
Eun Seung menyipitkan matanya ketika jam alarm di ponselnya terdengar kencang di kamarnya. Pukul 05.30 am. Ia mematikannya. Ia berusaha tidur lagi namun ada sesuatu yang membuat dirinya terbangun dengan sangat cepat.
“aku lupa !!! Minta nomor handphone Seung Ho…” teriak Eun Seung yang sudah setengah sadar. Rambutnya masih acak-acakan. Tadi malam setelah ia pulang dari acara penyambutan Ryu nam. Ia didatangi oleh beberapa anak sekolah yang dulu datang ke tokonya. Mereka mengancam Eun Seung karena ingkar janji dengan tantangan yang diberikannya. Ia memang menantang selebgram itu. Jika 100 views, ia akan membantunya meminta nomor handphone Seung Ho. Tapi Eun Seung malah lupa sampai sekarang. “aku harus bisa memintanya, Eun Seung semangat !!” Eun Seung memberi semangat dirinya sendiri. Kali ini ia harus menghilangkan gengsi dan malunya kepada Seung Ho. Laki-laki yang menjadi rivalnya dulu. Ia tak menyangka jika ia akan meminta sesuatu kepadanya. Sejak dulu, Seung Ho memang banyak penggemarnya. Ia teringat setiap kompetisi di kampusnya, kebanyakan penggemar memilih Seung Ho karena wajahnya yang tampan. Eun Seung tak menyadari hal itu. Bahkan ia tak peduli dengannya. Ia hanya tahu bahwa laki-laki itu terus mendapat juara pertama setiap kompetisi. Itu yang membuat Eun Seung membenci dirinya. Empat tahun tak bertemu dengannya, malah takdir yang meminta Eun Seung berteman baik kepadanya. Ini semua karena Soo Ra.
Eun Seung mengingat-ingat kejadian tadi pagi. Ia sudah bersiap-siap menghampiri Seung Ho di cafenya. Ia memutuskan untuk datang terlebih dahulu sebelum buka toko. Sebab ia tak ingin bayangan tentang anak sekolah itu terus menganggunya.
__ADS_1
“ceklek…!!” Pintu café dibuka paksa oleh Eun Seung, ia mengintip dari belahan pintu. Dua orang sedang berbincang-bincang disana. Seung Ho dan Hyu Ri. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Eun Seung dengan langkah pelan-pelan meringis melihat Seung Ho.
“kau sedang apa?” Tanya Seung Ho yang terkejut melihat Eun Seung tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Hyu Ri melihatnya.
“untuk apa?” Seung Ho tak mengambil buku dan pulpen yang diberikan Eun Seung. Sikapnya yang dingin hanya menatap Eun Seung. Gadis itu melihatnya. Hyu Ri melihat Eun Seung dengan kesal. Pandangannya dia alihkan ke tempat lain. Perasaannya sungguh panas melihat mereka.
__ADS_1
“aku mohon, jangan katakan untuk apa. Please, aku hanya minta ini saja kepadamu…” balas Eun Seung dahinya menekuk di tengah-tengah pelipisnya.
“Seung Ho, ayo kencan denganku !!” Seru Hyu Ri dengan tiba-tiba. Ia ingin membuat Seung Ho menatap kepadanya. Benar saja, keduanya melihat Hyu Ri. Seung Ho benar-benar terkejut dengan permintaan Hyu Ri seperti itu. Pertama kali ia di ajak kencan oleh seorang wanita. Hyu Ri merangkul tangan Seung Ho. Ia ingin sekali Eun Seung pergi darinya. Hyu Ri juga merengek meminta sesuatu kepadanya. Eun Seung meliriknya.
“Hyu Ri, aku boleh ya minta nomor pacarmu ini !!” Pinta Eun Seung lagi. Ia terus berusaha untuk mendapatkannya. Mungkin Eun Seung tahu, keadaan dirinya menganggu mereka yang sedang asyik berduaan. Itu sebabnya Hyu Ri menekankan ucapannya di hadapan Eun Seung. Hyu Ri mengangguk ragu menyetujui permintaan Eun Seung. Ia tak mau menunggu lama. Seung Ho menelan ludah, ia sudah tak peduli dengan permintaan Eun Seung lagi. Pikirannya terganggu akan permintaan Hyu Ri yang tiba-tiba mengajaknya. Ia sangat terkejut mendengarnya. Perkembangan yang terjadi dengan dirinya meningkat sangat cepat. Hyu Ri sedang mendekati dirinya saat ini. Laki-laki itu mengambil buku dan pulpen di tangan Eun Seung, menuliskan nomor handphone di buku milik Eun Seung. Gadis itu melihatnya dengan tersenyum senang.
__ADS_1