Cinta Tanpa Batas Waktu

Cinta Tanpa Batas Waktu
CHAPTER 38 : KOMPETISI NENEK HAE RIM


__ADS_3

Eun Seung memperhatikan setiap jalan menuju rumah Joon Young, laki-laki


itu memang menjemputnya tadi. Hari ini akan di adakan kompetisi kecil


di rumahnya. Neneknya yang mengundang Eun Seung untuk datang. Mereka


sudah memasuki gerbang rumah Joon Young. gadis itu sangat kagum


dengan rumah Joon Young yang begitu sangat besar.


“sudah sampai…!!” tukas Joon Young membukakan pintu mobil kepadanya.


“rumahmu sangat besar…” ucap Eun Seung yang sedikit gugup bertemu dengan


semua keluarga laki-laki itu. Joon Young hanya tersenyum.


“ayo, masuklah. Semua sudah menunggumu…” ujar Joon Young, ia begitu


sangat senang. Baru kali ini, ia mengajak seorang gadis ke rumahnya.


Apalagi semua keluarganya sudah tahu tentangnya. Tidak ada lagi


kecemasan terhadapnya.


“Joon Young, apa aku berantakan ?” tanya Eun Seung menahan tangan


laki-laki itu supaya tidak melanjutkan langkahnya. Joon Young


melihatnya, ia mengamati dari ujung kepala sampai kaki.


“tidak…” jawab Joon Young singkat, ia memalingkan pandangannya lurus ke


depan.”…kau sangat cantik !!” lanjutnya dengan pelan. Eun Seung


melepas lengannya, melihat punggung Joon Young yang tegak. Laki-laki


itu melanjutkan langkahnya menuju pintu utama. Eun Seung mengikutinya


hingga pintu terbuka, mengarahkan dirinya menuju ruang keluarga.


“aku pulang…!!” teriak Joon Young memberitahukan semuanya. Eun Seung


berjalan mengikutinya hingga ia melihat seorang nenek yang sudah


berdiri menyambutnya. Eun Seung tersenyum, menunduk memberi hormat.


Lalu dilihatnya seorang pria dan wanita di samping nenek itu.


“wanita itu !!” batin Eun Seung yang tahu siapa wanita itu. wanita yang


datang membeli semua roti miliknya tempo lalu.


“hai, Eun Seung…” ucap wanita itu.


“selamat datang, Eun Seung…” ujar pria itu juga.


“baiklah, itu nenekku. Nenek Cha Hae Rim, ini ayahku, Cha Jin So dan ibuku Cha


Sun Mi…”Joon Young mengenalkan seluruh keluarga kepadanya.


“salam kenal, saya Lee Eun Seung…” tukas Eun Seung menunduk memberi


hormat kepada semuanya. Joon Young benar-benar terkejut melihat gadis


itu mengenalkan dirinya sendiri. Terlihat dari wajah nenek, ayah dan

__ADS_1


ibu menyukai sikap gadis itu. Joon Young tersenyum melihatnya.


“kau sama seperti ayahmu, Eun Seung…” nenek Hae Rim mendekati Eun


Seung dan memeluknya. Ia begitu sangat senang, ternyata baker terbaik


akhirnya ada di rumahnya.


**


Kompetisi kecil yang dibuat oleh keluarga Joon Young sudah terpenuhi di meja


penyajian. Dapur kotor yang mereka pakai memang sangatlah besar.


Cukup untuk dua orang itu berkompetisi merebut hati nenek Hae Rim.


Keduanya mulai mempersiapkan bahan-bahan ketika neneknya sudah


memberinya waktu membuat roti.


“jika kau menang, aku akan memperpanjang batas waktu membayar hutang


ayahmu…” suara nenek Hae Rim terus membuat Eun Seung semangat


melakukannya. Ia tahu selama ini nenek Hae Rim tidak memandang


cucunya sebagai pembuat roti yang enak kepadanya. walaupun laki-laki


itu diam, tetapi ia tahu bahwa Joon Young sudah muak diperlakukan


seperti itu. Eun Seung memperhatikan laki-laki itu yang tak jauh


darinya. Ia tampak serius menguleni adonan di tangannya. Eun Seung


tersenyum mulai semangat membuat adonan yang ada di hadapannya. semua


harus aku lakukan…” batin Eun Seung.


Satu jam berlalu, harum roti yang sudah matang tercium seisi ruangan. Roti


milik Joon Young sudah diangkat dari oven pangangan. Beberapa pelayan


berdecak kagum dengan kemampuan Joon Young, seakan aura bakatnya


tersampaikan kepada orang yang melihatnya. Eun Seung juga


mengangkatnya dari oven. Roti miliknya juga sudah matang, ia


mempersiapkannya di piring saji.


“ini untuk nenek, ini untuk ayah ibu…” tukas Joon Young memberikan dua


piring saji kepadanya. Eun Seung melihatnya, wajah mereka sangat


menikmati saat roti buatan Joon Young sudah ada dimulutnya.


“ayah tak sangka, kau sangat jago membuat roti…”


“benar, roti buatanmu enak sekali…” sambung ibu memberitahu.


“iya, aku akui baru kali ini kau membuat roti seperti ini…” lanjut


nenek Hae Rim memberi pendapatnya. Joon Young tersenyum bangga. Eun


Seung berjalan mendekati juri-juri ketika ayah Joon Young memberi

__ADS_1


isyarat kepadanya. semuanya mencoba roti buatan gadis itu.


“sedikit asin, kau menambahi garam?” tanya Jin So yang menaruh kembali roti


itu.


“benar, sungguh asin…” ujar Sun Mi.


“ada apa denganmu, Eun Seung ?!” tanya nenek Hae Rim yang juga memakan


roti itu. Joon Young melihatnya.


“benarkah !! maafkan aku, padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin…”


jawab Eun Seung menunduk lemah.


“baiklah, keputusan akhir. Joon Young pemenangnya…” ujar Jin So merangkul


anaknya itu. “…kau setuju, ibu ?”


Nenek Hae Rim mengangguk menyetujui keputusannya. Joon Young tersenyum


senang, akhirnya ia di akui oleh seluruh keluarganya. Eun Seung ikut


tersenyum menepuk tangannya mendukung laki-laki itu.


**


“maafkan aku…”ucap Sun Mi ketika mereka bersantai di teras halaman rumah


Joon Young. Eun Seung melihatnya, menunduk memberi hormat kepadanya.


ia memperhatikan Sun Mi yang masih mau melanjutkan ucapannya.”…aku


tak menyangka ternyata ibuku malah mengundangmu datang ke rumah ini…”


tukasnya lagi.


“suatu kehormatan bisa bertemu dengan kalian semua, maafkan ayahku yang


sudah merepotkan kalian…”


“aku senang kau mempunyai mimpi untuk merubah segalanya…”


“keinginanku hanya itu saja, Nyonya. Menjadi baker terkenal untuk memperbaiki nama


baik ayahku…”


“kau bersedia menikah dengan Joon Young…?” tanya Sun Mi yang kini


memperhatikan wajah Eun Seung. gadis itu terdiam lalu memperhatikan


Sun Mi. ia mengangguk dengan yakin. Mungkin ini memang jalan Eun


Seung, menikah dengan Joon Young untuk memperbaiki nama baik ayahnya.


Ia tahu Joon Young mempunyai relasi yang sangat luas dan terkenal.


Itu yang membuat dirinya memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan


itu semua. Gadis itu tahu jika perbuatan dirinya memang salah. namun


ini bisa menaikkan popularitas dirinya menjadi terkenal dengan cara


cepat. Eun Seung menginginkan hal itu.

__ADS_1


***


__ADS_2