
Hai hai Reders, Auhor up lagi.
Jangan lupa baca, vote, like and comment.
.
.
.
.
.
Bintang merasa ide ini adalah ide yang brilian, wah ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Bintang menatap para kaum hawa, matanya berkedip. Kedua temannya yang tidak peka mengangkat alisnya tanda dirinya tak tahu maksud Bintang. Seketika Bintang langsung berdiri dan membuat semua orang terkejut.
"Oke kalian semua gue punya ide, sekarang kita patungan buat beli perlengkapan! Sini 5.000."
Dari kaum adam sampai kaum hawa mereka bingung apa yang diharapkan oleh Bintang.
Ayah uangmu yang cuma 5.000 sekarang berguna. Ya Allah makasih aku udah dikasih otak. Bintang berucap dalam hati sembari menyatukan tangannya.
"Buat apa bi?" Ucap Aran yang tak mengerti.
"Udah kalian sekarang cuma kasih uang 5.000 buat patungan!" Bintang manadahkan tangannya kepada semua orang.
Dimulai dari Gibran. "Bi gue nggak punya uang 5.000 gue adanya cuma 20.000." Gibran yang merogoh seluruh kantong dan tidak menemukan uang recehan. Bintang menganggukan kepalanya.
"Gue nggak punya recehan, gue baru ambil uang dari ATM jadi ini 50.000." Khatulistiwa juga menyerahkan selembar uang.
Mika yang gatal mencibir Khatulistiwa langsung menuntaskan niatnya. "Yaelah lo Bambang, bi juga nggak nanya lo baru ke ATM atau nggak, makanya kalau punya uang buat beli korek kuping jangan buat jajanin cewek aja!"
"Eh Markonah perasaan Bintang juga oke oke aja kok lo nyolot sih!" Balas Khatulistiwa yang tidak terima.
__ADS_1
"Ssstttt kalian berisik! Langit ayo ikut gue, kalian disini boleh ngapain aja tapi jangan berisik dan jangan ribut." Bintang langsung saja menarik baju Langit agar dia mengikuti langkah dirinya.
***
30 menit kemuadian.....
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Bintang dan Langit yang baru sampai langsung menurunkan kantong belanjaanya. Mereka berjalan mengendap endap sebab Khatulistiwa dan Gibran sedang tidur dan yang lain sedang bermain catur.
"Mereka tidur?" Tanya Bintang konyol.
"Mereka mandi bi!" Jawab Mika asal.
"Yah...Padahal gue mau bikin acara yang seru...Kalian mau bantuin gue?"
Mika dan Aran mengangguk semangat. Bintang langsung menarik kantung belanjaannya. Sedangkan kaum adam yang tersisa mereka memainkan catur dengan tenang.
"Kalian pernah main lompat karet..?" Bintang sedikit membukuk dan menyuruh kedua temannya untuk saling merangkul. "Ini ajang buat kita untuk morotin para anak orang kaya."
"Maksud lo bi...?" Mika masih belum paham dengan arah pembicaraan Bintang. Tadi apa morotin? Bagaimana caranya?
"Dasar Mika bodoh, maksud gue kan kita cewek. Lo berdua pernah kan main lompat karet yang kita putar kaya main skkiping?" Mika dan Aran Menganguk. "Bagus, kan cowok cowok nggak bisa kita manfaatin mereka jadi kalau mereka kalah suruh aja mereka traktir kita di restoran. Bagus nggak ide Bintang?"
Aran dan Mika berdecak kagum, ide Bintang sungguh menggiurkan. Mereka mengangguk semangat.
"Udah kalian buat simpul di karet!"
"Oke bi!"
Mika dan Aran langsung cekatan membuat simpul dengan karet. Bintang juga pergi untuk menyiapkan cemilan untuk semua orang. Bi ijah tadi Bintang suruh untuk tidur siang agar badannya sehat padahal Bintang takut Bi ijah akan merasa paling tua jika ikut bergabung dengan mereka.
__ADS_1
Diruang santai Aran dan Mika sudah selesai membuat simpul. Mika dan Aran saling memandang seolah mata mereka bisa saling berbicara. Ide jahil mereka meronta ronta untuk digunakan. Dengan hati hati mereka mendekati korban dan membawa senjata berupa karet.
Dengan pelan juga mereka mendekati kedua korban terutama bagian kepala. Dengan sentuhan lembut mereka membuat ikatan dirambut para kaum adam yang tengah tertidur pulas. Kejahilan mereka juga di lihat oleh Langit dan Putra.
Merasa belum puas Aran menyuruh Mika agar memotret sepasang kaum adam yang tertidur pulas dengan hp Mika tentunya jika memakai hp miliknya akan ketahuan oleh Khatulistiwa.
cekrek
Flas milik Mika lupa tidak dimatikan jadilah kedua kaum adam itu membuka matanya lebar lebar. Sorot mata mereka berubah tajam.
Muka buru buru mematikan hpnya. Mata Khatulistiwa memicing dan dia melihat Putra memberi isyarat untuk dirinya memegang rambut. Bukan Khatulistiwa saja yang mengerti akan isyarat yang diberikan oleh Putra tapi juga Gibran. Kedua kaum adam langsung meraba rambut mereka seketika wajah mereka memerah apalagi Khatulistiwa yang tidak terima jambulnya rusak.
Aran dan Mika langsung mengambil langkah seribu. Belum mereka lari tapi ujung baju mereka langsung dicekal oleh kaum adam. Mereka menyengir tanpa dosa.
"Mana hp lo?" Selidik Khatulistiwa pada Mika. Mika langsung saja menyerahkan hpnya.
Putra merasa pertunjukannya kurang memuaskan menepuk bahu Langit dan menggelengkan kepalanya.
Khatulistiwa mencoba membuka hp Mika tapi ada paswort dan sia menyerahkan kembali hp Mika. "Buka ini hp lo!"
"Iya iya!" Mika menerima hpnya lagi dan dia memberi aba aba kepada Aran. Langsung saja kedua kaum hawa menginjak kaki kaum adam dan berlari serta mereka sempat menjulurkan lidahnya.
Putra langsung terbahak bahak melihat temannya yang di kecoh oleh kedua perempuan. Langit hanya memasang senyuman tipis diwajahnya.
Khatulistiwa dan Gibran mersa sangat jengkel langsung lari mengejar Mika dan Aran. Bintang yang baru masuk kembali kedalam ruang santai bingung dengan keadaan sekitar.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Wah dikerjain tuh si babang tamvan. Bintang kasihan bingung ya? Jongkok aja bi!