
Hai Redersπ
Author up lagi
Kalian jangan bosen ya
Maaf juga masih berantakan
.
.
.
.
.
Suasana kelas milik Bintang masih hening guru yang mengajar masih berceloteh sendiri. Hanya Mika dan Bintang yang selalu lengkap setiap mencatat. Terkadang Kasta sering di tegur oleh Bintang karena sifat pemalasnya.
"Ehh bi lo sekarang tinggal dimana? katanya lo tinggal di rumah temen ayah lo dimana? Gue mau kesana gue bosen dirumah cuma ada bonyok doang mereka suka pacaran, apa daya gue yang jomblo ini." Tanya Mika seusai guru yang ngajar keluar kelas mereka.
"Gue tinggal di...."
Aduh tadi pagi kan disuruh tutup mulut tapi kan yang ngomong setan mau kasih tau nggak.
Ahhh bingung, oh ya iya, enggak, iya, enggak, iya, enggak, iya, nggak, iya, nggak. Enggak berarti.
Bintang masih sibuk dengan kesepuluh jari tangannya. Mika masih menunggu jawaban dari mulut polos milik Bintang. Mika hanya pasrah melihat tingkah polos milik Bintang. Namun terkadang Bintang bisa berubah menjadi sosok dewasa jika dia mau. 5 menit Mika masih sabar menanti jawaban milik Bintang.
"Ck, bi dimana? Di kolong jembatan kah? Di kolong meja kah? Di selokan kah? Di pagar kah?Di genteng kah? Yang mana yang bener?"
"Ihhh lo yang bener masa tinggal disana apa lo pikir gue semut?"
"Ya makannya cepet jawab keburu gue nikah sama babang ganteng dulu."
"Ceilah mana ada Mika punya pacar yang ada Mika punya kaus kaki busuk."
"Ehhh yang busuk tu punya Kasta 1 bulan sekali dicuci makanya hitam kayak gitu."
"Iya deh Mika bener."
__ADS_1
"Gitu dong, dimana lo tinggal bi. Cuma nanya gitu aja lama banget keburu gue jadi janda tau."
"Iya gue jawab, gue tinggal di..." Bintang menaik turunkan alisnya membuat Mika tambah penasaran.
"Di...." Bintang terkekeh melihat Mika mati penasaran dengan dirinya.
"Di atas tanah dibawah langit. Hahaha."
Mika mendekus kesal dengan tingkah sahabatnya yang bar bar. Tawa Bintang pecah hingga dia tertawa terbahak bahak apalagi muka milik Mika telah berubah warna. Mendengar suara Bintang yang menertawakannya dia hanya bisa mendekus melihat teman sekaligus sahabat.
βββ
Di tempat lain....
"Hei bro kita kosong yuk ke kantin!" Ajak Khatulistiwa diangguki oleh temannya.
"Gib sana lo pesenin makanan." Perintah Khatulistiwa. Gibran hanya menganggukan kepalanya dan melaksanakan perintah playboy kelas kakap itu. Khatulustiwa Winara adalah playboy kelas kakap dan memiliki kembaran palsu yaitu Putra.
"Heh bro gue mau kasih tau kalau di pihak sekolah nyembunyikan identitas milik Bintang dan prestasi milik dia. Kabarnya ada sesuatu kejadian yang membuat dia memiliki sedikit gangguan mental." Jelas Putra, dia mendapatkan ini semua karena dia anak donatur SMA STAR.
"Ngapain dijelasin?" Ketus Langit. Putra dan Khatulistiwa hanya saling menatap, senyum sinis mereka merekah.
"Ehh kok lo bawa 2 porsi aja? Yang buat gue mana?" Ucap Khatulistiwa.
"Lo hilang ingatan apa? Lo cuma bilang 'Gib sana lo pesenin makanan' jadi gue pesen makanan 2 porsi buat gue sama Langit dan lo berdua pesen makanan sendiri. Haha"
"Kampret lo gib." Sela Putra.
"Salah kalian lah seharusnya ngomong sama gue kayak gini 'Gib pesenin kita makanan' itu derita lo berdua. Dan gue nggak mau pesenin playboy kaya lo berdua."
"Hahaha"
Langit dan Gibran hanya tertawa melihat hasil karya Gibran yang berhasil membuat kedua playboy itu kesal setengah mati. Sedangkan Putra dan Khatulistiwa langsung ngiprit jauh dari kedua sahabatnya untuk meredam emosi sekaligus memesan makanan.
"Heh lo berdua tadi dicariin mbak Siti katanya kangen nggak digodain sama lo berdua." Teriak Gibran. Langit hanya terkekeh geli melihat tingkah ketiga sahabatnya walaupun dia terkesan paling pendiam dan cuek mereka semua masih mau berteman dengan dirinya yang dingin.
βββ
Hari demi hari berlalu tak terasa Bintang sudah tinggal di rumah Langit sekitar 2 minggu. Sikap Langit masih sama dia acuh, dan tak perduli dengan Bintang. Sedangkan orang tua langit sangat sayang dengan Bintang karena sejak lama mereka menginginkan seorang anak perempuan. Setiap pagi Langit selalu mengantar Bintang ke halte bus, Bintang yang dasarnya bucin akut terima terima saja jika dirinya diturunkan di halte bus. Dia biasanya menunggu bus dengan mengecek akun Instagram milik suami khayalannya.
Hari ini kebetulan pelajaran olahraga. Bintang yang dasarnya ingin jauh jauh dari olahraga hanya mengejar nilai kkm walaupun aslinya dia bisa mendapatkan nilai tertinggi. Sekarang Bintang sedang bersiap untuk penilaian, Mika dan Bintang duduk di bawah pohon yang rindang sekaligus minum sambil menunggu persiapan untuk pengambilan nilai lari jarak pendek.
__ADS_1
"Whit whit whit ada mantan juara disini. Ngapain nggak latihan takut dilihat orang lain kalau lo udah nggak bisa lari dan olahraga lagi.Hahaha." Dila and the genk mencaci maki Bintang dan membuat Mika murka.
"Heh nenek gombreng lo jangan asal ngomong. Lo ngomong kayak gitu cuma karena lo nggak bisa ngelawan Bintang kan?"
"Nglawan dia aja sambil merem juga gue bisa dan untuk lo Bintang jangan besar kepala, lo itu ditolak sama Langit dan lo tau semua fans Langit hanya menganggap mulut lo itu sampah."
"Jaga omongan lo mulut lo itu yang sampah."
Aduh Dila bikin emosi aja mana nih Mika kayak bocah lagi. Kasta mana sih biasanya kek buntut kok hari ini nggak napak batang hidungnya. batin Bintang.
"Mulut Bintang yang sampah dia hanya bisa ngomong tanpa bisa membuktikan omongnya dan gue liat nilai olahraganya cuma kkm doang apa itu yang dinamakan juara. Ayah ibu loh ngajarin apa sih sampai sampai anaknya cuma omdo."
"Heh jangan bawa nama nama ayah sama ibu gue mereka mendidik gue dengan baik nggak kayak lo hanya bisa omdo dan nyelakain lawan lo doang." Balas Bintang geram. Dia sangat tidak suka jika ada orang yang menyangkut pautkan semua masalahnya dengan ayah dan ibunya.
"Apa buktinya?"
"Gue buktiin gue bisa dapat nilai paling tinggi di penilaian sekarang."
"Lo jangan mimpi di siang bolong, Bintang."
"Gue nggak pernah mimpi gue bakalan buktiin itu semua supaya mulut sampah lo nggak banyak ngomong sampah." Bintang menunjuk tunjuk Dila. Matanya melotot, giginya bergemetluk dan napas Bintang memburu.
Tanpa mereka sadari ada 4 pasang mata yang melihat tingkah laku mereka. Melihat Bintang yang polos berubah menjadi serigala yang menyeramkan jika berani mengusik kehidupan Bintang.
Berani juga tuh cewek. batin seseorang.
.
.
.
.
.
Gimana part ini?
Jangan lupa like and coment
Bye bye and next to part 9
__ADS_1