Cinta Tanpa Batas Waktu

Cinta Tanpa Batas Waktu
CHAPTER 39 : MUSUH BAYARAN


__ADS_3

“hufht…” Eun Seung menghembuskan nafas panjang memikirkan apa yang terjadi


padanya. Ia menghentikan kegiatannya mengaduk adonan yang sejak tadi


dibuatnya. Ia sedang banyak pikiran tentang ini semua. “kau


benar-benar jahat, Eun Seung. memanfaatkan keluarga Joon Young untuk


memperbaiki nama baik ayah, menggunakan tokonya untukku bertahan


hidup, menikah dengannya untuk mendapatkan perlindungan dan


popularitas. Apa benar apa yang aku lakukan. Tetapi kenapa risau.


Adakah yang salah dengan semua ini…” ucapnya berbicara sendiri.


Ia merasa salah dengan keputusan yang dipilihnya. Eun Seung terduduk


dengan lemah. Ia memperhatikan buku tabungan yang tergeletak di atas


meja. Tabungan yang masih kurang dari yang diharapkan. Tujuh puluh


lima juta, berbeda jauh dengan keinginan Joon Young yang meminta Tiga


Ratus Juta. “apa aku bisa membayar semua hutang ayah..” terlintas


dalam pikirannya wajah Seo Woon yang akan senantiasa membantunya. Ia


juga bisa meminta tolong kepadanya untuk memperbaiki nama baik ayah


menggunakan kekuasaannya. Semua terlihat sama saja seperti Joon


Young. Eun Seung menggeleng kepala. “…Aku sudah banyak merepotkan


semua orang…” ucapnya mengurungkan pikirannya untuk meminta


tolong kepada semua orang. Memang jalan satu-satunya hanyalah kepada


Joon Young untuk memperpanjang batas waktunya menyewa tempat miliknya


atau menikah dengannya.


“braaaakkk…” suara benda jatuh mengagetkan Eun Seung yang berada di dalam tokonya.


Ia mencari sumber suara yang terdengar dari luar, tetapi tiba-tiba


handphone gadis itu berbunyi. Nomor yang tidak dikenal berada pada


layarnya.


“halo !!” jawab Eun Seung yang ingin beranjak keluar toko, melihat apa


yang sedang terjadi namun suara dari seberang membuatnya terhenti.


“kau jangan keluar, banyak orang yang melakukan demo di depan tokomu…”


ujarnya memberitahu keadaan sekitar toko miliknya.


“Seung Ho !?” ucap Eun Seung memanggil namanya dengan ragu.


“iya, itu aku…” jawab laki-laki itu menjelaskan keraguan Eun Seung.


“hai, gadis pemilik swetty bakery. keluar kau sekarang juga !! aku sudah


membawa beberapa orang yang protes bahwa tokomu tidak professional…”

__ADS_1


teriak salah seorang wanita dari luar toko roti milik Eun Seung.


“benar, kembalikan uang kami..!!”


“jangan dengar apa kata mereka !!” suara Seung Ho menegaskan dalam


sambungan teleponnya. Eun Seung mulai panik. Walaupun Seung Ho


berusaha mengalihkan pendengarannya. Tetapi masih teringat jelas apa


yang orang-orang itu katakan.


“aku harus apa !! banyak orang yang akan menyerbu tokoku…” ucap Eun


Seung dengan takut. Trauma masa kecilnya, saat orang-orang menyerbu


toko ayahnya berulang kembali kepadanya.


“aku mohon kau jangan keluar…” pinta Seung Ho yang masih menghubungi


dirinya.


“kau sudah mengambil uang kami, setiap pesanan kau selalu membuat


asal-asalan. Betapa malunya aku membeli ditempatmu…”


“punyaku juga, kemarin pesanan yang aku minta juga tidak dibuatkan olehnya.


Dia hanya mengambil uangnya saja…”


“kau dengar itu, aku membawa semua orang yang tidak suka dengan toko


rotimu. Kau masih ingat aku, aku Yeon So !!” teriak salah seorang


wanita yang dulu pernah datang memesan kue ulang tahun kepada Eun


“hancurkan toko roti miliknya…!!”


“benar, toko roti ini harus segera ditutup biar tidak banyak korban…”


“toko roti swetty bakery sungguh tidak layak di wilayah ini, tutup…


tutup…”


Semua orang mengeluarkan pendapatnya mengenai toko roti milik Eun Seung.


mereka menyerukan bahwa toko itu harus segera di tutup. Eun Seung


mulai tidak percaya diri, ia memang sudah melakukan kesalahan kepada


para pelanggannya.


“ternyata ini pendapat mereka tentang tokoku…”ucap Eun Seung lirih.


“bukan, kau sudah berusaha keras. Jangan dengar apa kata mereka…” Seung


Ho meminta kepada dirinya.


“aku harus keluar, Seung Ho…!! aku harus menghadapinya. Percayakan


kepadaku bahwa semua akan baik-baik saja…” ucap Eun Seung


melangkahkan kakinya menuju pintu toko. benar, ia memang harus


menghadapi lawan-lawannya yang tidak menyukai dirinya. sama seperti

__ADS_1


ayahnya, dulu ayahnya masih bisa tersenyum memohon kepada mereka


untuk tidak menghancurkan toko ayahnya.


“prakkkk…” suara sesuatu terdengar kembali dari luar toko. ada benda yang


dirusak oleh sekelompok wanita-wanita tangguh itu. Eun Seung membuka


pintu toko. ia memperhatikan tiga wanita berdiri membawa sebuah papan


yang bertulisan ‘hancurkan


swetty bakery’, satu orang membawa kayu besar menghancurkan benda-benda di


sekitarnya.


“akhirnya kau keluar juga !!” seru Yeon So yang berkacak pinggang memandang


Eun Seung dengan penuh kebencian.


“maafkan aku…” ucap Eun Seung menunduk meminta maaf kepada semuanya.


“kami tidak bisa memaafkanmu…” balas seorang wanita yang mengambil


segayung air dan menyiramkan kepadanya. namun tiba-tiba seseorang


memeluk Eun Seung tepat di hadapannya. air pun menciprat ke beberapa


wanita yang sedang berdiri di dekatnya.


“Seung Ho !!” seru Eun Seung melihat laki-laki itu menghalau dirinya.


“kau tak apa-apa?” tanyanya kemudian memperhatikan Eun Seung dengan


wajah cemas. Eun Seung hanya menggeleng memberi jawabannya. Laki-laki


itu tersenyum lalu membalikkan badannya melindungi Eun Seung.


“…kenapa kalian melakukan ini? kalian bisa dikenakan sanksi


pidana karena menghancurkan property milik orang lain…” sambung


Seung Ho memberitahu kepada semua wanita yang berdiri disana.


Beberapa orang tampak diam dengan wajah kesal.


“kau tahu, apa yang dilakukan wanita ini !!” seru Yeon So yang mulai


melangkahkan kakinya mendekat ke arahnya.


“aku tahu, setiap orang punya kesalahan. Begitujuga kau, aku harap kau


bisa memaafkan hatimu dan juga dia…” ungkap Seung Ho membuat Yeon


So memandang sinis kepadanya. “…dan kalian semua, jangan mudah


terpancing dengan emosi sesaat wanita ini. aku tahu kalian dibayar


untuk melakukan ini…” sambungnya lagi membuat wanita-wanita yang


dibelakangnya merasa malu mendengar tuduhan Seung Ho.


“sial !! aku tidak akan menyerah begitu saja. aku akan kembali ke sini


dengan polisi, camkan itu !!” seru Yeon So yang kesal meninggalkan

__ADS_1


semua orang yang ada dibelakangnya. Para wanita itu pun pergi


mengikutinya.


__ADS_2