
“Wusshh…” suara angin berhembus terdengar di telinga seorang laki-laki tinggi berusia 38 tahunan itu. Ia sedang berdiri di samping mobilnya memperhatikan wilayah xxx, wilayah tempat Eun Seung tinggal. Ia membuka kacamata hitamnya menunjukkan mata yang penuh misteri, ia mengenang masa lalu yang membuat dirinya teringat akan sesuatu. Ia tersenyum simpul. Kemenangan yang membuat dirinya berjaya hingga saat ini. Ia mengamati toko swetty bakery dari kejauhan. Semilir angin menerbangkan jaket kulit nan panjang yang dipakainya. Kartu identitas yang tergantung di lipatan kemejanya yang menunjukkan seorang nama di sana, Jung Hae In. kartu itu bergoyang terkena angin. Bulan ini memang memasuki musim dingin lebih awal.
“drrttt…!!” Ponsel miliknya berdering di saku celananya. Sebuah panggilan dari atasannya untuk segera mengangkatnya. “halo !?” Ucapnya menjawab sambungan telepon itu.
“bagaimana kau sudah melihatnya? Aku ingin kau lakukan seperti kau dua puluh tahun yang lalu. Entah bagaimana caranya, aku ingin kau menghancurkannya…” ujar seorang laki-laki yang berada di sambungan teleponnya.
“tentu, akan aku lakukan…!!” Jawab laki-laki itu dengan penuh percaya diri. Apa yang ia lakukan dahulu memang sudah membuat dirinya mempunyai nama saat ini dan ia tak ingin namanya menjadi jatuh karena ada seseorang yang berani menganggunya saat ini. Laki-laki itu memutuskan sambungan teleponnya dan kembali mengenakan kacamata hitamnya. Ia berjalan menuju pintu mobil. Ia pun pergi dari tempat itu.
**
“Sudah berulang kali, pergi dari sini…!!” Teriak bibi nei mengusir seorang laki-laki dengan menggunakan sapu miliknya. Bibi nei memang tidak menyukainya, wajahnya yang tidak tampan memandang lemah laki-laki itu.
“bi, dengarkan aku dulu. Aku sungguh-sungguh ingin menikahi Hyu Ri…” ujarnya berusaha menghindar dari bibi nei.
__ADS_1
“tak akan aku berikan. Pergi kau dari sini !!” Bibi nei terus menggertaknya supaya pergi.
“ibu, ada apa?” Suara Hyu Ri terdengar keluar dari rumah, ia melihat sosok laki-laki yang sudah lama menjadi bagian dari hidupnya itu. “…Tae Suk, sedang apa kau disini?” Ujar Hyu Ri menjatuhkan barang bawaannya ke tanah. Ia lalu dengan cepat menarik tangan Tae Suk untuk segera pergi dari tempatnya itu. “..aku akan segera kembali…” Hyu Ri pamit kepada ibunya dan terus menarik laki-laki itu menjauh dari wilayahnya itu.
“hei, kenapa kau terus menghindar seperti ini…” tukas Tae Suk terus melihat Hyu Ri yang berada di depannya berjalan terlebih dahulu sambil memegang tangannya.
“aku tak menghindar…” ucap Hyu Ri melihat dirinya dan melepas tangannya dengan kasar. “…sekarang pergilah, aku tak ingin kau berada disini…”ungkapnya kemudian sambil berkacak pinggang menghakimi laki-laki itu.
“kau berbohong soal kang Seung Ho, bukan?” Tanya Tae Suk membuat Hyu Ri membesarkan kedua matanya mendengar nama Seung Ho disebutkan. “…dia bukan pacarmu, kenapa kau membohongiku?”
“iya, dan dia bilang kau dan dia hanya sebatas teman…” Tae Suk mengangguk, ia penuh keyakinan bahwa ucapan Seung Ho benar adanya. Ia sungguh percaya diri mengatakan itu kepadanya. Hyu Ri hanya terdiam terpaku. Pendengarannya selama ini hanya sebatas itu. “…kau dengar, hanya sebatas teman !!” Ungkap Tae Suk dengan keras supaya Hyu Ri mendengarnya. “…apa yang kau harapkan darinya, jika itu pemikiran dia tentangmu…?” Tanya Tae Suk kembali, ia ingin tahu kenapa Hyu Ri selalu bersikeras menganggap Seung Ho sebagai pacarnya.
“aku menyukainya, kau pasti mengerti kenapa aku melakukan hal ini kepadamu…” Hyu Ri menatapnya dengan lekat. Tak ada yang di sembunyikan dari gadis itu. Tae Suk yang tahu betul Hyu Ri yang seperti itu mengalihkan pandangannya. Ia tak ingin mendengar apapun juga dari gadis ini. “…pergilah, kita sudah berakhir. Aku tak ingin bertemu denganmu lagi…” pinta Hyu Ri dengan pelan kepada dirinya. Tae Suk menarik tangan Hyu Ri dan memeluknya.
__ADS_1
“aku tak ingin membiarkanmu pergi dariku. Aku akan berubah dan akan menikahimu, percayalah padaku…” suara Tae Suk yang kini terdengar di telinga Hyu Ri, memohon kepada dirinya untuk tidak pergi.
“tidak, Tae Suk…” ucap Hyu Ri berusaha melepas dekapannya namun ditahan oleh laki-laki itu.
“kau sudah lima tahun denganku, aku tahu sifatmu. Aku tak ingin kau menderita karena tidak memilihku lagi…” bisik Tae Suk masih menahan dekapannya.
“biarkan aku. Aku akan berusaha. Entah bagaimana caranya, aku yakin, aku bisa membuatnya menyukaiku walaupun aku harus mengalahkan dirinya…” ungkap Hyu Ri memandang kea rah depan dirinya. Terlintas dalam pikirannya sosok wanita yang membuatnya begitu sangat marah terhadapnya. Tatapannya begitu tajam dan terus mendengus kesal.
“kang Seung Ho !!” Panggil Tae Suk yang sudah melihat laki-laki itu ada di depannya memperhatikan mereka berdua yang sedang berpelukan. Hyu Ri begitu terkejut mendengar nama laki-laki itu. Ia segera beralih dengan tatapan lemas melihat laki-laki yang sejak tadi dibicarakannya itu. Tae Suk mengambil kesempatan itu untuk terus berada di samping gadis itu, ia merangkul manja Hyu Ri untuk memanasi Seung Ho yang ada di hadapannya.
“ maaf aku menganggu kalian…” tukas Seung Ho sedikit merasa tidak enak karena mengusik mereka. Tae Suk hanya mengangguk, terus merangkul Hyu Ri dengan sangat erat. Berharap Seung Ho tahu bahwa ia memang menganggunya. Hyu Ri mengerti, ia dengan cepat melepas tangan Tae Suk lalu beralih ke lengan Seung Ho.
“sama sekali tidak menganggu. Kami tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kau mau pulang kan? Ayo kita pergi…” ajak Hyu Ri berjalan meninggalkan Tae Suk. Seung Ho hanya bingung dengan sikap Hyu Ri yang seperti itu. Lengannya terus di ajak untuk pergi menjauhinya.
__ADS_1
“hei, Kang Seung Ho !! Aku mantan pacar Hyu Ri, kau merebutnya dariku…” teriak Tae Suk yang terus menegaskan dirinya bahwa laki-laki itu masih mempunyai perasaan kepadanya.
“jangan dengarkan dia !!” Pinta Hyu Ri menutup telinga Seung Ho. Laki-laki itu memandang Hyu Ri yang begitu semangat di hadapannya. Seung Ho mengangguk, ia tak memperdulikan ucapan Tae Suk atas perintahnya. Mereka lalu pergi berdua pulang ke rumah masing-masing.