Cinta Tanpa Batas Waktu

Cinta Tanpa Batas Waktu
CHAPTER 28 : PANGERAN KEDUA


__ADS_3

“aku sungguh minta maaf…!!” ucap Eun Seung terus menunduk lemah, ia berkali-kali meminta maaf kepadanya. Seorang Wanita tua yang sedang memarahi dirinya karena salah pesanan. Eun Seung benar-benar lupa untuk membuat kue blackforest pesanan wanita itu. akhir-akhir ini, pikirannya memang sedang tidak focus. Entah kenapa.


“aku sudah peringatkan kepadamu untuk membuat pesananku tetapi yang lebih parah kau bahkan tidak membuatnya. Toko milikmu bisa saja aku adukan ke polisi, karena telah melakukan penipuan…” wanita bernama Song Lee Yoon itu terus menyudutkan dirinya. ia sangat kesal melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Wanita yang sangat elegan berdiri di dekat pintu toko.


“jangan, Aku mohon jangan lakukan itu. aku bisa mengembalikan uangmu…” ujar Eun Seung beralih ke kasirnya untuk mengambil beberapa uang.


“kau sudah terlambat, darimana aku bisa mendapatkan kue untuk ulang tahun anakku, hari ini…”


“aku bisa membuatnya lagi…”sambung Eun Seung dengan semangat, ia berusaha memulihkan suasana kepada pelanggannya.


“kau lihat jam berapa sekarang, sudah terlambat semua…” Tunjuk Yeon So mengarah ke jam dinding yang berada di samping Eun Seung.


“aku sungguh minta maaf…”


“sudahlah, aku benar-benar sungguh kesal dengan toko ini. aku akan menyebarkan berita bahwa toko ini penipu di social media dan kau bersiap-siaplah untuk masuk penjara…!!!” ucap Lee Yoon dengan tegas, memamerkan satu telunjuknya ke wajah Eun Seung. gadis itu hanya melihatnya, tak melawan. Ia memang sungguh tahu perbuatan dirinya benar-benar salah. Eun Seung menerima konsekuensinya. Lee Yoon pun mengepalkan jemarinya lalu pergi keluar toko setelah mengancam itu kepada Eun Seung.


“Eun Seung, kau sungguh tidak apa-apa?” Tanya Soo Ra yang sudah menyadarkan Eun Seung di hadapannya. Gadis itu melihatnya, sudah banyak yang berada di sana. Ada Soo Ra, Bibi Nei, Myung Dae dan juga Seung Ho hadir menemani Eun Seung.


“Soo Ra !!, kenapa kalian kesini?” jawab Eun Seung yang terkejut, teman-temannya itu menemaninya.

__ADS_1


“bibi Nei yang mengirim pesan kepada kami semua, bahwa kau habis dimarahi oleh pelanggan. Ada apa sebenarnya?”


“tidak, sungguh semuanya sudah selesai” jawab Eun Seung tenang dan santai. Ia tak ingin membuat teman-temannya itu khawatir.


“katakan pada kami Eun Seung jika kau di ganggu olehnya lagi, biar aku yang akan menghadapinya…” ujar Myung Dae menawarkan bantuan. Eun Seung tersenyum.


“baiklah. Aku akan menghubungimu jika dia kembali lagi…” jawab Eun Seung mendorong Soo Ra untuk keluar dari tokonya. Sejujurnya ia tak ingin diganggu oleh siapapun. Semuanya pun keluar mengikuti Soo Ra.


“ada apa?” Tanya Seung Ho yang paling belakang menanyakan hal itu padanya. Eun Seung hanya tersenyum.


“yahh, kau pasti tahu sendiri. Ada kesalahan terbesar dari toko ini…” jawab Eun Seung memegang pinggiran pintu untuk menutupnya.


“entahlah, tapi sepertinya sudah telat. Tenang saja, jangan khawatirkan aku…” balas Eun Seung menepuk punggung tangan Seung Ho yang memegang pintu utama toko. “ceklek…!!” Eun Seung menutupnya dan membalikkan tanda toko sudah tutup yang ada di hiasan pintunya. Ia menarik gorden, tak ingin ada yang melihat toko itu.


Seung Ho menatap pintu itu dengan sangat iba. Ada sesuatu yang membuat Eun Seung menyerah dengan keadaan.


“kau yang bernama Kang Seung Ho?” suara seorang laki-laki berbadan kekar, gendut, namun tinggi itu menanyakan dirinya. Seung Ho hanya mengangguk menjawab laki-laki itu. “…aku ingin berbicara padamu…!!” ujarnya lagi meminta waktunya. Seung Ho berpikir sejenak. Ada sesuatu hal yang ingin ia ketahui tentang laki-laki itu. sebab beberapa hari lalu, ia melihat laki-laki itu ada di dekat rumahnya.


“baiklah…”jawab Seung Ho kemudian mengikuti laki-laki itu dengan mobilnya

__ADS_1


**


Eun Seung memandang layar handphonenya yang terus terlihat nomor yang tidak dikenalnya di sana. Sebuah pesan yang memberitahukan suatu hal yang mengejutkan gadis itu.


“aku akan kembali mengambil semua yang ada…” ucap Eun Seung membacakan isi pesannya. Entah siapa itu. Ia tak mengetahuinya. Pikirannya memang tertuju pada pesan itu. Ia sama sekali tidak memikirkan apa yang akan di perbuat oleh Lee Yoon. Walau sedikit khawatir tentangnya tetapi ia percaya bahwa wanita itu hanya mengancam dirinya saja. Eun Seung teringat ayahnya pernah berkata padanya.


“percayalah, semakin kau bersinar, semakin banyak yang akan kau terangi dan semakin banyak yang akan menggelapkanmu. Itulah yang terjadi di toko kita…” tukas ayahnya ketika ia masih kecil, duduk bersama ayahnya memandang toko lama yang sudah bangkrut itu. Mereka memang tidak meneruskannya karena banyak rumor beredar. Tokonya dituduh menggunakan bahan pengawet di setiap roti dan kue buatannya. Itulah yang terjadi, kenapa ayahnya tak berani untuk membuat roti dan membuka toko lagi. Eun Seung mulai mengerti apa yang dikatakan ayahnya dulu. Saat ini, toko swetty bakery memang sedang naik daun. Sejak Seo Ri datang dan mempublikasikan ke social media, tokonya mulai banyak pelanggan. Perlahan pendapatan Eun Seung pun terus menutupi kekurangan hutang Joon Young. Ia memang bertekad untuk mengumpulkannya dan membayar semua yang Joon Young inginkan. Tetapi kali ini, pesan yang begitu sangat ia cemaskan. Semuanya akan di ambil sebelum ia melunasi semua hutang. Apakah seperti itu?. Eun Seung mencoba menghubungi nomor yang tidak dikenalnya itu. Ia berharap bahwa Joon Young akan memperpanjang batas waktu pengembalian hutang ayahnya. Namun ia mulai menyerah ketika mendengar bahwa nomor tersebut, sudah tidak di aktifkan lagi. Ada perasaan lega namun kecewa, masalah baru mulai muncul. Siapa yang mengancam dirinya saat ini.


**


“aku ingin kau meninggalkan Hyu Ri…” ucapnya tanpa basa-basi ketika mereka sudah duduk tenang di café yang tak jauh dari wilayahnya. Seung Ho melihat laki-laki itu yang berada di hadapannya kini. “…aku dengar, kau sudah berpacaran dengannya. Apa betul?” Tanya laki-laki yang bernama Tae Suk itu. Sebelumnya ia memang sudah mengenalkan dirinya sendiri.


“tidak ada gunanya aku disini, aku akan pergi…” ungkap Seung Ho yang merasa bosan mendengar pertanyaan bodoh darinya.


“hei, aku berbicara padamu. Kau akan terus berurusan denganku jika kau terus berpacaran dengannya…” Tae Suk menghalau jalan Seung Ho. Laki-laki itu menatapnya dengan kesal. “…aku mantan pacar Hyu Ri, aku harap kau meninggalkannya…” pintanya kemudian.


“aku tegaskan kepadamu, aku dengan Hyu Ri hanya berteman. Minggir !!!” Seung Ho menatap tajam laki-laki itu, membuat Tae Suk meminggirkan kaki kanan yang dihalaunya. Ia tak lagi melawan dengan orang bernama Seung Ho itu.


Seung Ho terus berjalan meninggalkan café yang tadi ia singgahi. Bayangannya hanya tertuju kepada Eun Seung yang sedang menghadapi masalah.

__ADS_1


“Tenang saja, jangan khawatirkan aku…” wajah dan suara Eun Seung terus menggema di pikiran Seung Ho. “…semakin dipikirkan, kalau kau tidak baik-baik saja. Eun Seung…” Seung Ho mengacak rambutnya sendiri. Pikirannya sedang kalut. Ia kesal tidak bisa membantunya. Penolakan darinya membuat dirinya terus bertanya-tanya.


__ADS_2