
Afi dan jessy sudah sampai di Bali, mereka berpisah Jessy pulang ke rumah nya sedangkan afi menuju lokasi jeana, akhir nya afi pun sampai di depan rumah jeana namun rumah nya sangat sepi, afi pun mengetuk pintu rumah jeana.
"je..jee.je" teriak afi.
akhirnya afi menelpon jea untung nya langsung di angkat oleh jea.
"je gue di luar nih" ucap afi.
Jea pun langsung keluar dari rumah nya dengan posisi koper sudah di tangan nya.
"fi" ucap jea.
"iya je, Lo mau kemana bawa bawa koper seperti itu" tanya afi.
"gue mau pergi dari rumah ini fi" ucap jea.
"loh emang nya kenapa je, terus Lo mau kemana" tanya afi.
"gue gak mau tinggal di rumah ini lagi, karena ini rumah andra fi" ucap Jeana.
"ya sudah kalau gitu gimana kalau kita kerumah Jessy dulu je" ucap afi.
"oke deh fi yang pasti gue gak mau di sini" ucap Jeana.
afi dan jeana langsung naik ke taksi online untuk menuju rumah Jessy, dan di tengah perjalanan afi menelpon Jessy.
"hallo bep aku dan jea mau ke rumah kamu" ucap afi.
"oke bep , aku tunggu ya" jawab afi.
telepon afi dan Jessy pun berakhir.
"tok.tok.tok" suara afi mengetuk pintu rumah Jessy.
"Ayuk silahkan masuk" ucap Jessy sambil menyuruh afi dan jea duduk sofa, Jessy pun mengambil kan minuman untuk afi dan jea.
"gak usah repot-repot Jes" ucap jea.
"iya gak apa apa ko je" jawab Jessy.
"oh iya je Lo gimana cerita nya suami Lo di Jakarta terus Lo di Bali?" tanya afi.
"ya gitu cerita nya gue pegang perusahaan di sini dan Andra pegang yang di pusat" Jawab jea.
"terus kamu dan suami sejak kapan gak ketemu?" tanya Jessy.
"ya 5 hari lah, memang si dia gak ngasih kabar sama sekali ke gue " ucap Jeana.
"ya gue liat suami Lo bareng cewek itu sudah 2 kali je di hotel yang tempat Jessy menginap" ucap afi.
"biarin lah fi jika memang dia mau seperti itu gue gak bisa memaksa padahal dari awal gue memang sudah takut hal ini terjadi, tapi ya jika memang sudah terjadi biar lah" ucap Jeana dengan nada pasrah.
__ADS_1
"kamu gak mau cari tau tentang perempuan itu je" tanya Jessy.
"gak usah lah Jes" ucap Jeana.
"tapi aku ada foto nya nih je" ucap Jessy memperlihatkan foto ke jeana.
"oh Jihan" ucap Jeana.
"Lo kenal je" tanya afi dengan wajah kaget.
"iya dia sekertaris Andra dan gue pernah kerja bareng di perusahaan rangga waktu itu" ucap Jeana.
"Lo gak mau melabrak nya je" tanya afi.
"iya je kamu labrak aja" ucap Jessy.
"gak usah udah lah fi jes biarin gue udah males udah muak juga dengan penghianatan Andra" ucap Jeana.
Tiba tiba Jeana pusing dan mual, jeana langsung izin ke toilet .
"je Lo kenapa" tanya afi.
"gak tau fi kepala gue pusing dan mual banget" ucap jea.
"Lo belum makan kali je" tanya afi.
"oh iya bener gue belum makan" ucap jea.
"bep kita ke apotik dulu ya" ucap Jessy.
"kamu kenapa bep sakit juga?" tanya afi .
"nggak ko aku hanya ingin membeli obat untuk jeana" jawab Jessy.
"oke deh bep" ucap afi.
akhirnya afi pun mengendarai mobil menuju apotik , afi menunggu di dalam mobil, Jessy membeli obat pusing untuk jea dan Jessy berinisiatif membeli testpack untuk jea.
"Ayuk bep" ucap Jessy.
"oke sayang" jawab afi.
tidak lama kemudian afi dan Jessy pun sampai di rumah Jessy, dan Langsung makan bersama.
"je nih coba nanti Lo pakai" ucap Jessy memberikan testpack ke jeana.
"ko kamu bisa berpikir gitu bep" tanya afi.
"iya lah udah Lo coba aja ya je" ucap Jessy.
"oke nanti gue pakai" ucap Jeana.
__ADS_1
"ya habis makan pokoknya kamu harus tes ya je" ucap Jessy.
"iya Jes" jawab jeana.
akhirnya mereka pun selesai makan dan Jessy menunggu jea di depan pintu kamar mandi .
"mana je aku lihat hasil nya" ucap Jessy penasaran.
"nih" ucap Jeana memberikan ke Jessy jeana pun belum melihat nya karena jeana pun takut.
Jessy lah yang pertama melihat hasil nya, dan mata Jessy melotot tidak berkedip.
"je ini serius" ucap Jessy.
"apa Jes hasil nya" tanya jeana sambil menutup mata nya.
"kamu lihat aja je ini" ucap Jessy.
jeana pun memberani kan diri perlahan membuka mata nya, jea langsung menetes kan air mata nya dan langsung memeluk Jessy yang berada di hadapan nya melihat hasil testpack nya ternyata positif.
"kamu yang sabar ya je di tengah permasalahan rumah tangga kamu tetapi kamu di kasih kepercayaan , kamu wanita yang kuat je" ucap jessy sambil mengelus bahu jeana.
jeana pun akhir nya di ajak Jessy duduk ke ruang tamu.
"apa bep hasil nya , Kenapa jea menangis?" tanya afi khawatir.
"ini" ucap Jessy sambil memberikan testpack ke afi.
afi langsung mengambil testpack tersebut badan afi langsung lemas karena afi sangat sock melihat hasil nya , biar pun afi dan jea hanya sekedar teman tapi afi menganggap jea seperti saudara kandung nya.
"apa yang harus kita lakukan" ucap afi.
"iya jea gak mungkin bercerai dengan suami nya bep, kita harus memberi tahu ke suami nya" ucap jessy.
"nggak Pokok nya gue tetap ingin pisah dengan Andra, kalian harus bantu gue untuk tutupi kehamilan gue" ucap Jessy.
"gak bisa gitu je, anak Lo membutuh kan sosok seorang bapak, Lo gak boleh egois je" ucap afi.
"gue bisa ko besarin anak ini sendirian" ucap Jeana sambil terus menetes kan air mata nya.
"iya bener je suami kamu harus tau, siapa tau setelah suami kamu tau hal ini dia bisa berubah dan tidak bermain gila Dengan perempuan lain" ucap Jessy.
"nggak usah Jes, biarkan Andra bahagia dengan cara nya sendiri gue gak mau mengganggu kebahagiaan dia dengan mengetahui kehamilan gue, dan biar kan gue akan menjauhi Andra, jika memang dia sudah tidak ada rasa cinta ke gue biar gue yang ngalah karena percuma hubungan ini gue pertahanan jika rasa cinta dan rasa Percaya itu udah gak ada, gue bertekat akan besarin anak ini sendiri" ucap Jeana.
"iya sudah je jika itu yang Lo mau, dan jika itu bisa membuat Lo bahagia gue dan Jessy akan menutupi kehamilan Lo" ucap afi.
"dan selama kehamilan dan sampai anak kamu lahir kamu tinggal di sini bersama aku je" ucap Jessy.
"iya je lebih baik Lo tinggal di sini jadi kita bisa jagain Lo" ucap afi.
"iya gue akan tinggal di sini tapi tolong rahasiakan keberadaan gue juga ya, dan terimakasih ya Jes , fi" ucap Jeana.
__ADS_1