
“brakkk…”suara pintu mobil, Eun Seung tutup dengan kencang. Ia melihat Seo
Woon yang sudah menunggu dirinya.
“oppa,kemarin kau mencariku?” suara Eun Seung mengawali pembicaraan
kepadanya. Seo Woon tersenyum melihat Eun Seung yang sudah di
hadapannya kini.
“iya,tapi kau tidak ada. Kau pergi kemana, kata Soo Ra kau ada urusan
lain…”
“aku bersama temanku menghadiri sebuah acara, sudah lama sekali aku ingin
menghadiri acara itu…”
“oh,iya. Acara apa itu?” Seo Woon mulai menyalakan mobilnya untuk pergi
ke pasar. Sudah berkali-kali ia melarang Seo Woon untuk ikut, tapi
laki-laki itu bersikerasa terhadapnya.
“ArtBakeryfoundation. Kau pasti tahu kalau aku dulu ikut kompetisi ArtBakery.
Aku ingin tahu siapa pemilik kompetisi itu…” jawab Eun Seung
dengan senangnya. Seo Woon melihatnya lalu tersenyum melihat Eun
Seung.
“benarkah!!”
“iya,tapi aku tak bisa bertemu dengannya. Entah kenapa, tiba-tiba dia
mendadak pergi. tak mungkin ia seperti itu saat ada acara yang
menyangkut dirinya…” ungkap Eun Seung sedikit ragu tentangnya.
“kau mau ikut kompetisi lagi, Eun Seung ?” tanya Seo Woon kemudian.
gadis itu yang kini melihatnya.
“entahlah.Sepertinya aku akan kalah melawan anak-anak baru yang lebih hebat
dariku…” jawab Eun Seung dengan lemah. Sudah empat tahun, ia tak
lagi mencicipi kompetisi baker. Kemampuan dirinya mungkin sudah
sedikit berkurang.
“kaujuga masih terlihat hebat, percayakan pada dirimu sendiri…” ujar
Seo Woon membuat Eun Seung mengangguk menyetujui perkataan dirinya.
“terimakasih, oppa. Kau sudah membuatku lebih bersemangat…” tukas Eun
Seung tersenyum kepadanya.
“EunSeung, jangan pergi lagi ya…” ucap Seo Woon pelan, ia
menghentikan mobilnya yang sudah tiba di pasar modern. Eun Seung
menatap dirinya, wajah serius Seo Woon terlihat disana. “selama
empat tahun ini, aku mencarimu kemana-mana. Tapi tak kunjung ada. Kau
tahu, aku sangat rindu padamu…” ujar Seo Woon memegang tangan Eun
Seung yang ada di hadapannya. “aku menyukaimu, Eun Seung…”
ungkap Seo Woon memberitahu isi di hatinya. Eun Seung hanya diam
menatap Seo Woon yang begitu sangat hangat. perasaannya sungguh
berdebar-debar, laki-laki yang menjadi cinta pertamanya mengungkapkan
hal ini. “…maaf, sudah membuatmu menunggu hingga hari ini, aku
tahu dari kuliah kau sudah menyukaiku. Namun aku tidak menyambutmu,
karena aku terlalu takut mengecewakanmu…” sambungnya lagi.
Eun Seung bingung harus berkata apa padanya. Sejujurnya,ia mulai untuk
menyukai laki-laki itu. namun sebuah perjanjian dari ayahnya
lagi-lagi membuat dirinya tersadar. Bahwa ini tak mungkin terjadi.
“maafkan aku, oppa. Aku sudah dijodohkan oleh ayahku. Maafkan aku…” suara
Eun Seung lantang, ia berusaha menyembunyikan hatinya yang sangat
perih. Ia membuka pintu mobil dan pergi darinya. Seo Woon begitu
sangat sedih melihat Eun Seung yang seperti itu. ia keluar dari
mobilnya, namun gadis itu semakin berlari menghindar darinya.
“Eun Seung, siapa yang akan dijodohkan denganmu…”
**
Eun Seung terus berlari menjauhi mobil itu, air matanya benar-benar
__ADS_1
tumpah tersapu oleh angin. Ia sangat sedih tidak bisa menyambut
perasaan dari cinta pertamanya itu. sejujurnya ia memang sudah
menunggu perasaan itu tiba di hatinya. Rasa sukanya dari dulu, masih
tersimpan di hatinya sampai hari ini. ia tak bisa mengikuti
keinginannya.
“aku juga menyukaimu, oppa…” suara Eun Seung pelan mengamati mobil Seo
Woon dari jauh. Ia tak ingin menambah masalah jika ia menerima
pengakuan Seo Woon. Selama perjanjian itu masih ada, ia masih terikat
kontrak dengan keluarga Joon Young. ia sungguh takut jika
menerimanya, Joon Young akan mengambil tokonya sebelum ia mencapai
keinginannya untuk memperbaiki nama baik ayahnya. Eun Seung
mengorbankan perasaannya demi mendapatkan harapan dan keinginannya.
“drttt…”handphone Eun Seung berdering. Panggilan masuk terlihat di layarnya.
Seo Woon memanggil dirinya. namun sungguh Eun Seung tidak bisa
mengangkatnya. Perasaannya masih sangat bersedih. Ia tak ingin
menangis di tempat seperti ini. “pip…” pesan pun masuk ke dalam
handphonenya. ia tahu laki-laki itu mulai mengirimnya pesan. “…kali
ini, aku yang akan menunggumu. Eun Seung. jadi aku mohon bersikap
seperti biasanya saja kepadaku..” pintanya kemudian.
“pulanglah, oppa. Biarkan aku sendirian…” balas Eun Seung dalam pesannya.
**
“kau sedang apa disini !!” seru Soo Ra ketika melihat Joon Young ada di
La Café. Gadis itu tercengang melihat laki-laki itu ada disana.
“aku sedang mencari Eun Seung, kemana dia?” tanya Joon Young yang
mengamati toko swetty bakery yang tertutup.
SeungHo memperhatikannya. Ia sudah lama mengamati bahwa laki-laki ini
selalu mencari Eun Seung.
“untuk apa kau menanyakannya?” tanya Soo Ra kesal.
ada di sini. Aku juga ingin menyampaikan bahwa aku akan menikahi Eun
Seung…” ungkap Joon Young yang membuat kejutan semua orang
disekitarnya. Seung Ho, Soo Ra begitujuga Woo Jae sangat terkejut
dengan pernyataan dirinya.
“kau berbohong, kan !!” Soo Ra masih tak percaya.
“aku serius, aku akan menikahi Eun Seung. nih, lihat. Eun Seung mengirimku
pesan, jika ia memintaku untuk mengundurkan acara pernikahan kami.
Kau tak tahu, kalau Eun Seung suka padaku, bukannya kau sahabatnya…”
ujar Joon Young menyudutkan Soo Ra. gadis itu benar-benar kesal, ia
mengambil handphonenya mencoba menghubungi Eun Seung.
Seung Ho tak memperdulikan ucapan mereka semua, ia mengepalkan tangannya.
Perasaannya kembali sesak, ia tak menyukai apa yang ia dengar
barusan. Ia menunduk lemah sambil membuat sesuatu di tempat
penyajian.
“ternyata ini yang Eun Seung pikirkan semalam, ini yang membuat ia bersedih
tadi malam, lalu siapa sebenarnya kekasih Eun Seung. Joon Young
ataukah Seo Woon. Siapa yang ia pilih sebenarnya…” pikir Seung Ho
yang bingung keduanya mulai mendekati gadis itu.
**
Eun Seung membuka tokonya dengan lemah, ia tak semangat untuk
beraktifitas hari ini. pernyataan Seo Woon kepadanya benar-benar
membuat dirinya hilang harapan. Ia bisa saja menerima laki-laki itu
menjadi kekasihnya dan membantunya keluar dari masalah. tetapi ia tak
bisa melakukannya. Itu akan membuat semuanya menjadi benci dirinya
dan keluarga Eun Seunglah yang akan menjadi korban. semua orang juga
__ADS_1
akan kembali menjatuhkan toko miliknya. Ia tak ingin itu kembali
terjadi.
“Eun Seung…” panggil Soo Ra yang muncul dari toko menghampiri dirinya.
Eun Seung menolehnya. Sahabatnya itu lalu memeluknya dengan sangat
cepat membuat ia terkejut. “…kenapa, kau tak bilang kalau kau
akan menikah dengan Joon Young…!!” teriak Soo Ra membuat orang
sekitar melihat ke arahnya.
“eh, darimana kau tahu !!” Eun Seung melepas pelukannya, menatap Soo Ra
yang menangis sahabatnya itu tak memberitahukan niatnya itu.
“ternyata itu benar, hikss… aku tak mau kau menikah dengan laki-laki itu…”
Soo Ra mendekapnya lagi. Eun Seung hanya tersenyum tipis, ia juga tak
mau menikah dengannya namun semua perjanjian sudah tertulis jelas
bahwa ia harus menikahi Joon Young jika tidak bisa membayar hutang
ayahnya. Eun Seung hanya menepuk pundak Soo Ra yang masih
mendekapnya. Mungkin ia harus berbicara dengan sahabatnya itu.
Tersudut dari jauh terlihat Seung Ho mengamati pertemuan mereka. Seung ho
hanya bisa mengira apa percakapan mereka. bahasa tubuh mereka membuat
Seung Ho hanya menghembuskan nafas panjang bahwa semua yang diucapkan
Joon Young memang benar adanya.
“hai, Seung Ho !!” sapa Hyu Ri yang tiba-tiba hadir di hadapannya.
“…kenapa kau sakit !!” sambungnya melihat Seung Ho sedikit
pucat. Ia begitu khawatir dengan perubahan wajahnya. Laki-laki itu
menggeleng, lalu masuk ke dalam dapur. Ia tak menjawab pertanyaan Hyu
Ri yang seperti itu. Hyu Ri melihat Woo Jae yang sejak tadi berdiri
di depan kasir “…Woo Jae, kenapa Seung Ho…?” tanya Hyu Ri
kemudian. Woo Jae meninggikan pundaknya.
“entahlah, aku tidak tahu…” jawab Woo Jae berpura-pura. Ia memang sedang
berbohong. Ia tak ingin bergosip ria menjelekkan bosnya. Sebenarnya,
ia tahu kenapa Seung Ho seperti itu. sudah dua hari ini ia begitu tak
semangat, ia selalu mengamati toko Eun Seung setiap hari, saat toko
itu tutup pun selalu dilihatnya, apalagi saat mereka tahu bahwa
temannya itu akan menikah dengan Eun Seung. perubahan besar dari
bosnya tampak terlihat jelas. Semua berkaitan dengan Eun Seung.
Bosnya itu menyukai gadis itu.
“Woo Jae, kau tak berbohong !!” Hyu Ri menatap Woo Jae yang kini ada di
hadapannya.
“akhir-akhir ini, aku perhatikan kau selalu mencari perhatian Seung Ho, kau
menyukainya !!” seru Woo Jae to the point membuat Hyu Ri begitu
terkejut dengan pernyataannya.
“Seung ho yang menyukaiku lebih dulu, kau tahu sudah empat tahun ia memendam
perasaannya kepadaku…”tukas Hyu Ri memberitahu hal yang
sebenarnya.
“benarkah !! dia tidak mengatakan apa-apa denganku..”
“karena dia pandai menyembunyikan perasaannya, aku juga baru tahu saat ibuku
bilang kalau Seung Ho terus memperhatikanku…” bisik Hyu ri dengan
pelan. Woo Jae terdiam menatap Hyu Ri, terlihat dari wajahnya. Gadis
itu benar-benar serius. Tidak berbohong dengan ucapannya. Woo Jae
tertawa karena ia teringat sesuatu. Jika Seung Ho menyukai Hyu Ri, ia
tak akan pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Woo Jae terus
tertawa.
“Hyu Ri, kau berhalusinasi ya hahahaha…” tawa Woo Jae mendengar
ucapannya.
“Woo Jae, aku serius…!!!” kesal Hyu Ri, Woo Jae tidak mempercayai
__ADS_1
kata-katanya.
**