Dauble Atlet School

Dauble Atlet School
Raja Jahil


__ADS_3

Hai Reders🖐, Author kembali lagi.


Apa kalian penasaran Nano punya kakak cewek cantik lo, auto dipacarin sama playboy cap kaki kadal. Yuk baca aja, jangan lupa vote, like and coment.


.


.


.


.


.


Nano yang hanya pasrah diperlakukan apapun oleh orang dewasa hanya menahan tangisnya.


"Jadi sekarang kita sidang!!" Perintah putra.


Akhirnya mereka berenam menuju ruang tamu. Nano yang menjadi tersangka utama hanya pasrah. Papi tolong anakmu yang ganteng ini. Huhuhu.....


Mereka duduk berdampingan menghadap tersangka utama. Suasana menjadi mencekram, hawa dingin menembus kulit halus Nano.


"Jadi apa motivasi lo buat ngejaili kita semua?" Tanya Khatulistiwa.


"Cuma mau memperbaiki muka kalian yang jelek." Jawab Nano santai. Kaki Nano selonjoran dimeja, entak kemana hilangnya rasa takut Nano tadi.


Ini bocah tadi ketakutan kok sekarang takutnya liburan sih, ck... batin Bintang.


"Lo pikir lo ganteng?" Tanya Gibran.


"Ya iya lah secara aku lahir dari bibit unggul. Jadi muka aku tampan maksimal apalagi aku horang kaya jadi kadar ketampanan aku lebih diatas kalian." Sifat sombong Nano kumat.


pletak


pletak


pletak


pletak


Suara jitakan beruntun kembali mendarat mulus dikepala bocah nakal tersebut. Nano menurunkan kakinya dan mengelus kepala keramatnya, bibirnya manyun manyun sendiri.


"Haishhh kalian mau bikin aku gegar otak?"


"Gue sih mau benerin otak lo yang miring sebelah." Timpal Gibran.


"Ngapain sih aku disini lagi mending aku telfonan sama pacar selusin aku. Bye bang, ka, perempuan tua."


"Buset kecil kecil playboy lo." Ucap Putra dan Khatulistiwa bersama, presiden playboy cap kaki kadal.....


"Lah sendirinya?" Timpal Nano santai. Nano berjalan santai sembari meletakan kedua tangannya dibelakang kepala. Santai amat lo...


Putra dan Khatulistiwa hanya menelan ludahnya sendiri. Kualat kan bang makanya jangan jadi playboy.


"Sekarang gue mau sidang si Bintang!"


"Kok gue. Gue salah apa? Tadi gue cuma mantulin trinya anak tante kunti. huhuhu." Bintang menangis bawang.


"Mantulin?" Tanya Langit bingung.


"Iya tadi anaknya tante kunti ngerusak muka gue yang pahit. Gue bales putus putus dah sama pacarnya eh malah dianya punya pacar selusin. Gue juga tadi nyoret muka si bocah nakal itu. Itu dong suer, oh iya tadi gue jewer dia. Hehehe."


"Gue kesel dibilang perempuan tua? Emang dia umurnya berapa?"


"7!" Jawab Langit.


"Ceilah bocah aja udah pacaran terus gue kapan. huhu." Bintang nangis bawang lagi.


"Kok lo bisa tinggal sama Langit?" Tanya Gibran.

__ADS_1


"Ohhh itu mah ayah buncit gue temennya om Alex jadinya gue tinggal disini untuk sementara."


"Ohhh gue kirain lo berdua...." Ucapan Khatulistiwa langsung dihentikan oleh Putra dengan menginjak kaki dengan keras. Remuk remuk dah...


"Auww sakit ****,"


"Sini gue bales lo!"


Putra lari keluar dengan terbirit birit. Jadilah aksi kejar kejaran antara saudara kembar palsu.


"Gue kekamar dulu!"


Bintang pamit dan menuju kamar. Dia mau tanya ayahnya dimana. Mejeng kali. Mana mungkin ada yang mau sama om om buncit udah tua lagi.


Pintu kamar Bintang sedikit terbuka. Bintang curiga terjadi sesuatu dengan kamar miliknya. Bintang berlari masuk ke kamar.


Bintang membelakak kamarnya berubah menjadi kapal pecah. Semua barang berserakan.


Ada sebuah notif dimeja. Bintang langsung meraih dan membacanya dengan kesal.


**Hei perempuan tua terimakasih atas jewerannya. Ini hadiah buat kau, perempuan tua. Semoga kamu senang dengan hadiah dari pangeran tampan ini.


~Nano si pangeran tampan.


"Dasar anak tante kunti."


"NANO KU BELAS KAU!!!!"


"Huhu ayah kenapa kau tidak ada saat bocah nakal itu disini. huhuhu."


Bintang meraih hp. Dia memencet nomer telepon sang ayah si presiden negera praperbuncitan.


Tut tut tut


Bintang melakukan vidio call. Muka ayahnya mapak girang sepeti menyembunyikan sesuatu.


"Ayah huhu, ayah dimana? Disini ada anak tante kunti. Ayah tolongin aku. huhu." Bintang menangis bawang.


"Ayah jahat banget sama anak yang pahit ini. huhuhu."


"Bye bye anaku yang pahit."


"AYAHHHHHH!!!!"


Tut tut tut


Bintang menangis bawang sendirian. Kamar seperti kapal pecah, punya ayah kalau nggak jail ya pansos, ditambah lagi anak tante kunti yang nyebelin se Antariksa, se Bima Galaksi.


Bintang meraih foto bundanya yang dia letakan dibakas. Wajah yang terlihat cantik serta lembut dan teduh.


"Bunda kenapa tuhan nggak cabut nyawa bi, bi nggak mau sama ayah, ayah udah buncit kenapa perut ayah nggak kotak kotak, bunda sih nyari cowok buncit kan jadi cepet tua."


"Bunda juga si pilih cowok udah jail, suka pansos, makannya banyak, minumnya banyak, gesrek, nggak pinter pinter amat, ceroboh, suka gosip, mana ada bagus bagusnya."


"Bunda tuh kalau mau cari cowok itu yang perutnya kotak kotak, terus gantenggg, terus yang pinter, terus yang cool, apaan ayah mendingan juga sama Lee min hoo."


"Kalau tahu gini jangan keluarin bi dari rahim bunda. Emang bisa ya bun? Kalau bisa mending kayak gitu aja sebel banget pas lahir langsung ketemu presiden praperbuncitan."


"Bunda disana yang tenang. Bi disini bisa jaga diri kok. Bi sayang bunda."


Bintang memeluk foto mendiang bunda. Setelah puas memeluk ia mengusap foto satu satunya yang tersisa dari bundanya.


"Kalau bukan anak kecil, gue jorokin dia ke sungai biar ancur tuh mayatnya."


"Nano gue benci kau!!"


Bintang membersihkan kamarnya yang bak kapal pecah. Sambil membersihkan dia terus menyumpah serapahi Nano.


one hour later.....

__ADS_1


"Hah! selesai juga. Sekarang udah bersih dan nyaman."


Bintang tiduran di kasur. Dia mengelus kasur empuk yang biasa dia tiduri.


"Emmm kalau anaknya kayak Nano pasti orang tuanya lembek soalnya kan Nano kayak anak papi gitu. Pasti bener kalau nggak bener gue mau deh disuruh makan seblak 50 biji cabe deh..."


Tokk tokkk


"SIAPA?"


pasti bocah nakal itu. Gue timpul lo pake sendal gue...


Bintang melepaskan sendalnya. Ia menggapai handle pintu.


Pintu terbuka dan Bintang sudah siap dengan sendal ditangannya. Namun sayang bukan bocah nakal anak tante kunti tapi anak perempuan yang umurnya sekitar 15 tahunan.


"Kak?"


"Iya, siapa ya?"


"Oh aku Syeril."


Bintang hanya beroh ria. Syeril menarik tangan Bintang. Bintang mengikuti kemana Syeril membawanya.


"Tadi kakak pikir aku si Nano ya?"


"Kok kamu tahu, ril?"


"Siapa sih yang nggak tahu kalau Nano tuh raja jahil."


"Kamu kuat punya adek anak tante kunti kayak gitu?" Tanya Bintang tak percaya.


"Sebernernya aku ya nggak kuat. Kalau bisa nih ya aku masukin lagi tuh Nano jangan sampai keluar. Tapi kan itu nggak bisa jadi ya kayak gini aja overdosis sabar aku."


"Kamu bisa aja, ril. Kamu cantik."


"Kakak juga cantik, manis lagi."


"Kakak mah pahit nggak ada manis manisnya."


"Kakak bisa aja."


Bintang dan Syeril sampai ke ruang makan. Teman teman Langit juga masih ada kayaknya mereka akan menginap malam ini.


"ASTAGA ADA SYERILLLL!!!" Seru Khatulistiwa.


"Akhirnya Syeril datang sepupu Langit paling cantik. Nggak sia sia pengorbanan dicoret ini muka sama adeknya demi kakaknya yang cantik."


"Kalau kalian usik sepupu gue, gue baku hantam kalian." Ancam Langit.


"Ampun mas bro."


"Bang Nano mana?" Tanya Syeril.


"Hah Nano? Abang nggak tau." Jawab Langit.


Sedangkan yang dicari tengah tidur setelah mulutnya berbusa karena telponan sama seluruh pacarnya yang selusin.Hahaha ******...


.


.


.


.


.


Segini dulu Reders

__ADS_1


Jangan lupa vote, like and coment yang banyak ya...


Bye and see you next part 16


__ADS_2