
Hai lagi Reders, Author kembali.
Hari ini kalian udah baca berapa novel pasti banyak novel bagus yang kalian baca.
Maafkan Author yang banyak dosa dan cerita Author yang ambruadul 🙏
.
.
.
.
.
"Lo perfect banget hari ini." Puji Mika.
Hari ini Bintang memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya. Tidak dengan tangan kosong tapi dia membawa surat cinta yang dimasukkan kedalam aplop berwarna merah jambu berisi ungkapan isi Bintang untuk Langit.
"Inget nanti di jam makan siang lo harus ke ruang olahraga karena biasanya Langit pergi 10 menit sebelum bel jadi lo harus cepet. Keterima atau nggak itu urusan akhir."
Bintang mengangguk paham. Detik detik menuju kegelapan akan dimulai dalam 5 menit.
Tring tring.
Bel SMA STAR berbunyi dengan nyaring. Bintang berlari kecil menuju ruang olahraga.
Langit, Bintang datang tunggu calon masa depan kamu.
Kasta mulai curiga dengan keadaan sekitarnya. Kasta hanya melihat Mika tanpa adanya Bintang.
Sementara Bintang sudah sampai diruang olahraga. Nafasnya tersegal karena sudah lama tidak berlari. Bintang mulai menyusuri ruang olahraga. Binar mata Bintang sudah mulai khawatir. Akhirnya dia menemukan Langit yang sedang memegang bola basket.
"Langit Ardynarsy."
Sontak Langit berbalik dan menatap Bintang dengan tatapan mengintimidasi. Bintang mengatur napasnya yang tidak teratur.
"Kenalin gue Bintang Xhixhilya Qifanyt dari 12 IPA5. Gue suka sama lo. Apa lo mau jadi pacar gue?" Ucap Bintang lancar namun setelah mengucapkannya dia menunduk dan mengarahkan surat cinta tinggi tinggi.
Langit tersenyum sinis kearah Bintang. "Ya."
Bintang mendongak dan dia tersenyum bahagia. Binar mata Bintang sangat bahagia dia tidak menyangka bahwa dia akan ditetima secepat ini.
Langit mendekat kearah Bintang. "Ck, mana mungkin gue mau sama orang bawah kayak lo."
"Tapi ucapan lo kemarin."
"Hanya orang **** yang percaya."
Tap tap tap
Suara sepatu Langit menjauhi Bintang. Bintang masih mematung, dia merasa seperti orang bodoh yang tengah dikibuli oleh orang pintar.
"Nggak apa apa Bintang, toh nggak ada yang lihat."
Bintang menoleh kekanan, kekiri dan kesamping dia lega tidak ada yang mengetahui bahwa dia ditolak mentah mentah oleh Langit. Bintang berlari meninggalkan ruang olahraga.
"Akhirnya gue dapet." Ucap seseorang yang muncul dibalik lemari.
"Mau diapain?" Sahut seseorang lainnya.
__ADS_1
"Gue posting di IG biar viral.Men."
"Terserah lo."
Sekejap vidio itu kembali viral, merekalah Khatulistiwa dan Putra sahabat Langit dari lahir. Mereka masuk jajaran most wanted school, bukan hanya tampang mereka juga ahli dibeberapa bidang bisa dibilang Langit jago di bidang olahraga, Khatulistiwa di musik dan seni dan Putra di bidang bisnis. Dan ada satu lagi namanya Gibran, dia bisa dibilang paling pintar di segi akademik.
Bintang mulai menyusuri koridor sekolah, dia mendengar ada yang menghina dirinya secara terang terangan dan banyak anak yang menatap dirinya dengan jijik.
Bintang mendengar notife handphone dia terbelakak, vidio dirinya menembak Langit tersebar. Pantas saja banyak yang menatapnya.
Sontak Bintang berlari kencang menuju kelasnya. Dia mencari Mika sahabatnya yang sudah menunggunya dari tadi.
Bintang langsung berlari memeluk sahabatnya. Mika yang melihat reaksi Bintang lanhsung mengusap punggung Bintang lembut.
"Udah bi nggak apa-apa."
Tiba tiba Kasta datang langsung menarik tangan Bintang kasar. Bintang memandang Kasta datar.
"Bintang jelasin ke gue apa yang dilakuin cowok bre****k itu. Ini nggak benerkan bi?"
"Kas ta i ini be be ner."
"Ya ampun Bintang disini udah ada gue tapi lo malah milih dia."
"Hus, Kasta lo nggak liat Bintang lagi galau bukan dihibur malah di hina hina sama pergi. Hus hus." Usir Mika.
***
Bintang pulang dengan lesu. Dia masih tak menyangka cintanya ditolah mentah mentah seperti sampah.
Bintang memulai membersihkan rumah, dia menyapu halaman dengan bersenandung riang. Bintang melirik rumahnya yang kecil berbeda dengan rumah lamanya yang besar. Ini semua gara gara tua bangka sialan.
Bintang mendengar lirih suara ledakan tapi karena dia menggunakan earphone Bintang tak mendengar jelas. Ayah Bintang berlari menuju Bintang.
"Bintang!"
"Ck,"
Ayah Bintang melepas earphone anaknya yang melekat di telinga.
"Eh copot copot."
"Bintang lari apinya makin besar."
"Api mana yah?" Tanya Bintang polos.
Ayah memutar badan Bintang. "Astaga ayah ayo lari, apainya tambah besar."
Bintang menseret ayah dengan kasar. Pikiran Bintang langsung kalut melihat harta terakhirnya hangus.
***
Bintang masuk sekolah dengan malas. Bintang memakai baju milik Mika dan tas milik Kasta. Bintang melirik mading dia melihat Kasta yang sedang mengadakan penggalangan dana untuk dirinya, mau ditaruh manakah muka dirinya.
Bintang melewati mading dengan menyembunyikan wajahnya dibalik tas. Astaga belum pernah dia merasa semalu ini.
"Ini dia korban kebakaran disekolah kita. Ayo mari sumbang Bintang kalian semua kan anak orang kaya."
Bintang menatap Kasta kesala apa yang dia lakukan? Bintang malu, Bintang sangat malu. Bintang serasa ingin bumi menelannya.
Jalan mulai terbuka tandanya Langit dkk muncul. Astaga dia mulai gelangsaran mau ditaruh mana harga dirinya.
__ADS_1
"Ini dia yang kita tunggu. Langit cs si orang tajir melintir sekarang kita minta kalian nyumbang untuk Bintang yang mengalami musibah."
Langit menatap Bintang dengan tatapan meremehkan. Bisa Bintang terawang pasti sekarang Langit tengah merendahkan dirinya didalam hatinya.
"Ck, yang kalian lakukan murahan."
Seketika Kasta mundur beberapa langkah dari Langit dkk. Kasta mengepalkan tangannya geram dengan kelakuan angkuh Langit.
"Kalian disini sekolah bukan jadi donatur panti sosial." Langit menatap Bintang sengit.
"Dan lo kalau lo nggak mampu jangan sekolah disini."
Bintang terkejut dengan perkataan idolanya.
"Heh, asal lo tau ayah gue bekerja keras bangkit kembali setelah kritis dan kebakaran itu cuma kecelakaan dan sumbangan ini gue nggak minta tapi Kasta sendiri yang berbuat."
"Orang kayak lo cuma ngandalin penampilan doang."
"Ck, Langit langit lo nggak ngaca lo yang hanya ngandelin penampilan doang."
Semua orang memandang dua anak manusia yang sedang bertengakar. Semua orang membicarakan Bintang yang tengah mencari sensasi semata.
"Apa orang rendahan kayak lo punya prestasi."
Bintang tersenyum kecut dia telah salah menilai. "Prestasi ya?" Bintang mengetuk dahinya beberapa kali. Dan Langit tersenyum Devil kearah Bintang.
"Lo jangan menilai diri lo terlalu tinggi Langit. Lo bisa tanyakan prestasi gue ke Sarah atau Dila. Mereka dulu gue kalahin dengan mudah."
Seluruh orang terbelakak mereka mengira Bintang hanya upik abu tapi nyatanya bukan. Bintang menyerigai, sudah dia duga pasti mereka akan terkejut.
Bintang berjalan dengan santai meninggalkan sekumpulan manusia penganggu. Hidup Bintang pasti akan berubah seketika setelah ini.
"Ini sikap seseorang yang suka bahkan nembak ke cowok yang lo puja puja." Langit kembali tersenyum devil.
Bintang membalikkan tubuhnya. Hatinya tersentil mendengar apa yang Langit katakan.
"Anggap aja gue gila."
"Oh ya, gue baru ingat kalau lo masuk SMA STAR dengan nilai 39,15 dan lo harus tau gue masuk dengan nilai 39,50 berarti lo lebih **** dari gue."
Bintang membalikkan badannya kembali. Sebelum membalikkan badan Bintang melihat Langit yang mengepalkan tangannya. Bintang anggap ini pelajaran kecil bagi makhluk sombong dan angkuh.
"Satu lagi Langit jangan pernah lo menilai orang dari penampilan dan jangan menilai diri lo terlalu tinggi. Ingat diatas langit masih ada langit."
Bintang berjalan santai meninggalkan semua orang yang masih mematung. Seorang Langit dipermalukan oleh cewek yang mengaguminya.
Hem kalian kayak dapet uang kaget aja. Hihihi.
.
.
.
.
.
Untuk part 3 gimana? bosen? garing? seru? nggak nyambung?
kalian boleh komen
__ADS_1
Bye bye reders❤