
Hai Reders,Author comeback lagi.
Semoga kalian terhibur, jangan lewatkan keseruan cerita Langit dan Bintang semakin ke sini semoga kalian semakin suka ya....😀🤗
.
.
.
.
.
Bintang langsung pergi meninggalkan semua orang yang masih berharap pada dirinya. Bukan lebay kadang yang kita anggap kejadian kecil akan terasa besar bagi orang lain, percayalah itu tidak sesimple itu sebab yang simple akan terasa rumit bagi setiap orang.
Bintang lari kekolam renang sekolah untuk menenangkan diri. Rasanya masih semu antara akan memulai atau tidak. Namun tiba tiba Bintang melihat ada orang yang tengah tercebur dikolam renang.
"Ehhh mbak ngapain disitu sekarang lagi penilaian lari bukan renang!" Teriak Bintang, dia masih melihat orang yang tengah tenggelam atau sedang berenang.
"Mbak ayo ketepi. Mbak kalau mau berenang itu bulan depan!"
Sebentar apa dia mau bunuh diri ya....
"Mbak kalau mau bunuh diri itu terjun dari lantai 30 baru bisa mati ini koh di kolam 3 meter lagi. Oyyy mbak ayo ketepi nanti masuk angin."
Orang yang disangka berenang hilang dipermukaan. Bintang langsung sadar bahwa orang tersebut tenggelam bukan berenang. Berenang, itu satu satunya cara untung hari ini olahraga jadi ia bawa baju ganti. Tanpa pikir panjang Bintang langsung menceburkan dirinya ke air yang dingin. Bintang mencari sosok yang telah menghilang dari permukaan. Beberapa menit di dalam air akhirnya dia melihat sosok yang tadinya tenggelam. Bintang menarik tubuh orang tersebut ke tepi kolam, Bintang berisaha untuk menaikannya dipinggiran kolam.
"Aduh ini gimana? orangnya nanti kalau mati gue yang disalahin."
Bintang menggigit bibir bawahnya. Sesekali ia menggosok gosokan tangannya ke orang yang baru tenggelam. Rasanya khawatir membuat Bintang mencari orang lain agar bisa memindahkan orang tersebut ke UKS. Dia berlari kearah tempat ganti cowok karena kolam dekat dengan tempat ganti cowok.
"Aduh nggak ada cara lain kasihan kalau dia mati, dia masih muda. Tapi kalau masuk takut dibilang cewek mesum tapikan ini masih jam olahraga palingan sebagian besar mereka masih di lapangan, ada ada aja sih kejadian kayak gini bikin pusing." Saking frustasinya Bintang menjambak rambut yang tengah basah. Setelah menimbang nimbang akhirnya dia memilih masuk ketimbang nyawa orang menghilang.
ceklek
Pintu terbuka lebar. Bintang kaget melihat ada yang tengah ganti dan telanjang dada. Dia sontak ingin teriak namun tangan besar itu menutupi mulut Bintang.
"Jangan teriak!" Titah orang itu. Bintang mengangguk tanda dia menyetujuinya. Setelah terlepas ia mendongak ternyata yang tengah telanjang dada adalah Langit. Bukan hanya Langit tapi Gibran, Putra dan Khatulistiwa ada tapi mereka masih menggunakan pakaian lengkap. Mereka cekikikan melihat muka Bintang yang merah karena malu apalagi tubuhnya yang basah membuat mereka berpikir Bintang tidak waras mandi disekolah tanpa ganti.
"Hih kalian semua tolongin...." Bintang berbicara dengan nada panik takut orang yang tenggelam tadi mati kedinginan.
"Tolongin apa nona manis." Tanya Khatulistiwa.
"Manis manis gue pahit nggak manis. Pokoknya tolongin ada yang mau mati."
Mereka yang semula cekikikan mendengar ucapan Bintang yang polos diawal langsung membulatkan matanya mendengar ucapan Bintang yang terakhir. Tanpa sadar Bintang menyeret tangan Gibran yang didekatnya, Gibran juga menyeret tangan Khatulistiwa, Khatulistiwa tidak mau kalah dia menyeret tangan kembaran palsunya dan Putra yang terkejut terseret langsung berpegangan ke Langit. Langit hanya mendekus melihat aksi seret menyeret. Bintang yang memimpin seret seretan langsung berlari dan mereka semua mengikuti Bintang yang berlari.
"Woi lo cewek apa bukan sih lari kok cepet banget. Gue ngos ngosan nih!" Gerutu Gibran.
__ADS_1
"Oi iya pelan dikit kali takut jambul gue turun tahta." Sahut Khatulistiwa.
"Woi depan pelanan dikit gue serasa lagi mainan, cape woi cape." Sahut Putra.
"Berisik!!"
"Tinggal ikutin aja tau takut cewek tadi mati kasihan cantik cantik mati muda." Sahut Bintang.
Mendengar kata Cantik mata Khatulistiwa dan Putra langsung terbinar. Dasar playboy cap kaki kadal.
Sesampainya di kolam Bintang langsung menghampiri cewek tersebut. Yaps, orang yang tenggelam adalah cewek.
"Angkatin dia bawa ke UKS dia tadi tenggelam lama. Tadi gue pikir dia lagi berenang atau dia lagi bunuh diri."
"Woi ini sih Arandita sepupu gue. Biar gue aja yang ngangkat dia." Ucap Khatulistiwa.
"Cepet gue takut dia mati terus ngehantuin gue lagi kalau dia mati nanti kalau gue bobo gue di gantung di pohon pisang terus gue mati gimana. Cepet bawa huhu." Bintang menangis bawang.
"Nggak mati kalau digantung di pohon pisang lagian lo juga berat yang mati malahan pohon pisangnya sebab lo itu berat." Sahut Gibran.
"Gue bawa dulu! Ayok cepetan berat ni." Sela Khatulistiwa.
Khatulistiwa, Gibran dan Putra meninggalkan kolam renang hanya Langit dan Bintang yang tersisa. Bintang masih gugup melihat Langit yang tadi tanpa sengaja melihat perut kotak kotak milik Langit.
pletak
Langit menyentil kepala Bintang. Bintang hanya menutup matanya dan meringis karena sentilan Langit terasa sakit.
"Emang kalau gue mikir nggak pernah serius." Jawab Bintang polos.
"Lo itu polos atau pura pura polos."
"Hah? maksudnya apa ya?"
"Kalau tadi dia mati gara gara lo nggak serius gimana? kalau lo telat terus dia mati gimana? Dia anak orang jadi orang kok **** banget,ck."
"Iya tau dia anak orang masa anak tante kunti."
"Tadikan gue mikirnya dia lagi berenang. Gue juga kalau berenang masuk air kok." sambung Bintang santai.
"Lo itu bodoh apa lola sih berenang ya di air kalau bukan di air lo terbang kayak tante kunti lo."
"Kok Langit gitu sih."
"Gue nggak bodoh suer kalau nggak percaya liat aja nilai lapor gue."
"Lo cuma pinter di materi tapi nggak pinter dikehidupan nyata."
"Emang ini kehidupan nyata kok bukan kehidupan maya kan kalau maya kayak bayangan dicermin."
__ADS_1
"T E R S E R A H."
Langit meninggalkan Bintang yang masih berdiei di samping kolam renang. "Ganti baju lo basah kayak gitu nanti lo masuk angin."
"Iya iya tau." Sahut Bintang.
❄❄❄
Setelah berganti pakaian Bintang langsung mencari Mika yang ternyata Mika juga mencari dirinya. Setelah bertemu mereka memutuskan untuk menengok kondisi Aran yang tadi tenggelam. Di UKS Langit dkk masih menemani Aran yang tengah sakit sebenarnya Khatulistiwa yang memaksa mereka tinggal karena Aran jarang bergaul dan cenderung pendiam.
"Assalamu'alaikum." Sapa Bintang dan Mika.
"Wa'alaikumsalam." Balas Langit dkk.
"Hai gue sama Mika mau tengok Aran boleh nggak?"
"Tengok aja! Ngomong ngomong makasih lo udah selametin sepupu gue."
"Kan tadi lo juga ngomong jadi nggak usah ngomong ngomong." Ucap Mika.
"Maafin temen gue dia gesrek."
Bintang langsung menarik Mika kedalam. Didalam dia melihat Aran yang tengah meminum teh hangat.
"Hai Aran gimana kabar lo?" Ucap Bintang.
"Gue baik baik aja, makasih lo udah nyelametin gue tadi Khatul dah cerita."
"Iya it's okay. Kenalin dia Mika temen gue. Lo mau kan jadi temen gue."
"Ohh kenalin gue Aran." Aran dan Mika berjabat tangan dan saling tersenyum.
"Gue mau kok jadi temen lo berdua malahan gue seneng. Gue ini pendiem orangnya jadi nggak mudah bergaul."
"Yaelah nanti kalau sama kita lo jadi ikutan gesrek jangan khawatir." Sahut Mika.
Mereka bertiga akhirnya menjadi teman walaupun baru pertama kali bertemu. Kadang Mika menunjukan sikap bar barnya yang membuat mereka tergelak. Sesekali tingkah polos Bintang pun jadi bahan candaan.
.
.
.
.
.
Segini dulu part kali ini.
__ADS_1
ketemu lagi di part 11