Cinta Tanpa Batas Waktu

Cinta Tanpa Batas Waktu
CHAPTER 36 : PEMILIK ARTBAKERY


__ADS_3

Joon Young terus melirik Eun Seung yang masih diam di sepanjang perjalanan menuju rumahnya. Ia tak mengerti apa yang sedang terjadi padanya. Setelah pertemuan dengan laki-laki itu Eun Seung tampak sedih terlihat di wajahnya.


“ada apa dengannya?” batin Joon Young yang terus melirik sesekali bayangan Eun Seung dari kaca jendela. Gadis itu memang menghadapkan wajahnya disana.


“Joon Young, apa kau tahu siapa pemilik ArtBakery?” tanya Eun Seung tiba-tiba mencairkan suasana yang hening. ia tahu bahwa sejak tadi laki-laki itu melihatnya terus menerus.


“hah !! tidak, aku juga baru hari ini diberitahu olehnya. Kenapa kau menanyakannya?” jawab Joon Young membalikkan pertanyaan kepadanya. itu yang ia pikirkan selama perjalanan ini.


“aku hanya ingin mencari tahu tentangnya…” senyum Eun Seung melihat Joon Young disampingnya. “..Kau tahu, aku penasaran dengannya, kenapa ia bisa mengadakan kompetisi ArtBakery begitu besar. Aku hanya ingin berterima kasih karena mereka telah membuatku terus berusaha hingga hari ini…” ungkap Eun Seung dengan senyum ceria. Ia sudah mulai sedikit semangat.


“baiklah, aku akan mengenalkanmu nanti jika aku bertemu dengannya…” jawab Joon Young yang sudah sedikit lega melihat Eun Seung tersenyum seperti itu.


“terima kasih, Joon Young. maaf aku memanfaatkanmu…”


Joon Young hanya menggeleng dan tersenyum kepadanya. mobil pun terhenti di dekat rumah Eun Seung. ia berhasil untuk malam hari ini mengajaknya pergi.


“terima kasih sudah mengantarku, Joon Young. aku pergi dulu…” ucap Eun Seung pamit kepadanya sebelum ia membuka pintu mobil. Joon Young mengangguk, mengamati Eun Seung yang begitu saja meninggalkan dirinya.


“aku menyukaimu, Eun Seung…” ucap Joon Young terus memandang punggung gadis itu yang membelakangi dirinya. “…semua memilihmu, begitu juga hatiku. Aku benar-benar sudah kalah olehmu…”

__ADS_1


**


Seung Ho hanya diam memperhatikan lampu toko swetty bakery yang masih gelap. Tak ada seorangpun disana. Sejak tadi sore, ia hanya menunggu dan menunggu seseorang hadir disana. Si pemilik rumah yang membuat dirinya terus gelisah. Ia rindu dengannya. Walaupun beberapa teman-temannya mengajak berkumpul, tetapi kali ini ia benar-benar hampa jika tidak ada seseorang yang ia cari. Seung Ho memutuskan untuk berkeliling mencari udara segar seorang diri. Samar-samar pandangannya tertuju ke depan, ia melihat seseorang seperti Eun Seung yang tak jauh darinya menuju ke arah dirinya.


“Eun Seung !!” panggil Seung Ho dengan pelan namun membuat wanita itu tersadar dan mendekatinya.


“hai, Seung Ho…” sapa Eun Seung tersenyum melambaikan tangan kepadanya. Seung Ho memperhatikannya. Eun Seung tampak berbeda dengan riasan seperti ini. sangat cantik. Ia tak banyak bertanya kepadanya. wajahnya sudah tersipu malu memperhatikan Eun Seung yang seperti itu. “…kau mau kemana?”


“aku, aku hanya mencari udara segar. Kau, kau darimana?” suara Seung Ho terbata-bata melihat Eun Seung.


“boleh aku ikut denganmu, aku sedang ingin makan ramyun di kedai taman. Kau mau mengantarku?” tukas Eun Seung tak menjawab pertanyaan Seung Ho. laki-laki itu hanya mengangguk, mengikuti langkah Eun Seung di sampingnya.


**


“wuaaah… enaknya !!” seru Eun Seung yang menikmati makanannya. Seung Ho hanya melihat di hadapannya. ia juga menyantap mie ramyun yang ada di mangkuknya.


“kau kelaparan ya?” tanya Seung Ho memperhatikan Eun Seung yang sudah mulai habis makanannya.


“hehehe… entahlah, padahal tadi aku sudah makan banyak..” jawabnya kembali melahap mie yang terakhir itu.

__ADS_1


“tadi pacarmu datang ke cafeku…” ucap Seung Ho memberitahu. Eun Seung sedikit terkejut menatap laki-laki itu untuk meneruskan ucapannya. “… Seo Woon…” lanjutnya lagi kembali memakan mie yang ada di hadapannya.


“eh !! Seo Woon, oppa mencariku…!! Ada apa?” Eun Seung mencari handphone yang ada di tasnya, ia membukanya. Benar saja, lima panggilan tidak terjawab darinya. Dua jam yang lalu. “…aku akan menghubunginya nanti…” ujarnya memasukkan kembali handphonenya dan meminum air yang ada di dekatnya. Seung Ho hanya diam namun pikirannya terus melayang-layang tentangnya.


“apa laki-laki itu benar pacarmu, Eun Seung !!” pikir Seung Ho sambil menyantap makanannya. Ia menyembunyikan wajahnya yang sedikit cemas melihat Eun Seung yang seperti itu.


“kenyangnyaa…” teriak gadis itu merasakan penuh dalam perutnya. “…eh, kau tak habis…” Eun Seung memperhatikan mangkuk mie Seung Ho yang masih terlihat banyak.


“aku sudah kenyang melihat kau seperti itu…” ujar Seung Ho menaruh sumpit di atas mangkuk. Ia beranjak pergi untuk membayar tagihannya. Sebenarnya memang ada faktor lain, Seung Ho tak selera saat Eun Seung akan menghubungi laki-laki itu.


Eun Seung dan Seung Ho kembali berjalan pulang menuju ke rumahnya.


“ternyata udara malam sangat sejuk yaa…” tukas Eun Seung memperhatikan langit gelap yang cerah. Seung Ho hanya diam mengamati Eun Seung yang banyak berbicara itu sejak tadi.


“kau sudah bertemu dengan Joon Young ?” tanya Seung Ho tiba-tiba terlintas bayangan laki-laki yang juga mencari gadis itu. Eun Seung menoleh ke wajah Seung Ho.


“iya, aku bertemu dengannya tadi. Aku tak menduga, bahwa semuanya akan kembali bertemu seperti ini…” jawab Eun Seung menunduk lemah memperhatikan langkahnya.


Seung Ho tahu ada sesuatu yang membuatnya seperti itu. Eun Seung kembali bersedih berjalan di sampingnya. Banyak pikiran di dirinya. ia bisa merasakan hal itu darinya. Seung Ho memandang lemah Eun Seung yang sudah berjalan lebih dulu darinya.

__ADS_1


__ADS_2