Dauble Atlet School

Dauble Atlet School
Jangan Mengusik


__ADS_3

Hai Reders, Author kembali lagi.


Kalian merasa bosan nggak sih sama alurnya?


Ya untuk itu Author akan memberik sedikit haluan untuk jalan ceritanya. Sedikit bar bar sih kalau menurut Author. Terus pantengin ya kelanjutan cerita Dauble Atlet School.


.


.


.


.


.


Bintang berjalan menuju ke kelas milik sekolah, masa iya dia punya kelas rumah aja nggak punya. Bintang dengan riangnya dan senyum miliknya yang secerah mentari datang dengan santainya.


Bintang masuk ke kelas. Ada yang aneh menurut pandangannya. Semua teman temannya melirik kearah Bintang, pandangan mereka seperti susah untuk diartikan menurut kamus milik Bintang. Bintang curiga ada yang salah dengan dirinya. Bintang merapa bagian belakang tubuhnya tidak ada tulisan apapun kok. Wajah nggak berubah menjadi cantik masih sama. Bintang meraih handphonnya dia mengaca tidak ada yang salah dengan penampilannya.


"Ini kalian kenapa sih?"


"Kok tegang banget?"


"Woi ini ada apa?"


Semua hanya diam membisu. Bintang malah menjadi kesal sendiri dengan teman temannya. Bintang melirik Kasta yang ada dibelakang.


"Kasta ini ada apa?"


"Kasta jawab!"


Bintang memukul dada, Kasta. Bintang mendongak Kasta masih saja menatap dengan tatapan yang tak dimengerti oleh Bintang.


Tibalah Mika dengan Aran yang sudah menangis tersendu sendu. Bintang menghampiri kedua teman sekaligus sahabatnya. Mereka kedua memeluk Bintang dengan erat. Bintang semakin bingung, sebenarnya apa yang terjadi saat ini.


"Bilang ini ada apa?" Bintang bertanya dengan tegas. Mereka berdua hanya menggeleng lemah, air mata mereka masih mengalir deras. Satu hal yang dipahami oleh Bintang sekarang mereka menatap Bintang dengan tatapan kasihan yang penuh dengan rasa iba.


"Ini ada apa JAWAB!!!"


Bintang menggebrak meja guru yang disampingnya. Bintang menatap mereka horor. Bintang makin marah dia benci dengan tatapan iba itu.

__ADS_1


"CEPET JAWAB INI ADA APA?"


Mika kembali memeluk sahabatnya. Ia sangat tahu apa yang dilakukan sahabatnya mereka kenal dari SMP belum pernah ia melihat Bintang yang berkelakuan buruk.


"Bi di mading...."


"DI mading ada apa?"


"Kat-tta mading ll-ooo se-selama ini menang gara-gara nyuap orang. Dan saat lo ikut lomba yang terakhir ayah lo bangkrut dan tidak bisa membiayai suap lo. Dan kata mading lo anak haram, ayah lo itu hidung belang dan juga bunda lo dibilang p******. Hiks hiks hiks."


Bintang jatuh lungkai seakan kakinya lemas seperti jeli. Darahnya berdesir. Hatinya teriris, sakit. Mata Bintang menyala seperti bara yang siap membakar siapa saja yang dia pandang.


"Sekarang tunjukin siapa yang berani beraninya memfitnah ortu gue!!!!" Bintang teriak histeris. Pagi yang sangat buruk bagi Bintang.


"Bi lo yang sabar." Aran mencoba untuk menenangkan Bintang yang seperti kesetanan.


"Kalau nggak ada yang beri tahu gue, gue akan cari sendiri!!!" Bintang tersenyum sinis. Siapa saja yang melihat Bintang yang sekarang tak akan percaya jika yang dilihat itu Bintang yang biasanya polos dan ceria. Kadang orang bisa berubah jika sesuatu yang berharga bagi dia diusik walaupun seujung kuku.


Bintang berjalan dengan cepat dia tidak memperhatikan apalagi menanggapi komentar pedas ataupun hinaan yang menyebut dirinya anak ******* ataupun anak hidung belang.


Bintang yang datang ke mading sekolah langsung diberi jalan untuk melihat apa yang ada di mading. Dia langsung menyobek kertas yang seperti boomerang baginya.


"Siapa yang beraninya nulis berita busuk kayak gini!!!!!!!"


Bintang kembali histeris. Apa yang terjadi membuat Bintang frustasi. Bintang tak masalah bila dia yang di gunjingin oleh mereka tapi menyangkut orang tuanya tak ada kata maaf.


"Whit whit whit anak p****** datang guys."


Dila datang dengan sombongnya. Bintang yang melihat Dila tersenyum dengan kemenangan, dia tahu mulut busuk siapa yang berani beraninya mengusik hidup tenangnya.


"Kalian tahu dulu dia bayar panitia untuk bisa menang. Dan dia dapat karma, dia bangkrut guys."


"Ayah dia dulunya hidung belang karena dia pernah putus cinta. Dan kalian tahu siapa mantan ayah dia? Ibu gue, ya ibu gue yang mutusin ayah dia gara gara dia mau ngelecehin ibu gue."


"Dan nyokap dia itu p****** yang setiap harinya ngelayanin setiap hidung belang yang butuh belaian. Dan salah satunya ayahnya dia. Suatu saat ibunya dia hamil, hamil guys. Terus nikah deh, dia itu anak haram guys."


Semua orang menertawakan Bintang yang sekarang tersudutkan sendirian. Bintang merasa tertohok dengan semua pernyataan Dila. Pendirian dia sangat kuat dan tidak mudah goyah, Bintang akan selalu membuat orang yang menghina orang tuanya menelan ludahnya sendiri.


Air mata Bintang mengalir dengan deras. Dia menatap semua orang yang menertawakan dirinya. Dia menatap Bintang seperti sampah yang menjijikan. Bintang mengusap kasar air mata, dia selama ini bertahan karena dia kuat.


"Hahahaha." Bintang tertawa garing. Orang orang menatap Bintang dengan tatapan mengejek, mereka menganggap Bintang gila karena tak kuasa menerima nasib.

__ADS_1


"Lo pikir gue bodoh? Emang lo nggak tau gue terlalu pintar untuk di bodohi dengan cara licik lo."


"Lihat guys anak haram ini nggak terima kanyataan kalau dia itu anak dari seorang p******."


Bintang menampar pipi Dila dengan sangat keras. Bintang dengan beraninya tersenyum smirk.


"Lo terlalu bodoh kalau harus berhadapan sama gue. Gue tegasin sama lo minta maaf sekarang atau gue buka kedok lo sekarang!!!" Bentak Bintang.


"Coba apa yang akan lo katakan anak haram."


Semua orang hanya melihat tontonan gratis tanpa ada rasa untuk memisahkan.


"Lo pikir gue bodoh? Dulu saat gue ikut olim ketua panitianya itu Harman dan ini yang tertulis disini itu Hariman. Hariman itu nama bokap lo kan? Lo itu kalau mau bodohin orang liat dulu siapa yang lo bodohin. Lo terlalu bodoh untuk gue, banyak banyak belajar dari kesalahan."


Bintang mengelus bahu Dila sebentar. Bintang kembali menunjukan senyum smirk miliknya. Bintang berbalik, ia ingin pergi meninggalkan orang orang bodoh. Rasanya ia ingin meludahi siapa saja yang tadi menghinanya. Tapi..


"Tapi lo nggak bisa nyangkal kalau ayah lo hidung belang dan ibu lo itu p******."


Bintang berbalik dengan tegasnya. Bintang melayangkan lagi tamparan yang lebih keras dipipi milik Dila.


"Gue rasa orang tua lo sia sia mendidik lo. Lo seperti hewan yang tidak tau malu. Mulut lo ini sebusuk bangkai."


Bintang tak tahan dengan orang orang yang menganggap anak haram. Dia berteriak dengan kerasnya membuat semua orang yang berjalan berhenti.


"AYAH GUE BUKAN HIDUNG BELANG! DIA EMANG PERNAH PUTUS CINTA TAPI AYAH GUE NGELAMPIASIN DENGAN MAKAN BISA DILIHAT PERUBAHAN YANG KONTRAS DI PERUTNYA!!! DAN BUNDA GUE SETIAP WAKTU ADA DI PANTI NGURISIN ADEK ADEKNYA DIA BEKERJA DI TOKO ROTI BUKAN BAR KALAU KALIAN NGGAK PERCAYA DATENG AJA KE PANTI KASIH BUNDA."


Bintang pergi kesuatu tempat, ia ingin meluapkan semua kekesalah dan kegundahannya. Ia butuh ketenangan.


.


.


.


.


.


Segini dulu Reders.


Jangan lupa vote, like and coment.

__ADS_1


Bye and see you next part 19.


__ADS_2