Cinta Tanpa Batas Waktu

Cinta Tanpa Batas Waktu
CHAPTER 37 : PERJANJIAN SANG AYAH


__ADS_3

“brakkk…”suara pintu mobil, Eun Seung tutup dengan kencang. Ia melihat Seo


Woon yang sudah menunggu dirinya.


“oppa,kemarin kau mencariku?” suara Eun Seung mengawali pembicaraan


kepadanya. Seo Woon tersenyum melihat Eun Seung yang sudah di


hadapannya kini.


“iya,tapi kau tidak ada. Kau pergi kemana, kata Soo Ra kau ada urusan


lain…”


“aku bersama temanku menghadiri sebuah acara, sudah lama sekali aku ingin


menghadiri acara itu…”


“oh,iya. Acara apa itu?” Seo Woon mulai menyalakan mobilnya untuk pergi


ke pasar. Sudah berkali-kali ia melarang Seo Woon untuk ikut, tapi


laki-laki itu bersikerasa terhadapnya.


“ArtBakeryfoundation. Kau pasti tahu kalau aku dulu ikut kompetisi ArtBakery.


Aku ingin tahu siapa pemilik kompetisi itu…” jawab Eun Seung


dengan senangnya. Seo Woon melihatnya lalu tersenyum melihat Eun


Seung.


“benarkah!!”


“iya,tapi aku tak bisa bertemu dengannya. Entah kenapa, tiba-tiba dia


mendadak pergi. tak mungkin ia seperti itu saat ada acara yang


menyangkut dirinya…” ungkap Eun Seung sedikit ragu tentangnya.


“kau mau ikut kompetisi lagi, Eun Seung ?” tanya Seo Woon kemudian.


gadis itu yang kini melihatnya.


“entahlah.Sepertinya aku akan kalah melawan anak-anak baru yang lebih hebat


dariku…” jawab Eun Seung dengan lemah. Sudah empat tahun, ia tak


lagi mencicipi kompetisi baker. Kemampuan dirinya mungkin sudah


sedikit berkurang.


“kaujuga masih terlihat hebat, percayakan pada dirimu sendiri…” ujar


Seo Woon membuat Eun Seung mengangguk menyetujui perkataan dirinya.


“terimakasih, oppa. Kau sudah membuatku lebih bersemangat…” tukas Eun


Seung tersenyum kepadanya.


“EunSeung, jangan pergi lagi ya…” ucap Seo Woon pelan, ia


menghentikan mobilnya yang sudah tiba di pasar modern. Eun Seung


menatap dirinya, wajah serius Seo Woon terlihat disana. “selama


empat tahun ini, aku mencarimu kemana-mana. Tapi tak kunjung ada. Kau


tahu, aku sangat rindu padamu…” ujar Seo Woon memegang tangan Eun


Seung yang ada di hadapannya. “aku menyukaimu, Eun Seung…”


ungkap Seo Woon memberitahu isi di hatinya. Eun Seung hanya diam


menatap Seo Woon yang begitu sangat hangat. perasaannya sungguh


berdebar-debar, laki-laki yang menjadi cinta pertamanya mengungkapkan


hal ini. “…maaf, sudah membuatmu menunggu hingga hari ini, aku


tahu dari kuliah kau sudah menyukaiku. Namun aku tidak menyambutmu,


karena aku terlalu takut mengecewakanmu…” sambungnya lagi.


Eun Seung bingung harus berkata apa padanya. Sejujurnya,ia mulai untuk


menyukai laki-laki itu. namun sebuah perjanjian dari ayahnya


lagi-lagi membuat dirinya tersadar. Bahwa ini tak mungkin terjadi.


“maafkan aku, oppa. Aku sudah dijodohkan oleh ayahku. Maafkan aku…” suara


Eun Seung lantang, ia berusaha menyembunyikan hatinya yang sangat


perih. Ia membuka pintu mobil dan pergi darinya. Seo Woon begitu


sangat sedih melihat Eun Seung yang seperti itu. ia keluar dari


mobilnya, namun gadis itu semakin berlari menghindar darinya.


“Eun Seung, siapa yang akan dijodohkan denganmu…”


**


Eun Seung terus berlari menjauhi mobil itu, air matanya benar-benar

__ADS_1


tumpah tersapu oleh angin. Ia sangat sedih tidak bisa menyambut


perasaan dari cinta pertamanya itu. sejujurnya ia memang sudah


menunggu perasaan itu tiba di hatinya. Rasa sukanya dari dulu, masih


tersimpan di hatinya sampai hari ini. ia tak bisa mengikuti


keinginannya.


“aku juga menyukaimu, oppa…” suara Eun Seung pelan mengamati mobil Seo


Woon dari jauh. Ia tak ingin menambah masalah jika ia menerima


pengakuan Seo Woon. Selama perjanjian itu masih ada, ia masih terikat


kontrak dengan keluarga Joon Young. ia sungguh takut jika


menerimanya, Joon Young akan mengambil tokonya sebelum ia mencapai


keinginannya untuk memperbaiki nama baik ayahnya. Eun Seung


mengorbankan perasaannya demi mendapatkan harapan dan keinginannya.


“drttt…”handphone Eun Seung berdering. Panggilan masuk terlihat di layarnya.


Seo Woon memanggil dirinya. namun sungguh Eun Seung tidak bisa


mengangkatnya. Perasaannya masih sangat bersedih. Ia tak ingin


menangis di tempat seperti ini. “pip…” pesan pun masuk ke dalam


handphonenya. ia tahu laki-laki itu mulai mengirimnya pesan. “…kali


ini, aku yang akan menunggumu. Eun Seung. jadi aku mohon bersikap


seperti biasanya saja kepadaku..” pintanya kemudian.


“pulanglah, oppa. Biarkan aku sendirian…” balas Eun Seung dalam pesannya.


**


“kau sedang apa disini !!” seru Soo Ra ketika melihat Joon Young ada di


La Café. Gadis itu tercengang melihat laki-laki itu ada disana.


“aku sedang mencari Eun Seung, kemana dia?” tanya Joon Young yang


mengamati toko swetty bakery yang tertutup.


SeungHo memperhatikannya. Ia sudah lama mengamati bahwa laki-laki ini


selalu mencari Eun Seung.


“untuk apa kau menanyakannya?” tanya Soo Ra kesal.


ada di sini. Aku juga ingin menyampaikan bahwa aku akan menikahi Eun


Seung…” ungkap Joon Young yang membuat kejutan semua orang


disekitarnya. Seung Ho, Soo Ra begitujuga Woo Jae sangat terkejut


dengan pernyataan dirinya.


“kau berbohong, kan !!” Soo Ra masih tak percaya.


“aku serius, aku akan menikahi Eun Seung. nih, lihat. Eun Seung mengirimku


pesan, jika ia memintaku untuk mengundurkan acara pernikahan kami.


Kau tak tahu, kalau Eun Seung suka padaku, bukannya kau sahabatnya…”


ujar Joon Young menyudutkan Soo Ra. gadis itu benar-benar kesal, ia


mengambil handphonenya mencoba menghubungi Eun Seung.


Seung Ho tak memperdulikan ucapan mereka semua, ia mengepalkan tangannya.


Perasaannya kembali sesak, ia tak menyukai apa yang ia dengar


barusan. Ia menunduk lemah sambil membuat sesuatu di tempat


penyajian.


“ternyata ini yang Eun Seung pikirkan semalam, ini yang membuat ia bersedih


tadi malam, lalu siapa sebenarnya kekasih Eun Seung. Joon Young


ataukah Seo Woon. Siapa yang ia pilih sebenarnya…” pikir Seung Ho


yang bingung keduanya mulai mendekati gadis itu.


**


Eun Seung membuka tokonya dengan lemah, ia tak semangat untuk


beraktifitas hari ini. pernyataan Seo Woon kepadanya benar-benar


membuat dirinya hilang harapan. Ia bisa saja menerima laki-laki itu


menjadi kekasihnya dan membantunya keluar dari masalah. tetapi ia tak


bisa melakukannya. Itu akan membuat semuanya menjadi benci dirinya


dan keluarga Eun Seunglah yang akan menjadi korban. semua orang juga

__ADS_1


akan kembali menjatuhkan toko miliknya. Ia tak ingin itu kembali


terjadi.


“Eun Seung…” panggil Soo Ra yang muncul dari toko menghampiri dirinya.


Eun Seung menolehnya. Sahabatnya itu lalu memeluknya dengan sangat


cepat membuat ia terkejut. “…kenapa, kau tak bilang kalau kau


akan menikah dengan Joon Young…!!” teriak Soo Ra membuat orang


sekitar melihat ke arahnya.


“eh, darimana kau tahu !!” Eun Seung melepas pelukannya, menatap Soo Ra


yang menangis sahabatnya itu tak memberitahukan niatnya itu.


“ternyata itu benar, hikss… aku tak mau kau menikah dengan laki-laki itu…”


Soo Ra mendekapnya lagi. Eun Seung hanya tersenyum tipis, ia juga tak


mau menikah dengannya namun semua perjanjian sudah tertulis jelas


bahwa ia harus menikahi Joon Young jika tidak bisa membayar hutang


ayahnya. Eun Seung hanya menepuk pundak Soo Ra yang masih


mendekapnya. Mungkin ia harus berbicara dengan sahabatnya itu.


Tersudut dari jauh terlihat Seung Ho mengamati pertemuan mereka. Seung ho


hanya bisa mengira apa percakapan mereka. bahasa tubuh mereka membuat


Seung Ho hanya menghembuskan nafas panjang bahwa semua yang diucapkan


Joon Young memang benar adanya.


“hai, Seung Ho !!” sapa Hyu Ri yang tiba-tiba hadir di hadapannya.


“…kenapa kau sakit !!” sambungnya melihat Seung Ho sedikit


pucat. Ia begitu khawatir dengan perubahan wajahnya. Laki-laki itu


menggeleng, lalu masuk ke dalam dapur. Ia tak menjawab pertanyaan Hyu


Ri yang seperti itu. Hyu Ri melihat Woo Jae yang sejak tadi berdiri


di depan kasir “…Woo Jae, kenapa Seung Ho…?” tanya Hyu Ri


kemudian. Woo Jae meninggikan pundaknya.


“entahlah, aku tidak tahu…” jawab Woo Jae berpura-pura. Ia memang sedang


berbohong. Ia tak ingin bergosip ria menjelekkan bosnya. Sebenarnya,


ia tahu kenapa Seung Ho seperti itu. sudah dua hari ini ia begitu tak


semangat, ia selalu mengamati toko Eun Seung setiap hari, saat toko


itu tutup pun selalu dilihatnya, apalagi saat mereka tahu bahwa


temannya itu akan menikah dengan Eun Seung. perubahan besar dari


bosnya tampak terlihat jelas. Semua berkaitan dengan Eun Seung.


Bosnya itu menyukai gadis itu.


“Woo Jae, kau tak berbohong !!” Hyu Ri menatap Woo Jae yang kini ada di


hadapannya.


“akhir-akhir ini, aku perhatikan kau selalu mencari perhatian Seung Ho, kau


menyukainya !!” seru Woo Jae to the point membuat Hyu Ri begitu


terkejut dengan pernyataannya.


“Seung ho yang menyukaiku lebih dulu, kau tahu sudah empat tahun ia memendam


perasaannya kepadaku…”tukas Hyu Ri memberitahu hal yang


sebenarnya.


“benarkah !! dia tidak mengatakan apa-apa denganku..”


“karena dia pandai menyembunyikan perasaannya, aku juga baru tahu saat ibuku


bilang kalau Seung Ho terus memperhatikanku…” bisik Hyu ri dengan


pelan. Woo Jae terdiam menatap Hyu Ri, terlihat dari wajahnya. Gadis


itu benar-benar serius. Tidak berbohong dengan ucapannya. Woo Jae


tertawa karena ia teringat sesuatu. Jika Seung Ho menyukai Hyu Ri, ia


tak akan pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Woo Jae terus


tertawa.


“Hyu Ri, kau berhalusinasi ya hahahaha…” tawa Woo Jae mendengar


ucapannya.


“Woo Jae, aku serius…!!!” kesal Hyu Ri, Woo Jae tidak mempercayai

__ADS_1


kata-katanya.


**


__ADS_2