
"iya, ini aku. Cha Joon Young...!!" Ucap Joon Young membuka masker dan topinya. Eun Seung terkejut bukan main, selama ini yang akan menculik dirinya adalah temannya sendiri. Bahkan rivalnya saat kompetisi. Ia tak bisa berkata-kata. Banyak pertanyaan yang ditujukan kepadanya.
"jadi kau yang melakukan ini semua?" Tanya Eun Seung yang masih berdiri menatap Joon Young. Ia benar-benar marah, kesal, dan bercampur aduk perasaannya.
"duduklah dulu, aku akan menjelaskannya kepadamu..." tukas Joon Young menawarkan kursi di hadapannya.
"kau yang menyewa mereka supaya aku bisa ikut denganmu? Apa maksud semua ini? Kau tahu aku sangat ketakutan dipermainkan seperti ini..." suara Eun Seung mulai keras.
__ADS_1
"Kau terluka? Aku meminta mereka untuk tidak menyakitimu..." Joon Young khawatir dengan keadaan Eun Seung. Ia memang menyewa mereka supaya menculik gadis itu. Joon Young takut jika aksinya gagal lagi di depan Eun Seung. Apalagi kedua orang tuanya terus memaksa Joon Young untuk menyelesaikan tugas neneknya.
"Plaaak..." sebuah tamparan keras mendarat di pipi Joon Young. Secara refleks Laki-laki itu menahan tangan Eun Seung di pipinya. Beberapa orang di sekitarnya melihat mereka yang saling beradu pandang. Eun Seung benar-benar marah, terlihat dari kedua bola matanya. Joon Young mengerti sikapnya memang salah terhadap Eun Seung. Ia menatap Eun Seung lekat-lekat. Ada kesedihan, ketakutan, dan kemarahan dari gadis ini.
"Kau bisa membayar hutang keluargamu tiga ratus juta kepadaku?" Joon Young berbisik pelan. Tapi masih terdengar di telinga Eun Seung. Gadis itu membelalakan matanya, tak percaya apa yang di dengarnya. Tangan kanannya ingin ia lepaskan tapi masih di tahan dengan Joon Young. Laki-laki itu berubah serius, Eun Seung tak pernah ia melihat seperti itu. "...jika tidak, nenekku akan menjodohkan kita...!!" Sambung Joon Young melepas tangan Eun Seung. Gadis itu melemah, ia duduk di kursi yang berada di sampingnya.
"aku tidak percaya padamu...!!" Seru Eun Seung menatap Joon Young yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"kau boleh tak percaya padaku, tetapi ini surat perjanjian yang diberikan ayahmu kepada keluargaku..." Joon Young memberikan lembaran kertas yang terdapat perjanjian dari kedua belah pihak. Eun Seung mengambilnya, benar nama ayahnya Lee Do Jin menandatangani surat itu dan nama Hae Rim berada di sebelahnya. Semua jelas tertera di atas materai. Perjanjian itu mengikat hukum yang berlaku. Ada konsekuensi di sana jika Eun Seung tidak bisa membayarnya. Orang yang bernama Hae Rim itu meminta kepada anak dari Lee Do Jin untuk menikah dengan cucu laki-lakinya Cha Joon Young. "...nenek ingin menghidupkan kembali toko kue yang dulu kau punya, ia kasihan melihat ayahmu tidak mempunyai pekerjaan lagi. So, aku hanya ingin menawarkan ini kepadamu. Aku tidak akan menikahimu, jadi bayar hutangmu sampai batas tiga bulan dari sekarang.." Joon Young mengakhiri perbincangannya dengan Eun Seung. Ia menyeruput minuman yang dipesannya sampai habis. "...bersiaplah, aku akan mengantarmu pulang..." ucap Joon Young kembali menawarkan bantuan kepadanya.
"aku bisa pulang sendiri...!!" Suara Eun Seung mulai ketus. Ia tak ingin berada di samping Joon Young saat ini. Bersama dengan dirinya, membuat Eun Seung sangat terbebani. Dipikirannya hanyalah hutang tiga ratus juta yang dipinjamkan ayahnya.
"baiklah, aku akan menunggu di luar. Aku harap kau berubah pikiran dengan sikapmu..." Joon Young mulai bersiap meninggalkan Eun Seung berjalan menuju pintu keluar.
**
__ADS_1