
Matahari sudah hampir terbenam namun jeana belum juga menghubungi Andra, Andra pun akhirnya menuju kamar jeana dan membuka pintu setelah Andra masuk Andra melihat jeana masih tertidur Andra pun duduk di samping Jeana dan memperhatikan Jeana dan mencium kening jeana.
Jeana pun terbangun dari tidurnya.
"mas Andra, apa yang kamu lakukan" tanya jea.
"aku hanya mencium kening kamu je , maaf ya" ucap Andra.
"Sebenarnya kamu tidak usah meminta maaf mas, karena setelah ijab kabul itu lantunkan aku adalah milikmu, namun karena aku yang masih takut kamu mencintai wanita lain terutama Ria jadi aku belum rela melepaskan nya" ucap jeana di dalam hati.
"ya sudah mas aku mau mandi dulu" ucap Jeana, dan melangkah kan kaki menuju kamar Andra karena baju baju nya ada di kamar Andra.
Andra pun mengikuti jeana ke kamar nya,
tiba tiba waktu jeana mandi handphone nya berbunyi ada panggilan telepon tidak ada nama , Andra lalu mengangkat nya karena hp jeana memang tidak di kunci jadi Andra bisa mengangkatnya.
"hallo , siapa ya? dan ada apa?" tanya Andra.
"hallo pak, saya melihat postingan bapak ingin menjual mobil , kalau boleh saya tau posisi dimana ya pak saya berminat dan kalau bisa kita ketemu malam ini pak".
"oh maaf saya gak jadi jual nya" jawab Andra.
"yah padahal saya sangat berminat pak, gimana kalau saya tambahkan harganya dari yang bapak posting" .
"tetap saya tidak jual karena saya berubah pikiran" jawab Andra .
"baik pak kalau gitu terimakasih, dan jika bapak berminat untuk menjual nya lagi hubungi ke nomor saya ya pak".
Panggilan pun berakhir.
"Jeana mau menjual mobilnya, untuk apa uang yang aku berikan aja masih ada, apa dia gak sadar sudah nikah dengan bos besar, kenapa dia gak minta aja ke aku dan aku harus memastikan kepada nya" ucap Andra dalam hati.
Jeana selesai mandi dan sudah rapih langsung menghampiri suami nya Andra yang sedang duduk di sofa, jeana pun langsung duduk di samping Andra.
"je tadi ada yang telpon ke hp kamu" ucap Andra.
"oh siapa mas?" tanya jeana langsung melihat ke hpnya.
"ga tau gak kenal" jawab Andra.
"kamu angkat ya mas?" tanya jeana.
"iya aku angkat" jawab Andra.
"terus dia bilang apa mas" tanya jeana.
"gak bilang apa apa, salah sambung" jawab Andra.
"oh gitu mas, kirain" ucap Jeana.
"kirain apa je?" tanya Andra.
"kirain itu orang hubungi aku berminat membeli mobil aku" ucap Jeana.
"kamu mau jual mobil je? , untuk apa?" tanya Andra.
"iya mas, untuk modal usaha" ucap Jeana.
"kan uang yang aku berikan ke kamu belum kamu cairkan je, untuk apa kamu jual mobil kamu? , dan ini kamu pegang ya" ucap Andra sambil memberikan kartu hitam untuk jeana.
"nggak mas aku kan udah bilang gak mau pakai uang kamu untuk keperluan aku, kebutuhan sehari-hari aku, biar aku yang cari sendiri" ucap Jeana.
"kan aku suami kamu je, uang aku uang kamu juga je?" jawab Andra.
__ADS_1
"iya tapi mas aku belum bisa memberikan kewajiban aku sebagai istri ke kamu dan aku juga belum mau menerima nafkah dari kamu, dan ini kartu kamu pegang lagi aja" ucap Jeana.
"gak apa apa je aku gak masalah walaupun kamu belum bisa memberikan kewajiban kamu, tapi kamu tetap istri aku je" ungkap Andra.
"gak mas aku tetap gak bisa menerima" jawab jeana.
"ya sudah kalau gitu kamu mau jual berapa mobil kamu" tanya Andra.
"3m mas, kenapa memangnya mas?" tanya jeana.
"ya sudah aku yang beli, mana nomor rekening kamu atau mau pakai cek" tanya Andra.
"rekening aja lah mas" jawab jeana.
Andra langsung mentransfer ke rekening jeana karena kartunya kartu hitam jadi gak ada batasan untuk mentransfer, Andra langsung menunjukkan bukti transfer yang ada di layar hpnya kepada jeana .
"oke mas terimakasih, habis ini kita kerumah aku kita ambil mobil dan surat surat nya ya" ucap Jeana.
"gak usah nanti aja , hari ini mamah mengajak kita makan malam" jawab Andra.
"sekarang mas" tanya jeana.
"iya lah sekarang sayang, kamu gak liat aku udah rapih gini" tanya andra.
"oh iya aku pikir kamu memang lagi ingin pakai baju rapih, ya sudah mas kalau gitu aku mau berganti baju dulu" ucap Jeana.
"oke aku tunggu disini" jawab Andra.
Jeana pun sudah berganti baju memakai gaun hitam tanpa lengan dan keluar dari kamarnya, andra melihat nya sangat terpesona , Jeana menghampiri Andra.
"mas" ucap Jeana.
"iya je " jawab Andra.
"Ayuk mas" ajak jeana menarik tangan adra.
"je seperti kita harus kembali ke kamar" ucap Andra.
"ngapain mas, ada yang ketinggalan?" tanya jeana.
"itu gambar yang di bahu kamu keliatan jelas banget je" ucap Andara.
"astaga iya mas , ya sudah aku ganti baju dulu" ucap Jeana sambil berlari ke kamar.
Jeana pun mengganti gaunnya dengan agak tertutup dan rambutnya di gerai.
Andra dan jeana pun langsung masuk kemobil menuju rumah Andra karena ibu Dinda dan pak Wira sudah menunggu nya.
"assalamualaikum mah" ucap Andra dan jeana.
"hi pengantin baru Ayuk sini" ucap duduk Bu Dinda langsung mengajak jeana duduk di meja makan yang sudah berisi banyak makanan, kebutulan Andra dan jeana belum makan mereka pun langsung menyantap nya berasa Bu Dinda dan pak Wira.
setelah makan Bu dinda mengeluarkan amplop ke Andra.
"apa ini mah" tanya Andra.
"buka aja" jawab mamah.
Andra pun langsung membuka amplop tersebut itu berisi tiket liburan ke Korea Selatan, yang sengaja Bu Dinda belikan untuk bulan madu anak dan menantunya.
"tapi Andra besok harus ke kantor Cabang mah selama 3 hari" ucap Andra.
"ya gak apa apa kan masih bisa sampai Minggu depan" ucap mamah.
__ADS_1
"oke mah Andra hanya 3 hari aja ko" ucap Andra.
"kamu nggak apa apa kan je, bulan madu nya nunggu Andra pulang dari kantor cabang dulu" tanya mamah.
"ya gak apa apa ko mah" jawab jeana sambil tersenyum.
"oh iya Dra siapa yang kamu utus memegang perusahaan cabang" tanya papah.
"ria pah" jawab andra.
"oh berarti kamu di sana nanti bareng ria ya Dra" tanya mamah.
"iya lah mah kita harus bertemu clien besar mangkanya Andra besok harus ke kantor cabang , karena Ria belum bisa Andra lepas untuk menemui clien besar sendiri" jelas Andra.
"iya harus terus kamu awasi pekerjaan di kantor Cabang Dra , agar terus bisa berkembang" ucap papah.
"iya pah pasti itu" jawab Andra.
"kamu gak masalah kan je di tinggal Andra ke luar kota" tanya mamah.
"gak ko mah jeana juga ngerti" jawab jeana.
"iya memang gitu je kalau punya suami jadi bos harus sering pergi keluar kota apa lagi ini kantor cabang nya juga ada di luar kota
lagi jadi sering sering di tinggal , mamah juga dulu gitu waktu pertama kali nikah sama papah sering di tinggal keluar kota" ucap mamah.
"iya mah jeana gak masalah ko" jawab jeana.
"ya sudah mah pah udah malam Andra dan jeana pamit pulang dulu ya"ucap Andra, dan langsung mengajak pulang jeana.
Andra dan jeana pun berpamitan kepada mamah dan papah, tidak lama kemudian Andra dan jeana sudah sampai di apartemen, jeana langsung masuk ke kamar untuk menyiapkan baju baju yang besok di bawa Andra .
"terimakasih ya sayang sudah membantu mengemas barang aku" ucap Andra.
"iya mas kan ini sudah kewajiban aku" jawab jeana.
"kamu malam ini tidur di sini aja ya, aku takut besok kesiangan nanti kamu bangunin aku" ucap Andra.
"oke mas " jawab jeana.
Andra sedang sibuk memainkan laptop nya di kamar untuk mengecek berkas berkas nya, sedangkan jeana hanya sedang bersantai di ruang tamu, sepertinya ruang tamu di apartemen Andra adalah tempat favorit jeana,
jeana sambil asyik mendengarkan musik tiba tiba perut jeana lapar lagi akhirnya jeana pun memutuskan untuk pergi keluar apartemen untuk mencari makanan.
Andra pun sudah selesai mengecek berkas berkas Andra menghampiri jeana namun tidak ada jeana, Andra langsung menelpon jeana namun tidak di angkat jeana, karena jeana sedang berjalan kaki dan banyak suara kendaraan jadi tidak terdengar jeana kalau ada telepon dari Andra.
Andra panik mencari jeana, hingga Andra menuju kamar apartemen jeana namun juga tidak ada jeana , Andra langsung melangkah kaki ke parkiran untuk mencari jeana, Andra menancap gas mobil nya namun setelah sampai di gerbang apartemen Andra melihat jeana sedang berjalan kaki sambil menenteng makanan , andra langsung memarkirkan lagi mobilnya dan langsung mengejar jeana.
"kamu dari mana mas, bukan nya kamu lagi di kamar lagi mengecek berkas berkas" tanya jeana .
"oh itu tadi mas abis mengambil sesuatu di mobil ada yang ketinggalan" jawab Andra berbohong karena malu atas sikap profektif kepada jeana.
"oh gitu" jawab jeana.
"kamu beli apa itu sayang" tanya Andra.
"oh ini martabak di depan situ, enak aja ngemil malam malam gini" jawab jeana.
"kamu kenapa gak bilang aku , kan bisa aku antar kamu je malam malam keluar sendiri" ucap Andra.
"iya gak apa apa mas aku sudah biasa ko, ya kan aku gak mau ganggu mas kayaknya kamu lagi sibuk banget" ucap Jeana.
"tapi lain kali walaupun kamu liat aku sibuk kamu harus bilang aku dulu ya kalau mau keluar biar aku temenin kamu" ucap Andra.
__ADS_1
"iya mas" jawab jeana.
Andra dan jeana sudah sampai di kamar dan menuju ruang tamu sambil menikmati pemandangan malam lampu lampu yang gemerlap dan sambil menikmati martabak.