
Bu Dinda pun dan Andra langsung menghampiri jeana, sedang kan afi berdiri berada di depan kamar jeana.
"Lo mau ngapain ke sini?" Tanya afi dengan wajah kesal kepada Andra.
"gue kan suami nya jeana wajar lah gue ingin tau ke adaan istri gue" ucap Andra.
"Lo gak patas jadi suami jeana, dan jeana juga udah gak mau sama Lo, lebih baik Lo pergi dari pada memperburuk ke adaan jea" ucap afi mengusir Andra.
dokter pun keluar Andra dan Afi berebut masuk ke kamar jeana, namun hanya 1 orang yang di perbolehkan masuk, akhir nya karena Andra dan Afi terus bertengkar jadi nya Bu Dinda yang masuk.
"je Alhamdulillah kamu sudah sadar" ucap Bu dinda dengan wajah tersenyum.
"loh ko mamah ada di sini, afi mana?" tanya jeana.
"loh kamu ko nanyain nya afi si bukan nya Andra?" ucap Bu dinda.
jeana pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Bu Dinda menyebut nama Andra.
tiba tiba afi pun masuk ke kamar jea, Andra pun juga ingin masuk namun di tahan oleh perawat harus bergantian.
"je Lo udah sadar, syukur deh" ucap afi dengan wajah bahagia.
"Alhamdulillah fi, terimakasih ya selalu ada untuk gue" ucap Jeana sambil tersenyum.
"oh iya ibu ini siapa nya Bu jea ya?" tanya perawat.
"saya ibu mertua nya sus" ucap Bu dinda.
"oh ya sudah kalau gitu ibu ikut saya ke ruangan dokter ya" ucap perawat.
Bu Dinda pun langsung keluar dari kamar jea mengikuti perawat dan Bu Dinda mengajak Andra.
Afi pun mengintip dari pintu kalau Andra dan Bu Dinda sedang ke ruangan dokter.
"je kayak nya kita harus cabut sekarang, karena pasti Bu Dinda sama Andra di kasih tau dokter tentang kehamilan Lo" ucap afi.
"iya fi, Lo bantu gue lepas infus nya" ucap jea.
akhir nya setelah infus jea terlepas , jea langsung di bantu afi untuk keluar meninggal kan ruang nya , untung nya afi membawa mobil jadi langsung masuk ke dalam mobil dan meninggal kan Rumah sakit.
...****************...
di ruangan dokter Bu Dinda duduk bersebelahan dengan Andra dan berhadapan dengan pak dokter.
"Bu kalau boleh saya tau ibu dan mas ini ada hubungan apa sama pasien yang bernama jeana" tanya dokter.
__ADS_1
"saya mertua nya dok" ucap Bu dinda.
"kalau saya suami nya dok" ucap andra.
"oh saya kira suami nya yang laki laki tadi itu" ucap dokter.
"bukan dok, itu sahabat nya" ucap Andra.
"ya sudah kalau gitu saya berpesan jika Bu jeana jangan terlalu setres, capek dan harus Banyak banyak minum vitamin" ucap dokter.
"iya mungkin menantu saya akhir akhir ini stres dok, karena kan menantu saya itu ngurus perusahaan yang di luar kota kalau anak saya di sini" ucap Bu dinda.
"ya pantas saja, jadi Bu jea bener kecapean dan stres karena haru LDR juga, tapi kalau saran saya Bu jeana itu jangan bekerja dulu karena kehamilan nya yang masih terbilang muda, rentan sekali"ucap dokter.
"istri saya hamil dok" ucap Andra dengan wajah kaget nya.
"Alhamdulillah Dra jeana hamil" ucap Bu dinda dengan wajah bahagia.
"iya kurang lebih usia kehamilan nya sudah memasuki 6 Minggu" ucap dokter.
"ya sudah dok kalau gitu terimakasih" ucap Bu dinda dan Andra.
Bu Dinda dan Andra tidak sabar ingin menemui jeana dan berjalan kaki secepat mungkin agar Segera masuk ke ruangan jeana.
"loh jea ke mana Dra" ucap Bu dinda.
"pasti jea kabur mah sama afi, jea pasti tau jika mamah dan Andra mengetahui kehamilan nya" ucap Andra dengan wajah kesal.
"ya sudah kalau gitu kita cari jea dra, mamah gak mau terjadi apa apa dengan calon cucu Mamah" ucap Bu dinda dengan wajah kesal.
"iya Mah" ucap Andra.
Bu Dinda dan Andra pun langsung melakukan pembayaran setelah itu langsung mencari jeana.
"kita cari ke mana Dra?" tanya Bu dinda.
"kita cari ke kafe afi aja mah" ucap Andra.
"oke cepet Dra" jawab Bu Dinda.
...****************...
"je kita ke mana nih , pasti Andra sama Bu Dinda mencari kita" ucap afi.
"kalau gue masih di Jakarta pasti Andra sama Bu Dinda akan bisa menemukan gue fi" ucap Jeana.
__ADS_1
"ke mana dong je" ucap afi dengan wajah bingung.
"gimana kalau Lo antar gue ke luar kota, karena gue di sana punya rumah kecil yang pernah gue beli dan gak akan ada yang tau" ucap jea.
"oke je kita langsung ke sana sekarang" ucap afi.
"tapi kafe gimana fi?" tanya jeana.
"soal kafe gampang gak usah di pikirkan tadi gue udah telpon Jessy untuk handel semua" ucap afi.
"oke syukur deh kalau gitu" ucap Jeana.
afi pun langsung mengantar kan jea ke luar kota , demi menghindari jeana dari Andra .
...****************...
Bu Dinda dan Andra pun sampai di kafe , Andra langsung menghampiri Jessy.
"Jes afi mana" ucap andra.
"loh kan afi di rumah sakit tadi temenin jea" ucap Jessy dengan wajah bingung.
"Lo jangan bohong , afi mana? tadi afi tuh sama jea kabur dari rumah sakit" ucap Andra dengan wajah kesal.
"serius Dra gue gak tau , afi terakhir kabarin gue kata nya dia temenin jea di rumah sakit" ucap Jessy.
"oke lah kalau gitu Lo kabarin gue ya kalau ada afi" ucap Andra.
"iya" ucap Jessy.
Andra dan Bu Dinda meninggal kan kafe dan menuju ke rumah Bu wita dan ternyata di rumah Bu wita juga gak ada jeana.
Bu dinda pun akhir nya hilang ke sabaran sehingga Bu Dinda memarahi Andra.
"ini semua tuh gara gara kamu dra" ucap Bu dinda dengan wajah kesal.
"maaf mah Andra juga sangat menyesal, apa lagi sekarang jea dalam kondisi hamil Andra benar khawatir" ucap Andra.
"pokok Jika terjadi apa apa dengan jeana dan calon cucu ibu ,kamu gak akan mamah maafin, kamu harus cari jea sampai ketemu" ucap Bu dinda.
"iya mah Andra mengerah kan orang untuk mencari jeana" ucap Andra.
"mamah gak bisa bayang kan gimana jadi jea sekarang, yg seharus nya sedang di manjakan oleh suami, tapi ini malah harus menerima kepahitan jika suami nya selingkuh, mamah benar benar merasa sedih Dra karena mamah merasa gagal mendidik kamu" ucap Bu dinda Sambil meneteskan air mata.
Andra pun langsung bersimpuh di hadapan Bu Dinda dan meminta maaf atas kesalahan nya.
__ADS_1