
Eun Seung menoleh kiri dan kanan, mencari Soo Ra dan kyung mi dengan matanya. Kedua wanita itu telah pergi tanpa ada jejak yang ditinggalkannya. Berjalan menelusuri tempat hingga sampai di ujung jalan. Ia tidak menemukannya.
"apa aku harus pulang ya !?" Ucap Eun Seung bicara dengan dirinya sendiri.
"kau tak usah pulang, ikut dengan kita saja yuk!!" Seseorang tiba-tiba muncul dari belakangnya. Dua orang laki-laki bertampang menyeramkan menghalangi jalan Eun Seung. Mereka terus tersenyum memperhatikan Eun Seung yang mulai ketakutan.
"mau apa kalian !!" Seru Eun Seung sedikit berteriak ke arahnya.
"aku mau dirimu..." jawab laki-laki tua yang terlihat gendut di badannya.
__ADS_1
Eun Seung baru tersadar bahwa mereka adalah orang-orang yang ada di pasar. Laki-laki menyeramkan yang memperhatikan Eun Seung dari atas sampai bawah. Eun Seung teringat akan hal itu. Ia tak menduga bahwa mereka benar-benar mengikuti Eun Seung sampai di wilayah ini.
"ikut denganku yuk...!!" Ajak salah satu laki-laki yang kurus menarik tangan Eun Seung. Gadis itu meronta, meminta dilepaskan. Eun Seung benar-benar ketakutan, tangannya gemetar tak mampu menahan kuatnya laki-laki itu. Ia terseret masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir tak jauh dari tempatnya. Eun Seung terpaksa masuk oleh kedua laki-laki itu. Mereka duduk bersama Eun Seung di kursi belakang. Eun Seung di apit oleh mereka. Mulutnya sudah ditutup oleh mereka supaya tidak teriak. Mobilpun berjalan maju menuju tempat yang tidak diketahui Eun Seung.
Eun Seung terus berpikir apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Apa ini akan menjadi akhir dari perjalanannya selama ini. Kenapa harus dia yang diculik? Apa yang sedang mereka inginkan? Uangkah ? Atau minta tebusan? Eun Seung mulai berontak lagi. Lagi-lagi ditahan oleh mereka.
Perjalanan semakin panjang, Eun Seung tak tahu dibawa kemana oleh mereka. Eun Seung hanya diam memperhatikan kedua penjahat yang tertidur di sampingnya. Ia sudah pasrah apa yang akan terjadi nanti. Langit semakin gelap ketika mobil yang ia tumpangi mulai memasuki sebuah restaurant. Eun Seung hanya terkejut, supir itu membawanya ke tempat ramai.
"kita akan mengamatimu dari jauh, temui laki-laki bertopi di restaurant itu. Jika kau kabur, aku akan menculik ibumu.." Supir itu memarkirkan mobil ke tempat yang kosong. Eun Seung mengangguk. Supir itu membangunkan kedua laki-laki yang ada disamping Eun Seung, membuka lakban yang ada dimulutnya dan tali di kedua tangannya. Kedua laki-laki itu menyuruh Eun Seung untuk jalan terlebih dahulu menuju pintu utama restaurant.
__ADS_1
Eun Seung membuka pintu restaurant, banyak orang disana yang sedang duduk menunggu pesanan, yang sedang makan malam, atau bahkan yang berlalu lalang mengantar makanan. Eun Seung memperhatikan salah satu orang yang di beri petunjuk oleh penjahat itu.
'laki-laki tinggi bertopi, ah apa itu dia !?' Eun Seung mendekatinya. Seorang laki-laki bertopi sedang duduk tak jauh darinya. Eun Seung kembali menyakinkan dirinya dengan melihat kedua penjahat itu yang sudah berdiri di luar jendela. Mereka mengangguk mengamati Eun Seung.
Eun Seung gugup bukan main, ia benar-benar ketakutan. Pemikirannya sudah jauh dari ambang batasnya. Ia terus memikirkan laki-laki ini. Apakah dia bosnya mereka? Apakah dirinya bakal diperjualbelikan oleh penjahat-penjahat itu? Apakah dirinya akan jadi wanita penghibur laki-laki ini. Bayangan Eun Seung mulai terpapar di otaknya. Ia tak bisa berkata-kata. Ia mengepalkan tangan memohon kekuatan dari dalam dirinya. Sesekali ia menelan ludah. Ia bisa saja kabur dari mereka. Tetapi ibunya yang akan menjadi pertaruhannya. Ia tak ingin semuanya khawatir. Ia menghembuskan nafas panjang dan berjalan di hadapannya.
Seorang laki-laki bermasker hitam dan bertopi terkejut melihat Eun Seung yang sudah di hadapannya. Gadis itu memang tak menyapanya. Hanya sebuah pandangan yang terus tertuju kepadanya.
"kamu !!!" Eun Seung menyebut dirinya. Ia tahu laki-laki ini yang mengikutinya dulu waktu masih tinggal bersama orang tuanya. Laki-laki yang menarik tangannya. Ia mengenal laki-laki ini.
__ADS_1