.


"terus gue tidur dimana je?" tanya afi.


"ya Lo tinggal di kamar gue, tapi Lo jangan macem macem ya" ucap jea.


"ya udah iya deh , kalau di pikir pikir kesian juga si Ivan sama deanda harus repot-repot cari tempat penginapan" Jawab afi.


"ya itu Lo paham fi, tapi Lo tidurnya di sofa kalau nggak di karpet depan tv ya" ucap jea.


"iya je iya , gak percaya banget Lo sama gue je" jawab afi.


Jeana dan afi pun menghampiri deanda dan Ivan.


"de gimana kalau Lo tinggal di kamar afi aja selama Lo Bali gak usah cari hotel" ucap Jeana.


"loh emang nya nanti afi tidur dimana je" tanya Ivan.


"gampang nanti afi tidur di sofa gue" jawab jea.


"memang nya Lo gak keberatan fi" tanya denda.


"ya pasti nggak lah de, iya gak fi?" tanya jea.


"iya bener de kata Jeana gue gak keberatan ko" ucap afi.


"Ayuk kita keatas untuk merapihkan barang barang kalian" ajak jea.


Jeana, afi, deanda dan Ivan menuju lantai 3, untuk merapihkan barang barang deanda dan Ivan Serta memindahkan barang barang afi ke kamar jeana.


...****************...


"akhirnya selesai juga" ucap afi.


"iya bagaimana jika kita cari minuman yang seger seger sambil jalan jalan " ajak jeana.


"boleh juga tuh je" ucap Ivan.


" je , fi kita naik apa? " tanya deanda.


"ya jalan kaki lah de" jawab jeana.


"hah jalan kaki?" ucap deanda dengan wajah kaget.


"iya lah de sehat tau jalan kaki sore sore gini, gue semenjak Tinggal di Bali selalu jalan kaki de berangkat kerja pulang kerja" ucap afi dengan bangga.


"iya awalnya juga di ajak jalan kaki ngeluh capek terus kan" ledek jea.


"iya itu kan karena baru je" ucap afi.

__ADS_1


"memang betul si kita lebih baik jalan kaki kayak gini bagus untuk kesehatan kita, cuma terkadang kita lebih milih pakai kendaraan" ucap Ivan.


"ya tapi nanti kalau kaki aku pegel pegel kamu pijitin ya bep" ucap deanda Kepada Ivan.


"iya bep tenang aja nanti aku pijitin ko" jawab Ivan.


"sini je jauh jauh kalau pengantin baru lagi mesra mesraan kan kita jadi iri ya je" ledek afi.


"ye itu mah, Lo aja kali fi yang iri kalau gue si biasa aja" jawab jea sambil ketawa.


"mangkannya kalian cepet cepet cari pendamping dong biar bisa mesra mesraan juga kayak kita gini ya bep" ucap deanda.


"iya bener tuh fi , je kalian kan udah pada dewasa kapan mau nikahnya" tanya Ivan.


"gimana mau nikah pasangan aja gak ada" jawab afi.


"eh afi ngomong apa itu? gue aduin ke Jessy ya?" ancam jea.


"Jessy siapa je?" tanya Ivan.


"itu pacar nya afi bule Eropa, kalian ketinggalan update tentang afi nih, dia itu hasil kerja di sini jadi dapet pacar cantik bule tajir lagi" ucap jea.


"serius Lo fi" tanya Ivan menyelidik.


"iya iya bener apa kata jea" jawab afi.


"wih boleh nih fi kapan kapan kenalin ke gue itung itung cuci mata" ledek Ivan.


Namun ivan langsung di jewer telinga nya oleh deanda.


"apa Lo bilang, berani Lo macem macem" ucap deanda kepada Ivan.


Jeana dan afi hanya bisa tertawa kencang menyaksikan Ivan di jewer deanda.


"Rasain Lo Van , belum tau jika deanda itu sadis" ledek jea.


"ampun bep ampun , aku cuma becanda bep bicara seperti itu" ucap Ivan lirih.


Akhirnya deanda melepaskan jeweran nya, hingga telinga Ivan memerah.


...****************...


ketika Afi, jeana, Ivan , deanda sedang asyik becanda sambil berjalan tiba tiba ada suara telakson mobil, ya itu mobil Jessy, mobil Jessy berhenti di hadapan afi, jea, deanda dan Ivan lalu kaca mobil Jessy di turunkan Jessy langsung mengeluarkan kepalanya.


"hallo afi, jea" ucap jessy.


" hallo juga bep" ucap afi dengan wajah tersenyum.


"hallo Jes" jawab jeana.


"kalian lagi pada ngapain?" tanya Jessy.


"aku lagi jalan jalan aja ini bareng sahabat aku dari Jakarta, mereka kebetulan lagi bulan madu disini, kenalin bep ini Ivan dan ini istri deanda" ucap afi.


"hallo Ivan , hallo deanda ,. senang berkenalan dengan kalian " ucap Jessy.


"hallo juga, saya juga senang bisa kenal kamu" ucap Ivan .


deanda semakin cemburu buta dengan sikap Ivan yang begitu manis kepada Jessy, sehingga deanda tidak menjawab sapaan Jessy.


"fi antar aku ke mall lagi yu" ajak Jessy


"ayuk bep" jawab afi.


"je , de, Van maaf nih gue tinggal dulu ya" ucap afi.

__ADS_1


"oke fi hati hati di jalan" ucap jea.


"iya fi hati hati nyetir nya soal nya Lo bawa bidadari jangan ngebut ngebut" ucap Ivan.


Deanda semakin menjadi emosi nya kepada Ivan sang suami yang begitu ganjen, membuat deanda semakin ingin menghukumnya.


"de , fan kalian mau pulang ke apartemen atau mau lanjut berjalan jalan lagi" tanya jea.


"kayaknya gue mau lanjut jalan lagi je, mau cuci mata dulu nih liat bule bule" jawab Ivan.


"je gue ikut Lo aja ke apartemen" ucap deanda.


"ya kalau istri gue pulang ke apartemen gue juga sama deh besok besok baru lanjutin jalan jalan lagi nya, lagi pula masih ada waktu nanti malam" ucap Ivan.


Akhirnya Jeana ,deanda dan Ivan melangkah kan kaki untuk pulang ke apartemen deanda pun berjalan dengan wajah ditekuk..


"kamu kenapa si bep mukanya di tekuk gitu" ucap Ivan.


"pikir aja sendiri" jawab deanda dengan nada kesal.


Untung saja jeana , deanda dan Ivan sudah sampai di apartemen.


" gue langsung ke kamar ya de, van" ucap Jeana langsung masuk ke kamarnya dan meninggal kan deanda dan Ivan.


"selamat gue dari perang dunia antara Deanda dan Ivan" ucap Jeana dalam hati sambil menarik nafas.


...****************...


Pertengkaran Deanda dan Ivan:


"kamu kenapa si bep" tanya Ivan.


"Lo gak punya pikiran kali ya" jawab deanda.


"ko kamu ngomong kasar gitu, Lo Lo si bukannya kamu gitu" pinta Ivan.


"ya lo aja gak mikirin perasaan gue gak ngehargain gue Van" ucap jea dengan wajah memerah.


"aku gak ngerti bep apa yang kamu maksud" ucap Ivan.


"iya itu Lo ke gatelan ke ganjenan, Lo gak nganggap gue ini istri Lo, Lo di depan mata gue berani bersikap manis kepada cewek lain pikir Van pikir" ucap deanda.


"ya ampun bep soal sikap aku ke Jessy? itu cuma bercanda aja bep, kamu itu cewek yang paling sempurna di mata aku gak akan ada yang bisa menggantikan kamu di hati dan di pandangan aku bep" jelas Ivan.


"Ngeles aja Lo , bohong aja terus" ucap deanda semakin memanas.


"bener bep serius deh, coba kamu pikir jika aku memang ingin beneran ganjen ngegodain cewek nya di belakang kamu lah pasti, Ngapain di depan kamu, asal kamu tau itu aku cuma ngeledekin afi biar cemburu, eh malah kamu yang cemburu" jelas Ivan.


Deanda terdiam mendengar penjelasan Ivan


"bep udah dong jangan marah lagi, kan tujuan kita kesini untuk bulan madu bukan nya untuk bertengkar" ucap Ivan.


Deanda masih merespon Diam tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.


"aku janji bep gak akan mengulangi nya lagi , aku mohon maafin aku ya bep" ucap Ivan sambil bersipuh di depan deanda.


Akhirnya deanda pun luluh hati nya melihat permintaan maaf Ivan yang sampai bersimpuh di depannya.


"iya aku maafin tapi awas aja di ulangi lagi gak akan aku kasih kesepatan kedua" ucap deanda dengan nada pedas.


"terimakasih ya bep, iya bep aku janji gak akan ngulangi lagi menggoda cewek lain di depan kamu" ucap Ivan.


"berarti kalau di belakang aku masih berani ngegodain cewek gitu" tanya deanda.


"gak gitu bep maksud nya, iya aku janji gak akan menggodain cewek lain baik pun itu di depan atau di belakang kamu" ucap Ivan.

__ADS_1


Perdebatan Deanda dan Ivan pun berakhir.


__ADS_2