
Hai Reders, Author comback lagi jangan bosen sama cerita Langit dan Bintang tunggu kelanjutannya ya....
.
.
.
.
.
3 tahun kemudian....
Sekolah dan ceria itulah hidup seorang Bintang Xhixilyia Qifanyt. Selama 3 tahun Bintang mencoba melupakan mimpinya menjadi atlet. Hidupnya selalu berhubungan dengan Kasta dan Mika.
Hidup Bintang juga selalu berkaitan dengan_Langit. Seseorang yang masuk tanpa izin dalam kehidupan Bintang sejak 3 tahun lalu.
Yaps Langit adalah orang yang menabrak Bintang dan juga orang yang menolong Bintang 3 tahun lalu. Tahu darimana? Ayolah siapa yang tidak mengenal Langit dia adalah cowok populer karena prestasinya di bidang olahraga, dia juga memiliki wajah yang rupawan.
"Hai, Bintang!"
"Hai juga Mika."
Bintang tersenyum kearah Mika. Mika adalah gadis berkacamata yang selama 6 tahun menjadi teman sekaligus sahabat bagi Bintang.
"Mika lo tau nggak update Bintang sama Sarah mereka cocok banget."
"Heh lo kesambet." Mika mengeceh suhu badan Bintang. "Tumben lo dukung mereka biasanya lo heterz nomer satu."
"Ayolah mana mungkin gue bisa sama Langit. Gue sama dia beda banget."
"Ck, nggak ada yang bisa melawan takdir."
"Gue nggak ngelawan takdir gue cuma sadar diri dan menerima takdir."
Itulah mereka selalu berdebat karena masalah Langit dan Sarah. Bintang masih sama mengagumi Langit dari jauh.
Setelah Bintang memutuskan untuk berhenti menjadi atlet sekolah, Sarah menjadi juara selama 3 tahun. Bintang tak pernah iri atau kalut dia hanya berhenti menjadi atlet karena dia tak ingin mengecewakan orang orang yang berharap padanya.
"Bi gue denger Langit sama Sarah menang olimpiade lagi."
Bintang hanya tersenyum untuk menanggapi ucapan sahabatnya. Mungkin kalau boleh jujur hati kecil Bintang seperti tersentil, sakit.
"Bi, gue ngerti lo nggak bisa jauh dari yang namanya olahraga. Ayolah lo mulai lagi, percuma lo punya bakat tapi nggak digunain."
"Bi, dengerin gue satu kekalahan lo bukan akhir dari kemenangan lo. Kekalahan lo cuma 1:99."
Bintang meraih tangan Mika. "Mika lo udah bilang 129 kali. Gue nggak mau gunain kemampuan gue lagi."
"Bintang"
"Mika gue nggak mau."
***
__ADS_1
"Jika tahun ini saya kembali memenangkan 10 medali dan membawa 1 piala bergilir untuk SMA STAR bukan itu yang akan saya bagikan. Yang saya bagikan adalah ketika seorang gadis yang saya temui sebagai peserta. Saya tak menyangka jika dia sedang mengalami luka. Maksud saya di baru selesai operasi namun dia gadis yang tangguh."
"Yang saya tekankan dalam acara ini bukan hanya kemampuan tapi juga kegigihan yang kita perlukan. Dia membuktikannya, saya tidak tau apa yang terjadi tapi yang saya tau dia terus berlari walaupun darah dia bercecer di mana mana."
"Sekali lagi bukan hanya kemampuan yang kita butuhkan untuk menang tapi juga kegigihan dan kepercayaan diri. Anggaplah dirimu sebagai yang terbaik, jangan pernah menyerah untuk mendapatkan sesuatu percayalah kepada takdirmu."
Bintang terbinar mendengarkan pidato kemenangan milik idolanya_Langit. Dialah Langit Ardynarsy seseorang yang selalu dipuja oleh Bintang.
Bintang selalu mendengarkan setiap kata secara terperinci apabila mendengarkan pidato Langit. Bisa dibilang di masa masa ini dia bisa mendengarkan suara serak milik Langit dan tatapan dinginnya.
Suara tepuk tangan dari seluruh orang di aula membuyarkan tatapan Bintang ke langit. Bintang tersenyum mendengar seluruh ucapan Langit bagi bintang langit adalah motivator bagi hidupnya.
"Bi, suami lo keren juga." Puji Mika.
Bintang melotot seakan akan dia tidak setuju ucapan Mika. "Ya kali Langit mau sama upik abu kaya gue."
"Hus, nggak ada yang tau takdir."
"Takdir Bintang ya cuma sama Kasta." Sela Kasta yang langsung mengedipkan sebelah matanya. Seolah tak setuju Bintang mencubit perut Kasta yang berada di sampingnya.
"Sakit abang." Celetuk Mika.
"Mika bantuin gue."
"Bantuin lo? Sama aja gue bunuh diri diamuk sama ini bocah."
"Lagian kenapa si Bintang berubah sih. Dulu kan dia polos sekarang kok garangnya minta disayang."
Bintang makin kesal dengan ulah Kasta, dia menambah volume cubitan di perut Kasta. Selama 3 tahun dia mengikuti pelatihan percubitan dengan Kasta sebagai uji coba.
Kasta menjewer kupingnya sendiri tanda dia menyerah dan minta maaf. "Gue nggak mau main main lagi sama lo, lo galak."
"Galak galak gini juga lo suka kan?" Goda Mika.
Mika tahu sebenarnya Kasta menyukai Bintang dari masa SMP dulu. Kepolosan Bintang dan juga ketidak pekaan Bintang sering membuat Mika gemas.
Bintang kembali memfokuskan pandangannya kepada Langit yang tengah mengabadikan gambar dengan Sarah dan juga kepala sekolah. Rasanya sedikit iri namun Bintang hanya diam, dia sadar dia hanyalah remahan biskuit jika dibandingkan Sarah untuk saat ini.
Andai gue yang ada disana pasti gue sangat bahagia. batin Bintang.
Bintang melangkahkan kakinya malas ke kelas 12 IPA5, andai dia kelas 12 IPA1 pasti dia akan bisa memandang idolanya dengan puas. Di kelas sebenarnya dia pintar dan setara dengan kelas 12 IPA1 tapi karena dia harus bersama Kasta jadi dia pindah ke kelas 12 IPA5.
"Bi!"
"Iya gue Bintang Xhixilyia Qifanyt."
"Nanti gue tunggu di tempat biasa."
Bintang langsung tau yang dimaksud dengan tempat bisa. Atap rumah Kasta. Jujur saja rumah Kasta dengan Bintang sangat dekat hanya dibatasi pagar rumah Kasta.
**
"Wah!"
Bintang dan Mika terpana melihat kepiting saus padang dihadapan mereka. Perlu kalian catat Kasta baru saja lulus dari kursus memasak.
__ADS_1
Kasta mendekati Bintang dengan membawa cemilan kesukaan Bintang, coklat. Tentu saja Kasta tau seluruh tentang Bintang mereka sudah kenal dari lahir.
"Bi!"
"Hmm"
"Sehubung kita mau lulus, gue mau bilang sesuatu agar gue nggak nyesel."
"Ngomong tinggal ngomong, kok lo jadi ribet gini."
Bintang memutar bola matanya jengah. Dia rasa Kasta banyak berkerumun dengan tante tante rempong jadi ikut rempong.
"Bi, gue mau bilang, kalau perasaan harus kita ungkapkan sebelum kita lulus. Karena setelah kita lulus pasti kita jarang ketemu jadi...."
Belum juga selesai berbicara Bintang sudah menyela ucapan Kasta. Bintang memancarkan binar bahagia.
"Lo bener Kasta."
Kasta memandang Bintang dengan tersenyum lebar.
"Gue harus ungkapin perasaan gue."
Senyum Kasta tambah lebar selebar samudra.
"Langit i'm coming."
Senyum kasta langsung runtuh. Menyesal dia telah berucap seperti itu, hilang sudah harapan milik Kasta.
Aduh Bintang lo salah paham. Nasib cinta gue gimana?. batin Kasta.
"Bintang bukan gitu maksud gue."
"Makasih Kasta emang the best deh."
Bintang mengarahkan kedua jempolnya kearah Kasta. Senyum Bintang merekah menanti hari esok yang cerah.
Kasta menepuk jidatnya sendiri. Dia lupa bahwa tingkah polos Bintang bisa kumat.
.
.
.
.
.
Hai Reders apa kabar?
Gimana part 2 Author maaf typo typo masih bertebaran.
kritik+saran\=hasil
Jadi kalian bisa mengomentari cerita Author jangan menggunakan bahasa kasar nanti ada yang sakit.
__ADS_1
Bye bye Reders, Author sayang kalian. 💜