
Hai Reders maafkan Author.
3 hari nggak up kerena tugasnya numpuk jadi harus nyelesainya dengan cepat jadi lupa buat up.
.
.
.
.
.
Bintang masih setia dengan pikirannya, dia memandang sekitarnya mencoba menelan apa yang terjadi, kenapa sekarang dia merasa jadi bodoh?. Bintang meletakan nampan dan menghampiri Langit dan Putra yang masih setia dengan caturnya.
"Langit...Kenapa si Mika sama Aran lari lari....? Apa kalian lagi main kucing kucingan...? Aduh gue lupa Mika kan takut kucing."
"Mereka nggak kenapa kenapa kok bi. Mereka lagi adu jotos, temen lo ngejahilin si Khatul sama Gibran. Itu aja kok." Jelas Putra panjang lebar tapi pandangannya masih di papan catur.
"Ohhh gitu...Emmm kalian tolong panggilin yang lain dong, gue ada pengumuman yang harus gue sebar ke kalian semua." Bintang memasang wajah yang menggemaskan siapa yang melihatnya pasti akan menuruti kemauan Bintang. Langit berdecak kenapa Bintang bisa semenggemaskan ini sedangkan Putra hanya mampu mengiyakan permintaan Bintang.
Putra langsung ngacir memanggil yang lain dan Bintang sedang memeriksa hasil kerja teman temannya. Cukup rapi menurut Bintang.
"Langit gue mau tanya."
Langit membalikan badannya, dia yang sedang membereskan catur dengan malas membalikkan badannya. "Apa..?"
"Emm itu kenapa sendal lo beda warna?"
"Hah?" Langit melihat sendal yang dipakainya kenapa bisa berubah warna? Langit masih mengingat kapan dia melepaskan sendal miliknya. Yahh Putra, sendal yang sebelah adalah sendal milik Putra. Sial.... kenapa ini terjadi mau di taruh mana mukanya dihadapan Bintang.
Langit yang salah tingkah langsung pergi menghampiri Putra untuk menukar sendalnya. Bintang menahan tawa ketika melihat pria idamannya salah tingkah dihadapannya.
__ADS_1
"Aduh gemoy banget sih abang makin jatuh cinta neng."
***
"Oke kalian gue kumpulin disini dengan tujuan memberikan informasi serius tentang apa yang akan kalian semua lakukan." Bintang menatap semua orang yang berbaris dengan rapi. Semua orang meneguk salvianya dengan susah.
Bintang berjalan kesana kemari menggelilingi teman temannya yang tengah berbaris rapi. Sesekali Bintang melihat Mika dan Khatulistiwa yang saling menendang. Di tendang pelan kedua kaki manusia yang tengah beradu bergantian.
"Disini kita akan memainkan game lompat tali dan kelereng."
Semua orang kecuali Mika dan Aran yang tadi tegang langsung tercengang apa tadi? Lompat tali dan kelereng permainan macam apa tadi?
"Kenapa? Kalian nggak mau?" Bintang menunjukkan wajah garangnya, dia berkacak pinggang dan matanya melotot. "Ini bukan hanya permainan doang ingat BUKAN PERMAINAN DOANG TAPI INI PEJUANG BEDASARKAN MARTABAT KALIAN, siapa yang kalah harus meneraktir tim yang menang. Kalau kalian kalah berarti kaum pria itu kaum yang lemah." Bintang mengangkat jempolnya lalu diarahkan jempol kebawah. Mika dan Aran juga mendekat kearah Bintang lalu menirukan apa yang Bintang lakukan.
"Hei kalian wanita jangan salahkan kami jika kalian harus kalah." Ucap Langit dengan nada arogan.
"Oke siapa takut! kita suit dulu!" Bintang mengajak Langit untuk suit. Bintang mendekus kesal karena dia kalah tapi itu tidak menyurutkan semangat 45.
Tim pria di pimpin oleh Langit. Yang pertama masuk adalah Langit. Langit masuk dengan mulus kemudian disusul oleh Putra, walaupun sedikit gugup Putra bisa masuk dengan cukup mulus. Ketiga dilakukan oleh Khatulistiwa, sendari tadi Khatulistiwa takut jika jambulnya akan rusak tapi karena dorongan Gibran dia masuk dan menginjak karet tersebut. Khatulistiwa bersyukur karena jambulnya tidak turun tahta.
"Alhamdulillah jambul lo selamat." Khatulistiwa terus membenahi jambulnya dan menghindari tatapan horor teman temannya.
"Dasar predator!" Cerca Mika.
Kini giliran tim wanita, Bintang sebagai pemimpin mereka yakin jika mereka akan menang. Yang bertugas mengayun adalah Putra dan Gibran. Bintang masuk dengan mulus dan Aran juga masuk dengan mulus. Tinggallah Mika yang dari tadi menghitung tak habis habis.
"Satu.....Ddduuuaa....Tttttiiiiii...." Hitung Mika yang dari tadi tak selesai selesai.
"Kalau nggak bisa mundur aja!" Cerca Khatulistiwa.
"Siapa bilang gue nggak bisa?"
"Mika buruan gue pegel!" Sela Aran.
__ADS_1
Mika masuk dengan kesal dan bukannya gagal tapi mereka malahan menang dan Mika langsung menampilkan senyuman mengejek kepada Khatulistiwa.
***
Permainan kedua adalah main kelereng. Siapa yang mendapatkan kelereng paling banyak maka tim itu akan menang.
Yang pertama kali melempar kelereng ke dalam lingkaran kelereng adalah Mika. Dengan menutup mata Mika melempar pelan. Saat membuka mata Mika melihat ada satu kelereng yang keluar dari lingkaran. Khatulistiwa langsung tertawa meledek dan kini gikiran dirinya. Khatulistiwa dengan jiwa sombong langsung melempar. Mika tertawa keras melihat kelereng yang menjauhi jalur.
"Haha kelereng lo nggak punya mata apa ritingnya eror? Haha." Mika tersenyum menang setidaknya dia masih unggul satu point.
Selang beberapa waktu point yang didapatkan masih sama yaitu 10 point. Bintang tak tinggal diam dia masih ada maka itu bisa mengubah point sementara.
Dengan santai Bintang melempar kelereng. Mata Bintang membulat ketika semua kelereng keluar dari lingkaran.
"Wah kita menang!" Seru Bintang.
"Kalian harus traktir kita." Putus Aran.
"Yuk kita ke G'cafe!" Mika langsung tersenyum semringah.
Bintang tak sengaja melihat kaum pria terkekeh geli. Kenapa mereka tersenyum sendiri?
.
.
.
.
.
Jangan lupa vote, like and coment.
__ADS_1