
“Selamat datang di toko swetty bakery…” sapa Eun Seung ketika beberapa pelanggan datang untuk membeli roti buatannya. Ia heran belum pukul sepuluh tetapi la café milik Seung Ho sudah ramai pelanggan yang mengantri disana.
“drrrtt…drttt…” suara handphone Eun Seung bergetar di atas meja. Soo Ra menelpon dirinya. Ia mengangkatnya. “…halo ?!” Sapa Eun Seung bisik-bisik. Ia tak ingin pelanggan merasa terganggu karena suaranya.
“Eun Seung, aku kesal. Kau lihat !! Pelanggan Seung Ho membludak sampai depan tokoku. Pagi-pagi sudah bikin kesal aja..” Teriak Soo Ra dari seberang teleponnya. Eun Seung meringis tak tahu harus bicara apa. Ia hanya bisa mendengar Soo Ra yang mengeluh seperti itu. “…kenapa kau diam saja !! Eun Seung, hei aku bicara padamu…!!” Lanjut Soo Ra yang gregetan dengan Eun Seung. Tingkat kemarahan dirinya sudah mencapai puncaknya.
“aku.. Aku tak tahu harus bicara apa, Soo Ra… hehehe..” Balas Eun Seung dengan merendahkan dirinya tetapi sahabatnya itu hanya diam tak menjawab handphonenya. Ia melihat sambungan telepon yang masih aktif. “…halo ?!!” Eun Seung mengetes teleponnya.
“Eun Seung !!!” Panggil Soo Ra yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu masuk. Wajahnya begitu mengerikan, ia benar-benar sangat marah. “…kau tidak marah melihat café Seung Ho ramai seperti itu !!” Sambung Soo Ra menghampiri dirinya. Eun Seung menggeleng kaku, ia menjawabnya dengan gelengan. Perasaan dirinya hari ini, biasa saja tak ada iri dari laki-laki itu.
__ADS_1
“hah !!” Soo Ra terkejut bukan main, ia menghela nafas panjang menggeleng dengan jawaban Eun Seung seperti itu. “kemana Eun Seung yang selalu kesal karena kalah saing dengan Seung Ho waktu kompetisi. Empat tahun memang sudah merubah dirimu…” ucap Soo Ra membuat Eun Seung sadar bahwa dirinya telah berubah. Eun Seung tak lagi merasakan kebencian dari laki-laki itu. Biasanya ia selalu marah jika kompetisi baker dimenangkan oleh Seung Ho. Sama hal nya dengan ini, pelanggannya berpindah ke café milik Seung Ho. Seharusnya dirinya marah melihat hal itu. Soo Ra tak habis pikir cara pandang Eun Seung sudah mulai berubah.
“bukannya Seung Ho sekarang buka café, mungkin pelanggan ingin makan disana. Kita sudah beda, Soo Ra…” balas Eun Seung pelan dan hati-hati takut membuat Soo Ra marah lagi.
“tapi tetap saja, Seung Ho merebut pelangganmu…” Soo Ra menunduk lemah, ia tak bisa menyakinkan Eun Seung lagi dirinya salah. Mungkin saja Soo Ra yang benar-benar kesal, lahan jalanan menuju tokonya di gunakan oleh pelanggan Seung Ho.
“Eun Seung !!!” Suara Seung Ho berteriak keras mengagetkan Eun Seung, Soo Ra dan pelanggan lainnya. Terlihat wajah Seung Ho sangat marah kepadanya. “…apa kau yang memberitahukan dia nomor ponselku ?!!” Seung Ho memamerkan profile takepicture kepada Eun Seung untuk melihatnya. Seo ri melakukan vlog yang menampilkan La Café di account Utubenya dengan pemilik café yang sangat tampan. Dua malaikat di La Café judul channel yang membuat semua orang membukanya.
“aku sudah kewalahan menangani semua orang yang mengantri di La Café. Eun Seung, kau harus bertanggung jawab…!!” Seung Ho menunjuk Eun Seung untuk menanggung perbuatannya. Gadis itu menelan ludah. Tak tahu apa yang harus dipertanggungjawabkan. Ia sadar jika caranya salah membuat Seung Ho seperti itu. Tindakannya membuat dirinya kalah darinya. Pengunjung yang ramai mengantri di la café, memberitahukan nomor ponsel Seung Ho, dan menyebarkan video la café kepada semua orang. Banyak masalah yang ditimbulkan Eun Seung. Pertama kalinya membuat Seung Ho marah kepadanya.
__ADS_1
“kenapa kau menuduh Eun Seung melakukan hal ini kepadamu…!?” Soo Ra yang tersinggung dengan ucapan Seung Ho seperti itu.
“Soo Ra, aku yang melakukannya. Maaf Seung Ho. Aku akan memberitahukan kepada seo ri untuk tak menghubungimu lagi…” Eun Seung menunduk lemah, ia menyadari kesalahannya.
“Eun Seung, kenapa kau sangat lemah seperti ini. Dan kau Seung Ho, cafemu benar-benar terkenal sekarang. Kenapa kau malah menyudutkan Eun Seung. Kau harus berterima kasih kepadanya…?” Soo Ra memutarbalikkan keadaan. Entah apa cara pikir Soo Ra sejak tadi. Ia selalu bertentangan terhadapnya.
“apa maksudmu? Aku tak mengerti kau berkata apa…” Seung Ho beralih pergi menuju pintu keluar, tak memperdulikan keduanya lagi. Ia mengendap-endap menutupi mulutnya dengan hoddie dan masuk ke cafenya melalui pintu samping. Ia tak ingin orang-orang mengenalnya. Dirinya sudah terkenal dan dijuluki sebagai malaikat di la café, Seung Ho dan Woo Jae benar-benar menyihir wanita untuk datang ke café itu.
“seharusnya dia berterima kasih kepadamu karena cafenya sangat ramai pengunjung…” Soo Ra menghasut Eun Seung. Sahabatnya itu hanya diam mengaktifkan ponselnya dan menelpon seo ri.
__ADS_1
“halo !! Seo ri. Aku Eun Seung. Maaf, nomor ponsel Seung Ho keliru. Seung Ho memberikan nomor ponsel ayahnya dan aku mohon kau tak berhubungan denganku lagi. Aku rugi karena para pengunjung kini datang ke la café setelah kau posting di channel utube milikmu…” tukas Eun Seung mengakhiri semuanya tanpa seo ri berkata apapun di sambungan teleponnya. Eun Seung benar-benar menyesal melakukan hal itu. Ia harap bisa berjalan seperti biasanya.