Dauble Atlet School

Dauble Atlet School
Pasar malam part 1


__ADS_3

Reders, Author dilanda kebimbangan jadi niatnya mau kaya gini jadinya kaya gitu. Jadilah ini hasilnya maaf...


.


.


.


.


.


Sesuai janji yang dibuat oleh Langit, hari ini malam minggu mereka pergi jalan jalan jangan salah mereka membawa pasukan anti gabut siapa lagi kalau bukan sahabat sahabat mereka plus sepupu Langit. Niatnya sih mau jalan bareng berdua tapi mengingat jika Langit adalah orang yang kaku rusaklah rencana Bintang untuk menyegarkan pikiran.


"Hai bi! Lo mau bawa motor sport lagi!" Sapa Mika.


"Lo liat nggak mik, kaki gue lagi diperban jadi sekali gue hentak darahnya ngucur." Jelas Bintang yang sekarang hanya memakai sendal jepit sedangkan yang lain menggunakan sepatu kets.


"Ho'oh."


Syeril yang masih malu malu jika berhadapan dengan yang Aran dan Mika masih menunggu Bintang untuk memanggil namanya.


"Syeril kamu disitu aja sini, nggak usah malu tenang aja temen temen kak bi itu malu maluin jadi nggak usah malu."


Mika dan Aran cekikikan yang melihat Syeril masih kikuk jika di pandang lebih dekat. Mau bagaimana lagi anak abg yang masih labil.


Syeril masih dengan gaya yang kikuk apalagi melihat mereka yang usianya diatas dirinya. Dia hanya bisa senyum canggung.


Nano datang dengan gaya yang keren. Celana jins hitam dipadukan dengan kemeja navy dan jas hitam serta tidak ketinggalan kacamata, dasi kupu kupu dan rambut klimis yang membuat dirinya semakin keren dengan gaya orang dewasa. Tapi sekali dia senyum membuat segerombol anak abg itu tertawa dengan keras.


"Hahaha dasar kutu kupret ompong, tante kunti liat ini anaknya nyasar. Mau ke mana mas?" Bintang masih terbahak bahak karena Nano yang salah kostum. Mereka akan pergi ke pasar malam tapi Nano berpakai seperti ia akan pergi ke acara formal yang berkelas.


"Kalian kan mau jalan jalan!"


"Nano kamu salah kostum." Langit mencoba memberitahu dengan halus.

__ADS_1


"Engga Abang, Nano sekarang sudah seperti pangeran yang tampan. Kalian irikan karena Nano lebih mempesona dan aura Nano itu keluar dan bersinar."


Syeril merasa malu sendiri dengan kelakuan adiknya yang ngeyel. Dia mengusap muka Nano berulang kali.


"Adek udah nggak usah ngomong lagi, kakak malu!" Seru Syeril yang masih menahan malu dengan tingkah arogan adiknya.


"Malu? untuk apa kak. Orang adiknya ganteng gini, manis pula."


"Adek kamu kok malu maluin. Sadar de sadar."


Syeril masih mencoba membuat adiknya mengerti dia mesusap muka sang adik berulang kali.


"Udah Syeril biarin aja." Putus Langit.


"Tapi abang....." Langit memberikan instruksi jika sudahlah dia tidak mengerti kalau dia terus dipojokan.


"Biarin aja tuh si kutu kupret liat aja dia bakalan malu..." Khatulistiwa memberikan Argumen namun Putra mencoba menghalanginya menedang kaki Khatulistiwa.


"Udah kan? Kita berangkat." Gibran memulai membagi orang yang akan masuk mobil siapa.


"Mika lo ikut sama Khatulistiwa."


"Bintang lo bisa ikut sama Langit."


"Dan lo Putra lo sama Syeril plus Nano karena mobil lo aja yang muat lebih dari 2."


Mereka semua masuk kedalam mobil sport milik lelaki idaman SMA STAR.


***


Pasar malam


Mereka sampai kedalam pasar malam. Untung saja hari ini terang benderang jadilah tanah yang diarea pasar malam tidak becek.


Semua mobil sudah sampai kedalam pasar malam. Mereka berkumpul untuk menaiki semua wahana. Bisa dilihat jika mereka berkumpul orang akan menyangka mereka adalah orang satu kampung yang masuk kedalam pasar malam.

__ADS_1


"Kalian mau naik apa?" Langit memulai pembicaraan. Mereka semua menunjuk bianglala. Ya, opsi pertama dan terakhir untuk mereka.


Semua perempuan masuk kedalam bianglala bersama. Para kaum adam dibagi dua. Yang pertama Khatulistiwa dan Putra, dan yang kedua ada Langit, Gibran dan Nano.


Saat bianglala mulai berputar mereka semua mulai melihat keindahan malam. Malam yang cerah dan bulan yang cantik.


"Put, kok gue kaya ngerasa kenal gitu sama Mika." Khatulistiwa mulai mengutarakan kegundahan hatinya.


"Kan satu sekolah, bro."


"Bukan itu maksud gue. Liat aja cara dia tersenyum, gue berasa jika dia itu deket banget sama gue tapi gue nggak tau dia siapa."


"Gebetan lo kali."


"Gue nggak pernah ngegebet perempuan berkacamata."


"I don't know!"


Khatulistiwa masih dengan kegundahan hatinya. Sedangkan di lain tempat Mika sedang menikmati suasana sejuk yang menenangkan pikirannya.


"Senangnya gue, gue bisa ngelupain masalah hidup gue bersama kalian gue bisa lari dari kenyataan yang menyakitkan." Mika tersenyum sangat lebar ke hadapan teman temanya.


"Kalau punya masalah bukan lari tapi hadapin." Aran mulai menanggapi masalah Mika, sebenarnya masalah mereka hampir sama apalagi ya sudahlah....


Bintang menatap meraka seolah 'kalian perempuan hebat'. Syeril yang masih belum mengerti apa apa hanya tersenyum kikuk saja.


"Gue berharap suatu saat nanti jika kita udah bahagia, kita masih bisa kaya gini." Bintang memeluk semua orang seolah rasa pertemanan mereka melebihi pertemanan, mereka adalah keluarga tak sedarah bagi satu sama lain. Syeril yang bingung cuma bisa mengikuti perempuan yang umurnya diatas dirinya dan berpelukan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Part ini menurut Author garing menuju gosong jadi yah udah Reders maafin aja. Oh ya Aran sama Mika punya masalah apa? Semua manusia pasti punya masalah bedanya bagaimana mereka menghadapinya. Sekian dan terimakasih Reders.


__ADS_2