
"tringgg..." bunyi bel toko Eun Seung berbunyi. Seseorang telah masuk ke dalam untuk membeli kue buatannya. Eun Seung tersenyum melihatnya. Ia sudah terbiasa dengan para pelanggan yang datang berkunjung. Toko kue miliknya sudah jadi pembicara para ibu-ibu di wilayah tempat tinggal mereka. Eun Seung sudah mempunyai ciri khas tersendiri untuk menarik perhatian mereka. Mereka sudah menjadi pelanggan tetap, ada pula yang baru pertama kali datang ke toko Eun Seung. Salah satunya laki-laki berkacamata, tinggi, dan tampan. Seperti model-model korea pada umumnya. Namun sedikit terlihat lipatan mata di balik kacamatanya.
"selamat datang di toko bakery sweety bakery, ada yang bisa saya bantu?" Eun Seung memperkenalkan diri dan memberi bantuan ketika laki-laki itu berada di depan etalase kue pastry yang sengaja di pamerkan.
"aku ingin kue teddy bear, kue caramel, garlic bread dan teh cappuccino..." pinta laki-laki itu.
"baik..."ucap Eun Seung semangat, laki-laki itu pun beralih mencari tempat duduk di dekat jendela. Setelah semua siap, Eun Seung memberikan kepadanya.
"kau bisa membantuku?" Tanyanya kemudian ketika Eun Seung menaruh piring berisikan kue yang dipesannya dan secangkir teh cappuccino. Baru kali ini, pelanggan meminta bantuan kepadanya.
"eh ?!!" Eun Seung terkejut, laki-laki itu berbicara kepadanya namun pandangannya masih tertuju kepada sebuah kertas menggambar seorang wanita menggunakan pensilnya.
"aku mencari seorang wanita, katanya ia bekerja di wilayah ini. Aku penasaran, ia tak menyebutkan namanya..." ucap laki-laki itu menghentikan kegiatannya dan tersenyum kepada Eun Seung. "...aku ingin kau membantuku menemukan wanita itu, aku akan memberikan sesuatu yang bisa membuatmu terkenal..."
"membuatku terkenal !?" Eun Seung masih binggung dengan perkataannya. Apa yang bisa membuat dirinya terkenal.
"aku Choi Jin Wook, reporter berita di *xnc " ucapnya penuh percaya diri memamerkan id card miliknya ke hadapan Eun Seung.
"wahhh..." kagum Eun Seung, ia baru pertama melihat seorang reporter ada di hadapannya kini. "...apa yang bisa aku bantu?" Tanya Eun Seung duduk di samping reporter itu. Ia sudah tak memikirkan hal lain lagi, keinginan dirinya untuk menjadi terkenal mungkin dengan cara seperti ini. Ia ingin reputasi toko kuenya mendapat nilai yang baik bagi pelanggan.
*XNC : salah satu stasiun televisi di korea selatan (ilustrasi)
Keinginan mereka menjadi hal yang paling utama. Ini bisa menggaet pelanggan lebih banyak lagi untuk datang ke toko kue miliknya.
"aku kenal dengan wanita ini di sebuah aplikasi to date, kau tahu sebuah aplikasi yang mengajak bertemu orang baru. Aku mengikutinya karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Apalagi ibuku ingin sekali anaknya menikah. Mmmhh... kue ini sangat enak...!!" Seru Jin Wook saat mencoba pertama kali kue teddy bear yang dipesannya. Eun Seung mengangguk, tersenyum kue buatannya dipuji pelanggannya.
"lalu ? Kau tak tahu siapa wanita itu?" Tanya Eun Seung ingin mendengar semua cerita yang disampaikan Jin Wook kepadanya. Laki-laki itu menggeleng.
__ADS_1
"tidak, ia tak ingin namanya disebutkan. Entah kenapa, aku menghargai keputusannya. Mungkin ia masih malu denganku. Sudah dua tahun, aku menyukai wanita ini karena ia selalu mendukungku. Ia wanita yang hangat, perhatian dan setia..." ucap Jin Wook, perubahan wajahnya membuat Eun Seung terpesona. Laki-laki itu sangat senang mendeskripsikan tentang wanita yang disukainya. "...tapi akhir-akhir ini, aku mulai menyerah tentangnya. Aku sadar. Jika aku terus seperti ini, aku tidak akan bergerak maju mencari wanita itu..." sambung laki-laki itu dengan nada sedih. Eun Seung mengerti dengan kekhawatiran Jin Wook. Memang benar, apa yang dikatakannya. Ia tidak akan pernah tahu jika ia tak bergerak maju ke depan. Selama ia mau melangkah dan berusaha, pasti ada sesuatu keajaiban yang akan datang kepadanya.
"tapi aku tidak tahu wanita yang kau sebutkan itu siapa, penjelasan tentang dirinya itu masih biasa saja, setiap wanita juga memiliki sifat seperti itu. Apalagi aku juga orang baru tinggal di wilayah ini yang belum mengenal mereka secara dekat. Maaf, aku tidak bisa membantumu..." keluh Eun Seung memberitahunya kenyataan yang sebenarnya.
"aku tahu, toko ini memang baru. Selama ini aku sering ke minimarket sebelah untuk berdiam diri.."
"kau sudah coba menghubunginya? Atau bertemu dengannya?"
"jika dia mau, aku pasti sudah bersama dengannya sekarang. Dia masih takut untuk bertemu orang baru. Aku sudah coba menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu tetapi ia tetap dengan pendiriannya..." jawab Jin Wook menggeleng kepala, ia tak tahu harus berbuat apalagi.
"benar juga, lalu apa yang harus aku lakukan?" Eun Seung mulai bertanya-tanya kepada dirinya. Mungkin Eun Seung dapat membantunya kali ini.
"aku ingin kau mengumpulkan semua wanita di wilayah ini untuk mengikuti kuis bersamaku. Mungkin ini bisa jadi petunjuk untukku bisa mengenal wanita itu..." tukasnya lagi sambil memotong kue caramel yang ada dipiringnya.
"aku mengerti !!" Eun Seung mengangguk setuju dengan permintaan laki-laki itu. Ia sanggup mengumpulkan semua wanita di wilayah ini untuk mengikuti kuis yang diberikannya. Itu sangatlah mudah. Hanya itu dan ia bisa menjadi terkenal.
"baiklah, aku akan menyiapkan semuanya..." Eun Seung menerimanya. Bantuan dari dirinya membuat masalah Jin Wook terpecahkan. Ia juga dapat membongkar rahasia wanita itu.
"oke, sepertinya aku harus pergi !!" Ujar Jin Wook merapikan seluruh barang-barangnya. Eun Seung mengangguk dan bergegas menuju kasir. Jin Wook pun membayarnya. "mohon kerja samanya ya..." sambungnya lagi setelah memberikan uang kepada Eun Seung.
"tentu !!" Seru Eun Seung dengan semangat. Jin Wook hanya tersenyum, ia akhirnya pergi menuju pintu keluar.
"...ah, iya. Jin Wook !!" Panggil Eun Seung membuat laki-laki itu menoleh ke arahnya. "...boleh aku tahu, sedikit tentang wanita itu?" Tanya Eun Seung tiba-tiba. Jin Wook terdiam sebentar lalu tersenyum.
"dia memakai kacamata dan suka dengan buku..." ungkap Jin Wook kemudian. Ia berlalu begitu saja, membuat Eun Seung diam memikirkan petunjuk yang diberikannya.
"aku sudah menebaknya, itu pasti Soo Ra..."
__ADS_1
"aku tidak pernah pakai aplikasi seperti itu...!!" Ujar Soo Ra saat Eun Seung menanyakannya. Ia sudah berada di toko buku milik Soo Ra sejak tadi. Malam hari memang hari yang menyenangkan bagi semuanya, tidak ada kegiatan usaha bagi toko kue Eun Seung, toko buku Soo Ra, toko bunga Hyu Ri, hingga butik baju kyung mi. Wilayah ini memang dibatasi untuk toko-toko seperti itu. Peraturan itu hanya menjelaskan bahwa café dan minimarket yang boleh beroperasi hingga pukul sepuluh malam.
"lalu siapa disini yang menggunakan aplikasi itu?" Eun Seung bertanya pada dirinya sendiri. Ia tak bisa menebaknya selain hyuri dan noona kyung mi.
"dia laki-laki seperti apa? Tampankah? Seperti Lee Min Ho?" Soo Ra kembali penasaran dengan sosok laki-laki itu. Ia memang sudah tahu bahwa seminggu lagi ada seorang laki-laki yang akan datang mencari wanita itu. Seperti tokoh Cinderella yang menanti seorang pangeran datang membawa sepatu pasangannya. Eun Seung baru menyadari hal itu.
"kita lihat saja seminggu lagi..." tukas Eun Seung tak ingin menjelaskan secara inti.
"jika dia tampan, mungkin aku bisa menggaetnya. Hehehe..." tawa Soo Ra memaksakan dirinya. "...baiklah, aku mulai semangat dengan kuis ini. Mungkin jika aku masuk kriterianya. Aku bisa punya pacar di tahun ini..." lanjut Soo Ra dengan girang.
"tapi kan kau tak punya aplikasi itu?"
"laki-laki itu akan memilih yang lain, jika mereka tak menemukan wanita yang diincarnya..." jawab Soo Ra, membuat mereka diam sejenak. Ada yang salah dengan kata-kata Soo Ra. Ataukah benar dengan kenyataannya seperti itu.
"aku tak setuju dengan ucapanmu...!!" Tukas Seung Ho yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu toko buku Soo Ra. Mereka berdua melihatnya.
"kenapa? Bukannya benar ?!" Soo Ra mempertajam ucapannya terus melihat Seung Ho yang menaruh berberapa buku yang dipinjamnya.
"aku kembalikan bukumu ya...!!" Ucap Seung Ho, ia tak menjawab pertanyaan Soo Ra dan pergi begitu saja meninggalkan mereka.
Ada sesuatu yang membuat Seung Ho hanya diam. Ia sedang memikirkan perkataan Soo Ra tentang seorang laki-laki. Apakah benar seperti itu ataukah hanya cara pandang saja yang berbeda. Seperti halnya Seung Ho, ia memang menolak dengan tegas pernyataan Soo Ra. Cara pandang dirinya memang berbeda. Jika ia menyukai seseorang, ia akan menerima semua sikap dan sifat dari wanita yang disukainya. Ia tidak akan mementingkan kriteria atau dambaan dari seorang wanita. Ia akan terus bersama wanita itu dan tak akan memilih yang lain. Itu sebabnya Seung Ho mengelakkan ucapan Soo Ra.
**
Yoo Seung Ho \= Seung Ho
__ADS_1