
“hufht…” Eun Seung menghembuskan nafas panjang memikirkan apa yang terjadi
padanya. Ia menghentikan kegiatannya mengaduk adonan yang sejak tadi
dibuatnya. Ia sedang banyak pikiran tentang ini semua. “kau
benar-benar jahat, Eun Seung. memanfaatkan keluarga Joon Young untuk
memperbaiki nama baik ayah, menggunakan tokonya untukku bertahan
hidup, menikah dengannya untuk mendapatkan perlindungan dan
popularitas. Apa benar apa yang aku lakukan. Tetapi kenapa risau.
Adakah yang salah dengan semua ini…” ucapnya berbicara sendiri.
Ia merasa salah dengan keputusan yang dipilihnya. Eun Seung terduduk
dengan lemah. Ia memperhatikan buku tabungan yang tergeletak di atas
meja. Tabungan yang masih kurang dari yang diharapkan. Tujuh puluh
lima juta, berbeda jauh dengan keinginan Joon Young yang meminta Tiga
Ratus Juta. “apa aku bisa membayar semua hutang ayah..” terlintas
dalam pikirannya wajah Seo Woon yang akan senantiasa membantunya. Ia
juga bisa meminta tolong kepadanya untuk memperbaiki nama baik ayah
menggunakan kekuasaannya. Semua terlihat sama saja seperti Joon
Young. Eun Seung menggeleng kepala. “…Aku sudah banyak merepotkan
semua orang…” ucapnya mengurungkan pikirannya untuk meminta
tolong kepada semua orang. Memang jalan satu-satunya hanyalah kepada
Joon Young untuk memperpanjang batas waktunya menyewa tempat miliknya
atau menikah dengannya.
“braaaakkk…” suara benda jatuh mengagetkan Eun Seung yang berada di dalam tokonya.
Ia mencari sumber suara yang terdengar dari luar, tetapi tiba-tiba
handphone gadis itu berbunyi. Nomor yang tidak dikenal berada pada
layarnya.
“halo !!” jawab Eun Seung yang ingin beranjak keluar toko, melihat apa
yang sedang terjadi namun suara dari seberang membuatnya terhenti.
“kau jangan keluar, banyak orang yang melakukan demo di depan tokomu…”
ujarnya memberitahu keadaan sekitar toko miliknya.
“Seung Ho !?” ucap Eun Seung memanggil namanya dengan ragu.
“iya, itu aku…” jawab laki-laki itu menjelaskan keraguan Eun Seung.
“hai, gadis pemilik swetty bakery. keluar kau sekarang juga !! aku sudah
membawa beberapa orang yang protes bahwa tokomu tidak professional…”
__ADS_1
teriak salah seorang wanita dari luar toko roti milik Eun Seung.
“benar, kembalikan uang kami..!!”
“jangan dengar apa kata mereka !!” suara Seung Ho menegaskan dalam
sambungan teleponnya. Eun Seung mulai panik. Walaupun Seung Ho
berusaha mengalihkan pendengarannya. Tetapi masih teringat jelas apa
yang orang-orang itu katakan.
“aku harus apa !! banyak orang yang akan menyerbu tokoku…” ucap Eun
Seung dengan takut. Trauma masa kecilnya, saat orang-orang menyerbu
toko ayahnya berulang kembali kepadanya.
“aku mohon kau jangan keluar…” pinta Seung Ho yang masih menghubungi
dirinya.
“kau sudah mengambil uang kami, setiap pesanan kau selalu membuat
asal-asalan. Betapa malunya aku membeli ditempatmu…”
“punyaku juga, kemarin pesanan yang aku minta juga tidak dibuatkan olehnya.
Dia hanya mengambil uangnya saja…”
“kau dengar itu, aku membawa semua orang yang tidak suka dengan toko
rotimu. Kau masih ingat aku, aku Yeon So !!” teriak salah seorang
wanita yang dulu pernah datang memesan kue ulang tahun kepada Eun
“hancurkan toko roti miliknya…!!”
“benar, toko roti ini harus segera ditutup biar tidak banyak korban…”
“toko roti swetty bakery sungguh tidak layak di wilayah ini, tutup…
tutup…”
Semua orang mengeluarkan pendapatnya mengenai toko roti milik Eun Seung.
mereka menyerukan bahwa toko itu harus segera di tutup. Eun Seung
mulai tidak percaya diri, ia memang sudah melakukan kesalahan kepada
para pelanggannya.
“ternyata ini pendapat mereka tentang tokoku…”ucap Eun Seung lirih.
“bukan, kau sudah berusaha keras. Jangan dengar apa kata mereka…” Seung
Ho meminta kepada dirinya.
“aku harus keluar, Seung Ho…!! aku harus menghadapinya. Percayakan
kepadaku bahwa semua akan baik-baik saja…” ucap Eun Seung
melangkahkan kakinya menuju pintu toko. benar, ia memang harus
menghadapi lawan-lawannya yang tidak menyukai dirinya. sama seperti
__ADS_1
ayahnya, dulu ayahnya masih bisa tersenyum memohon kepada mereka
untuk tidak menghancurkan toko ayahnya.
“prakkkk…” suara sesuatu terdengar kembali dari luar toko. ada benda yang
dirusak oleh sekelompok wanita-wanita tangguh itu. Eun Seung membuka
pintu toko. ia memperhatikan tiga wanita berdiri membawa sebuah papan
yang bertulisan ‘hancurkan
swetty bakery’, satu orang membawa kayu besar menghancurkan benda-benda di
sekitarnya.
“akhirnya kau keluar juga !!” seru Yeon So yang berkacak pinggang memandang
Eun Seung dengan penuh kebencian.
“maafkan aku…” ucap Eun Seung menunduk meminta maaf kepada semuanya.
“kami tidak bisa memaafkanmu…” balas seorang wanita yang mengambil
segayung air dan menyiramkan kepadanya. namun tiba-tiba seseorang
memeluk Eun Seung tepat di hadapannya. air pun menciprat ke beberapa
wanita yang sedang berdiri di dekatnya.
“Seung Ho !!” seru Eun Seung melihat laki-laki itu menghalau dirinya.
“kau tak apa-apa?” tanyanya kemudian memperhatikan Eun Seung dengan
wajah cemas. Eun Seung hanya menggeleng memberi jawabannya. Laki-laki
itu tersenyum lalu membalikkan badannya melindungi Eun Seung.
“…kenapa kalian melakukan ini? kalian bisa dikenakan sanksi
pidana karena menghancurkan property milik orang lain…” sambung
Seung Ho memberitahu kepada semua wanita yang berdiri disana.
Beberapa orang tampak diam dengan wajah kesal.
“kau tahu, apa yang dilakukan wanita ini !!” seru Yeon So yang mulai
melangkahkan kakinya mendekat ke arahnya.
“aku tahu, setiap orang punya kesalahan. Begitujuga kau, aku harap kau
bisa memaafkan hatimu dan juga dia…” ungkap Seung Ho membuat Yeon
So memandang sinis kepadanya. “…dan kalian semua, jangan mudah
terpancing dengan emosi sesaat wanita ini. aku tahu kalian dibayar
untuk melakukan ini…” sambungnya lagi membuat wanita-wanita yang
dibelakangnya merasa malu mendengar tuduhan Seung Ho.
“sial !! aku tidak akan menyerah begitu saja. aku akan kembali ke sini
dengan polisi, camkan itu !!” seru Yeon So yang kesal meninggalkan
__ADS_1
semua orang yang ada dibelakangnya. Para wanita itu pun pergi
mengikutinya.