
Hai Redersπ
Author kembali lagi......
How are you?
.
.
.
.
.
Siang hari setelah berurusan dengan otak dan pelajaran yang bikin kepala pusing selangit. Setinggi langit dan sedalam palung semua sudah terselesaikan, lega.
Bintang menghampiri kelas Aran dikelas 12 IPA3. Mika ikut dengan Bintang entah kenapa dia diam terus, entah sariawan atau panas dalam.
"Hai Aran kita ke kantin yok!!" Ajak Bintang.
"Ayo, gue juga laper banget tadi pak botak nerangin sejarah mana gue nggak sarapan."
"Kasihan sini gue utangin beras sama lo." Tawar Bintang centil.
"Gue juga masih punya simpanan beras sagudang." Jawab Aran santai.
"Ayo cepet gue laper banget." Ajak Aran.
Jadilah ketiganya menuju kantin dengan bergandengan. Mereka memilih meja paling ujung yang paling jauh dari pintu agar tidak terganggu oleh orang yang lalu lalang.
"Ehhh Mika kenapa lo diem aja?" Tanya Aran. Mika hanya memandang Aran sekilas kemudian dia menangis bawang sendiri.
"Huhuhu. Aran Bintang uprit mati, si wolwol jadi jomblo karatan.Huhuhu."
"Innalilahi!! Siapa uprit?"
"Hahaha Mika lo lebay banget tinggal beli yang baru selesai." Timpal Bintang. Bintang tau kalau Uprit itu ikan mas milik Mika yang udah bertahan selama 2 tahun terakhir.
"Huhu Uprit itu love love gue dia pacarnya wolwol kasian kan wolwol baru aja punya pacar, dan dia baru first kiss sama uprit malah pacarnya mati.huhuhu kasihan." Mika masih nangis bawang.
Bintang menonyor kepala Mika dengan kencang. Dia sebal karena mereka menjadi pusat perhatian semua orang dikantin, nangis kayak orang dangdutan.
brakkk
Aran menggebrak meja dengan keras. Pandangan Aran menjadi sangat tajam.
Glekk
Bintang dan Mika menelan ludah dengan kasar. Melihat Aran yang setengah marah membuat keduanya merinding.
"Kalian gimana sih?" Aran memulai pembicaraan dengan tenang.
"Aran kita salah apa?" Jawab Bintang menimpali Aran yang setengah marah.
"Kalian masih nanya ke gue?"
"Mika cepet kita minta maaf sama Aran. Satu...dua...tiga..."
"Aran kita minta maaf. Huhuhu kita salah huhu." Ucap mereka berdua bersamaan.
"Siapa si uprit?"
"Hah?"
Mika dan Bintang saling memandang bersamaan. Seolah mata mereka bisa berbicara.
"Mika jadi kita ngapain minta maaf?"
"Khilaf kali?"
"Jadi kita **** mik?"
"Gue sih nggak, gue biasa aja."
"Iya iya deh!"
"Ohh uprit itu ikan mas gue. huhuhu gue jadi sedih lagi. Huhuhu." Mika menangis bawang lagi.
__ADS_1
"Oooh gue pikir uprit orang."
Mika hanya teplok jidat. Dari tadi minta maaf sama orang ternyata cuma mau tanya aja.
βββ
"Ehhh lo bambank lo makan bakso gue?" Marah Gibran kepada Khatulistiwa.
"Yaelah tinggal bakso satu doang nggak bikin miskin Jun..."
Pletak
"Jangan bawa bokap gue!"
"Bawa bokap lo? Nggak kuat!"
"Lo..."
"Khatulistiwa makhluk paling ganteng." Sesuai icon miliknya dia membenahi jambul keramat miliknya.
Wusss
Jambul milik Khatulistiwa langsung sekarat. Tangan jail milik Gibran langsung segar.
"WOIII JAMBUL GUE LO APAIN?"
"Jambul lo turun tahta, iya nggak ngit?"
"Hemm"
Putra datang langsung menyambar minuman milik Langit yang berdiri tegak dimeja. Langit langsung menonyor kepala sang playboy cap kaki kadal hingga terjungkal.
"Apes banget gue pipi ditampar. Mau minum dengan tenang ditonyor. Huhu." Putra menangis bawang sembari mengelus pipi yang telah ditampar oleh salah satu korbannya.
"Makanya jangan mainin cewek!" Celetuk Khatulista.
"Ya elah lo bambank lo juga sama, ****." Jawab Putra sewot.
"Heh lo berdua kapan tobat sebelum nanti cewek yang lo suka mainin lo berdua!" Sela Gibran. Nasib Gibran yang jomblo abadi yang tak pernah mengenal cinta hanya ada handphone dan belajar dihidup datar milik Gibran
"Nanti kalian kerumah gue!" Ucap Langit singkat.
"Sepupu gue mau pulang sama mom and dad ke luar kota."
"Sepupu lo yang 'itu'?"
"Hmm."
"Gue nggak mau!!!!" Ucap mereka bertiga serempak.
Langit hanya menghembuskan napas gusar. Dia harus meladeni bocah nakal sendirian.
βββ
"Assalamu'alaikum."
"Ayah buncit, tante, om. Bi pulang!!"
Bintang memutar bola matanya. Nampak ada yang kurang, rumah nampak sepi biasanya ada yang menyambut dirinya.
"Pada kemana sih?"
Dengan langkah gontai Bintang naik ke kamar miliknya. Rumah sepi mengingatkan dirinya rumah yang dulu sebelum dia jatuh miskin, sepi dan sunyi.
Bintang masuk kamar mandi. Selang beberapa menit dia sudah selesai berpakaian santai.
"Males banget! Ngapain ya? Tugas udah, makan kenyang, main males, rebahan aja. Rebahan is my life."
Baru beberapa menit merebahkan badan dengan tenang, Bintang langsung tertidur dengan pulas.
Ceklek
Pintu kamar Bintang terbuka. Sesosok datang membawa kotak yang dipenuhi senjata rahasia. Ia menghampiri Bintang yang tengah tertidur dengan lelapnya.
"Kakak yang jelek akan ku percantik dirimu. Hehehe."
Sosok tersebut mendekati tempat tidur milik Bintang. Bintang tak tahu jika bahaya tengah mengintainya. 10 menit ritual seseorang telah usai. Bintang menjadi perempuan yang cantik menurutnya. Masih dengan rambut berantakan.
"Kejutan untuk kakak ketika dirimu terbangun. Hahaha."
__ADS_1
1 hour later....
woaammmm
Bintang bangun dari tidur lelapnya. Rambut berantakan dan muka kucel menjadi visual bagi Bintang sekarang.
Kriuk kriukkkk
Perut mulai keroncongan, Bintang mempangkahkan kakinya dengan santai menuju dapur. Dibawah dia melihat Langit dkk betkumpul dan tengah khusuk bermain ps.
Terserahlah. Bintang hanya cuek melihat teman teman Langit. Ia memilih masak dan mengisi perut keroncongannya.
"Wahhh gue mau bikin seblak setan aja."
Bintang memulai memasak dengan lihai. Seblak adalah makanan yang menjadi favorit bagi Bintang. Bintang memang sangat menyukai makanan lembek dan pedas.
Selang beberapa menit jadilah seblak setan yang diracik Bintang. Nggak punya teman jadilah dirinya makan sendirian. Huhu nasib.....
Langit yang hendak mengambil air minum ke dapur tak sengaja melihat Bintang yang makan sendirian, bukan itu yang menjadi pusat perhatian tapi muka dia yang penuh dengan coretan. Prft ulah si Nano geblek itu.....
Langit hanya menahan senyum, Bintang hanya mendongak dan kembali memakan seblak setannya. Muka bantal rambut acak acakan muka penuh coretan yang tak disadari oleh Bintang.
Tiba tiba sosok Khatulistiwa hadir. Melihat sosok Bintang membuat dia tertawa kencang. Dia tak pernah melihat perrmpuan sekacau ini.
"Prfttttt hahahaha."
Suara tertawa milik Khatulistiwa membuat Gibran dan Putra datang dengan cepat. Mereka melihat sekelilingnya ternyata mereka berdua juga melihat sosok yang sangat kacau.
"Hahaha Bintang orang gila." Celetuk Gibran.
"Guenggakgila." Bintang berbicara dengan cepat karena seblak miliknya sangat pedas dan panas.
"Eee buzet ngomong apa loh markonah, ngomong nggak dispasi." Protes Putra.
"Lo nggak tau ini seblak kek setan!!"
"Lo juga setan." Timpal Langit.
"Ini lo ngaca dulu. Belum pernah gue liat perempuan sekacau ini." Ucap Khatulistiwa sembari memberikan Handphonenya.
Bintang yang penasaran sebab dirinya dikata gila. Langsung saja dia membelakak ketika melihat wajahnya penuh dengan coretan.
"HAHAHAHA SETAN!!!!"
"SIAPA YANG NGELAKUIN INI SAMA GUE!!"
Bintang yang terlanjur marah langsung saja menggebrak meja, membuat seisi meja bergetar.
"Nano!!" Ucap mereka berempat bersamaan.
"Siapa NANO CEPET BERITAHU GUE."
"Dia ada di taman." Jawab Langit.
Bintang langsung menghentakan kakinya dengan kuat. Amarahnya tak terbendung lagi. Sedangkan yang tersisa masih sibuk dengan pikiran mereka masing masing.
"Waw seblak is the best." Ucap Gibran.
"Gue mau makan ahhhhh." Timpal Putra.
Akhirnya mereka semua membagi seblak yang dimasak oleh Bintang. Baru berapa suap mereka sudah tak tahan karena level pedasnya SETAN.....
"Gila emang setan ini. Huhahuha." Ucap Gibran.
"Pantes si Bintang bisa meledak tadi bener bener setan." Timpal Khatulistiwa.
.
.
.
.
.
Oke Reders sampai disini dulu ya.....
Jangan lupa like and coment
__ADS_1
Bye and see you next part 14