
Keesokan harinya. Semua sudah beraktifitas seperti biasanya. Namun ada yang sedikit berbeda di hari ini. peresmian toko alat musik akan dibuka oleh kepala wilayah. Eun Seung memperhatikan sekitar, tak ada pernak pernik yang menghiasi di pintu depan toko alat musik. Beberapa orang memang sudah berkumpul disana, kebanyakan dari mereka Eun Seung tak mengenali, mungkin kerabat dekat dengan laki-laki itu. ia terus memperhatikan keadaan sekitar. Hanya jin hyun, Seung Ho, dan Seo Woon yang menghadiri upacara peresmian toko. Seo Woon si kepala wilayah juga sudah datang dan siap-siap untuk memberi sambutan kepada mereka. Eun Seung masih menggenggam ponselnya, Soo Ra terus mengirimnya pesan kepadanya. sejak kemarin, memang Soo Ra menyuruh bibi Nei, Hyu Ri dan dirinya untuk tidak datang ke acara tersebut. Ia sudah kesal dengan tingkah laki-laki misterius itu.
“aku akan menghadiri acara itu…” tulis Eun Seung dalam pesan singkat ponselnya lalu mengirimkan ke Soo Ra. ia pun meninggalkan toko kue miliknya dan berkumpul bersama orang-orang lainnya melihat acara pembukaan itu. Soo Ra begitu terkejut melihat Eun Seung yang nekat melanggar permintaannya itu. ia keluar dari toko buku miliknya dan mengikuti Eun Seung di sampingnya. Eun Seung melihat dirinya yang masih mengerutkan dahi memandang mereka. ia tahu Soo Ra sangat kesal melihat tingkah Eun Seung. “kenapa kau jadi ikut?” bisik Eun Seung.
“ini semua karenamu, aku takkan terlihat jika tak melihatmu keluar dari toko…”kesal Soo Ra. acara sambutan yang diberikan kepala wilayah sudah pada waktunya. Semua orang bertepuk tangan memperhatikan mereka yang sedang menggunting pita pembukaan toko.
“tenang, aku takkan lama setelah acara ini selesai. Aku juga tak akan bertemu mereka…” ucap Eun Seung tersenyum pada Soo Ra.
“selamat datang di toko musik Jang Ryu Nam… !!!” seru Seo Woon memberi semangat kepada semua orang yang hadir dalam acara tersebut. Senyum dan tawa terus menghiasi si kepala wilayah.
__ADS_1
“kau dengar, jadi selama ini laki-laki itu bermarga Jang…” tukas Eun Seung memberitahu. Soo Ra tak peduli. Ia hanya berpikir bahwa laki-laki itu begitu kasar padanya. Sebelum ia meminta maaf terlebih dahulu, Soo Ra tak ingin bertemu dengannya.
Peresmian toko alat musik sudah dipenghujung acara. Beberapa orang masuk ke dalam toko untuk melihat-lihat barang yang sudah di pamerkan. Eun Seung hanya diam tak mengikuti mereka. Ia tahu jika ia datang ke toko musik tersebut mungkin bisa menimbulkan masalah bagi semuanya. Ia tak mau itu terjadi. Eun Seung tersenyum melambaikan tangan pada laki-laki misterius itu ketika matanya tertuju padanya. Lagi-lagi laki-laki itu memandang sinis dirinya. Seo Woon tersenyum melihat Eun Seung seperti itu, ia mulai mendekati Eun Seung yang tak jauh darinya.
“sepertinya kau sudah berbaikan dengannya…?” Seo Woon berbicara kepada Eun Seung, ia tahu laki-laki itu sedang membicarakan jang ryu nam.
“belum…”Eun Seung menjawabnya dengan menggeleng kepala. Wajahnya berubah sendu.
“Eun Seung, kau tenang saja. semuanya akan berjalan dengan baik. Aku akan berbicara kepada Ryu Namtentang masalah ini…” ucap Seo Woon ketika sudah berada di toko kue. Ia berusaha menenangkan perasaan Eun Seung.
__ADS_1
“tidak, oppa. Biarkan kami yang melakukannya. Aku yakin dia melakukan hal itu karena suatu hal. Ia pasti punya alasan sendiri. Dia hanya memiliki pikiran dan cara pandang yang berbeda dengan kita..” ungkap Eun Seung memberikan pendapatnya mengenai laki-laki itu. ia masih bisa membela Ryu Namdi hadapan yang lainnya.
“baiklah, jika menurutmu seperti itu. aku menghargai kalian semua…” senyum Seo Woon yang tak ingin mencampuri urusan Eun Seung dan kawan-kawannya. “…kau senang tinggal disini, Eun Seung ?” Tanya Seo Woon kembali. Ia ingin tahu perasaan dirinya selama tinggal di wilayah ini. Eun Seung tersenyum, ia mengangguk sebelum memberi penjelasan kepadanya.
“iya, aku sangat senang bisa berkumpul dengan lingkungan wilayah ini. apalagi Soo Ra juga ada disini…” jawab Eun Seung dengan senang. Wajahnya berseri-seri ditunjukkan kepadanya.
“aku ikut senang jika kau seperti itu… mmhh, baiklah. Sepertinya aku harus pergi lagi…” Seo Woon memperhatikan jam di tangannya dan mulai bergerak menuju pintu keluar. “…tak baik jika aku berlama-lama disini. Kau tahu, banyak mata-mata yang mengawasi kita…” sambung Seo Woon dibarengi dengan tawanya. Eun Seung ikut tersenyum melihat tingkah Seo Woon.
“aku pergi dulu yaa, aku akan menghubungimu nanti…” Seo Woon membalikan badannya menuju pintu keluar, ia melambaikan tangan memberikan isyarat kepadanya.
__ADS_1
“iyaa..” jawab Eun Seung terus tersenyum melihat Seo Woon seperti itu. laki-laki yang selama ini membuat dirinya selalu tersenyum. Dalam hatinya mulai berdetak kembali. Dalam pikirannya mulai berbicara kembali. Semuanya mengarah kepada laki-laki itu.