
Hai hai lagi Reders, Author up lagi.
Gimana kabarnya?
Jakarta PSBB lagi, semoga pandemi covid-19 cepat berakhir.
Maaf lagi Author terlambat update sekolah author lagi masa transisi jadinya agak sibuk sana sini 🙏🙏
Jangan lupa vote, like and coment.
.
.
.
.
.
Bintang menghampiri anggotanya. Dia akan memberitahu stasistik perlombaan ini. Dia membagi 4 anggotanya dari mulai yang bisa melempar bola, menangkis bola, berlari, dan menyusun strategi jitu. Ivent yang pertama adalah bola kasti, dan Bintang akan melakukan sesuatu yang baru dalam sejarah di SMA STAR ini.
"IPA 5, semangat!"
Mereka menyatukan tangan dan mengahamburkan ke udara. Senyum mereka menyiratkan jika mereka memiliki semangat yang membara.
Perlombaan di mulai setiap captain tim akan melakukan undian siapa yang jaga dan siapa yang main. Bintang sebagai captain girls tersenyum manis ketika mereka mendapatkan giliran jaga. Mereka melawan kelas Aran, 12 IPA 3. Namun Aran tidak main karena dia sedikit cenderung tak bisa melakukan olahraga.
Bintang menyusun strategi agar mereka bisa menang. Bintang menyuruh Kasta sebagai kucing yang menjaga jika bola yang akan di tangkis tidak mengenai tongkat. Tito sebagai pelempar bola dan yang lain mengambil posisi sempurna.
Bintang selalu mengintrupsikan agar mereka terus fokus dan tidak terpancing emosi ketika bermain. Suasana menjadi panas terik matahari terasa menyengat membakar kulit. Keringat menetes di pelipis sang captain girls. Bintang menyerka keringat yang terus menetes.
__ADS_1
Suara lemparan bola kasti terdengar seiring suara pukulan tongkat yang tidak sesuai dengan titik terukat. Mata Bintang seolah setajam mata elang dia menangkap bola persis di satu tangannya. Dia melepar bola kepada sang penangkis yang masih berlari. Matanya menyipit dan benar saja bola mendarat mulus di punggung sang penangkis.
Suara sorakan menggema dari penonton yang sangat takjub dengan bakat yang dimiliki Bintang. Seluruh anggota Bintang berlari menuju tempat yang akan menjadi tempat yang digunakan pemain.
Bintang menyuruh Gio untuk memulai permainan dia bisa dibilang bisa berlari lencang jadi bila bola gagal dia akan berlari dan selamat karena dia bisa mencapai post pertama dengan mudah. Setelah Gio sekarang giliran Mika, Mika bisa membaca gerakan disekitarnya dan teknik yang dia gunakan cukup untuk mencapai post pertama. Setelah semua anggota Bintang sudah di post akhir dan hampir tidak selamat jika saja tadi Kasta tidak bermain konyol dan yang jaga yang tidak bisa melempar dengan akurat.
Kini giliran sang captain girls. Bintang menutup matanya dia melihat semua orang yang dia cintai. Dia akan berusaha untuk menang di ivent kali ini.
Ayah, tante Rina, om Alex, Langit dan semua orang yang bi cintai. Doakan bi agar bi dapat melakukan tugas ini dengan baik.
Ketika Bintang menganggukan kepalanya dan sudah siap jika sang pelempar melemparkan bola kearahnya.
Bintang memicingkan matanya seolah semua rumus yang dia hafal mengikuti pikiran dan dia bisa memukul dengan akurat. Bintang menangkis bola kasti dan yah bola itu tertangkis sejauh mungkin. Semua anggota Bintang berlari menuju tempat awal dan Bintang juga terus berlari dan berlari dari post satu persatu. Semua penonton berteriak menyoraki nama captain girls. Bintang tersenyum ketika dia akan sampai ke tempat semula. Sang penjaga juga sudah berlari sembari melempar bola dengan kencang membuat penonton berdebar.
"Bi! belakang lo!" Teriak Aran dari kursi penonton. Aran yang mendukung tim lawan kelasnya langsung dicubit oleh teman sekelasnya. Aran hanya membalasnya dengan pelototan.
Seolah Bintang memiliki mata di belakang kepalanya dia menghindar dan bola itu meleset. Hanya berjarak 1,5 cm. Bintang berlari lagi dan diakhir dia memeluk Mika dengan erat. Nafas yang kian tidak beranturan dan keringat yang membanjiri wajah polosnya seakan tak ada artinya.
Aran berjalan menghampiri Bintang dan Mika yang nampak kelelahan. Dia membawa beberapa air minum dan memberikan kepada masing masing anggota dari captain girls.
"Gila lo bi! your so amazing! oh my captain girls SMA STAR." Aran memuji Bintang yang menurutnya sangat keren bertalenta.
"Gue nggak gila! cuma bobrok aja!" Sahut Bintang.
"Yayaya!"
❄❄❄
"Wah bi jago banget aura kepemimpinannya keluar. Dia kaya atlet aja sih apalagi muka polosnya jadi gemes gue." Puji Khatulistiwa yang dati tadi menonton adegan yang menurutnya luar biasa.
"Yelah lo tul semua perempuan lo embat nggak sekalian tuh bu Jamilah lo embat juga." Sahut Gibran dengan mulut yang mengerucut.
__ADS_1
"Dia emang atlet tul!" Timpal Langit. Langit dari tadi juga ikut memperhatikan gerak gerik Bintang. Dia juga mengakui jika Bintang memang memiliki bakat alami yang luar bisa jika diasah secara terus menerus.
"Yaudah sana kalian kelapangan! sebentar lagi mau mulai tim kita." Ucap Gibran.
Jadilah seluruh anggota dalam naungan Langit pergi untuk memenangkan pertandingan. Tim Langit disebut tim singa karena raja olahraga sekolah mereka turun tangan memimpin pertandingan. Jangan diragukan lagi tim singa mereka menjadi pemenang di babak pertama ini.
Disesi grand final tim Bintang yang sekarang dijuluki mutiara tersembunyi karena yang captain girls memimpin mereka dengan sangat baik. Tiba tiba para penonton merasakan hawa yang mencekram dari lapangan apakah ini yang dinamakan dengan pertandingan yang sesungguhnya. Captain dari mereka memancarkam aura kepemimpinan yang sangat memukau. Dari cara mereka mengintrupsikan anggota membuat sang penonton melongo tak percaya hanya bahasa tubuh saja mereka bisa memimpin dengan baik.
Bintang maju untuk mendapatkan giliran. Lagi lagi dia mendapatkan berjaga. Bintang melihat peluang yang sangat kecil ditim singa. Pak Lana selaku wasit tersenyum bahagia ini baru yang dinamakan pertandingan.
"Oke, karena yang mendapatkan bermain adalah tim singa. Jadi tim mutiara tersembunyi akan berjaga dan persiapkan permainan terbaik kalian semua."
Bintang seakan terbakar semangat. Jika dia bisa berkata ini adalah pertandingan yang sulit diantara tim singa mereka adalah orang yang mumpuni dalam olahraga tapi timnya hanya ukuran standar.
Bintang melakukan strategi yang sama dan mereka kembali ketempat yang semula. Bintang meyakinkan hatinya. Rasa takut tengah menggerogoti dirinya.
Suara bola yang tertangkis akurat yang dimainkan oleh Sarah terlempar agak jauh. Bintang masih bertahan dengan pukulan demi pukulan. Bintang merasakan jika pukulan dari Putra jauh dia bersiap ketempat yang jauh. Seakan filing yang dia miliki benar, bola itu tertangkis jauh dan mengenai dada Bintang. Penonton menjerit seakan yang mereka lihat sangat menyakiti Bintang. Bintang mencoba menahan rasa nyeri yang menyeruak. Tapi rasa sakit itu enggan untuk menghilang atau berkurang sedikit saja. Bintang tengah dipilihkan dengan pilihan yang sangat sulit antara berhenti untuk mengistirahatkan badannya atau lanjut dengan menahan dadanya yang nyeri.
.
.
.
.
.
Hai Reders Author sekali lagi minta maaf.
Jangan lewatkan kelanjutan cerita Dauble Atlet School yang nantinya akan sedikit menegangkan.
__ADS_1