
Hari pertama jeana masuk kerja di kantor cabang, langkah kaki jeana di ikuti oleh Andra, para karyawan pun memperhatikan kedatangan bos besar dan istri nya, Andra pun mengumumkan kepada seluruh karyawan bahwa jeana lah yang akan memimpin perusahaan, semua karyawan pun bersalaman dengan jeana.
"hai Sherly kamu apa kabar" ucap Jeana kepada Sherly.
"baik Bu" jawab Sherly dengan muka bingung, karena Bu jeana menyapanya seperti orang yang sangat akrab sedang kan Sherly aja baru mengenal nya saat ini.
Jeana dan Andra pun langsung masuk ke dalam ruang kerja nya.
Karena selama tidak ada ria perusahaan di kendalikan oleh pak darma.
"mas, apa gak sebaiknya pak darma kita jadikan manager dan Sherly kita jadi kan sekertaris aku" ucap Jeana.
"itu terserah kamu je, karena sekarang semua tanggung jawab perusahaan ada di tangan kamu" ucap Andra dengan santai.
"baik lah mas kalau begitu, kalau menurut aku kinerja pak darma dan Sherly juga bagus ko" ucap Jeana.
"iya sayang kamu atur aja, gimana nyaman nya kamu" ucap Andra.
"drutt.drutt..drutt" telepon Andra berbunyi.
"hallo Jihan , kenapa" tanya Andra.
"pak sepertinya bapak harus ke kantor pusat karena ada berkas berkas yang harus bapak tanda tangani dan juga akan ada jadwal meeting dengan clien besar hari" ucap Jihan.
"oh iya saya lupa, ya sudah 3jam lagi saya akan sampai" ucap Andra.
"baik pak" Jawab Jihan.
Andra pun menutup telepon nya.
"siapa mas yang menelpon" tanya jeana.
"Jihan je, aku seperti nya harus ke Jakarta sekarang, kamu gak apa apa kan" ucap Andra dengan wajah bimbang.
"nggak apa apa ko mas, ya sudah kamu hati hati ya" ucap Jeana.
"iya sayang" Jawab Andra sambil mencium kening jeana.
Andra pun langsung meninggalkan jeana, kemudian jeana mulai duduk di kursinya, jeana langsung menelpon karyawan nya memerintahkan agar pak darma dan Sherly keruangan nya .
...****************...
Di tengah perjalanan menuju ruangan bos, pak darma bertemu Sherly, tanpa sengaja Sherly menabrak pak darma.
"maaf pak maaf" ucap Sherly gugup.
"iya gak apa apa Sher, memangnya kamu mau kemana buru buru gitu" tanya pak darma.
"saya mau ke ruangan Bu jeana pak" ucap Sherly.
"oh sama kalau gitu saya juga mau ke ruangan Bu jeana" ucap pak darma.
"kita kira ada apa ya pak Bu jeana panggil saya, seperti nya saya tidak melakukan kesalahan pak" ucap Sherly panik.
"gak tau saya juga Sher, ya sudah kita temui saja dan kita berdoa semoga saja tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan" ucap pak darma dengan bijak.
"tok.tok..tok"
__ADS_1
"iya silahkan masuk" ucap Jeana.
"permisi Bu" ucap Sherly dan pak darma.
"iya silahkan duduk" ucap Jeana.
pak darma dan Sherly pun duduk di hadapan Bu jeana, Sherly sangking panik nya mukanya sampai pucat.
"oh iya Bu ada apa ibu memanggil kita kesini" tanya pak darma.
"jadi gini pak selama ini kan pak darma sudah menghendel perusahaan ini jadi saya ingin menaik kan jabatan pak Darma sebagai manager di perusahaan ini menggantikan bu ria" ucap Jeana.
"terimakasih Bu jeana" ucap pak darma dengan wajah bahagia.
"oh iya kalau kamu Sherly saya jadikan sekertaris saya, karena suami saya pak Andra sudah menyerahkan dan mempercayai saya sebagai pemimpin di perusahaan ini jadi saya membutuhkan sekertaris" ucap Jeana.
"baik Bu, terimakasih banyak ya Bu" ucap Sherly dengan wajah yang berubah menjadi bahagia.
"apakah pak darma dan Sherly ingat dengan karyawan bernama Susi" tanya jeana.
"ingat Bu ada apa memang nya dengan Susi" tanya pak darma.
"iya Susi itu adalah saya, saya waktu itu menyamar sebagai karyawan di perusahaan ini" jelas jeana.
pak darma dan sherly pun tersontak kaget mendengar pernyataan jeana, pantas saja Sherly seperti tidak asing dengan muka Jeana.
"Bu jeana , saya mengucapkan permintaan maaf atas pemecatan Bu jeana waktu itu" ucap pak darma dengan wajah menyesal.
"iya gak apa apa pak darma saya mengerti ko posisi bapak waktu itu , sebenar nya bapak sudah bekerja dengan baik sudah mengikuti perintah atasan pak darma" ucap Jeana dengan wajah tersenyum.
"ya sudah kalau gitu pak darma dan Sherly sudah mulai bisa bekerja dan berpindah ke ruangan baru, selamat atas posisi baru nya dan semoga kita dapat bekerja sama untuk membangun perusahaan ini tetap berjalan" ucap Jeana dengan bijak.
"baik Bu , permisi ya" ucap pak darma dan sherly.
Pak darma dan sherly pun sangat bahagia setelah keluar dari ruangan jeana, mereka pun langsung memindahkan barang barang nya untuk ke ruangan baru nya dan mulai bekerja.
...****************...
hari yang melelahkan setelah seharian di kantor.
"ternyata jadi bos juga gak sesantai yang aku pikir" ucap Jeana di dalam hati.
Jeana langsung melangkah kan kaki nya keluar kantor untuk menuju rumah baru nya, tiba tiba Sherly menghampiri jeana.
"Bu jea" ucap sherly.
"hai Sher" jawab jeana dengan wajah tersenyum.
"Bu jeana sibuk gak, kalau gak sibuk ibu mau gak aku traktir makan di salah satu kefe di dekat sini" ucap Sherly.
"nggak ko Sher, kebetulan saya juga laper nih Sher" Jawab jeana.
"ya sudah kalau gitu kita naik mobil aku aja yuk Bu" ucap sherly.
"boleh biar nanti aku suruh orang untuk membawakan mobil aku" ucap Jeana.
Jeana dan sherly menuju salah satu kafe yang sangat terkenal, tidak butuh lama Sherly dan jeana sampai di kafe tersebut, ternyata itu kafenya Rudi tempat dahulu jeana bekerja.
__ADS_1
Jeana dan sherly pun melangkah kan kaki masuk ke dalam kafe, jeana langsung teringat masa masa diri nya bekerja di kafe tersebut.
Sherly pun langsung memanggil pelayan kafe dan memesan makanan , jeana teringat afi dulu juga bekerja seperti pelayanan itu.
"Bu ini kafe yang sangat terkenal, dijamin makanan nya gak akan mengecewakan Bu, apalagi kata nya waktu kafe ini belum di renovasi dulu tuh ada penyanyi terkenal nya Bu" ucap sherly.
"oh gitu ya Sher" jawab jeana.
Pelayanan pun datang menghampiri Sherly dan jeana mengantar kan pesanan, jeana dan Sherly langsung menyantap nya, pak Rudi pun baru datang.
"liat deh Bu itu owner kafe ini , ganteng ya Bu masih singel lagi Bu" ucap Sherly dengan wajah tersenyum.
"nggk ah masih gantengan suami aku" ucap Jeana tersenyum.
"oh iya lah pak Andra kan memang keren , apa lagi sikap arogan nya Bu yang bikin perempuan jadi meleleh" Jawab Sherly meledek.
"memangnya suami saya ice cream meleleh" jawab jeana.
"hahhaa bercanda Bu" jawab Sherly.
"kamu suka Sher" tanya jeana.
"nggak Bu sumpah saya nggak suka dengan pak Andra tadi saya hanya bercanda Bu serius deh" ucap sherly panik.
"kamu ini negatif thinking Terus , orang aku nanya nya kamu suka sama Rudi" ucap Jeana.
"Rudi siapa Bu" tanya Sherly.
"ya itu owner kafe ini yang tadi kamu bilang ganteng namanya Rudi" ucap Jeana.
"Bu jeana kenal dengan owner kafe ini" tanya Sherly dengan wajah terkejut.
"iya kenal Sher Rudi teman aku" ucap Jeana.
Rudi pun melihat kearah jeana dan seperti mengenali sosok dua perempuan yang sedang duduk dan ketika Rudi melihat ke arah jeana, jeana pun langsung mengangkat tangan kanan nya sehingga Rudi menghampiri jeana.
"hey jeana kamu sudah di Bali lagi, kapan datang?" tanya Rudi.
"baru tadi pagi rud, oh iya kafe kamu sekarang bener bener keren ya" ucap Jeana sambil memberikan jari jempol nya ke Rudi.
"ah ini gak seberapa ko je" Jawab Rudi dengan wajah tersenyum.
Sherly pun tersenyum sendiri memperhatikan Rudi.
"oh iya rud ini teman aku Sherly" ucap Jeana.
"Rudi" ucap Rudi sambil menjabat tangan sherly.
Jantung sherly seakan mau copot karena berjabad tangan pria idaman nya itu.
"oh iya rud aku pulang dulu ya" ucap Jeana pamit ke Rudi.
"oke je kapan kapan kesini lagi ya" ucap Rudi.
Sherly pun langsung menghampiri kasir namun di tolak kasir karena atas perintah Rudi.
Jeana pun pulang kerumahnya di antar oleh Sheryl.
__ADS_1