
Hai hai Reders, welcomback to my new part 26. Author masih setia menyuguhkan cerita ke kalian semua. Jangan lupa dukung Author dengan cara vote, like and coment.
.
.
.
.
.
Hari ini Bintang akan memnjadi captain girls. Bukan seberapa banyak anggota yang di bawah naungannya, namun seberapa besar tanggung jawab yang akan dia pikul untuk membawa timnya ke kemenangan.
Bintang mengikat tali sepatunya sendiri. Rasanya masih semu, dia akan menjadi captain satu hari dan akan kembali ke dunia olahraga.
Pagi ini dia sudah meminta izin agar dia di izinkan membawa kendaraan sendiri. Dia memilih membawa motor sport berwarna merah dan tentunya sama dengan milik Langit karena memang ada dua motor yang sama jenisnya sekaligus sama warnanya.
Bintang sudah mendapatkan kunci motor sport. Hari ini dia memakai stelan olahraga dan jaket kulit berwarna hitam jangan tanyakan dia sudah nampak seperti bad girls. Bintang memilih mengkucir kuda rambutnya.
Bintang barjalan santai menuju ke bawah. Nampak Langit juga memakan stelan yang tak jauh berbeda dengan dirinya. Mata Langit membulat dia tidak percaya jika yang dihadapannya adalah sosok polos dan cerewet yang dia kenal selama ini, nampak berbeda dengan biasanya.
Bintang menarik tangan Langit agar segera mengikutinya. Langit juga pasrah dengan tingkah kekanak kanakan Bintang. Bintang yang saking senangnya akan membawa motor sport terus melompat lompat kegirangan
"Langit, lo juga jadi captain di ivent ini kan?"
"Hm"
"Langit kalau ngomong sama gue jangan jawabnya cuma em em doang gue nggak paham em nya itu iya atau terpaksa."
"Iya!"
"Gitu dong baru gue puas!"
Bintang sudah mendapatkan motor sport yang akan dia bawa. Sudah lama dia tidak main dengan maotor sport. Andai dulu dia tidak bangkrut mungkin sekarang dia tidak bisa dengan sang pujaan hati.
"Bi! lo emang bisa?" Langit memandang Bintang tidak yakin. Dia tidak percaya jika sosok yang selama ini polos ternyata multitalenta.
"Bisa kok, dulu gue juga pernah ngendarainnya sebelum gue bangkrut sih. Sampai gue kecelakaan jadi dulu dahi gue ada palungnya. Hihi ayah juga sampe nangis nangis keluar ingusnya."
"Dasar aneh!" Gerutu Langit.
__ADS_1
❄❄❄
SMA STAR
Pagi ini SMA STAR tengah mengalami guncangan sebab satu dari jajaran most wanted school dikabarkan berangkat bareng dengan si cupu sekolah.
**Langit si raja olahraga berangkat bareng dengan anak kutu buku...
Motor cauple dan penampilan sama, dikabarkan Langit anggota most wanted school telah berpacaran dengan si cupu.
Begitu judul dari status instagr*m mereka. Semua orang masih menatap kedua tersangka utama. Bintang yang langsung menjadi tranding topik menjadi sangat risih.
Tadi pagi saat baru sampai ke sekolah, semua orang menatap dirinya yang memakai stelan yang sama dan motor yang sama dengan Langit. Bintang melihat jika mereka sampai melongo.
Aran dan Mika menghampiri sosok Bintang yang tengah duduk di gazebo sekolah. Bintang tengah mengalamun, entah apa yang dia pikirkan.
"Bi!" Seru mereka berdua. Bintang hanya mengangkat satu alisnya.
"Lo bawa motor?" Aran mencoba menanyai Bintang dengan halus sembari duduk di hadapan Bintang.
"Iya."
"Terus?"
"Terus? Lo gila apa lo dibilang macam macam. Lo dibilang jajanin badan lo sama Langit. Lo masih biasa aja?." Mika sudah terbakar emosi dengan kelakuan Bintang. Aran mencoba menenangkan Mika dengan mengusap usap punggung Mika.
"Terus kalau gue jelasin sama mereka, mereka akan percaya? percuma mik, dari pada mikirin berita nggak jelas mending kita ke lapangan sekarang kan mau pembukaan ivent."
Mika dan Aran memilih untuk bungkam saja. Menghadapi sikap Bintang yang sangat rumit harus memiliki stok sabar yang banyak.
Di tempat lain....
Langit memasuki kelasnya dengan santai. Nampak semua orang di kelas memandang dirinya. Langit yang dasarnya dingin dan cuek hanya berlalu tanpa ambil pusing dengan tatapan mereka.
Semua sahabat Langit masih memandang Langit yang nampak biasa saja padahal satu sekolah sudah heboh akan tingkah mereka berdua. Gibran yang duduk disamping Langit langsung mencoba mengorek informasi.
"Ngit lo berangkat bareng sama bi?" Tanya Gibran setengah berbisik. Si kembar palsu pun ikut mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Mereka mendongak agar lebih dekat dan bisa menimpali ucapan Langit dan Gibran.
"Iya!"
"Heh lo , enteng banget ngomongnya. Lo berangkat bareng dan stelan yang sama bikin kaum hawa jejeritan!" Khatulistiwa sangat gemas dengan Langit yang ternyata sangat polos urusan perempuan.
__ADS_1
Langit hanya berdecak, dia merasa biasa hanya berangkat bareng dengan stelan yang sama apa yang istimewanya.
"Udah jangan bahas ini lagi. Mending bahas ivent yang nanti kita jalanin. Jangan sampai kita gagal!" Sela Putra.
"Tapi gue dengar si Bintang akan jadi captain girls. Lo tau kan dia kaya apa di bidang olahraga. Gue denger denger dulu dia belum pernah kalah. Dia kalah karena kakinya cidera itu pun di detik detik terakhir karena dia pingsan, kehabisan darah. Gak kebayang dulunya dia makan apa jangan jangan diselalu makan seblak setan dulu kalau mau tanding." Ucap Khatulistiwa dengan nada seriusnya.
"Iya. Gue yang nolongin dia!" Timpal Langit.
"APA?" Seru ketiga manusia tampan.
"Kenapa?" Langit belum mengerti kenapa teman temannya heboh sendiri.
"Udah ke lapangan aja!" Langit pergi meninggalkan ketiga manusia tampan.
Ketiga manusia tampan hanya saling memandang satu sama lain. Mereka gemas dengan tingkah Langit yang dingin dan polos kalau berhadapan dengan kaum hawa.
❄❄❄
Bintang memasang tanda captain, dia bertekat akan menjadi captain girls yang akan membawa kemenangan. Walaupun dia tahu bila lawannya akan sangat berat sebab kelas 12 IPA1 akan mengajukan Langit sebagai captain boy, Khatulistiwa, Gibran, Sarah dan Dila. Bintang barjanji akan berjuang dengan keras dalam ivent kali ini.
Semua captain dari seluruh kelas 12 berkumpul. Hanya Bintang yang menyandang captain girls. Mereka sedang mengajukan konfirmasi nama anggota mereka masing masing.
Pak Lana tersenyum memandang Bintang yang menjadi satu satunya captain girls. Pak Lana tidak menyangka jika si captain girls akan turun lapangan. Nampaknya ivent kali ini akan sangat panas dan seru karena mutiara tersembunyi akan mencoba manampakan cahayanya.
"Oke setelah kalian konfirmasi sekarang kalian boleh kembali."
Mereka semua bubar. Bintang tersenyum ketika pak Lana mengangkat tangannya memberi semangat pada captain girls.
Senyum Bintang makin lebar, dia akan mencoba melakukan apa yang dia bisa. Semua akan baik baik saja jika dia bertekat dan berpasangka baik. Mungkin seharian ini dia akan sangat sibuk dengan acara ivent kali ini.
.
.
.
.
.
See you good bye Reders.
__ADS_1