
Hai Reders maaf Author upnya telat
Tetep lanjutin ceritanya Langit dan Bintang ya..😊😁
.
.
.
.
.
Tanpa mereka sadari ada 4 pasang mata yang melihat tingkah laku mereka. Melihat Bintang yang polos berubah menjadi serigala yang menyeramkan jika berani mengusik kehidupan Bintang.
Berani juga tuh cewek. batin seseorang.
❄❄❄
4 pasang mata masih memandang Bintang dan Mika yang masih kesal dengan Dila yang menjengkelkan.
"Bi pokoknya lo harus buktiin sama mulut sampah si nenek gombreng itu. Kalau semisal lo nggak mau lo jangan jadi temen gue." Ancam Mika. Mika adalah manusia yang tidak suka ada orang yang menindas orang disekitarnya. Rasa geramnya membuat orang sekelilingnya melihat mereka, Mika yang sudah marah sembari berdiri dia atas kursi yang letaknya tidak jauh dari mereka. Bintang merasa malu dengan sikap milik Mika. Bintang menarik tangan gadis berkacamata bulat itu.
"Iya gue paham tapi lo kayak orang gila. Turun nggak kalau lo nggak turun gue bawain kucing kesini." Bintang menaik turunkan alisnya ia tau kalau Mika sangat anti dengan kucing. Bukan alergi tapi gadis berkacamata itu hanya fobia karena pernah dicakar habis habisan oleh kucing liar.
"Iya iya gue turun tapi awas aja ya lo nggak nunjukin siapa lo yang sebenarnya gue timpuk lo pake batu."
"Hampir aja gue manggil katty kucing mbak Siti di kantin." Goda Bintang membuat Mika panas dingin ngeri.
"Iiihhh lo nyebelin banget sih. Anak siapa lo?"
"Anaknya ayah presiden praperbuncitan.You know?"
"Yes i know."
"Udah yuk buruan kelapangan bi, gue panas dingin takut lo udah nggak inget cara untuk lari." Ajak Mika.
"Enak aja gue inget kali."
__ADS_1
"Ya udah, ayo cepet Hans."
"Iya ayo Mahmud."
Bintang dan Mika memilih untuk segera meninggalkan tempat peristirahatan mereka. Bintang menggandeng tangan mungil milik Mika. Ya, bisa dibilang Mika lebih kecil dari Bintang, tubuh Mika hanya sebatas atas telinga Bintang. Badan yang tinggi membuat Bintang lebih proposional untuk menjadi atlet.
❄❄❄
"Hei bro bukannya dia cewek yang mempermalukan si Langit?" Tanya Gibran. Yaps, yang dari tadi memperhatikan semua kejadian antara Bintang, Mika dan Dila adalah Langit dkk.
"Yoi bro itu cewek yang sama. Hahaha gue ngakak sumpah sama temennya yang pake kacamata gue pikir dia cewek tanpa rasa takut tapi dia takut kucing." Ledek Khatulistiwa. Khatulistiwa tertawa terbahak bahak sambil memukul lengan milik Putra. Putra yang merasa dianiaya oleh Khatulistiwa langsung membalas dengan menonyor sekaligus mendorong saudara kembar palsunya.
"Jijik gue liat lo kayak orang gila." Celetuk Putra.
"Heh, Put put ****,lo orang gila ngomong gila." Jawab Khatulistiwa.
"Jangan **** begoin orang, ****." Tak terima dengan jawaban Khatulistiwa ia membalas dengan hal serupa mempermaikan kata demi kata.
"Lo berdua bisa akur nggak?Dasar bocah." Sela Gibran.
"Heh lo nggak nyadar gue sama Putra lebih tua dari lo. Lo yang bocah gue beda 3 bulan sama lo."
"Beda 10 hari aja ribut." Jawab Gibran.
"Mau 10 hari kek, mau 1 hari, 1 jam, 1 menit, 1 detik sekalipun tetep aja lo yang bocah."
"TERSERAH."
Gibran sangat jengkel dengan kedua kembar palsu dihadapannya. Ingin dia bejek bejek muka sok ganteng mereka, tapi emang ganteng sih. Kalau bukan temen rasanya dia mau karungin mereka berdua terus telindesin ke truk buang ke ciliwung.
Langit hanya tersenyum tipis melihat ulah 2 sahabatnya yang selalu menindas Gibran. Apalah daya dia dengan sikap dinginnya ia enggan untuk bertingkah konyol dan memalukan serta kekanak kanakan seperti mereka lakukan, berantem didepan umum. Bukan mengganggu mereka atau memisahkan mereka orang lalu itu cuma melihat dan kebanyakan fans mereka jejeritan melihat tingkah absurd idola mereka.
❄❄❄
Bintang menunggu giliran untuk dia lari. Dia bertekat mendapatkan nilai paling tinggi dipenilaian kali ini. Dia bersiap untuk lari dengan menarik napas panjang panjang. Dia persiapan dengan jongkok. Kali ini Bintang berhadapan dengan Dila, Sarah, dan Rita keberuntungan yang pas dan menegangkan sebab mereka lari secara acak. Banyak yang bersorak untuk Sarah ataupun Dila yang terkenal menjadi atlet sekolah mereka. Itu tidak membuat mider, hanya ada Mika yang mendukung Bintang.
*Bersedia
*Siap
__ADS_1
Ya**
Aba aba dimulai. Bintang mengeluarkan semua kemampuan dan tenaga. Rasa minder dia kesampingkan hanya rasa percaya diri di dirinya seperti apa yang dikatakan Langit. Bintang terus berlari dia mengejar Sarah yang didepannya dengan mudah selang beberapa detik dia sampai di garis finish padahal lawannya masih di tiga perempat ada juga yang setengah. Senyum Bintang merekah, Mika yang mendapati sahabat karibnya menang langsung berhambur untuk memeluk Bintang.
"Gue percaya bakat alami lo masih ada makannya lo percaya sama gue bi huhuhu." Mika menangis bawang dipelukan Bintang. Bintang hanya mengelus rambut sahabatnya yang sama seperti dirinya yang masih dikelabang atau dikepang. Bukannya kebalik seharusnya dia yang menangis karena bisa menang lagi ini malahan Mika yang menangis. Menurut Bintang terserah yang mau nangis siapa yang penting ada yang nangis.
Sarah dan guru olehraga menggampiri Bintang dan Mika yang sedang berpelukan hangat. Mereka belum menyadari ada yang datang hingga mereka masih asik sendiri.
"Bintang!!!" Seru Sarah. Bintang yang merasa tidak asing langsung memutar tubuhnya dan melepaskan pelukannya.
"Ehhh Sarah ada apa kok bawa pak Lana."
"Nggak ada apa apa, gue seneng lo bisa kembali lagi di dunia olahraga."
"Iya bener tu si bi akhirnya mau kembali itu pun gara gara diejek." Sela Mika.
"Jujur aja Bintang saya nggak nyangka kamu akan bisa mengalahkan Sarah yang selama ini menjadi juara di olim, ternyata SMA STAR menyimpan mutiara tersembunyi. Jujur saya kagum kamu bisa mencetak rekor baru di SMA ini. Apakah kamu mau masuk olim lagi?" Ucap pak Lana denga penuh harap kepada Bintang. Bintang menggeleng lemas. Bintang sejujurnya nggak tega mau menolak tapi apa daya dirinya yang masih belum siap.
"Tapi bakat kamu akan sia sia Bintang."
"Maaf sekali lagi saya masih takut saya belum siap, permisi pak."
Bintang langsung pergi meninggalkan semua orang yang masih berharap pada dirinya. Bukan lebay kadang yang kita anggap kejadian kecil akan terasa besar bagi orang lain, percayalah itu tidak sesimple itu sebab yang simple akan terasa rumit bagi setiap orang.
Bintang lari kekolam renang sekolah untuk menenangkan diri. Rasanya masih semu antara akan memulai atau tidak. Namun tiba tiba.....
.
.
.
.
.
Maaf Upnya lama soalnya Author lagi ngerjain tugas 🙏🙏
Bye bye Reders and see you next part 10
__ADS_1