
Seung Ho menatap wajahnya di cermin. Hari ini ia akan pergi bersama Hyu Ri ke taman bermain. Tak disangka, wanita itu benar-benar mengajak dirinya. Sejak pertama kali mengenalnya, baru kali ini ia merasa dekat dengan wanita itu. Dirinya memang tidak berani membuka hatinya terlebih dulu. Ia selalu memendam perasaannya terhadap setiap wanita. Seung Ho tersenyum simpul ketika sudah menggunakan pembersih wajah di wajahnya. Ia kembali beralih ke kamarnya, memilih kaos dan menggunakannya. Tak lupa celana jeans dan jaket, ia kenakan. Ia sudah bersiap-siap untuk pergi. Tak lupa ia menggunakan sepatu sporty supaya nyaman. Tema kali ini adalah taman bermain. Ia tak ingin kencannya kali ini gagal karena salah Kostum. Setelah semuanya sudah siap, Seung Ho turun kebawah menuju café miliknya. Café memang belum buka namun Woo Jae sudah berada di sana. Ia sedang membereskan sesuatu.
“kau mau pergi ?” Woo Jae melihat Seung Ho yang tak biasanya berpakaian rapi dan tercium bau parfum miliknya. Seung Ho mengangguk. Ia sedang sibuk menggunakan jam tangannya.
“iya, cuman sebentar. Hari ini, café tutup sore saja. Biar kau bisa pulang cepat…” ujar Seung Ho masih sibuk dengan jam tangannya.
“nanti aku kabari, biasanya sore banyak pelanggan yang datang…” tukas Woo Jae yang kini sedang memperhatikan Seung Ho. Ia terdiam dari kegiatannya mengelap meja
“jangan dipaksakan !!” Seru Seung Ho yang sudah selesai dengan jam tangannya, ia bergerak pergi menuju pintu keluar. “…aku pergi dulu..” Seung Ho pamit kepadanya. Samar-samar terdengar suara Woo Jae mengucapkan hati-hati kepadanya. Ia membuka pintu café dan berjalan menelusuri tepi jalan menuju pemberhentian halte bus. Hyu Ri meminta dirinya untuk bertemu di depan taman bermain. Ia mengerti, wanita itu tak ingin teman-teman sewilayahnya tahu jika hari ini mereka pergi bersama.
Cukup satu jam dari tempatnya ke taman bermain. Seung Ho mengirim pesan bahwa ia sudah tiba disana kepada Hyu Ri. Ia memperhatikan sekitar, belum terlihat tanda-tanda dari wanita itu. Ia memutuskan untuk membeli tiket terlebih dahulu sebelum Hyu Ri datang.
“hai, Seung Ho !!” Suara Hyu Ri menyadarkan Seung Ho yang sudah membeli tiket. Seung Ho tersenyum melihat Hyu Ri yang berbeda. Ia sangat cantik. Pakaiannya sungguh simple, dress dengan legging, rambut di urai, tas selempang di samping kanannya. Wanita itu mengambil tiket masuk dari tangan Seung Ho dan menarik tangan laki-laki itu untuk cepat-cepat masuk ke dalam taman bermain. Ia sudah tak sabar memainkan seluruh permainan yang ada. Seung Ho hanya diam mengikuti Hyu Ri.
__ADS_1
“kau pernah kesini ?” Tanya Hyu Ri kemudian. Seung Ho menggeleng malu. Ia memang tak pernah kesini. Kedua orang tuanya tak pernah mengajak dirinya ke tempat bermain. Sejak kecil, Seung Ho memang sudah ditinggal bekerja oleh kedua orang tuanya. “…serius ?!” Hyu Ri terkejut melihat Seung Ho yang hanya menggeleng. Baru pertama kali, ia tahu ada orang yang sampai sekarang belum pernah ke taman bermain.
“aku tinggal bersama kakek nenek di wilayah satu. Kedua orang tuaku semua pekerja keras…” Seung Ho mengangguk memberi penjelasan kepadanya.
“wilayah satu, tak jauh dari tempat kita tinggal…?” Hyu Ri tahu tempat itu.
“iya…” ucap Seung Ho singkat. Hyu Ri mengangguk ia baru tahu bahwa laki-laki itu ternyata sudah lama tinggal di daerah mereka. Seung Ho mengingat-ingat kenangan yang telah lalu. Ia sangat senang tinggal bersama kakek neneknya itu. “…kakek dan nenekku tak pernah mengajak ke tempat seperti ini. Mereka hanya mengajakku ke toko roti, tapi entah kenapa, aku selalu senang…” ungkap Seung Ho dengan jujur. Pertama kalinya ia mengutarakan perasaannya dan memberitahukan pengalamannya kepada orang lain. Seung Ho sedang belajar menghargai dirinya sendiri. Hyu Ri tersenyum mendengarnya. “…kau sudah lama tinggal disini?” Seung Ho bertanya kepadanya.
“iya, sejak lahir aku sudah tinggal disini. Sejak ayah pergi berlayar, ibuku buka toko bunga untuk mencukupi kehidupan kami. Aku sering kesini bersama kakakku. Hyu Na..” Jawab Hyu Ri menunjuk salah satu permainan kepada Seung Ho untuk memintanya menaiki wahana itu. Seung Ho mengangguk. Mereka bersenang-senang tanpa memikirkan hal apapun. Tertawa bersama dengan keseruan masing masing wahana. Seung Ho menikmati liburannya bersama Hyu Ri. Gadis itu memilih tempat yang tepat untuk Seung Ho kembali ke masa kecilnya. Rasa gembira menghiasi wajahnya, Hyu Ri merasakan hal itu.
“terima kasih, Hyu Ri. Kau mengajakku ke tempat ini…” ucap Seung Ho menyeruput minuman kaleng di tangannya. Ia sungguh bersyukur bisa mengenal dan datang ke taman bermain. Apalagi ia sudah lama tidak merasakan kesenangan seperti ini.
“lain kali aku akan mengajakmu ke tempat yang lain…” Hyu Ri berjanji akan kembali mengajak laki-laki itu pergi. Mungkin bukan sebagai teman tetapi sebagai kekasih. Hyu Ri mengharapkan itu darinya kini. Seung Ho tersenyum mengangguk menyetujui janjinya itu. Tiba-tiba dirinya mengeluarkan handphone di dalam saku celananya. Sebuah pesan muncul disana. Hyu Ri hanya melirik melihat Seung Ho sibuk membuka pesannya.
__ADS_1
“siapa?”Tanya Hyu Ri pelan. Ia takut jika pesan itu dari Eun Seung. Hyu Ri baru ingat jika Eun Seung meminta nomornya kemarin.
“Woo Jae. Ia akan menutup cafenya sore ini…”jawab Seung Ho sambil membalas pesannya.
“Cafemu cukup ramai ya. Kau tahu, semenjak kau datang ke wilayah ini. Pendapatan kami meningkat karena banyak pelanggan yang tahu toko kami…” tukas Hyu Ri yang juga menyeruput minuman kalengnya.
“begitukah !! Aku senang cafeku membawa perubahan besar di wilayah. Syukurlah apa yang aku dapatkan ini bisa membuat semua orang senang…” ucap Seung Ho memperhatikan air mancur yang tepat di hadapannya tak jauh darinya.
“kau mendapatkan café itu?” Hyu Ri terkejut. Lagi-lagi ia tahu tentang laki-laki ini. Biasanya orang membeli toko untuk membuka usaha. Tapi untuk Seung Ho, itu bukan jalan usahanya.
“iya. Aku mendapatkan café itu saat menang kompetisi baker. Kau tahu, selama ini aku hidup susah mendapatkan itu semua. Ini hasil perjuanganku hingga aku terlihat seperti ini…” Seung Ho tersenyum mengingat pengalaman yang telah membekas hatinya.
Hyu Ri benar-benar tak menyangka, laki-laki itu sungguh mencapai keinginannya meraih prestasi. Ia sudah sukses sekarang. Ia mendapatkan semuanya tidaklah mudah. Butuh pengorbanan dan kerja keras untuk mendapatkan ini semua. Hyu Ri kagum dengan Seung Ho.
__ADS_1
“kau hebat !! Aku salut kepadamu. Kau berjuang keras meraih semua yang kau inginkan…” tukas Hyu Ri melihat Seung Ho di sampingnya. Laki-laki itu tersenyum senang dipuji olehnya.